The Circle

by: Nabila Rhapsodios





INFO PRODUK

Edisi Terjemahan

Judul: The Circle
Pengarang: Dave Eggers
Penerbit: Bentang
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2016
Jumlah Halaman: 593


PROLOG

Pada tanggal 24 Juli 2018, penulis sedang mengalami fase serius revisi tesis yang tertunda hampir satu bulan. Alasan tertundanya adalah hilang semangat dan inspirasi. Pelajaran untuk kalian, revisi tesis lebih baik dilakukan selama dua minggu; bukan 1 bulan, langsung dikerjakan setelah hari sidang supaya proses penyempurnaan tesis / skripsi / laporan magang lancar untuk mencegah drama yang tidak diiginkan dengan para Dosen yang dilibatkan oleh kita dan staf universitas menjelang / mepet dengan jadwal universitas seperti, mengurus ijazah, mengumpulkan bukti fisik, tanda tangan sana-sini yang melelahkan, mengunggah ke laman yang ditentukan, mengurus keikutsertaan wisuda, dan belum lagi, mendapati kesalahan dalam struktur bukti fisik. Penulis bisa mengatakan ini karena mengalami drama dengan semua itu dan rasanya sangat sangat SANGAT tidak enak hingga akhirnya butuh empat bulan untuk tesis benar-benar dikatakan SELESAI TOTAL. Tidak hanya kalian yang emosi, tapi, orang disekeliling kalian juga bisa ikutan emosi karena lelah melihat kalian rewel dan gelisah mirip anak kucing. 

Balik lagi ke tanggal 24 Juli 2018... Itu tidak ada hari istimewa. Penulis ada di rumah. Diajak keluar rumah oleh Ibu, penulis mengiyakan. Ada benda yang ingin dibeli yaitu amplop coklat besar (yang biasa digunakan oleh pelamar kerja) sekaligus foto kopi dokumen maka kita berdua menyambangi toko buku "Kertas dan Klip". Selama menunggu proses foto kopi selesai, penulis keliling rak Fiksi. Di salah satu rak, mata penulis tanpa sengaja mendapati novel The Circle (yang akan diulas sebentar lagi). Penulis kaget karena film The Circle (Ada Emma Watson yang jadi protagonisnya. Juga ada Tom Hanks) yang baru ditonton rupanya berasal dari sebuah novel! Tanpa pikir panjang, penulis menyambar novel dari rak untuk dibeli. 

Sesudah dibeli, tidak langsung dibaca karena fokus pada proses penyempurnaan tesis. Dapat jeda untuk bernafas dari proses itu karena ada acara Gladi Resik dan Proses Wisuda. Nah, novel The Circle ini di bawa sebagai teman baca selama menginap di apartemen dan hotel. Pada akhirnya, penulis menamatkan novelnya di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju ke rumah saat awal September.

Penasaran dengan isi dari novel The Circle? Silakan skrol terus layar kalian ke bawah. 



ISI

Novel distopia karangan Dave Eggers ini menceritakan kisah perusahaan teknologi raksasa Circle melalui sudut pandang Maebelline Renner Holland atau yang akrab dipanggil Mae Holland. Mae baru saja berhenti dari pekerjaan buruknya di kantor sebelumnya tetapi sekarang, dia bekerja di Circle yang terkenal. Dia merasa telah mendapatkan satu kesempatan emas sekali seumur hidup sejak Circle terkenal dengan banyak inovasi revolusioner dan lingkungan kerjanya yang sangat ramah kepada semua staf karenanya, mimpi masuk ke Circle menjadi incaran utama jutaan orang. Mae berutang budi kepada teman kamar asrama kuliah dan sahabat baik bernama Annie yang telah merekomendasi dirinya untuk bisa mendapatkan kerja di Circle. Fakta mengejutkan Mae sejak awal masuk kerja, Annie ternyata salah satu dari 40 orang paling kuat di dalam perusahaan. Annie memang sengaja menyembunyikan posisi pentingnya selama dia membantu Mae untuk bisa masuk ke Circle. Mae mempersepsikan tindakan Annie tersebut sebagai "memperingan pikiran" maksudnya, Mae tidak perlu repot-repot dibayangi kenyataan bahwa ada orang dalam dan kuat yang memasukkannya ke Circle selama aktif bekerja disana.

