Review: Characters & Theme from Frozen (Disney) -Part III: Olaf & Hans' Sessions-

by: Nabila Rhapsodios


Background



Hola, saya kembali lagi dengan ulasan Frozen! Phew, maaf menunggu lama semoga kalian masih setia menanti artikel-artikel yang saya buat. Seperti judulnya di artikel ini saya mengulas karakter manusia salju kesayangan kita yaitu Olaf dan pangeran TAMPAN kita yaitu Hans. Olaf adalah karakter sampingan yang berperan sebagai pengerat dan penghangat suasana di sepanjang film dan Hans... Dia... Pangeran pujaan ala pangeran di film-film Disney yang sudah sangat kita kenal. Mari, beranjak ke sesi yang ingin saya bahas! Selamat membaca!



Olaf's Session


Olaf, The Snowman
"Hi, everyone I'm Olaf and I like warm hugs!". Ayo, siapa yang tidak tahu kalimat ikonik itu? Dari pertama kali memperkenalkan diri sampai film berakhir, Olaf tidak berhenti mengocol penonton. Olaf adalah manusia salju yang di buat oleh Elsa dan Anna semasa kanak-kanak. Setelah Elsa pergi meninggalkan Arendelle, dalam sesi adegan "Let It Go", Elsa kembali menciptakan Olaf. Bentuk badan Olaf dibuat tidak sempurna persis seperti anak-anak kecil membangun manusia salju tidak terlalu bagus karena dibuat seadanya. 

Olaf disulih suara oleh aktor dan komedian Josh Gad. Josh Gad ikut dalam membantu proses penciptaan Olaf yang kita kenal dan menurut dia beserta Ko-Direktor film ini yaitu Jennifer Lee mengatakan bahwa Olaf yang kita kenal sungguh mengalami perubahan drastis. Olaf awalnya satu-satunya manusia salju di film dan dia menjadi pemimpin pasukan manusia salju raksasa tempur yang jahat dan setia kepada Elsa versi jahat. Namun, Elsa menjadi tokoh baik sehingga Olaf pun dikecilkan badannya dan menjadi badan Olaf yang kita kenal. Nah, Olaf kehilangan tujuan mengapa dia diciptakan untuk film ini. Dia tidak dapat seenaknya dimasukkan ke dalam alur cerita film tanpa ada makna dan tujuan. Akhirnya setelah melalui proses panjang, Olaf pun dijadikan lambang "ikatan" di antara dua saudari semasa kanak-kanak yang sangat dekat satu sama lain dan oleh karena hal itu, Olaf diberi tingkah laku kekanakan.


Josh Gad
Olaf hanya memiliki satu lagu yang dinyanyikan fokus menceritakan dirinya, mimpi-mimpinya, dan harapan-harapannya. Coba lihat video ini di bawah ini:



Yep, "In Summer" adalah lagu khusus untuk Olaf. Ada yang geleng-geleng kepala saat pertama kali nonton film ini dan melihat sesosok manusia salju berada di tengah teriknya matahari dan berkeinginan merasakan musim panas? Di benak penonton seperti saya, pasti bereaksi seperti ini, "Serius tuh?", "Haha, meleleh dong dia?", "Ada-ada saja manusia salju satu ini, dia bakal meleleh kali" dan variasi pertanyaan ketidak masuk akalan lainnya.

"In Summer" diciptakan oleh Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez, lagu ini merupakan bagian dari trek nomor 7 dalam album Frozen (Original Motion Picture)/Frozen (Original Motion Picture -Two Disc- Deluxe Edition). Seperti inilah "In Summer" berada di album tersebut:


English Lyrics:

Kristoff: "Really...? I guess you don't have much experience with heat"
Olaf: "Nope. But sometimes I like to close my eyes and imagine what would it be like when summer does come..." *sigh*

Olaf: Bees they'll buzz
Kids will blow dandellion fuzz
And I'll be doing whatever snow does in summer

A drink in my hand
My snow up against the burning sand
Prob'ly getting gorgeously tanned in summer

I'll finally see a summer breeze blow away a winter storm
And find out what happens to solid water when it gets warm

And I can't wait to see
What my buddies all think of me
Just imagine how much cooler I'll be in summer

Dah-dah, da-doo, uh bah-bah-bah bah-bah-boo

The hot and cold are both so intense
Put'em together, it just makes sense!

