Final Fantasy XV: The Dawn of the Future Summary

 by: Nabila Rhapsodios



INTRODUCTION





Final Fantasy XV: The Dawn of the Future merupakan novel alternate universe / alternate reality / what if story ideas dari video game Final Fantasy XV. Novel ini dipublikasikan oleh Square-Enix dan ditulis oleh Emi Nagashima (dia terkenal dengan pen name-nya yaitu Jun Eishima). Penulisnya menyusun novel berhalaman 358 ini dengan berpatokan pada scenario draft DLC Dawn of the Future Episodes yang dibatalkan akhir 2018 lalu. Alasan DLC tersebut dicabut dari daftar proyek yang digarap karena perubahan struktur organisasi internal dan pengunduran diri Sutradara FF XV Hajime Tabata sebagai karyawan Square-Enix. Oleh karena itu, novel ini lahir sebagai permintaan maaf karena telah membuat kecewa banyak pihak atas DLC batal rilis. 

Novel FF XV: The Dawn of the Future pertama kali rilis di bulan 25 April 2019 di Jepang. Sementara edisi terjemahan Inggrisnya dirilis pada 23 Juni 2020 (e-book) dan 14 Juli 2020 (buku fisik). Penerjemah yang dipercaya untuk edisi Inggris adalah Stephen Kohler. Kemudian, background story dan alur cerita masih mengambil planet Eos sebagai latar tempatnya, persis seperti di FF XV. Karakter-karakternya juga masih sama dengan di main core tersebut. Hanya saja yang sedikit membedakan keduanya adalah novel ini membuat karakter-karakter mempertanyakan beragam hal, terutama duty yang diemban yang selama ini dipercaya, bernilai untuk dilanjutkan atau dihentikan. Selain itu, mereka ikut mempertimbangkan arti kebebasan dalam menentukan jalan sendiri yang sesungguhnya. 

Sebelum masuk ke rangkuman novel, ada baiknya berkenalan dulu dengan karakter yang muncul di novel ini. Berikut daftar karakter-karakternya:

Karakter Sentral

Ardyn Izunia (Ardyn Lucis Caelum)


Dikenal oleh publik di dunia Eos sebagai Kanselir dari Kekaisaran Niflheim. Kaki tangan nomor satu dari Kaisar negara itu. Selama betahun-tahun publik hanya mengenalnya demikian dan selalu dipanggil 'Ardyn Izunia'. Satu hal publik luas tidak ketahui, dia memiliki keterikatan darah kuat dengan keluarga Kerajaan Lucis

Dahulu di zaman kalender tua, lebih spesifiknya 2000 tahun silam dimana karakter-karakter FF XV belum pada lahir, Ardyn seharusnya diangkat menjadi Raja Pendiri Kerajaan Lucis & Raja Pertama Lucis. Rentetan satu peristiwa ke peristiwa lainnya sehingga sampailah pada titik mengakibatkan Kristal, para Dewa & Dewi melihat sendiri bahwa tubuh jawara utamanya telah ternoda oleh Starscourge. Mereka semua dengan tegas menolak penasbihan gelar Raja untuknya. 

Di plot cerita FF XV, dia setia menuntun dan menyemangati Noctis untuk mejadi True King / Chosen King / King of Kings demi kepentingan egois yaitu membunuhnya sebagai rasa puas telah melampiaskan dendam terhadap garis keturunan Lucis Caelum yang kurang ajar telah mengurungnya selama ribuan tahun, melabelinya sebagai sosok monster yang tidak pantas dimaafkan, dan melupakannya dari daftar silsilah keluarga.

Somnus Lucis Caelum


Raja Pendiri Kerajaan Lucis, Raja Pertama Lucis, dan adik kandung laki-laki Ardyn. Naik tahta menggantikan Ardyn yang tubuhnya telah dinodai Starscourge. Somnus memiliki sifat pragmatis, realis, dan terlalu keras dalam mengendalikan situasi dan menyikapi orang-orang sehingga berbeda dengan sifat Ardyn era masa lalu. 2000 tahun silam, Ardyn cenderung idealis, pemimpi, dan terlalu baik dengan keadaan dan orang-orang. Walau terdapat perbedaan sifat yang sangat mencolok pada diri mereka masing-masing, Ardyn dan Somnus mampu hidup rukun dan saling menyayangi selayaknya saudara ketika masih kecil dan remaja. Akhirnya, perbedaan sifat dua bersaudara ini diuji ketika Starscourge muncul untuk mendisrupsi kehidupan dan ikatan darah persaudaraan mereka. 

Verstael Besithia



Kepala Penelitian proyek pemutakhiran Magitek untuk era modern. Sebagai informasi tambahan, pihak yang pertama kali menciptakan Magitek adalah keberadaban kuno Solheim serta para masyarakatnya. Kekaisaran Niflheim ingin seperti Solheim, makanya gencar membangkitkan lagi kejayaan Solheim dan teknologi Magitek milik mereka sangat menarik di mata keluarga kekaisaran negara tersebut. 

Anyway, tidak ada lagi hal baik-baik untuk dialamatkan kepadanya seketika Verstael ditunjuk menjadi Kepala Penelitian. Dia perlahan-lahan gila dan mulai bereksperimen tidak lagi berpedoman pada moral baik. Semua yang dihasratkan dari penelitian sintingnya adalah dia akan mendapatkan kekuatan dan kekuasaan di atas manusia biasa. Dengan bantuan Ardyn, dia menyajikan negara Niflheim anggota pasukan kavelri super dan kreasi percobaan atas Daemon. Kedua kontribusi dari dua kontributor ini menjadi akselerator negara tersebut mencaplok wilayah milik negara lain. 

Aranea Highwind


Dia dulunya seorang mercenary sebelum menjadi Komodor Angkatan Udara Niflheim Unit 87. Aranea selalu rajin mengerjakan tugas-tugasnya sebagai Komodor, tapi Aranea lama-kelamaan muak dengan kepemerintahan negara yang dicintainya karena semakin mengandalkan percobaan tidak manusiawi terhadap manusia dan Daemon untuk maju sehingga membulatkan keputusannya untuk resign dari posisi Komodornya. 

Selepas resign dari Angkatan Udara Niflheim, Aranea berkelana bebas untuk menolong orang-orang yang menjadi korban perang dan serangan Daemon. Selain dua hal itu, dia aktif membasmi para Daemon agar tidak menganggu di lingkungan tertentu. 

Biggs Callux


Salah satu kawan seperjuangan dan sahabat Aranea dari ketika Aranea masih mercenary dan sampailah Aranea memilih mundur dari posisi Komodor. Biggs setia untuk tetap disisi Aranea yang dipanggil dengan panggilan kesayangan olehnya "Lady A". 

Biggs dikenal oleh Aranea dan orang-orang sebagai sosok laki-laki yang banyak berceloteh dan setiap tutur kata-katanya terlalu terus terang. Dia dan Noctis dulunya memiliki hubungan tidak enak, tapi ketika memutuskan keluar dari Angkatan Udara mengikuti jejak Aranea, sifat Biggs yang kalau sudah membuka mulut susah dihentikan akhirnya diketahui oleh Noctis yang membuatnya terkejut bahwa Biggs ternyata aslinya seperti itu. Bertabrakan dengan dandanannya yang formal dan serius.  

Wedge Kincaid


Pendukung setia Aranea. Biggs adalah sahabat terdekat Wedge. Walaupun Biggs dan Wedge sering terhimpit pertarungan berbahaya sepanjang hidup mereka, mereka selalu dapat keluar secara ajaib dari situasi tidak menguntungkan tersebut. Keajaiban mereka ini sering dilihat sebagai sebuah penilaian atas kemampuan pertempuran mereka yang tidak boleh diremehkan. 

Wedge dikenal oleh lingkungan sekitarnya merupakan sosok laki-laki irit bicara dan agak sedikit menjaga jarak dengan siapapun. Walaupun dia keseringan memakai sifat tersebut untuk berhadapan dengan orang, Wedge bisa menjadi seorang individu banyak bicara dari biasanya jika situasi memanggilnya untuk berperilaku demikian. 

Lunafreya Nox Fleuret


Salah satu anggota keluarga kerajaan Tenebrae yang tersisa. Gelar kerajaan dan wewenang garis keturunan Fleuret atas Tenebrae pada diri Lunafreya (Luna) dan kakaknya Ravus Nox Fleuret dicabut ketika tanah air mereka diambil semua oleh Kekaisaran Niflheim 12 tahun sebelum FF XV.

Selain mantan Tuan Putri, Luna merupakan seorang Oracle. Sebagai Oracle yang aktif pada linimasa FF XV, dia "blusukan" dari satu tempat ke tempat lain untuk menemui orang-orang yang terjangkit Starscourge agar mereka bisa disembuhkan oleh kekuatan penyembuh khas Oracle yang dimilikinya.  