Mae sangat terkesima dengan apa yang dimiliki dan proyek yang dikembangkan Circle. Circle yang berlokasi di California ini, memiliki kantor berteknologi canggih dan berdesain unik, rumah yang diserupai dengan asrama dan dilengkapi dengan akses teknologi keren untuk staf, kafetaria kece, pusat kebugaran, pesta, dan kegiatan komunitas yang sangat menyalurkan minat staf dengan baik. Bahkan Circle memiliki akuarium yang berisi ikan langka yang diambil dari Palung Mariana oleh CEO (di novel, ada dua CEO dan satu Pendiri yang dijuluki oleh staf Circle, Three Wise Men). Circle seringkali mengambil alih kendali pengembangan teknologi di kampus-kampus yang berdekatan dengan lokasi kantor. Tidak proyek itu saja, proyek lain yang dilakukan Circle adalah menciptakan akun media sosial, mengadakan surat elektronik pribadi, membuat perbankan daring, dan mengakuisisi sistem informasi, komputer, universal milik perusahaan lain (juga milik perseorangan) dan hasilnya adalah identitas daring dan sebuah zaman baru dalam urusan keramahtamahan dan transparansi.

Sebagai staf baru, Mae ditempatkan di divisi Customer Experience (CE) yaitu divisi yang menangani layanan dan jasa untuk para pelanggan Circle. Mae bekerja dengan sangat ulet dan keuletannya ini berbuah manis. Dalam hitungan bulan saja, Mae meroket ke jabatan lebih tinggi. Kehidupan Mae selama di Circle sangat mengasyikkan yang penuh diisi dengan pesta dan perkumpulan. Pesta paling pertama Mae alami berakhir perkenalan dengan Francis yang sepanjang novel dijadikan gebetannya (tapi, di satu sesi cerita, Mae menjauh darinya karena satu hal). Sosok laki-laki lain yang ditemui oleh Mae adalah Kalden yang sepanjang novel berperan sebagai gebetan kedua. Kalden merupakan sosok misterius yang menyimpan minim informasi sehingga mampu membuat Mae frutrasi dengan kemisteriusannya walaupun mereka sama-sama bekerja di Circle. Annie bahkan mencurigai Kalden sebagai pengintai dari pemerintah atau perusahaan yang mengoposisi Circle karena saking misteriusnya.

Pada awalnya, Mae takut informasi privasi pada dirinya diekspos ke semua orang lewat kesatuan identitas daring yang dinamai TrueYou yang maju pesat dan berisikan semua informasi yang ada di dunia (akun sosial media, urusan bisnis, komunikasi antar personal, rekam medis; pada dasarnya semua jenis informasi privasi pada diri seseorang yang dapat dilihat terang-terangan) secara virtual. Dan satu lagi, SeeChange yaitu kamera ringan dan portabel yang mampu memberikan video real time setiap hari dan 24 jam tanpa cacat. Circle mengembangkan teknologi revolusioner seperti itu karena mereka yakin dapat menciptakan masyarakat yang lebih efisien dan akuntabel spesifiknya, meningkatkan transparansi di dalam lembaga pemerintahan, bisnis, dan bahkan kehidupan pribadi masing-masing individu. Kamera SeeChange dipasang dimana-mana, bahkan ditaruh di dalam tubuh untuk mengawasi kesehatan. Tidak cukup berhenti di situ saja, Circle terus melakukan penambahan network untuk sukses dengan objektifnya yang telah disebutkan sebelumnya. Mae yang awalnya takut, menjadi senang untuk ikut transparansi setelah mendengar objektif perusahaan yang telah mempekerjakannya di satu acara internal. 

Mulailah Mae menempelkan beberapa kamera SeeChange di tubuhnya dan semakin terlibat ke dalam rentetan argumen atas transparansi penuh yang terus disuarakan Circle. Dalam pembelaannya untuk transparansi penuh yaitu "rahasia adalah kebohongan", "berbagi berarti peduli", dan "privasi adalah pencurian", Mae mendesak semua lapisan masyarakat untuk ikut jejaknya. Hal tersebut berhasil karena ikut dipengaruhi oleh popularitasnya melejit di dalam kantor dan network yang diciptakan Circle. Karena hal ini, Mae mendapatkan kerjaan utama yaitu mengadakan tur keliling Circle dan menunjukkan produk baru Circle kepada publik luas. Walaupun publik dan teman-teman kantornya menyukainya yang seperti ini, Mae mendapatkan pertentangan dari mantan pacarnya yaitu Mercer.