Rrr-raht dah-daht dah-dah-dah dah-dah-dah dah-dah-doo

Winter's a good time to stay in and cuddle
But put me in summer and I'll be a... happy snowman!

When life gets rough, I like to hold on to my dream
Of relaxing in the summer sun, just lettin' off steam

Oh, the sky will be blue
And you guys will be there too
When I finally do what frozen things do in summer!

Kristoff: "I'm gonna tell him"
Anna: "Don't you dare!"

Olaf: IN SUMMER!

Makna yang terkandung di dalam "In Summer" adalah mimpi yang tragis, kenaifan, kepolosan, dan mimpi yang sulit dicapai. Di lagu ini penulis lebih memaknai secara keseluruhan isi lagu ini ketimbang di bagi-bagi bait per bait seperti lagu "For the First Time In Forever (Reprise)" dan "Let It Go". Olaf adalah manusia salju dan dari awal penciptaannya sampai hidup di tempat hidup pertama dirinya sepanjang mata Olaf memandang hanyalah hamparan salju dan es. Penulis tidak tahu darimana asal muasal idenya Olaf yaitu ingin menikmati musim panas, mungkin kalian tahu? Ya sudahlah, lanjut ke pembahasan leitmotif Olaf.... 


"Kids will blow dandellion fuzz"
Lagu ini enak untuk didendangkan saat sedang berkumpul bersama untuk seru-seruan karena iramanya yang ringan dan liriknya yang lucu. Kita menyanyikan lagu ini digiring untuk memasuki alam mimpi Olaf dimana Olaf berkhayal berada di lingkungan musim panas dan melakukan serangkaian kegiatan musim panas seperti minum teh, berjemur, dan piknik. Kita tahu sebenarnya ini lagu tragis, tidak mungkinlah ada manusia salju bisa tahan berlama-lama berdiri di suhu panas, tetapi karena visual adegan saat nyanyian ini unik maka kita terbawa suasana dan mengikis segala pemikiran kita terhadap mimpi Olaf. Selain bermimpi hal tersebut, Olaf juga mengimajinasikan memiliki teman dari spesies yang sama dan bagi Olaf, menikmati musim panas tidak akan asyik jika dilakukan seorang diri. Manusia salju seperti dirinya pasti bisa melakukan hal yang bisa dilakukan oleh orang umumnya saaat musim panas, Olaf tidak ingin kalah semangat dari mereka meskipun akan mendapatkan pandangan aneh. Ini menunjukkan rasa kepercayaan diri dan kenaifan Olaf yang gigih ingin mewujudkan impiannya.


"But put me in summer and I'll be a..."
Dibalik momen fantasi indah milik Olaf, "In Summer" menyajikan kepada penonton bahwa Olaf pun bisa merasa kesepian dan menyimpan banyak pertanyaan terhadap sekelilingnya. Dia tiba-tiba hidup, menyimpan sedikit memori saat awal mula penciptaannya, terus hidup sendirian dengan hamparan salju disekeliling Olaf. Walau dia bukan seorang manusia, Olaf adalah sebuah makhluk yang pastinya memiliki perasaan dan berpikir sama seperti kita, jadi dia ingin hidup di tengah-tengah banyak orang, memiliki teman, dan mampu bermimpi serta berharap mimpi-mimpinya akan menjadi kenyataan suatu saat nanti. Ada satu adegan dimana Olaf memandang sebuah kubangan kecil dan dia berhenti sesaat dan dengan riangnya dia melanjutkan dengan kalimat "A happy snowman!", perhatikan wajah dia maka kalian akan menyadari sebenarnya dia sadar penuh bahwa dia akan meleleh di tengah-tengah sengatan matahari musim panas serta di wajahnya tersirat sebentar raut sedih saat memandang kubangan air tersebut. Olaf juga pernah mengalami masa sulit sebelum dia dtemukan oleh Anna, Kristoff, dan Sven, Olaf lebih suka bermimpi serta merenung di bawah sinar matahari sampai badan Olaf menguap saat masa-masa sulit (yang tidak diceritakan) tersebut. Hal yang lucu sepanjang lagu ini mengalun adalah lirik bagian terakhirnya dimana Kristoff bersiap-siap akan berkata jujur supaya keadaan diubah menjadi realistis setelah Olaf selesai bernyanyi tetapi Anna tidak akan membiarkan Kristoff beraksi demikian karena itu berarti menghancurkan mimpi Olaf. Hahaha.  