Luna, Sang Oracle juga dikaruniai kemampuan bisa berbicara langsung dengan Dewa dan Dewi Penguasa Eos. Ritual suci untuk meyakinkan Leviathan meminjamkan kekuatannya kepada Noctis dirusak dengan kedatangan Ardyn. Tanpa peringatan, Ardyn menusukkan belati miliknya ke perut Luna. Terluka parah atas serangan ini, Luna tetap menyelesaikan ritual suci dengan Leviathan. Setelah peristiwa menegangkan bersama Leviathan dan Ardyn, Luna dikabarkan hanyut oleh gelombang tsunami yang diciptakan Leviathan. Banyak orang bertanya-tanya apakah Luna hidup atau mati sehabis diterjang tsunami tersebut. 

Solara (Sol) Antiquum


Gadis kecil sangat keras kepala walau usianya masih delapan tahun. Sifat keras kepala pada dirinya mudah dipermisifkan oleh orang-orang karena dia memiliki sifat baik lain yang diasah lewat pendidikan khusus kaum bangsawan yang diterimanya. Gadis kecil ini diklasifikasikan sangat penting bagi negara Niflheim sehingga masuk top priority untuk dievakuasi dari Gralea ketika Ibu Kota Niflheim tersebut sudah penuh terisi dengan Daemon yang siang dan malam tidak henti-hentinya menyerang masyarakat yang tinggal disana. Sol tidak mengerti mengapa dia masuk ke daftar top priority ketika melihat yang lain tidak menerima kehormatan itu. Suatu hari, pertanyaannya dia yang satu itu akan terjawab.  

Proses evakuasi Sol dipimpin oleh Loqi Tummelt. Setelah Loqi berhasil melacak keberadaan Sol kecil, dia mempercayakan Aranea untuk mengurus Sol. Dengan senang hati, Aranea menerima gadis delapan tahun ini, bahkan menawarinya untuk tinggal bersama dimana Sol tanpa ragu menerima tawaran Aranea tersebut.  

Noctis Lucis Caelum


Putra mahkota Kerajaan Lucis dan diyakini sebagai True King yang sering disebut-sebut dalam ramalan Dewa & Dewi dan legenda keluarganya sendiri. Tugas Noctis menjadi double karenanya. Pertama, dia harus mampu memimpin negara Lucis. Kedua, dia sebagai True King harus dekat dengan Dewa & Dewi dan para leluhurnya agar bisa melenyapkan kegelapan yang menyakiti Eos. 

Pada awalnya, Noctis sangat tidak peka terhadap orang lain dan kekanak-kanakan akibat terlalu dimanja oleh ayahnya. Dia mengalami perubahan karakter selama perjalanan mengarungi Eos bersama tiga sahabat dekatnya untuk menjalani tugas kenegaraannya sebagai pemimpin Lucis setelah ayahnya wafat dan mewujudkan ramalan untuk menjadi True King. 

Langkah penjelajahan Noctis keliling Eos terhenti di satu titik cerita. Ketika sampai di ruang penyimpanan Kristal di Zegnautus Keep, Gralea, benda itu menarik paksa dirinya untuk masuk ke dalam dunia asing yang orang biasa tidak bisa masuki tanpa blessings dari bendanya sendiri dan para Penguasa Eos. Semenjak darisini, berita Noctis hilang misterius menghiasi headline berita dan banyak orang was-was Sang Penyelamat tidak akan muncul lagi ke permukaan untuk bisa membawa matahari terbit lagi sehabis gelap. 

Bahamut


Para Dewa & Dewi Eos melapor kepadanya karena Bahamut bisa dikatakan Dewa dengan Posisi Paling Tinggi dan Bos Besar dalam hierarki ketuhanan yang berlaku di planet tersebut. Ketika Starscourge muncul dan mengobrak-abrik seluruh ekosistem Eos dan kehidupan populasinya, dia merencanakan banyak strategi yang mengarah pada jalan cerita FF XV untuk menghancurkan virus tersebut secara permanen. Untuk strateginya berhasil, Bahamut menghadiahkan Kristal dan Ring of the Lucii kepada garis keturunan Lucis Caelum yang menguasai Lucis dan trisulanya kepada garis keturunan Fleuret dari Tenebrae. 

Puluhan tahun sebelum FF XV, dia memanggil Ardyn untuk masuk ke kediamannya dan menyampaikan informasi peran Ardyn yang digariskan Bahamut untuk memusnahkan Starscourge. Aksi pemanggilan personal ini ke tempat tinggalnya terulang kembali, Noctis selanjutnya yang dipilih. Dari tempat tersebut, Bahamut memberitahu arti peran Noctis sebagai True King yang sesugguhnya agar bisa melenyapkan Starscourge dari Eos selamanya. 


Karakter Pendukung

Regis Lucis Caelum


Putra pertama dari Raja Mors Lucis Caelum. Otomatis sebagai putra pertama, Regis Lucis Caelum berada tepat di urutan setelah ayahnya untuk menjadi Raja. Semasa mudanya dihabiskan di medan perang melawan pasukan Niflheim. Ketika perang sedang panas-panasnya dan Lucis nyaris diambang kekalahan, Regis muda harus kehilangan ayahnya. Tidak membiarkan kursi singgasana kosong dalam jangka waktu lama, Regis menerima posisi Raja dan bersumpah akan melindungi rakyat Lucis dengan kondisi apapun. 

Puluhan tahun sebelum FF XV, Regis melawan Ardyn. Pertarungannya dengan Ardyn nyaris membuat dirinya mati. Berkat campur tangan Somnus dan Bahamut, Regis tidak berhasil dibunuh Ardyn. Hal ini membuat marah Ardyn mengapa para Penguasa Eos tidak mengizinkan pelampiasan dendam terhadap keluarga Kerajaan Lucis berjalan semulus yang telah direncanakannya. 

Regis menikah dan mempunyai seorang putra yang diberi nama Noctis. Kewajiban sebagai Raja dan ayah dilakukan Regis dengan cukup baik walau dia sering merasa masih belum cukup memberi kasih sayang yang layak kepada putra semata wayangnya. 

Suatu hari, Regis menerima tawaran perdamaian dari negara musuh Niflheim untuk mengakhiri perang diantara keduanya. Dia terpaksa menerima walau tahu itu sebuah tipuan karena tidak memiliki opsi pilihan lain mengingat kondisi tubuhnya yang sudah ringkih karena menegakkan Wall sehingga tidak akan mampu lagi melakukan pertempuran fisik dan pasukan-pasukan terbaik Lucis yang dimilikinya sudah semakin sedikit. Untuk menghindari Noctis terjepit di zona perang yang jika ini kejadian, maka ramalan tidak akan terwujud, Regis mengirim Noctis dengan ditemani oleh tiga sahabatnya untuk pergi menemui Luna dan melangsungkan pernikahan di Altissia tanpa kehadiran dirinya karena masih dibutuhkan untuk memimpin Lucis. 

Apa yang diprediksi Regis bahwa perjanjian damai dari Niflheim adalah serangan pembuka untuk perang lagi rupanya benar. Regis bertarung untuk mencegah Kristal dibawa oleh musuh. Tapi, kondisi fisik tubuhnya tidak sebugar dulu, maka Regis berhasil dibunuh. Berita kematiannya membuat Noctis sangat sedih.  

Clarus Amicitia


Ayah biologis Gladiolus Amicitia dan Iris Amicitia. Teman masa kecil dan main bodyguard Regis. Selain itu, Clarus juga termasuk ke dalam dewan penguasa negara Lucis dan dewan penasihat keluarga kerajaan. Di event Final Fantasy XV: Episode Ardyn, Clarus adalah kapten Royal Guard sebelum restrukturisasi menjadi Kingsglaive yang dipimpin oleh kapten Titus Drautos. Setelah Royal Guard berubah fungsi, berganti nama, dan berganti kepemimpinan, Clarus hanya menjabat satu posisi sebagai kapten Crownsguard yaitu kelompok prajurit yang ditugaskan untuk menjaga keamanan Insomnia dan istana kediaman keluarga Kerajaan Lucis. 

Clarus dan Regis terjun ke medan perang Lucis versus Niflheim dari ketika mereka masih sama-sama muda. Clarus setia mendampingi sahabat karibnya keliling dunia demi menegakkan peran sebagai anggota kerajaan. Perjalanan keliling dunia ini nantinya diikuti oleh anak-anak mereka puluhan tahun berikutnya. 

Clarus meregang nyawa demi melindungi Regis dari tebasan pedang sosok jendral menakutkan Niflheim. Kematian mendadak dirinya, membuat dua anak-anaknya sangat kehilangan atas sosok ayah yang mereka banggakan karena sangat setia, kuat, dan bertanggung jawab atas perannya sebagai salah satu sosok penting untuk melindungi negara Lucis. 

Loqi Tummelt


Loqi tidak menyukai Lucis dan anggota kerajaannya. Dia sangat bangga atas pencapaiannya menjadi Brigadir Jendral dalam militer negara Niflheim di usianya yang masih muda. Tapi, baginya masih tersimpan rasa tidak puas karena ada satu sosok dari negara musuh yang melampaui keterampilannya dalam berperang dan sosok ini juga meraih posisi tinggi ketika masih remaja sama seperti dirinya. Sosok tersebut adalah Cor Leonis. Loqi menganggap Cor adalah rivalnya. Sebuah sentimen yang tidak berbalas dari sisi Cor. 