Mercer tumbuh menjadi seseorang yang sangat ngeri dengan konsep transparansi dan privasi yang digencarkan oleh Circle dan semua teknologinya. Satu hari, Mae mendapatkan telepon dari Kalden. Kalden memberitahunya bahwa Circle harus ditumbangkan tapi, Mae menolak mendengarkan semua alasan Kalden.  Kalden sepemikiran dengan Mercer tetapi, otak Mae sudah dicuci oleh indoktrinasi Circle dan tekanan teman sejawat atas manfaat yang bisa mengubah dunia dengan memakai produk perusahaan sehingga membuat Mae ditempatkan sebagai lawan untuk Mercer. Mercer mewakili porsi publik yang sangat keberatan dengan Circle dan teknologi ciptaannya yang dirasa semakin menginvasi dan menciptakan kekacauan terhadap hak privasi sesungguhnya. Pada awalnya, Mercer beradaptasi ke dalam kehidupan yang dipenuhi oleh Circle hanyalah tulus jijik secara verbal tetapi, lama kelamaan, dia memilih untuk lari sejauh mungkin tidak terdeteksi dari masyarakat yang moralnya semakin terdegredasi dan otaknya ikut dicuci Circle. 

Mae mendapatkan hantaman yang cukup membuat kaget di kantor. Ternyata Annie semakin merasa cemburu kepada sahabatnya. Untuk mempertahankan posisinya sebagai 40 orang penting (sekaligus tidak mau kalah populer dari Mae), Annie berpartisipasi ke dalam proyek Cirle PastPerfect yang katanya bisa menelusuri sejarah keluarga dan aktivitas yang dilakukan di masa lalu dengan tingkat akurat tinggi. Malang bagi Annie karena lewat PastPerfect, berhasil menemukan sejarah keluarganya yang cukup kelam dan berisiko disomasi oleh kelompok tertentu sehingga dia mengalami katatonik, paranoia, dan stres. Akhirnya pada satu hari, Annie ditemukan pingsan di ruang kerjanya dan langsung di bawa ke rumah sakit.

Untuk meringankan sedikit beban karena lelah dihadapkan beragam permasalahan dengan Kalden, Mercer, Annie, dan orang tua yang di mata Mae menjadi sekumpulan orang yang telah memalukan dirinya yang tidak paham "arti sesungguhnya privasi" dan menolak ide transparansi Circle yang "revolusioner" di hadapan para pengikutnya, Mae bergegas menciptakan satu program yang bisa menemukan para penjahat dalam hitungan menit. Sebagai demonstrasi di depan banyak publik, Mae menggunakannya untuk menemukan Mercer yang keberadannya bak hilang di telan bumi. Mae menemukan Mercer tapi, sayangnya, karena Mercer tahu dia sedang diintai dengan kamera milik Circle lari dan buru-buru menaiki truk kesayangannya. Terjadilah aksi kejar-kejaran antara kamera, pengguna teknologi Circle, dan truk Mercer. Aksi ini dilihat puluhan juta mata secara langsung. Kematian Mercer juga ikut terekam. Awalnya, Mae jatuh depresi karena menyebabkan Mercer tewas mengenaskan tetapi, buru-buru ganti perspektif (setelah "dihibur" oleh salah satu CEO) bahwa kematian Mercer merupakan contoh orang yang asosial dan depresi ekstrim yang menolak uluran bantuan dari masyarakat, bisa dipadankan dengan aksi orang yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri sendiri dari jendela karena menolak dikunjungi dokter.

Di akhir cerita, Mae menemukan identitas asli Kalden. Kalden (atau lebih baik "Kalden" karena Kalden bukan nama sebenarnya) masih bersikeras memohon Mae untuk bersama menumbangkan Circle yang di matanya akan membangkitkan rezim totalitarian yang bisa disamakan dengan masyarakat pengintai. "Kalden" juga menjabarkan bahwa privasi pra Circle sangat dibutuhkan di dalam dunia virtual. Mae merasa "Kalden" adalah orang gila. Mae luluh dengan semua alasan yang dipaparkan "Kalden" akhirnya. 