Kita beralih ke selanjutnya yaitu sesi Hans. Eiittss simpan dulu semua tomat busuk, parang, kepalan tangan kalian. Coba baca dan dengarkan lagu selanjutnya.




Hans's Session


Hans, The Chameleon Prince
Nama resmi Hans di film adalah Prince Hans of the Southern Isles. Namun, tahukah kalian bahwa nama panjang Hans yang sesungguhnya adalah Hans Westergard atau Hans Westerguard[1]. Nama yang keren, bukan? Karakter satu ini dideskripsikan oleh Disney adalah sosok yang tampan, cerdas, jeli, dan bisa terhubung dengan siapa saja. Hans datang ke Arendelle sebagai perwakilan dari Southern Isles atas undangan untuk menghadiri koronasi Elsa. Hans disulih suara oleh aktor panggung Broadway dan merangkap juga sebagai komposer bernama Santino Fontana


Santino Fontana
Santino Fontana berkeinginan untuk menyumbang suaranya sebagai Pangeran Disney dan Antagonis Disney, betapa beruntung dirinya bahwa dia mendapatkan dua peran yang diinginkannya sekaligus di film Frozen Disney, info lainnya Frozen adalah debut film Disney untuknya![2]

Hans dibuat berdasarkan karakter Evil Mirror (Indonesia: Cermin Jahat) dari dongeng The Snow Queen, hal ini dikonfirmasi oleh Jennifer Lee dalam sebuah wawancara[3]. Di dongeng tersebut, siapapun yang melihat cermin ini maka aspek sifat jahat mereka akan muncul ke permukaan dan apabila cermin ini pecah dan pecahannya mengenai badan orang yang melihatnya, hati mereka akan membeku akibat dari sifat jahat mereka yang diperlihatkan oleh cermin tersebut. 


Hans hanya memiliki satu lagu yang diasosiasikan kepadanya yaitu "Love is an Open Door". Lagu ini adalah salah satu kategori 'Lagu Tokoh Jahat' di film Disney berlawanan dengan lagu yang dinyanyikan oleh Anna dan Elsa yang masuk kategori 'Lagu Harapanku/Lagu Aku Ingin Menjadi'. "Love is an Open Door" menempati urutan trek lagu ke-4 dari album musik Frozen. Lagu ini dinyanyikan secara duet, jadi selain Santino Fontana, Kristen Bell sebagai Anna turut menyumbang suaranya di lagu ini. Lihatlah lagu ini di video di bawah ini sebagaimana dimainkan dalam filmnya:



Dan di bawah ini "Love is an Open Door" seperti yang ada di album musik Frozen:


English Lyrics:

Hans: "I would never shut you out"
Anna: "Okay, can I just say something crazy?"
Hans: "I love crazy...!"

Anna: All my life has been a series of doors in my face
And then suddenly I bump into you
Hans: I was thinking the same thing 'cause like-
I've been searching my whole life to find my own place
And maybe it's the party talking or the chocolate fondue

Anna: *laughs* But with you...
Hans: But with you I found my place
Anna: I see your face

Anna & Hans: And it's nothing like I've ever known before...
Love is an open door!
Love is an open door!
Love is an open door!