Di FF XV, Loqi terus-menerus muncul di hadapan Noctis dan kawan-kawan sehingga pertarungan tidak terelakkan diantara mereka. Loqi menjadi salah satu karakter yang tidak pernah lagi disebut-sebut lagi oleh Noctis setelah kekalahannya di Formouth Garrison

Di novel FF XV: The Dawn of the Future, Loqi muncul mendadak di hadapan Aranea dengan seorang gadis kecil dalam gendongannya. Setelah gadis kecil tersebut berpindah tangan ke Aranea, Loqi membasmi segerombolan Daemon yang berupaya menghalangi Aranea dan gadis kecil itu untuk lari menyelamatkan diri. 

Tiga Sahabat Karib Noctis: Gladiolus Amicitia, Ignis Scientia, dan Prompto Argentum


Gladiolus yang berbadan besar, maskulin, dan kebapakan. Ignis yang suka masak, kalem, dan ahli strategi. Prompto yang hobi memotret, kikuk sama perempuan, dan paling ceria diantara berempat. Mereka semua merupakan sahabat Noctis yang sangat setia menemaninya untuk proses menjadi Raja yang pantas memimpin Lucis dan tetap menyemangati Sang Penyelamat untuk terus maju memenuhi panggilannya sebagai True King ketika Noctis dihinggapi perasaan tidak percaya diri atas kemampuannya untuk sampai ke peran-peran itu. 

Ketika Noctis hilang misterius, mereka bertiga gigih meyakinkan diri mereka sendiri dan orang-orang yang kenal dengan mereka bahwa Raja Lucis Terakhir pasti akan kembali untuk menyelamatkan Eos dari kegelapan. Mereka terus menunggu kembalinya Noctis sambil ditengah-tengah melanjutkan hidup mereka dengan jalan masing-masing. Ketika penantian panjang menunggu kehadiran Noctis usai, mereka tanpa dikomando pergi menemani Noctis untuk satu pertarungan pamungkas dalam menyelamatkan dunia. 

Aera Mirus Fleuret


Teman masa kecil Ardyn dan Somnus. Lama mengenal mereka akhirnya menuntun Aera Mirus Fleuret jatuh cinta pada saudara tertua Lucis Caelum. Perasaan Aera berbuah manis karena Ardyn juga menyukainya. Kisah romantika mereka berujung pada pertunangan. Kebahagiaan mereka karena sebentar lagi akan menikah sangat singkat. Alasannya adalah Somnus melayangkan pedangnya tanpa sengaja mengenai Aera dalam pertempuran tahta diantara dua saudara Lucis Caelum. Aera tewas seketika. Kematian Aera di tangan Somnus adalah salah satu motivasi penting dibalik kegigihan Ardyn untuk balas dendam terhadap adiknya, kerajaan yang dibangun oleh saudaranya, dan semua keturunan Somnus yang masih hidup.

Aera adalah Oracle pertama dan salah satu leluhur Luna dan Ravus. Walaupun dia terbunuh di tangan Somnus, keluarga Fleuret lainnya terus melanjutkan peran dan panggilan sebagai Oracle seperti yang dilakukan Aera. Lama-kelamaan keluarga Fleuret menjadi keluarga kerajaan yang memimpin Tenebrae untuk menjadi negara sendiri. 



SUMMARY


A Savior Lost (Ardyn)


Cerita Ardyn di dalam novel FF XV: The Dawn of the Future mirip dengan DLC Final Fantasy XV: Episode Ardyn dan kemunculan karakter ini di main game. Akhir cerita A Savior Lost ditutup dengan adegan yang membuat pembaca terperangah. Hal tersebut disebabkan Ardyn dalam cerita FFXV: Episode Ardyn memilih rute 'Resist Your Fate' ketika berhadapan dengan Bahamut. 

Untuk mengetahui petualangan Ardyn yang telah dibedah habis-habisan oleh penulis, silakan klik dua link ini:


The Beginning of the End (Aranea)



Aranea yang kelelahan dan tidak tidur selama 35 jam karena membantu proses evakuasi dan tanggap darurat kota Altissia setelah diluluhlantakkan oleh Leviathan mendapat panggilan untuk kembali ke Niflheim. Gara-gara keterlibatannya ke dalam zona 'PMS' Leviathan, Aranea harus kehilangan setengah anak-anak buah terbaiknya. Aranea merenung bahwa anak-anak buahnya yang merupakan makhluk manusia sudah tidak lagi dipentingkan di dalam militer Niflheim karena pasukan-pasukan Magitek yang adalah robot dan mesin lebih diperhatikan untuk masuk ke dalam jajaran kavaleri. Hal ini membuat sedih dirinya karena sebagai salah satu bukti bahwa pemerintah dan tanah airnya telah sangat berubah dari ketika dia masih kanak-kanak. Perbedaan lain yang terasa oleh Aranea selama tinggal di Niflheim dari lahir adalah semua taman, taman hiburan, dan bioskop dipaksa gulung tikar karena pemerintah Niflheim lebih mengalokasikan dana negara untuk mengembangkan pasukan Magitek sehingga kehidupan warga negaranya hambar dan suram.

Aranea memasuki Ibu Kota Niflheim. Alangkah terkejutnya atas pemandangan di depan matanya. Matanya melihat unit-unit pasukan teman sejawatnya sedang melawan banyak Diamond Weapon yang sedang menuju Zegnautus Keep. Aranea terpanggil untuk ikut membantu teman-teman sejawatnya tersebut. Biggs dan Wedge mengambil opsi penyelamatan anak-anak yang terjebak dalam pertarungan tersebut.

Ardyn yang setengah kegirangan dan setengah sinting membuat broadcast ke seluruh penjuru kota Gralea yang mengumumkan bahwa keruntuhan Niflheim tinggal menunggu jam untuk benar-benar hancur dan Kaisar Iedolas Aldercapt tidak mempunyai pewaris dimana hal ini akan menjadikan masa depan Niflheim semakin tidak baik. Kaisar memiliki satu orang istri yang sangat dicintainya tapi, meninggal setelah melahirkan putra mereka. Kaisar tidak mau menikah lagi. Sang putra tewas dalam perang dan tidak sempat menikah untuk memberikan keturunan. Kematian istri dan putra tunggal membuat Kaisar larut dalam kesedihan. Sayangnya, kesedihannya dialihkan kepada hal yang tidak bagus yaitu ingin abadi dan terus memerintah Niflheim lewat percobaan dengan makhluk Daemon yang digagas oleh Ardyn dan Verstael. Rakyat Kaisar mempercayai bahwa ditinggal oleh istri, perangai Iedolas berubah menjadi tidak empatik kepada rakyatnya tapi, Aranea tidak berpikir sama. Aranea lebih percaya campur tangan Ardynlah yang mengubah perangai Iedolas.

Aranea melihat sekeliling Gralea penuh dengan Daemon dan kosong kehidupan manusia sama sekali. Dia melihat Kaisar mati di atas singgasana juga. Aranea menuju atap atau bagian atas dan terbuka Zegnautus Keep. Disini Aranea bertemu dengan Ardyn. Bertemu laki-laki yang sangat tidak disukainya, Aranea ingin sekali mengoyak raga Ardyn. Gejolak Aranea semakin tinggi untuk menghabisi Ardyn setelah mengetahui bahwa Ardynlah yang melepas puluhan Diamond Weapon ke Gralea dan beberapa sedang menuju Tenebrae atas perintahnya. Aranea menyerang Ardyn tapi, laki-laki berambut merah tersebut mudah sekali menghindari tiap serangan Komodor. Aranea jatuh terjerembab oleh kekuatan misterius Ardyn. Bangkit dari tanah untuk bersiap menyerang terinterupsi dengan Biggs menginfokan bahwa dia sedang menyupiri kereta penuh dengan pengungsi menuju Tenebrae. Ardyn dikesampingkan oleh Aranea karena ada urusan lebih mendesak dan dia mendeklarasikan diri keluar dari militer mulai detik tersebut. Anak-anak buah yang tersisa di bawah komandonya tetap ikut dibawanya dan tidak terikat lagi dengan militer Niflheim. Ardyn bertanya ringan kepada Arena alasan mundur sebagai Komodor apa. Aranea menjawab sangat singkat, "Aku tidak tahan denganmu". Lalu, dia mengedipkan mata kepada Ardyn dan pergi untuk bergabung dengan Biggs dan Wedge menghalau Diamond Weapon untuk sampai ke Tenebrae.