Nyatanya, Mae hanya pura-pura membantu. Dia mengkhianati "Kalden" sehingga melaporkan apapun yang dikatakan "Kalden" kepadanya ke dua CEO Circle. Kedua orang itu segera membungkam "Kalden" dengan cara apapun dan meyakinkan Mae semua akan berjalan mulus ke depannya. Buku selesai dengan cerita Mae mengunjungi Annie yang terbaring koma di rumah sakit karena peristiwa PastPerfect di hari-hari sebelumnya sambil kontemplasi akankah Circle menciptakan teknologi untuk bisa membaca pikiran manusia karena merasa "dunia tidak boleh kekurangan apapun dan tidak boleh di buat menunggu."


Sudah puas berjelajah dengan novel The Circle? Sekarang penulis ajak berjelajah ke filmnya. Silakan lanjut baca...


FILM: THE CIRCLE
  

Movie Poster
Mae Holland (diperankan oleh Emma Watson) mendapati mobilnya mogok di tengah jalan. Dia menelepon Mercer (diperankan oleh Ellar Coltrane) yang diceritakan disini sebagai kenalan lama dan tetap sejalan dengan novelnya, laki-laki satu ini cukup disukai orang tua Mae (almarhum Bill Paxton berperan sebagai ayah Mae dan almarhumah Glenne Headly berperan sebagai ibu Mae).   

Mae pindah kerja ke Circle karena perusahaan dulunya dinilai sangat buruk olehnya. Dia di bantu oleh Annie Allerton (diperankan oleh Karen Gillan) untuk bekerja di Circle dan ditempatkan di Customer Experience (CE). Setelah berkenalan dengan beberapa rekan kerja dan tur kilat ke sekitar Circle, Mae iseng melihat rapat internal yang sedang mempresentasikan SeeChange dan dipimpin oleh Eamon Bailey (diperankan oleh Tom Hanks) yang ternyata CEO Circle itu sendiri.  

Mae sangat menikmati hari-harinya bekerja di Circle. Perlahan-lahan menanjak menjadi orang yang digemari di lingkungan nyata dan virtual Circle. Setelah SeeChange, Circle menekankan pentingnya kebutuhan akuntabilitas untuk urusan politik. Majulah ke depan panggung yaitu Tom Stenton (diperankan oleh Patton Oswalt) selaku COO Circle yang memperkenalkan calon kandidat politik yang telah setuju untuk membuka pekerjaan sehari-hari miliknya ke publik melalui teknologi Circle. 

Ketika mendatangi pesta ke berapa kalinya, Mae lagi-lagi mengamati ada laki-laki dari pesta yang selalu membayanginya yaitu Ty Lafitte (diperankan oleh John Boyega). Dia membawa Mae ke sebuah tempat penyimpanan informasi yang dimiliki Circle. Mae terhenyak bahwa Ty adalah pencipta TrueYou, fakta ini membuatnya malu karena tidak mengenali nama dan wajah Ty dalam proyek TrueYou. Lalu, Ty menerangkan kepada Mae bahwa hasil ciptaannya itu telah berubah menjadi sesuatu yang jauh melenceng dari niat awal penciptaannya.   

Setelah tidak lama pulang ke rumah, Mae memutuskan untuk kesana. Dia terkejut sekaligus kagum dengan prakarya unik milik Mercer yang ada di rumahya. Tanpa pikir panjang, Mae memfotonya lalu membagikannya ke akun Circle miliknya. Mae mendapatkan makian Mercer setelah melakukan dua hal tersebut karena prakaryanya di kecam sebagai hasil telah membunuh binatang asli demi sebuah prakarya dan perpanjangannya, Mercer dituduh pembunuh binatang oleh para pengecam. Terguncang atas makian Mercer, Mae berkayak menyusuri gelombang air cukup tidak jinak pada malamnya dan karenanya, kayak yang ditumpanginya terbalik. Untunglah Penjaga Pantai tepat waktu menemukannya.

Keesokan harinya di kantor, Eamon mengatakan bagaimana Penjaga Pantai bisa cepat menemukan Mae yaitu berkat 2 SeeChange yang ditempatkan terkubur di dalam pasir dan mengambang di atas air pantai. Di rapat selanjutnya, Eamon memperkenalkan Mae kepada publik luas untuk menceritakan pengalaman diselamatkan SeeChange setelah berkayak yang nyaris mematikannya. Titik ini merupakan titik awal Mae untuk menjalani hari-hari "transparan penuh" yang mengharuskannya untuk mengatifkan kamera setiap hari 24 jam. Walaupun dia suka dengan hal baru ini tetapi, hal baru ini menghancurkan hubungannya dengan orang tua dan teman-teman. Pelan-pelan mereka semua menjauh. 