Anna: With you!
Hans: With you!
Anna: With you!
Hans: With you!

Anna & Hans: Love is an open door...

-Instrumental-

Hans: I mean it's crazy
Anna: What?!
Hans: We finish each other's-
Anna: Sandwiches!
Hans: That's what I was gonna say!

Anna: I've never meet someone-
Anna & Hans: Who thinks so much like me!
Jinx!
Jinx again!

Our mental synchcronization
Can have but one explanation

Hans: You-
Anna: And I-
Hans: Were-
Anna & Hans: Just meant to be

Anna: Say goodbye...
Hans: Say goodbye
 Anna & Hans: To the pain of the past!
We don't have to feel it anymore!

Love is an open door!
Love is an open door!
Life can be so much more

Anna: With you!
Hans: With you!
Anna: With you!!
Hans: With you!!

Anna: Love is an open-
Hans: Love is an open door...
Anna: Doo-oor

Hans: "Can I say something crazy?"
Anna: *laughs*
Hans: "Will you marry me?"
Anna: *gasps* "Can I say something even crazier?"
"YES!"


Lagu ini mengalun setelah Anna mengungkapkan rasa sepinya selama puluhan tahun kepada Hans yang baru hari itu ditemuinya dan Hans akhirnya berjanji kepada Anna bahwa Hans tidak akan menjauhi dirinya seperti yang Elsa lakukan kepada Anna. "Love is an Open Door" merupakan lagu mereka berdua melakukan hal-hal bodoh untuk melewati malam koronasi Elsa. 


"You and I were just meant to be"
"Love is an Open Door" adalah 'pintu' untuk orang yang memiliki nasib sama dan menjadi dekat  serta berharap bisa mengisi kekurangan satu sama lain (Anna dan Hans adalah anak bungsu serta mereka berdua merasa dikucilkan oleh saudara-saudara mereka), terakhir siapa tahu bisa menjadi calon gebetan, penjelasan ini melihat dari segi pemikiran Anna. 

Anna bahagia bisa menemukan pangeran tampan yang dia impikan (lihat lirik For the First Time in Forever). yaitu Hans yang diharapkan juga bisa mengerti perasaan serta masa lalu Anna. Semakin lama semakin mengenal Hans lewat ucapan-ucapan serta sahut-sahutan mereka berdua sepanjang malam koronasi Elsa, Anna yakin sekali Hans telah ditakdirkan untuknya karena, Anna juga memperhatikan Hans sebagai "seseorang" yang menggetarkan hatinya yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dan sahut-sahutan berlanjut ke dalam permainan tebak kata, sangat mengejutkan untuk Anna karena dia berhasil menebak kata selanjutnya yang akan dikatakan oleh Hans dan akhirnya Anna menyimpulkan dia tidak pernah menemukan seseorang yang sepemikiran dengan dirinya. Mental mereka hanya bisa dijabarkan satu kata: Mereka memang ditakdirkan jadi pasangan, karena sepemikiran, senasib, dan bersama-sama mereka akan membuang kepedihan di masa lalu serta menyambut hari esok yang lebih cerah. Di akhir lagu, Anna pun tanpa ragu menerima lamaran pernikahan Hans berdasarkan alasan-alasan di atas. Oleh karena itu, "Love is an Open Door" adalah lagu duet romantis dari segi karakter Anna.