Laki-laki lain yang juga sering membuat Aranea jengkel (di samping Ardyn) yaitu Loqi sedang tergesa-gesa mendekatinya. Aranea terkejut atas pemandangan tidak biasa. Loqi membawa satu anak perempuan kecil di kedua lengannya. Aranea bertanya apa arti Loqi menggendong anak kecil tersebut. Loqi menjawab anak perempuan ini diwajibkan untuk selamat atas permintaan Iedolas. Mereka bertiga saling melempar sindir-sindiran dan argumen. Interaksi Aranea dengan anak kecil yang mengaku bernama Sol ini membuat Aranea berpikir ke masa kecilnya. Gerombolan Daemon menyergap mereka bertiga. Loqi maju bak pahlawan untuk menjadi tameng pelindung Aranea dan Sol agar memberi kesempatan untuk lari. Aranea membawa Sol bersamanya kemudian, menginstruksikan misi terakhir kepada anak-anak buahnya yaitu melindungi Tenebrae.

Aranea, Biggs, dan Wedge menjatuhkan pesawat yang membawa Diamond Weapon. Makhluk Daemon raksasa tersebut yang masih hidup dihancurkan oleh Aranea dengan cara meremukkan core yang terdapat di dada mereka. Aksi Aranea dan tim membuat semua pengungsi tiba di Tenebrae dalam keadaan selamat.

Aranea mengenali simbol dan motif yang tersemat di pinggang perempuan kecil yang berada di bawah tanggungannya sekarang. Aranea menarik kesimpulan bahwa Sol ini tidak salah lagi merupakan Solara Aldercapt Antiquum, putri di luar nikah dari putra semata wayang Iedolas yang tewas di medan perang. Sepuluh tahun kemudian, Sol tumbuh menjadi perempuan 18 tahun yang cerdas dan lihai bertarung berkat didikan Aranea, Biggs, dan Wedge.


Choosing Freedom (Luna)



Luna meninggal setelah menyelesaikan calling sebagai Oracle dan menyerahkan Ring of the Lucii kepada garis keturunan Lucis Caelum terakhir. Gentiana membisikkan kata-kata lembut untuk Luna agar tidur nyenyak. Selanjutnya 10 tahun kemudian, dia terbangun dari kematiannya dan menemukan dirinya berada di tempat asing. Dia keluar dari "makamnya" dan berjalan mengikuti titik cahaya bulan yang menuntunnya untuk melihat jalan raya. Saat menengadah untuk menatap langit, dia baru tahu bahwa "kabut hitam" di atas langit dan membuat pemandangan bulan menjadi buram bukanlah kabut biasa melainkan Miasma. Luna sangat terkejut bahwa Miasma tidak hanya ada di langit, tanah yang dipijaknya juga terdapat rembesan Miasma. 

Berjalan ke jalan raya untuk menemui manusia lain, menjadikan Luna target mudah Daemon menyerbunya secara mendadak. Luna berusaha keras melumpuhkan para Daemon dengan menggunakan benda apapun yang tersedia disekitarnya. Dia mengambil satu batang pohon lumayan besar, panjang, dan kokoh untuk menyerang. "Senjata" ini menjadi pegangan utamanya dan menganggap fungsinya sama dengan trisula miliknya yang hilang puluhan tahun lalu. 

Merasa terpojok dengan Daemon dan berbarengan mendengar suara mesin mendekat, Luna berlari terengah-engah menuju sumber suara tersebut. Ketika mengetahui bahwa suara mesin itu merupakan kendaraan motor yang dikendarai seseorang dan sedang berkecepatan tinggi agar lolos dari kejaran Daemon, Luna loncat untuk duduk ke motor milik orang tersebut tanpa permisi. Pengemudi motor tersebut protes kepada penumpangnya atas aksinya yang berbahaya tersebut. Pengemudi motor berang karena melihat penumpangnya mulai melempar kaleng makanan dan beberapa benda yang ditaruh di motor untuk membuat penumpangnya leluasa bergerak dan motor berjalan lebih cepat karena setelah dinaiki olehnya, motor menjadi sangat berat.  

Kesabaran pengemudi motor habis, maka dia menepikan motor dan mengambil senapan berburu untuk memberantas para makhluk malam keji yang tidak berhenti mengejar dia dan penumpang ilegalnya. Luna membantu pengemudi motor dan terhenyak bahwa dia sekarang memiliki kekuatan supernatural yaitu menyerap Miasma yang dikuarkan oleh Daemon ke dalam tubuhnya. Keterkejutan Luna tidak hanya berhenti disini, Miasma yang berembus dari tubuhnya sekalian menyembuhkan luka gores dan memar yang didapatkannya di dalam pertarungan ini. Pengemudi motor terpana menyaksikan pemandangan tidak biasa tersebut dan mencaci penumpangnya dengan sebutan 'Monster'. Sebuah hal yang disayangkan akibat pertarungan ini adalah Luna kelelahan dan akhirnya jatuh pingsan. Luna siuman dan memperkenalkan dirinya Lunafreya Nox Fleuret. Pengemudi motor ingin cukup dipanggil Sol dan bingung dengan nama yang terucap dari penumpang gelapnya karena nama tersebut milik Sang Oracle yang diyakini sudah wafat sepuluh tahun lalu. Sol menyampaikan berita bahwa sepuluh tahun yang lalu, Eos kehilangan Oracle dan juga Noctis. Noctis menghilang dari Eos merupakan berita cukup mengejutkan bagi Luna karena dia telah mengorbankan nyawa untuk Noctis bisa menuntaskan calling-nya dan melenyapkan kegelapan. 

Motor yang dimiliki Sol rusak, maka dua perempuan itu mau tidak mau harus mendorong kendaraan ini ke pos keamanan terdekat. Luna melihat sekelilingnya dan menyadari matanya tidak melihat banyak orang bersileweran. Sol berkata bahwa Daemon semakin merajalela sepuluh tahun belakangan ini, orang-orang yang boleh bebas di area liar dan tempat umum untuk sekarang hanya kelompok Hunters dan Kingsglaive yang bertugas mencari logistik serta menumpas Daemon. Di tempat perlindungan sementara, Luna dikunjungi oleh Umbra dan ini membuatnya senang. Luna bertanya kepadanya tentang keberadaan Pryna. Umbra tergolek lemas dan Luna menyimpulkan pernyataan non verbal Umbra adalah Pryna sudah mati. Umbra melaporkan Noctis masih hidup. Luna sangat lega atas berita yang dibawa Umbra, maka dia cepat menulis sebuah pesan untuk Umbra sampaikan kepada Noctis. Sayangnya, Umbra menolak keinginan Luna. Luna paham bahwa untuk sekarang ini Noctis tidak bisa diraih oleh mereka dan bertanya-tanya kemana perginya Gentiana ketika sedang dibutuhkan. 

Luna tidur dan dalam tidurnya, dia didatangi oleh Bahamut. Bos Besar menyampaikan penglihatan masa depan dimana gambar yang ditampilkan ke Luna adalah Noctis melawan Ardyn, tetapi duel mereka tidak mengangkat kegelapan hilang dari planet. Penglihatan selanjutnya adalah Noctis duduk di atas singgasana dan mati disana untuk menyusul roh Ardyn di Alam Antara Hidup dan Mati. Luna ketakutan dengan penglihatan kedua tapi, Bos Besar berkata Noctis mati adalah hal penting yang harus dijalani olehnya. Semua penglihatan yang diterima Luna terancam tidak terelealisasi karena Ardyn memperluas kekuatan gelapnya sampai kekuatan Ring of the Lucii tidak berguna untuk menghadapi kegelapan dalam diri Ardyn. Bahamut menyampaikan titah yaitu sekarang tugas Luna yang harus melawan Ardyn. Luna menerimanya sebagai jalan untuk menghalangi Noctis tidak perlu mati dalam melaksanakan perannya sebagai True King. 

Sol membawa beberapa pakaian berwarna hitam yang bisa dijadikan ganti atas pakaian putih Luna yang sudah terkoyak disana-sini. Luna mengucapkan terimakasih, kemudian berkata sekarang dia ingin pergi ke Insomnia. Walaupun Sol tidak setuju membawa Luna untuk bisa sampai ke Insomnia, tapi setelah dibujuk, Sol akhirnya mau. Karena posisi mereka dan Insomnia terpisah oleh lautan, mereka butuh menemukan pelabuhan dan sebuah perahu. Mulailah perjalanan mereka dengan Insomnia sebagai destinasi terakhir. 

Mereka sering harus berhadapan Daemon di tengah perjalanan. Luna bertempur dengan memakai sebuah lembing dan menurutnya teknik pemanfaatan lembing tidak beda jauh dengan trisula. Luna bisa melumpuhkan Daemon yang kecil dengan lembing miliknya tapi, Daemon yang besar, memaksa Luna untuk memakai kekuatan penyerap Miasma yang baru dimilikinya. Luna dan Sol sama-sama gelisah atas efek menyerap esensi Daemon terhadap tubuh Luna nantinya. 

Luna bercerita pada Sol bahwa Oracle tidak hanya diajari menggunakan trisula untuk keperluan pertahanan diri. Oracle diberi ajaran berupa meditasi dan kebugaran, menyanyi dan menari, puasa dan bertapa. Ditambah juga Oracle wajib melakukan ziarah ke "kuil" yang menyimpan semua perempuan Fleuret yang pernah menyandang status Sang Oracle. Sol tidak mengerti mengapa Luna mau menjalani itu semua tanpa imbalan, tetapi Luna tidak bisa memahami menginginkan imbalan setelah melaksanakan tugas. Dia menulis semua pikirannya dan pengalaman bersama Sol di buku catatan sebagai surat untuk Noctis. 