Di rapat direksi, Eamon mengumumkan Circle didukung oleh 50 negara bagian berdasarkan voting yang diselenggarakan di tiap network. Mae mengusulkan ide untuk semua orang membuat akun Circle guna memberi suara untuk pilkada dan pemilu. Eamon dan Tom menyetujui idenya tetapi, Annie tidak menyetujui idenya. Lalu, di dalam rapat besar yang diikuti oleh semua staf Circle dan banyak perusahaan, Mae memperkenalkan program pencarian penjahat dalam kurun di bawah 20 menit dengan bantuan pengguna Circle di seluruh negara. Dia percaya Circle bisa menemukan mereka di seluruh negara dengan sangat cepat. Sebagai demonstrasi, Mae berusaha mencari tawanan yang kabur dan program ciptaannya berhasil menemukan tawanan tersebut dalam waktu 10 menit yang akhirnya membuat seluruh audiens bersuka ria. Mae memanfaatkan sorakan suka cita dan kesuksesan programnya sebagai anjuran bahwa transparansi dapat digunakan untuk hal baik.

Lebih lanjut lagi, Mae mengaku program ciptaannya bisa menemukan siapa saja, tidak hanya sebatas penjahat. Seseorang mengusulkan untuk menemukan Mercer. Walaupun ragu, Mae mengalah dari desakan Eamon dan antusias audiens maka pencarian Mercer dimulai. Mercer yang berhasil ditemukan di tempat sangat terpencil, lari terbirit-birit karena bingung dengan sekumpulan orang yang merekamnya dengan kamera (tanpa dia sadari kamera mereka terhubung langsung ke acara Mae). Dia naik ke dalam truk untuk menjauh. Pelarian Mercer berakhir dengan kematiannya yang tidak diinginkan oleh Mae dan itu dilihat oleh puluhan juta mata di seluruh penjuru negara. Kematian mendadak Mercer mengakibatkan Mae terbaring tidak berdaya di kasur selama tiga hari. 

Mae menelepon Annie. Mae diberitahu kalau dirinya sudah mengundurkan diri. Pengunduran diri Annie menjadi keuntungan besar untuk Mae yang menyadari terhubung dengan banyak orang rupanya cukup membantu menerima ikhlas kematian Mercer. Mae kembali ke Circle setelah berduka berhari-hari walaupun orang tuanya memohon untuk tidak kembali kesana. Mae menelepon Ty untuk memintanya melakukan satu tugas. Lalu, Ty memberitahu Mae sebuah hal yang telah dia temukan atas permintaannya. 

Pada rapat besar selanjutnya, Mae mengaku terbantu dengan keterhubungan dengan banyak orang selama masa berduka. Dia juga berterimakasih kepada Circle karena telah menciptakan teknologi yang membuat semua jadi kenyataan. Dia berbincang dengan Eamon dan mengundang Tom untuk naik ke atas panggung. Lalu dia menantang mereka untuk transparan penuh. Mae berkata ke seluruh audiens yang hadir bahwa Ty menemukan seluruh akun milik mereka (bahkan kepemilikan akun yang tidak diketahui istri masing-masing) dan mengekspos seluruhnya ke publik luas karena sesuai dengan moto yang mereka terapkan kepada staf Circle "tidak ada satu pun yang dikecualikan." Jelas sekali Eamon dan Tom sangat kecewa rahasia mereka terekspos dan harus ikut transparansi penuh. Mencoba menyelamatkan diri dari malu yang tidak ketulungan, Tom meninggalkan panggung. Film ditutup dengan Mae sedang berkayak sambil mengulangi arti di balik transparansi bisa dipakai untuk kekuatan baik kepada penonton. Mae melirik kamera yang mengarah kepadanya tanpa perasaan terganggu dan melanjutkan aktivitas kayaknya.




Penutupan:

Novel The Circle berhasil membangkitkan rasa horor mencekam yang telah terkubur rapat-rapat di dalam diri bertahun-tahun. Cerita novel jauh lebih seram dibandingkan perkiraan awal (karena terekspos duluan dengan versi film adaptasi jadi mengira cerita novel tidak ada seram-seramnya). Dalam novelnya diceritakan sebuah dunia yang masyarakatnya sudah sangat parah terpapar 'polusi' internet dan media sosial. The Circle merupakan kisah yang memperingatkan kita semua. 