Sementara itu dari sudut pandang Hans... Lagu ini menjadi lebih gelap maknanya... Penulis akan menjabarkan satu-satu alasan mengapa lagu ini menjadi memiliki makna gelap dari sudut pandang Hans. Pertama kali menonton film ini, kita terhanyut mendengarkan dan melihat adegan "Love is an Open Door", betul nggak? Melihat Hans dan Anna cocok satu sama lain dan mengikuti salah satu tren Disney yaitu putri menginginkan adanya pangeran untuk datang menyelamatkan hidup dirinya dan menjadi pasangan putri dan pangeran ideal seperti film-film Disney sebelumnya. Pokoknya, "Aduh, mereka berdua manis banget ya" hehehe. Selesai menonton keseluruhan film barulah kalian telat menyadari bahwa lagu ini adalah lagu 'cinta palsu'. Kata 'pintu' di judul lagu ini untuk Hans adalah 'pintu' untuk merebut tahta kekuasaan Arendelle atau mendapatkan kekuatan lebih besar di Arendelle dengan Anna sebagai alat untuk mewujudkannya. Sebetulnya kalian bisa curiga dengan adegan-adegan atau kalimat-kalimat Hans disepanjang lagu ini loh saat menonton film Frozen pertama kali, tapi harus mempunyai tingkat kecermatan tinggi untuk mengetahuinya tentu saja. 



"I've been searching my whole life to find my own place"

Lagu ini menyimpan banyak kejanggalan yang tidak cocok digambarkan sebagai 'Lagu Romantis' sepenuhnya sebenarnya. Mengapa? Ok, keganjilan-keganjilan dalam adegan dan lirik lagu ini dan akhirnya menjadi bukti kuat "Love is Open Door" adalah 'Lagu Tokoh Jahat' atau lagu 'cinta palsu', pelan-pelan penulis bahas. Pertama, saat Hans menyanyikan lirik "I've been searching my whole life to find my own place", perhatikan baik-baik arah tangan Hans; Hans menunjuk ke arah kota Arendelle. Bila dia punya perasaan cinta kepada Anna dan 'telah menemukan tempat cocok untuk dirinya setelah sekian lama mencari', seharusnya Hans mengarahkan tangannya kepada Anna bukan ke kota Arendelle. Hal pertama ini menegaskan bahwa dia hanya mengingingkan kekuasaan dan kekuatan bukan cinta dari Anna. 

Kedua, Hans berkata, "I mean it's crazy. We finish each other's-" dan Anna menjawabnya dengan kalimat "Sandwiches!"; perhatikan raut wajah Hans. Disitu dia jelas mengerutkan kening terhadap jawaban Anna, Hans melakukan hal itu karena menurutnya jawaban "Sandwiches!" Anna adalah jawaban yang bodoh; tapi ya namanya sedang melakukan penyamaran jadi Hans melakukan 'iya-iya' saja deh sehingga tidak menggubris lebih jauh. Kalian harus menekan tombol 'berhenti sejenak' untuk membuktikan hal kedua soalnya terjadi hanya sepersekian detik saja. 

Selanjutnya yang ketiga, adegan-adegan Hans sepanjang lagu ini. Hans bersusah payah menyamai gerakan-gerakan Anna yang sedang euforia saat malam itu. Beberapa kali gerakan yang Hans lakukan kaku dan tidak sinkron terhadap gerakan apapun yang Anna lakukan; istilah kasar 'ikut-ikutan doang' dan 'pura-pura bahagia' serta wajahnya penuh mengerinyit karena semua gerakan Anna adalah 'gerakan cewek dikasih perhatian sedikit langsung terpesona', dibenak Hans semua gerakan-gerakan tersebut sangat lucu untuk ditertawai sadis di dalam hati. 

Keempat, lirik bagian ini: "You and I were just meant to be". "You" diucapkan oleh Hans kepada Anna, sementara "I" diucapkan oleh Anna, maka bila diteliti lebih jeli lirik "You and I were just meant to be" diartikan seperti ini: "Anna dan Anna memang ditakdirkan bersama", menjadi kalimat tidak masuk akal bukan dan tidak ada sisi romantisme ya? Mengapa Anna dan dirinya ditakdirkan bersama? 'Ditakdirkan bersama' untuk apa? Nah, bingung, kan? Penulis juga bingung hahaha. Lirik ini menjadi lirik jebakan Hans untuk Anna dan Anna yang sedang diliputi euforia tidak menyadari hal ini. Jika Hans benar mencintai Anna seharusnya dia bernyanyi dengan lirik dimulai "I" terlebih dahulu barulah dilanjutkan dengan sahutan Anna yaitu "You" maka lirik lengkapnya seharusnya seperti ini: "I and you were just meant to be", barulah lirik itu ada menunjukkan sisi romantisme! Atau kalimat "You" diucapkan oleh Anna sementara kalimat "I" diucapkan oleh Hans, kalau begini lirik "You and I were just meant to be" menjadi asli lagu romantis dimana perasaan mereka mutual dan masuk akal tetapi, sekali lagi karena Hans sedang berpura-pura, lirik ini bersifat menjebak.  