Mimpi lain muncul dan kali ini, Luna melihat Gentiana dalam mimpinya. Luna bertanya kupada sahabatnya apakah benar cincin keluarga Kerajaan Lucis akan meminta nyawa Noctis sebagai tumbal. Gentiana hanya diam. Luna berjalan mendekati Gentiana tapi, puluhan pedang muncul untuk mereka tidak saling mendekat. Sebelum mimpi ini selesai, Luna berhasil membaca gerak bibir "Bladekeeper" (julukan Bahamut) yang dibuat Gentiana. Luna bangun dengan perasaan bingung dan bertanya kepada Sol tentang pendapatnya atas Penguasa Eos. Sol skeptis dan tidak lagi mempercayai Mereka sebagai Pelindung karena sering kali bardo'a untuk meminta pertolongan menghadapi Kegelapan, do'a dia tidak terjawab. Buktinya, sekarang dunia dibiarkan oleh Mereka semakin semrawut dan kematian terus melonjak. 

Mereka melanjutkan perjalanan. Dua perempuan akhirnya menyadari bahwa kemampuan Luna melihat dalam kegelapan semakin membaik dan pentagram cahaya yang diukir di tiap Havens untuk menghalau Daemon, membuat Luna sangat tidak nyaman. Semua Daemon yang dihisap Luna seolah-olah menjadi bagian dalam dirinya, tapi kemampuan penyembuh khas Oracle yang dimilikinya mampu membuat Luna tetap bertahan tidak berubah menjadi Daemon. Luna bersikeras ingin menuntaskan calling barunya dan bisa sampai di Insomnia secepat mungkin, tapi Sol memaksa Luna untuk berpikir ulang dan lebih mengikuti kata hatinya untuk hidupnya sendiri, bukan bergerak karena didikte oleh Penguasa Eos. Luna tercengang atas hal ini karena seluruh hidupnya selalu tentang orang lain atas perintah Dewa & Dewi, bukan tentang dirinya sendiri. Luna mengaku bahwa dia sebenarnya ingin hidup bersama dengan pujaan hatinya. Luna menggelengkan kepala karena percaya keinginannya tersebut tidak akan terwujud karena calling-nya pasti akan merenggut nyawanya lagi dan kondisi tubuhnya yang sekarang lebih mendekati sosok monster. 

Sol mendapat kabar dari Biggs bahwa Aranea dan tim terperangkap dalam sebuah reruntuhan Solheim yang penuh dengan Daemon. Di dalam reruntuhan tersebut terdapat Daemon raksasa mirip dengan Diamond Weapon yaitu Sapphire Weapon. Sol kalut sehingga membuatnya ingin segera menyusul ke reruntuhan tersebut untuk menolong Aranea. Luna ingin pergi menemani Sol. Ini bukan karena "calling", melainkan murni kehendaknya. Akhirnya Sol mengungkap nama asli dan jati dirinya kepada Luna. Luna tidak peduli atas latar belakang keluarga Sol yang telah membunuh ibunya dan merampas tanah airnya. Luna tetap akan mengikuti Sol ke tempat reruntuhan itu. 

Setibanya di reruntuhan, Luna dan Sol tidak diperbolehkan bergabung dengan tim penolong. Beruntung untuk mereka berdua, reruntuhan tersebut dikenali oleh Luna karena dia pernah ke tempat ini sebelumnya untuk berlatih. Mereka masuk reruntuhan lewat jalan masuk yang pernah dilalui Luna dulu. Dari dalam reruntuhan, Luna dan Sol mendapati sebuah ruangan yang berisi deretan patung-patung Sang Oracle sebelum Luna. Mereka berhenti di depan patung Oracle pertama. Sol mengomentari paras patung tersebut memiliki kemiripan dengan paras Luna. Luna menatap patung Aera dan mendapatkan kilas flashback kenangan Aera. Dari kilas singkat tersebut, Luna mengetahui kekuatan penghisap Daemon yang tiba-tiba diberikan kepadanya, pernah diberikan kepada Ardyn 2000 tahun lalu. Roh Aera memohon kepada Luna untuk menyelamatkan kekasihnya yang telah dibuang oleh para Dewa & Dewi karena tidak mau menerima takdirnya. 

Ruangan selanjutnya yang ditemui Luna dan Sol adalah ruangan yang menyimpan pedang dan lembing besar yang diyakini Luna sebagai senjata Odin ketika bertarung dalam War of the Astrals / Great War of Old. Odin adalah satu dari 24 Messengers. Luna menceritakan sedikit perang kuno tersebut kepada Sol. Dulu, Ifrit murka atas kesombongan masyarakat Solheim yang telah dibantu untuk sejahtera. Atas sifat mereka ini, Ifrit ingin melenyapkan mereka dan juga semua yang mendiami Eos. Bahamut berinisiasi untuk menghancurkan koleganya dan Planet Eos sebagai countermeasure karena keributan diantara koleganya dan masalah Ifrit dengan manusia, mengancam keseimbangan. Langkah Bahamut yang sangat ekstrim ini, tidak disetujui oleh Shiva, Titan, Leviathan, dan Ramuh, maka ketika Bahamut mengerahkan ultimate attack-nya yaitu Teraflare, mereka berempat saling bahu-membahu menahan kekuatan dahsyat tersebut untuk tidak berhasil menghancurkan Planet Eos. Ifrit tidak ikut menghalau Teraflare karena Bahamut telah lebih dulu memadamkan apinya. Menangkal Teraflare, sungguh menguras kekuatan yang dimiliki Shiva, Titan, Leviathan, dan Ramuh sehingga mereka memutuskan tidur panjang untuk pemulihan. Bahamut tetap terjaga untuk mengawasi Eos. Sol yang menyimak cerita Luna tentang War of the Astrals ini, merasakan perbedaan yang sangat besar. Cerita versi yang tersebar luas di kalangan masyarakat, tidak berbunyi seperti yang dikisahkan Luna. Luna mengetahui kebenaran War of the Astrals dari Gentiana.

Luna dan Sol masuk diam-diam ke dalam reruntuhan akhirnya diketahui oleh Biggs dan Wedge. Dua perempuan ini mendapatkan teguran keras dari dua laki-laki tersebut. Tiba-tiba, Sapphire Weapon bangun dari tidurnya dan menyerang mereka. Sapphire Weapon berhasil dikalahkan oleh Luna dengan cara dirinya menyerap banyak sekali Miasma yang menyelimuti Daemon itu. Selanjutnya, mereka menemukan sosok berambut perak memegang lembing yang dinodai oleh Starscourge. Luna mengembalikan normal Aranea dengan memindahkan Starscourge yang membungkus Aranea ke dalam tubuhnya. Tapi, melakukan itu malah mengubah Luna menjadi Daemon. Aranea yang mendapatkan kembali kesadaran utuhnya segera melumpuhkan Daemon Luna. Akhirnya, Luna ditawan di Lestallum dimana kelompok Hunters dan Kingsglaive meragukan identitas Daemon perempuan tersebut adalah benar Sang Oracle. Ignis memberikan kesaksiannya bahwa Luna sudah meninggal di Altissia dan tubuhnya lenyap tapi, dia tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh tentang tubuh Luna yang hilang tersebut. 

Luna bermimpi. Mimpinya yang sekarang ini berisi peringatan dari Gentiana. Bahamut sedang mempersiapkan "final summoning". Hal ini akan terwujud apabila Bahamut mendapatkan banyak energi kegelapan karenanya dia memberikan Luna kekuatan untuk menghisap Starsocurge. Kata Gentiana, energi kegelapan yang hebat dalam diri Ardyn juga akan ikut dibutuhkan dalam memanggil Teraflare. Bahamut melihat umat manusia seperti, bunga yang semuanya sama dalam satu taman jika, satu bunga sudah layu dan kelayuannya menyebar, Bahamut akan menghancurkan semua bunga di taman. Gentiana memberitahu bahwa Bahamut mendiami dua alam. Tubuh fisiknya terdapat di Alam Fana. "Roh"nya terdapat di Alam Antara Hidup dan Mati. Jika mencoba membunuh tubuh fisik atau "Rohnya" saja, Bahamut tetap hidup. Oleh karenanya, Bahamut harus dihancurkan di dua alam secara bersamaan ujar Gentiana. Sayangnya, pembicaraan Gentiana dengan Luna diketahui oleh Bahamut. Kehadiran Bahamut yang tiba-tiba dalam mimpi, membangunkan Luna dari tidurnya.

Luna bangun dalam keadaan marah kepada Bahamut. Luna dibebaskan oleh Sol dan Aranea. Luna diantar Sol ke Insomnia dengan mengendarai motor. Sol menurunkan Luna di depan istana Kerajaan Lucis dan mengucapkan kalimat perpisahannya. Luna menulis pesan untuk Noctis. Umbra berjanji akan menyampaikan pesan ini kepada garis keturunan Lucis terakhir jika waktunya sudah tepat. 