Penggambaran dunia dan masyarakat di dalam novel, sewaktu-waktu bisa saja kejadian di dunia kita dalam tahun yang tidak lama lagi. Lagipula, akun media sosial besar yang sering digandrungi oleh kita semua seperti, YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter plus Google terbukti memiliki orang-orang berpengaruh di abad 21 ini sehingga macam-macam propaganda bisa diterapkan dan akhirnya mencuci otak para pengguna; mirip yang terjadi pada karakter Mae. Hal ini sungguh mengerikan. Perusahaan teknologi dan internet raksasa mungkin bisa mengubah keadaan dunia kita menjadi totalitarian absolut! Berupaya mengendalikan seluruh aspek kehidupan kita! Hiiiyyy, ngeri, bukan ?! 

Oke, oke, semua harap tenang. Reaksi saya berlebihan. Saya sadar kalau The Circle semata kisah fiksi tetapi, saya bisa melihat sisi logis di belakang tiap keputusan yang diambil oleh perusahaan Circle dan dipikirkan dengan matang sekali saja, perusahaan tersebut terdengar semakin jahat ketika membaca novel sampai habis.

Dave Eggers
Eggers sungguh-sungguh meracik dasar pemikiran untuk novel The Circle, tepat waktu dan sangat bagus. Dengan pertimbangannya adalah tingkat saturasi media sosial di hidup sekarang ini. Banyak isu dan topik yang di bahas di dalamnya merupakan sebuah pembicaraan ramai dimana-mana. Sebut saja, kegelisahan terkait era informasi, terutama digital kemudian, terkikisnya privasi, dan pertanda bahwa suatu hari nanti, beragam perusahaan yang melahirkan akun media sosial, teknologi serta internet mungkin bisa mewujudkan kengerian seperti yang diceritakan di dalam novel. Makanya saya berpikir, seharusnya The Circle ini dimasukkan ke dalam genre horor juga. Tidak hanya genre fiksi dan dunia distopia. Kemudian, The Circle adalah novel yang ditulis cukup baik dan cukup kreatif. Pokoknya, sepenuhnya mudah dicerna isinya dan ditamatkan. 

The Circle adalah pencerahan dan mind-blowing. Mae membawa pembaca ke dalam aktivitas perusahaan internet, media sosial, dan teknologi yang rupanya kurang penuh perhatian dan beberapa ide yang diciptakan berdampak sangat besar kepada dunia. Melalui sudut pandangnya, tertimbul sebuah pemikiran untuk serius bertanya tentang sifat alami privasi, identitas digital, kekuatan teknologi dan bagaimana tirani bisa lahir dari satu perusahaan, dan terakhir adalah mempertanyakan apakah ide baik untuk melakukan sesuatu dengan dependensi teknologi / internet / media sosial hanya karena semua itu memperlancar urusan yang diiginkan.  

Satu hal yang harus diakui adalah seharusnya semua karakter novel bisa lebih dikembangkan dan ditonjolkan dibandingkan penokohan mereka yang sudah fixed tertuang di dalam novel. Kemudian, seharusnya ada lebih banyak perspektif dari karakter yang keras menentang filosofi yang dipegang Circle karena semua lapisan masyarakat yang hidup di dunia novel sangat setuju dengan dominasi Circle bahkan, ada juga yang setuju buta! Novel terasa aneh dan kering karena tidak ada sisi kontra yang bersuara. Kontra yang mereka sampaikan yaitu sikap menjauh dari teknologi Circle saja. 

Kekurangan lain yang harus dikatakan untuk novelnya adalah sedikit sekali twist yang meramaiakan suasana. Dan saya agak kecewa pada akhir cerita karena terlalu terburu-buru dan membuat saya ditinggalkan dalam keadaan menggantung dengan satu pertanyaan yaitu "Sebenarnya, penulis novel ini setuju atau tidak setuju dengan New World Order terkait teknologi?". 