"Will you marry me?"
Kelima, tentu saja kalimat lamaran Hans kepada Anna. Hal kelima inilah yang paling kejam daripada keempat keganjilan lainnya tetapi anehnya yang paling bisa menimbulkan kesan cepat tanda tanya/penasaran/kesangsian untuk pertama kali menonton film ini. "Secepat itukah lamaran untuk menikah? Baru mengenal satu sama lain saat malam itu juga... Sangat naif" atau pertanyaan lainnya adalah "Wah, lamaran ini kesannya terburu-buru. Pasti ada apa-apanya tuh?", adakah diantara kalian yang berpikir sama seperti kedua kalimat di atas? Penulis berpikir seperti kalimat kedua. 

Hal kelima ini menjadi sangat kejam di akhir cerita film Frozen, Hans mengejek keimpulsifan Anna karena langsung menerima lamaran pernikahan dirinya segampang itu hanya karena alasan tidak ingin sendirian lagi. Pernikahan mereka hanya untuk dijadikan alat supaya Hans menduduki tahta Arendelle setelah Elsa dicap "monster" oleh banyak orang serta mendapatkan kepercyaan penuh dari Anna. Anna untuk Hans lebih mudah ditipu dan didekati ketimbang Elsa yang menurut Hans dengar dari orang-orang tidak bisa didekati dengan mudah karena tidak suka berdekatan dengan banyak orang. Maka dari itu, dia mengubah perhatiannya kepada Anna yang bertolak belakang dari kepribadian Elsa dan terakhir mengeksekusi rencana yang muncul tiba-tiba di benaknya setelah insiden Arendelle ketimbun salju yaitu Hans akan membunuh Elsa sehingga dia bisa menjadi pahlawan penyelamat untuk Arendelle. Kesimpulan lirik lagu ini dari sudut pandang Hans adalah implisit menyimpan makna niat jahat Hans dan tidak ada unsur cinta serta perasaan tulus; yang ada hanyalah kekuatan lebih tinggi, status, dan keegoisan.



A Note from Writer:


Olaf -Sketch Art-

Olaf, manusia salju kesayangan semua karakter di Frozen (tidak termasuk Hans) dan anak-anak. Olaf adalah karakter pendukung yang mengajarkan banyak moral untuk karakter Frozen dan penonton. Contoh kalimat terkenalnya adalah "Some people are worth melting for" dan "An act of true love can thaw a frozen heart", cukup inspiratif. Kalimat pertama mengajarkan bahwa untuk beberapa orang yang dianggap pantas untuk diperjuangkan kepentingan dan keinginan mereka ketika mereka sedang kesulitan. Tugas kita adalah menemani mereka istilah mudahnya mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri, terkadang tindakan ini tidak salah untuk dilakukan tetapi jelas apabila seseorang yang ingin kita perjuangkan pantas untuk kita perjuangkan. Kalimat kedua, awalnya kalimat tersebut diungkapkan pertama kali oleh Gran Pabbie (makhluk Trolls) tetapi menjadi kalimat ikonik milik Olaf, kalimat ini mengajarkan bahwa cinta bisa meluluhkan hati yang dingin atau cinta mampu mengubah perilaku orang menjadi ke arah yang lebih baik. Olaf mengajarkan diantara titik putus asa terhadap hidup, kita disarankan untuk tidak gampang menyerah karena pasti setiap permasalahan akan ada jalannya. 