Ardyn yang duduk di atas kursi tahta terhenyak ketika melihat siapa yang membuka pintu menuju Ruang Tahta. Ardyn menyambut Luna dan terkejut mendengar tamunya menginginkan pembentukan aliansi, bukan datang untuk membunuhnya. 


The Final Glaive (Noctis)


Noctis telah meninggalkan tiga sahabatnya untuk menuju ke tempat Kristal berada, tapi sesaat bertemu dengan benda ini, dia ditarik ke dalam oleh bendanya. Noctis meronta-ronta ingin bebas sementara musuh bebuyutannya yang berambut merah mengungkap jati dirinya yang selama ini dipendam. 

Di dalam Kristal, Bahamut menemui Noctis untuk menyampaikan beberapa hal penting yang memiliki kaitan dengan True King. Setelah itu, dia jatuh tertidur dan menerima beberapa gambar kenangan yang tersimpan di dalam Kristal. Dia melihat bagaimana Kristal lahir ke dunia dan kelahirannya membuat lingkungan menjadi subur dan Cahayanya melahirkan kehidupan baru. Sebuah aula luas dibuat untuk melindungi Kristal dan populasi Eos berkembang pesat. Dia melihat orang tua Ardyn dan Somnus memberikan sebilah pedang kembar kepada putra-putra mereka dan berharap lewat simbolis ini, keinginan mereka untuk melihat Ardyn dan Somnus memerintah kerajaan bersama terwujud tapi sayangnya, dua saudara ini sering berselisih paham sepeninggal kedua orang tua mereka. Dia melihat banyak kesulitan yang dialami Aera dan Ardyn sehingga berujung tewasnya Aera di tangan Somnus. Melihat kenangan ini mirip dengan yang dialaminya yaitu Luna diambil tiba-tiba darinya oleh Ardyn, Noctis merasakan Ardyn sengaja mengulang masa lalu untuk menyiksanya dan dia tidak bisa memaafkan tindakan pembunuhan Ardyn atas Luna seberapapun kebaikan yang dilakukan Ardyn dua milenia lalu yang telah dilihatnya. 

Gambar kenangan terus bermunculan di dalam mimpi. Noctis mempelajari kisah para leluhurnya dan ayahnya dengan baik. Dia mengetahui bagaimana negara besar selain Lucis didirikan. Dia mengetahui alasan asli dibalik kebutaan Ignis. Dia memahami kemarahan Ravus kepadanya. Untuk pertama kalinya, Noctis merasa sangat kesakitan atas takdir Luna yang selama ini membantunya menjadi True King ternyata mengancam nyawanya. Selama ini, dia tidak mengetahui tugas Oracle sungguh berat. Gambar terakhir yang diperlihatkan Kristal adalah masa depan dimana Noctis mati demi menyelamatkan Eos. Takdir kematian yang dilihatnya seperti tidak bisa dihindari tapi, di dalam hati terdalam, Noctis tidak ingin mati cepat. 

Di dalam mimpi, Noctis bertemu Regis. Noctis meminta maaf pada ayahnya karena tidak bersikap dewasa, manja, dan acuh tak acuh atas beban dan perasaan khawatir ayahnya kepadanya selama ini. Regis membesarkan Noctis sambil mengetahui takdir bahwa putranya harus mati walau begitu, Regis tetap mencoba untuk memberikan masa kecil bahagia bagi anak semata wayangnya, mengetahui hal ini melipatgandakan rasa bersalah yang baru timbul di hati Noctis. Regis meredakan kegalauan Noctis bahwa sudah sewajarnya tugas orang tua untuk mengkhawatirkan anak-anaknya, bukan kebalikannya. Regis mengingatkan kembali Noctis bahwa seorang Raja harus terus berjalan maju dan menerima segala macam konsekuensi. Sebelum Regis menghilang dari hadapan Noctis, Regis memberi pesan Noctis harus tetap melindungi sesuatu dan seseorang yang disayanginya dan Noctis jangan menyiakan pengorbanan yang telah dibuat Luna untuknya. 

Noctis terbangun dan mendapati dirinya terdapat di dalam sel penjara yang pernah didiami Ardyn. Dia berjalan keluar dan menemukan Umbra yang membawa satu buku catatan yang ditulisi pengalaman Luna setelah bangkit dari kematiannya. Noctis sadar bahwa selama dia bermimpi, Kristal tidak pernah sekalipun menunjukkan gambar peristiwa yang terjadi di Eos ketika dia hilang sepuluh tahun kepadanya. Dia menaiki perahu untuk menuju Galdin Quay. Di pelabuhan ini, Noctis bertemu dengan Sol yang cukup mudah dikenali oleh Noctis karena dalam buku catatan milik Luna, pemiliknya jelas mendeskripsikan siapa dan bagaimana sosok Sol. Umbra meninggalkan mereka berdua agar membiarkan Sol menjadi pemandu dan informan Noctis. Sol berkendara menuju Hammerhead atas permintaan Gladiolus yang telah diinfokan oleh gadis 18 tahun ini bahwa Noctis sudah bersamanya. Noctis bertanya kabar sahabatnya kepada Sol. Menurut Sol, Prompto setia menemani Cindy untuk mengangkut barang-barang penting dan kebutaan yang dialami Ignis sama sekali tidak menyulitkannya untuk hidup selama malam panjang sepuluh tahun yang melanda Eos.       

Sol menceritakan petualangannya bersama Luna dan mengungkapkan bahwa sekarang Luna memiliki tugas baru yaitu menghentikan ambisi gelap Ardyn. Pertarungan melawan Ardyn bukanlah sebuah skenario yang semestinya diberikan kepada Luna, tapi diberikan kepada Noctis. Hal tersebut membuat bingung Noctis dan dia mengaku tidak tahu sama sekali karena Luna hanya memberitahu dirinya berada di Insomnia dan menunggu kedatangan kekasihnya di tempat ini dari tulisan pesan dalam buku catatan yang diantar Umbra. Berkat Sol, Noctis mengetahui hal baru bahwa Luna memiliki kekuatan menyerap Daemon dimana sebuah kekuatan yang pernah digunakan Ardyn ketika dulu menjadi tabib keliling. Sol bercerita terdapat sebuah kejadian yang menyebabkan Luna akhirnya benar-benar berubah menjadi sosok Daemon, Sol sangat merasa bersalah atas perubahan wujud Luna karena atas permintaannya untuk mengembalikan normal Aranea. Noctis menenangkan Sol karena tahu kalau kekasihnya melakukan itu tergerak murni ingin membantu. Setelah cukup mendengarkan petualangan Sol dan Luna, Noctis memutuskan tidak jadi mampir ke Hammerhead. Dia berpesan kepada Sol bahwa sahabatnya bisa menyusul dirinya ke Insomnia langsung, maka Noctis berkendara ke kampung halamannya untuk menyelamatkan Luna. Walaupun Noctis memiliki keterbatasan dalam kekuatan ilahi yang diterimanya dari para Penguasa Eos, Noctis memantapkan hati terus berjalan maju sendiri untuk melakukan hal yang dinilainya benar.

Di dalam istana kediaman keluarga kerajaan Lucis, Ardyn dan Luna berargumen panas. Luna habis-habisan meyakinkan Ardyn bahwa Bahamut tidak peduli terhadap nasib umat manusia dan Eos. Mereka sama-sama dijadikan puppet Bahamut sehingga Luna merasa sekarang waktu yang tepat untuk bekerja sama menghentikan perlakuan tidak manusiawi Bahamut terhadap mereka selama ini. Ardyn sangat susah diyakinkan karena kehancuran dunia yang dikehendaki Bahamut merupakan keinginan yang terdapat di hati Ardyn. Ardyn meminta Luna untuk segera pergi dari hadapannya karena bukan dia yang dinantikan, melainkan Noctis. Hati Luna menciut karena mendapat penolakan dan pengusiran dari Ardyn sehingga Luna memutar otak untuk mengunci Ardyn sebagai sekutu. Akhirnya, Luna menyebut nama Aera dan membeberkan keinginan terbesarnya yaitu ada seseorang yang mampu menyadarkan Ardyn. Ardyn semakin defensif dan akhirnya kesal karena Luna menyeret sosok "terlarang" untuk disebut di hadapannya sebagai alat mudah mencuri simpati darinya. Selanjutnya, Ardyn memanggil Ifrit dan memerintah Dewa Api ini untuk membunuh Luna.