Kalau bukan karena kekurangan yang dipaparkan di dua paragraf sebelumnya, saya rasa The Circle bisa menjadi novel klasik. Bertahan sangat lama untuk diingat dan dijadikan pemimpin dalam isu dan topik yang sama dengannya. Walaupun memiliki daftar kekurangan, The Circle memiliki poin menarik tentang media sosial dan hubungannya dengan privasi sekaligus penggambaran akan satu perusahaan teknologi dan internet sangat kuat yang bisa dengan mudahnya meraja di dunia, tanpa ada saingan. Novel ini merupakan novel distopia yang bisa saya lihat menjadi kenyataan dalam waktu sangat dekat daripada novel distopia lain yang pernah saya baca dimana penilaiannya terletak pada pesan sosial, skala terdampak, eksekusi atas terjadinya hal mengerikan dalam novel, dan sikap penerimaan pengguna / pelanggan terhadap teknologi yang ditawarkan. 

Jadi, bintang yang bisa diberikan untuk novel The Circle adalah 4.6 dari 5 bintang. Secara menyeluruh, saya menikmati baca sampai habis. Lalu, isu dan topiknya relevan dengan kondisi dunia kita yang sangat suka bermedia sosial. Terakhir, ceritanya di kemas sebagai satir gelap dan luar biasa mencekam yang saya suka (Apakah The Circle ini bisa di bilang satir? Karena saya merasa iya). 

Sekarang saya ulas film The Circle... Singkat saja ya. 

Walaupun sebuah tontonan yang menarik sehingga mampu membuat saya betah nonton dari awal cerita sampai akhir cerita, sangat disayangkan, film The Circle (2017) tidak menyajikan konflik yang menaikkan suasana ketika nonton. Konflik yang diceritakan di dalam cerita terasa membosankan serta akhir cerita diburu-buruin dan tidak pada tempatnya. Lalu, pengarahan untuk film ini juga terbilang sangat buruk karena bisa sampai ada beberapa perpindahan satu adegan ke adegan lain (cuts) yang tidak rapi (atau muluslah) sehingga jadi aneh. Mungkin disebabkan dari pengarahan (directing) yang sangat buruk, ada sedikit pertanyaan yang dibiarkan tidak ada penjelasan seperti, bagaimana karakter Mae bisa berubah dari yang awalnya skeptis terhadap filosofi dan teknologi Circle, menjadi pendukung #1 Circle dan satu lagi, apa dan mengapa yang sebenarnya terjadi pada Annie sehingga menempuh petualangan baru yang lepas dari Circle. ...no depth untuk pembahasan dua hal tersebut, padahal itu penting untuk dibahas lebih dalam supaya menjaga koherensi cerita.  

Dari kiri ke kanan: Tom Hanks, Emma Watson, dan Patton Oswalt
Kendatipun begitu, masih ada nilai plus untuk film The Circle. Terletak pada ide dan konsep cerita yang dinilai sangat keren. Ada juga datang dari acting masing-masing karakter yang diperankan oleh susunan pemain papan kelas atas yang dinilai menakjubkan. Terakhir, sehabis menonton film ini, saya mendapatkan pesan moral yang berguna yaitu histeria pengguna media sosial ketika kemunafikan dan pembenaran diri menyingkirkan segala macam tindakan kesopanan manusia. Dan hal itu adalah sesuatu yang menakutkan.   

Sebagai seseorang yang nonton dan tahu lebih dulu film adaptasi The Circle, saya rasa filmnya tidak buruk-buruk amat tapi jelas, tidak bisa dikategorikan terbaik. Saya berpikir film yang disutradarai oleh James Ponsoldt ini, bisa menampilkan hasil akhir yang jauh lebih bagus dan memuaskan andai diarahkan lebih baik lagi. 

Sebagai penutupan artikel ini, saya telah mengulas film dari sisi kelebihan dan kekurangan dan saatnya memberikan nilai! Mau di kasih berapa film ini ya... Enaknya berapa nih? :p. Ah, kata saya mah 3 bintang cukup (3 bintang dari 5 bintang).

Oke guys, saatnya saya pamit undur diri. Semoga kalian nyaman membaca artikel ini dan tidak bosan datang ke blog. Semua tulisan yang pernah saya buat murni di ambil dari pengalaman, penilaian, pengetahuan milik pribadi, tidak dapat pengaruh darimana-mana. Mohon maaf bila saya berbuat kesalahan yang tidak disengaja karena saya hanya penulis blog yang biasa-biasa saja, bukan pro. Until next time! 










~The End~













References:
  • Novel The Circle karya Dave Eggers.
  • Film The Circle yang disutradarai oleh James Ponsoldt.
  • IMDb.



  



* Disclaimer: Courtesy of  Google Images.  The material published on this website is intended solely for general information and reference purposes and is not legal advice or other professional advice. 
   
















Comments