Saya sudah memaparkan sisi positif karakter Olaf, sekarang catatan 'cacat' untuk karakter ini adalah saya berkali-kali menonton film ini merasa Olaf sebagai karakter penggembira untuk menambah nilai jual film ini karena tujuan alasan dibuatnya dia untuk film ini hanya memainkan sebagai lambang 'ikatan kedekatan' Anna dan Elsa, selebihnya tidak ada lagi. Setelah peran dia seperti itu terpenuhi di film, Olaf menjadi karakter yang kehilangan arah pengembangan karakter di dalam alur cerita film ini. Kemudian, saya akui Olaf memang lucu tetapi ada beberapa kelucuannya itu garing dan nonsense, seperti adegan dia berjalan dan badannya kena tusukan tajam es sehingga badannya hancur; di adegan ini dia memang tertawa tapi garing untuk ingin menertawainya. Malah membuat suasana menjadi ganjil. Maaf ya, Olaf...


Hans -Concept Art-

Berbicara mengenai Hans... Jujur saya katakan saya dibuat terkesan dengan apa yang dilakukan Disney terhadap karakter satu ini. Poin utama rasa terkesannya saya terhadap Hans adalah Disney berhasil menipu saya dan jutaan penonton di belahan dunia karena dengan sangat lihai menutupi label Hans sebagai 'Tokoh Antagonis Utama'! Awal-awal promosi film (terjadi kembali di dalam film), kita dialihkan perhatiannya kepada karakter bernama Duke of Weselton dimana kita berasumsi bahwa dialah yang dikategorikan sebagai 'Tokoh Antagonis Utama' film Frozen. Awal-awal promosi film ini pun kita dibuat untuk menduga Hans adalah pasangan pangeran untuk puteri Anna atau Elsa. Namun, semua berubah 180 derajat menjelang film berakhir barulah kita semua tercengang malah Hanslah tokoh jahat film ini yang sebenarnya dan dia tidak mencintai Anna. Siapa yang dapat menduga semua hal ini? 

Sebelumnya saya berkata bahwa Hans dibuat berdasarkan karakter Cermin Jahat dan saya serta staf Disney menyebut Hans sebagai 'Pangeran Bunglon (Inggris: chameleon)'. Kalian bertanya apakah ada kaitannya diantara dua hal itu? Antara cermin dan bunglon? Jawabannya ada. Karakteristik bunglon yang suka beradaptasi dengan mengubah diri terhadap lingkungan sekitarnya persis seperti sifat Hans. Sifat Hans suka berubah-ubah kepada banyak orang supaya membuat orang-orang merasa nyaman dengan keberadaan dirinya digunakan dengan alasan untuk melindungi diri dari kecurigaan banyak pihak dan menampilkan kesan baik serta berbeda kepada setiap orang yang ditemui oleh Hans. Contohnya adalah di depan Anna; Hans berperilaku naif, ceria, kekanakan, kikuk, dan enerjik; di depan Elsa, Hans berperilaku dewasa, menunjukkan sisi kebangsawanan, heroik; di depan Duke of Weselton, Hans berperilaku otoriter, tegas, dan galak, terakhir di depan warga Arendelle, dia menunjukkan sisi kemurahan hati, penolong, penuh perhatian, dan kepedulian. Dimanakah letak pantulan cermin dalam karakter Hans? Sifat Hans yang seperti bunglon adalah pantulan cermin akan sebuah sosok yang dibutuhkan dari orang yang ditemui dirinya. Misalkan, Anna membutuhkan sosok yang setidaknya perilakunya nyaris sama dengan dirinya dan Hans dengan sempurna memantulkan sedikit sifat Anna ke dalam sifat miliknya supaya Anna merasa nyaman. Namun, dari semua sifat Hans yang ditunjukkan kepada orang-orang, dalam diri Hans yang sebenarnya adalah seorang laki-laki yang picik dan sosiopatik.