Baru menapakkan kaki di beranda depan rumahnya, Noctis disambut dengan sambutan yang tidak enak yaitu bunyi langkah sesosok patung yang hidup dan diselimuti oleh Starscourge, mengayunkan pedang ke arahnya. Noctis melawan patung hidup ini sendirian dan di tengah pertarungan sangat mengharapkan kehadiran sahabatnya di sisinya seperti dulu. Pertarungan True King melawan salah satu leluhurnya yang rohnya dipanggil oleh Ardyn dimenangkan oleh Noctis yang berhasil meretakkan topeng sang patung. Noctis mampu melihat dengan jelas siapa sosok dibalik patung tersebut. Sosok patung tersebut adalah Raja Pendiri Lucis. Noctis tercengang. Noctis sedikit gugup berhadapan dengan seorang laki-laki yang merupakan leluhur dan terlebih, leluhur yang memiliki paras sangat mirip dengannya. Noctis berjanji akan menemukan cara yang tepat agar Ardyn bisa terbebas dari kutukan abadinya demi meringankan perkara yang melilit Somnus selama ribuan tahun. Perkara antara Somnus dengan Ardyn yang kelihatannya tidak akan pernah menemui titik terang. Pertemuan Noctis dengan Somnus membuat Noctis bertanya-tanya mengapa Bahamut tidak memberikan kekuatan penghisap Daemon untuk menyembuhkan orang yang terjangkit Starscourge kepada orang selain Ardyn dan sekarang kekuatan tersebut diberikan kepada Luna.

Balik lagi ke dalam adegan Ardyn dan Luna. Ardyn tetap pada pendiriannya yaitu tidak mau beraliansi dengan Luna. Ardyn beranggapan dirinya sama dengan Bahamut. Mereka sama-sama ingin melihat Eos hancur walau Ardyn juga berharap bisa membunuh Bahamut dengan tangannya sendiri tapi, dia sudah tersadar bahwa Bahamut sampai kapanpun tidak bisa dibunuh, maka kehancuran dunia sudah cukup untuknya sebagai bentuk membangkang kepada Bahamut. 

Ifrit yang di bawah kendali Ardyn nyaris membuat Luna terbunuh. Luna "pasrah" dan tanpa pikiran apapun mengerahkan kekuatan gelapnya yang menjalar ke seluruh tubuh Ifrit untuk membersihkan Starscourge dari tubuh Dewa Api. Ifrit kembali mendapatkan kendali utuh atas akal dan tubuhnya. Ifrit marah pada Ardyn dan berupaya untuk membakar mantan Tuannya. Luna berteriak kepada Ifrit untuk berhenti dan memohon persetujuannya agar bekerjasama dengannya. Ifrit setuju sebagai bentuk terimakasih telah melepaskannya dari kendali Ardyn puluhan tahun. Menyerap Miasma dari tubuh Ifrit, Luna berubah menjadi Daemon ganas dan ketika Noctis tiba di tengah adegan antara Ardyn dan Luna, Noctis diserang oleh Luna yang tidak mengenali kekasihnya dengan lembing. 

Bahamut datang dengan perasaan murka. Bladekeeper bertitah bahwa peran True King untuk mengangkat Kegelapan dari Eos tidak berguna karena True King, Luna, dan Ardyn yang dijadikan puppet olehnya melakukan tindakan bodoh dan kebodohan para manusia tersebut berarti kehancuran Eos bersifat absolut. Bahamut memberi perintah pada Luna untuk melepaskan kekuatan gelapnya yang sanggup meledakkan Ruang Tahta. Ardyn menyadari Bahamut sedang bersiap mengeluarkan Teraflare tapi, jika kekuatan terdahsyat Bahamut itu gagal, Bahamut akan dipaksa hibernasi sama seperti koleganya yang dulu kelelahan menghalau Teraflare di War of the Astrals. Bahamut menaikkan istana kediaman keluarga Lucis Caelum ke langit sebagai upaya siapapun tidak bisa menjangkau Kristal. Ardyn melakukan warp untuk bisa sampai ke istana karena tahu Noctis pasti akan ke tempat itu untuk bisa mencapai Luna. 

Daemon Luna melayang di atas istana keluarga Lucis Caelum. Melayang dan menyanyi untuk memanggil Teraflare. Noctis mencoba warp ke arah istana tapi, selalu dihadang oleh Bahamut versi mini. Noctis mendapatkan bantuan dari tiga sahabatnya, Sol, Aranea, Biggs, dan Wedge untuk bisa sampai di istana. Noctis dan tiga sahabatnya melanjutkan langkah ke dalam istana sementara Sol, Aranea, Biggs, dan Wedge memperbaiki pesawat yang mereka bawa untuk mendaratkan garis keturunan terakhir Lucis Caelum di rumahnya yang sedang berada di udara. 

Noctis, Ignis, Gladiolus, dan Prompto dikejutkan dengan Ardyn yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Mantan Kanselir menjelaskan bahwa dalam argumen panas dirinya dengan Sang Oracle, Luna memiliki rencana untuk mengirim Bahamut ke dalam tidur panjang sehabis mengeluarkan Teraflare ke seluruh penjuru dunia. Ini sebuah kejadian yang hampir sama di zaman kuno jauh sekali. Luna juga meminta kegelapan dalam tubuh Ardyn untuk dipindahkan ke dalam tubuh Luna sendiri untuk sengaja mengumpan Bahamut keluar dari kediamannya dan bisa ancang-ancang Teraflare. Terlihat di depan menurut kepada Bahamut padahal di belakang berkhianat. Ardyn memberitahu Noctis bahwa Bahamut tidak bisa dibunuh atau dinodai Starscourge karena menguasai dua alam. Ardyn menyerang Noctis yang menuntut untuk menyerahkan cincin keramat Kerajaan Lucis kepadanya. Akhirnya Noctis sadar kalau Ardyn menyimpan rencana ingin masuk ke Alam Antara Hidup dan Mati sebagai upaya menguatkan dirinya yang terperangkap di tempat ini selama dua milenia dan berujung pada kematian Bahamut. 

Noctis dan Ardyn berduel. Sebuah duel yang sudah sangat lama ditunggu Ardyn. Noctis menang tapi, tidak menusukkan pedang ke titik vital tubuh Ardyn. Tindakan ini membuat Ardyn terkejut. Noctis menjelaskan alasan Ardyn tidak dibunuh adalah sekarang Bahamut musuh mutual dan sedang berupaya melumatkan dunia sehingga pengorbanan apapun yang dituntut Bladekeeper demi dunia yang sering dikatakannya kepada Noctis menjadi tidak ada gunanya. Noctis bertanya pada musuh bebuyutannya apakah menumbangkan Bahamut di Alam Antara akan menyelamatkan masa depan umat manusia. Musuh bebuyutan Noctis menjawab sekenannya mungkin saja bisa tapi, dia tidak peduli atas hal ini dan ke depannya akan dinilai tindakan heroik oleh siapapun karena yang dipedulikan Ardyn adalah mematikan Bahamut maka pembalasan dendamnya benar-benar sempurna. Noctis menegaskan tidak akan pernah sanggup memaafkan kekejian Ardyn padanya selama ini tapi, karena Ardyn merupakan bagian dari dunia yang ingin dilindunginya, maka Ardyn akan ikut diselamatkan olehnya dan dia mengingat janjinya pada Raja Pendiri Lucis yang telah memintanya untuk membebaskan Ardyn.

Ardyn geli mendengarkan kata per kata yang keluar dari mulut Noctis. Musuhnya ini benar-benar cocok menyandang True King dan jawara para Dewa & Dewi daripada dia dulu. Kenyataan ini membuat Ardyn jengkel karena teringat pada kegagalannya sendiri. Noctis memohon pada 13 roh leluhurnya yang telah datang untuk menyaksikan duel Noctis versus Ardyn agar menerima Ardyn memakai kekuatan mereka via cincin keramat untuk menghentikan Bahamut dari Alam Antara Orang Hidup dan Mati. 13 Roh terdiam lama. Sikap diam mereka terhenti setelah pemimpin roh ini yaitu Somnus menyatakan kesetujuannya. Somnus membela Ardyn karena ingin suara setujunya bisa dinilai permintaan maaf kepada kakaknya. Ketika memberikan persetujuannya untuk Ardyn, ketahuilah Somnus mengesampingkan baju zirah Raja, dia tampil sebagai sosok aslinya dan sebagai adik. Noctis teringat gambar kenangan yang dilihatnya ketika tidur panjang dulu dimana Somnus mengungkapkan kalimat maaf atas semua perbuatannya kepada Ardyn dan dia mendapat penolakan keras dari kakaknya di Insomnia puluhan tahun yang telah lalu. Melihat dua adegan sama tapi, berbeda outcome dimana Ardyn tidak mampu berkata-kata melihat dan mendengar bagaimana Somnus meminta maaf kali ini, Noctis merasa sikap speechless Ardyn atas permohonan maaf Somnus adalah tanda secercah harapan rekonsiliasi tejadi diantara mereka berdua. Selanjutnya, roh Raja dan Ratu terdahulu Lucis memberi peringatan jika Ardyn menggunakan cincin dengan tubuh penuh kegelapannya, maka Ardyn akan melalui rasa sakit peleburan luar biasa. Ardyn yang menurutnya sudah terbiasa dengan beragam bentuk siksaan, tidak mau mendengarkan peringatan ini. 

Noctis dan sahabat sekarang berpindah tempat di atap istana Lucis. Mereka hampir bisa meraih Luna kalau saja, Bahamut versi mini tidak muncul menghadang upaya mereka. Tiga sahabat Noctis mengurus Bahamut versi mini untuk membersihkan jalan Noctis. Ifrit berbicara padanya bahwa sekarang dia membela Noctis dan Luna, setelah itu, semua Penguasa Eos muncul satu per satu untuk membantu Noctis. Bahamut bersiap melakukan serangan Teraflare untuk membunuh umat manusia dan jika para koleganya berdiri di pihak umat manusia, maka Bahamut akan mengarahkan Teraflare kepada mereka langsung. Luna yang kegelapan dalam tubuhnya sudah terkuras habis akhirnya tumbang tidak sadarkan diri dan Noctis mati-matian berupaya menangkap kekasihnya. 

Adegan selanjutnya adalah Luna dan Noctis berada di dalam mimpi yang berhiaskan padang bunga Sylleblossom. Luna meyakini dirinya sekali lagi mati dan menambahkan pesan untuk kekasihnya bahwa keinginan terdalamnya adalah menghabiskan sisa hidupnya bersama Noctis. Selagi dia tenggelam untuk mencapai dasar air dan sama-sama berubah menjadi sosok dewasa, Noctis menarik tangan Luna dan menyatakan kesediannya untuk hidup bersama. Luna merasa aneh karena kali ini, dia dapat mendengar jelas teriakan Noctis dan merasa ada sesuatu yang menyentuhnya dalam mimpinya. Balik lagi ke realitas, Noctis bisa merasakan denyut nadi pada diri Luna walau berkedut lemah. Noctis menyerahkan Luna yang terbaring lemah dan pingsan kepada tiga sahabatnya dan dia pergi untuk konfrontasi Bahamut langsung. 

Ardyn sekarang berada di Ruang Tahta dan duduk di atas singgasana untuk memulai ritual menyebrang ke alam lain. Dia memanggil 13 roh monarki Lucis. 13 Roh tersebut bergiliran menyerang Ardyn untuk melemahkannya. Peringatan para roh ini benar adanya. Ardyn sangat kesakitan di sekujur tubuh dan jiwanya, rasa sakit ini jauh lebih ngilu daripada rasa pedih yang didapatkannya dari Bahamut yang menggunakan Aera palsu untuk menyiksanya puluhan tahun silam. Somnus memberi serangan terakhir yang benar-benar menghentikan detak jantung Ardyn.

Walaupun Bahamut telah mengumpulkan kegelapan untuk menguatkan Teraflare miliknya, matahari masih belum terbit. Hal ini terjadi kemungkinan Teraflare belum sempurna atau kegelapan terlalu banyak. Bahamut tidak terima umat manusia lemah macam Noctis menginginkan kematian dirinya yang merupakan Dewa tertinggi. Mereka bertarung. Noctis memang bukan tandingan Bahamut dan dia terpental akibat serangan Bahamut. Noctis ditangkap oleh Ifrit dan Shiva, Leviathan, Titan, serta Ramuh kembali muncul untuk melindungi Eos. Walaupun para Penguasa Eos ini sangat lemah karena sehabis menahan Teraflare, mereka masih mau menolong Noctis untuk membunuh Bahamut. Serangan kombinasi yang berasal dari Ifrit, Shiva, dan Noctis berhasil meretakkan topeng yang menutupi wajah Bahamut. Noctis menyaksikan paras Bahamut menyerupai paras dirinya dan Somnus. Noctis akhirnya menyadari alasan pembiaran Somnus menjadi Raja oleh Penguasa Eos sampai merebut gelar itu lewat kudeta adalah Bahamut lebih menyukai Somnus daripada Ardyn karena kemiripan wajahnya dengan Bladekeeper sendiri. Koleganya menyukai Ardyn karena wataknya. Bahamut merupakan pemimpin, maka dia bisa menyesuaikan situasi sesuai yang dikehendakinya agar koleganya menurut. 

Di Alam Antara, Ardyn memanggil 13 roh. Somnus berdiri di sebelah Ardyn. Mereka bertarung sebagai sesama saudara sekarang untuk menumbangkan Bahamut. Ardyn, Somnus, dan roh monarki Lucis berhasil melenyapkan Bahamut yang mendiami Alam Antara. Selanjutnya, Ardyn pelan-pelan akan lenyap untuk final death. Dia meratapi bahwa di dunia atas, tidak akan ada lagi yang mengingat dirinya. Roh Aera muncul dan meyakinkan Ardyn bahwa dia akan selalu mengingat pujaan hatinya sampai kapanpun. Ardyn yang senang dengan hal ini, meminta tunangannya untuk terus bersama dengannya. Aera memberi jawaban dan Ardyn pun pudar dalam keadaan damai.

Bahamut di dunia atas juga berhasil dikalahkan oleh Noctis dan Para Penguasa Eos yang gigih melindungi Eos beserta populasi yang mendiaminya. Istana keluarga Kerajaan Lucis perlahan hancur akibat Teraflare dan Kristal yang meledak sehabis menghisap kegelapan terakhir ke dalam bendanya. Titan menangkap Noctis, sahabatnya, dan Luna. Setelah diturunkan oleh Titan ke tempat aman, Gentiana muncul untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberikan hadiah perpisahannya yaitu meresusitasi Luna. Hilangnya Kristal dan Penguasa Eos dari dunia, membuat umat manusia yang telah diberkati oleh Mereka langsung dan diberikan mukjizat seperti, Noctis dan Luna, akan berubah menjadi manusia biasa.  

Sampailah ke bagian epilog yang dinarasikan oleh Regis. Regis mengisahkan Noctis dan Luna melangsungkan pernikahan di Altissia. Regis berterimakasih pada Cor, Cid, Cindy, Ignis, Gladiolus, dan Prompto atas bantuan yang mereka ulurkan kepada putranya dan sesama umat manusia agar tetap hidup di tengah penderitaan dan kesulitan malam panjang 10 tahun. Regis menyampaikan perasaan senang kepada para Dewa & Dewi yang masih mempercayakan manusia sebagai pemelihara Eos dan rela membantu manusia di kala kesusahan. Regis mengucapkan harapan kepada Noctis dan Luna untuk bisa hidup dengan kebahagiaan hakiki dan manis. 



Closing Section


Kalimat penutup artikel ini, singkat saja... Cerita novel di dalam novel lebih baik dituangkan ke dalam bentuk visual dan tetap dijadikan episode tambahan main game FF XV tapi, perubahan menjadi ke novel terbilang oke dan masih sebuah ending alternatif sempurna untuk keseluruhan cerita FF XV. Penulis sangat menyukai artwork berwarna yang dapat ditemukan sehabis cerita The Final Glave yang berfokus pada Noctis. The artwork is phenomenal! 

Novel ini memberi perasaan penutupan yang menakjubkan karena kita tahu produksi FF XV telah tutup pintu setelah DLC Episode Ardyn rilis. Cerita FF XV akhirnya benar-benar selesai dan penulis sangat terbantu untuk lebih banyak mengenal dunia seri kelima belas ini dan apa yang telah terjadi dari sejarah zaman Astral / Penguasa Eos, zaman Ardyn masih menjadi penyembuh keliling, zaman Lucis melawan Niflheim, sampai zaman Noctis berkat penjabaran novel ini. Sebuah bacaan yang harus dibaca jika main FF XV dan menyukainya. Wonderfully written and published. 









~Finish~












* Disclaimer: The material published on this website is intended solely for general information and reference purposes and is not legal advice or other professional advice.  



 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


















Comments

  1. Finally dipost jg tentang dawn of future

    Thanks.

    Setuju dgn penulis, saya rasa ttp ga cukup kl cmn dijadiin novel ... karena ga kebayang seberapa epicnya pertarungan noctis vs lunafreya (?), noctis vs bahamut, aranea vs diamond weapon, lunafreya, Sol vs daemon. Dr keseluruhan storynya aj lebih berbobot ini ketimbang ending main storynya wkwk. So ... secara garis besar brrti event The Dawn of the future sealur dgn ending Resist your fate?. Dan kynya bagian story aranea + sol bisa masuk ke main story juga deh, latarnya di chapter 14.

    Pendapat pribadi: entah knp tim FFXV lebih milih bikin Alternate Story ketimbang improvisasi main story untuk updatenya ... Pdhl yg bkin gregetan karena masih ada plot hole di main storynya. Mungkin bisa tambahin episode perjalanan Lunafreya, Cor, Ardyn ( still , Line of Lucis yang saya yakin itu bisa nambel plot hole di storynya.

    Sayang sangat sayang game ini bener" drama bngt dr story & realnya jg karena Hajime Tabata Out :-/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merasa masih ada plot hole banyak di FF XV meskipun FF XV sekarang sudah berhenti produksi? Ada fanfiction. Fan fiction berguna untuk menyalurkan ide liar yang tidak sempat masuk ke dalam cerita official heheheh.

      Thanks for coming, see you next time!

      Delete
  2. Terima kasih sudah buat ringkasan novelnya
    Really love it

    ReplyDelete

Post a Comment