Pelajaran yang bisa diambil dari karakter bernama Hans ini adalah jangan mudah percaya terhadap orang asing yang baru ditemui dan tiba-tiba sudah mengatakan 'Aku Cinta Kamu' apalagi sampai mengajukan lamaran untuk menikah. Dengarkan nasihat dari keluarga atau teman berhati baik apabila kalian berada di situasi mirip dengan yang Anna alami. Nasihat mereka tidak akan menjerumuskan melainkan menolong kalian. Nanti bisa-bisa ditipu sama seperti Anna yang dimana dia hanya dimanfaatkan untuk kepentingan egois Hans. Kritik untuk karakter Hans dari saya adalah untuk anak kecil, alasan perubahan Hans dari baik menjadi jahat akan sangat sulit untuk dicerna oleh pikiran anak-anak kecil. Saya meyarankan anak-anak perlu di dampingi oleh orangtua atau orang dewasa yang dapat dipercaya selagi menonton film Frozen dikarenakan alur cerita Frozen dan penokohan karakter-karakternya sangat gelap dan traumatis. Tidak hanya itu saja, beberapa adegan di dalam film ini pun ada yang tidak sesuai untuk ditonton oleh anak-anak kecil. 


Sekarang kalian boleh melempar tomat busuk, bogem kepalan tangan, dan mengajukan parang kepada Hans! Dengan di bantu Anna yang siap akan menonjok wajah Hans sekali lagi! ...dan Kristoff yang diujung sana sudah bersiap-siap juga. Hahahaha. 





To be continued...




Trivia:

  • Olaf adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saudara-saudaranya adalah Marshmallow dan Snowgies. Meskpin dia anak pertama, Olaf memiliki badan kecil dibandingkan badan Marshmallow tetapi tidak sangat kecil seperti Snowgies. 
  • Olaf diciptakan oleh Elsa sebagai bentuk fisik atas sisi polos dan hubungannya dengan Anna. Marshmallow adalah bentuk fisik atas keinginannya untuk ditinggal sendiri dan tidak ingin diganggu. Snowgies adalah bentuk fisik atas sisi menyenangkan dan kelucuannya.
  • Karakter-karakter utama Frozen yaitu Hans, Anna, Kristoff, dan Sven membentuk nama Hans Chris (Kristoff) tian An (Anna) der son (Sven). Yep, Hans Christian Andersen. Beliau adalah pengarang dongeng The Snow Queen yang dijadikan basis pembuatan film Frozen.
  • Olaf merupakan karakter tuna aksara alias tidak dapat membaca dan mengeja. Ini diketahui dari film pendek Frozen yaitu Frozen Fever.
  • Hans berusia 23 tahun di film Frozen[4]
  • Ada kemungkinan Hans akan kembali untuk sekuel Frozen dan mungkin saja, Hans akan menebus kesalahan-kesalahannya di film Frozen[5].
  • Hans memiliki 12 kakak laki-laki. Hans tumbuh di lingkungan keluarga tanpa cinta dan perhatian. Oleh karena itu, dia berniat mencari sesuatu yang lebih besar sebagai ajang pembuktikan diri. Arendelle mendapat perhatian khusus darinya. 

References:

[1] https://www.youtube.com/watch?v=e-GGD-rGUyI.
[2] https://twitter.com/KittenSoftpaws/status/438480500307787776.
[3] http://johnaugust.com/2014/frozen-with-jennifer-lee.
[4] https://twitter.com/alittlejelee/status/405894635173597185.
[5] http://www.broadway.com/videos/155454/santino-fontana-on-never-hearing-no-being-douchey-in-frozen-running-a-mile-and-a-half-in-act-one/.
  • Disney Wiki.
  • Wikipedia.
  • Frozen Official Website.
  • Twitter. 
  • YouTube.
  • Courtesy of YouTube, Google Images,  Disney Wiki, & Frozen Official Website.




Stay Tuned everybody! This is not the end yet! Good Afternoon! 




Comments