Review: Main Theme of Final Fantasy VII / Cloud Smiles & Blinded By Light ~#3: Some Other Stuff / More Songs!~

by: Nabila Rhapsodios






Prolog

Inilah bagian yang saya suka, artikel ini membahas Another Variation atau Several Arrangement dari leitmotif karakter utama paling bersinar di FF, Cloud Strife dan Lightning. Leitmotif Cloud Strife bernama "Main Theme of Final Fantasy VII" berserta "Cloud Smiles" sementara leitmotif Lightning berjudul "Blinded By Light". Untuk menghemat waktu, langsung saja skroll mouse kalian dan terbuai tiap alunan nada-nadanya! Happy happy happy listening ^0^!



Main Theme of Final Fantasy VII


Hm.... Another Variation beserta motif lagu satu ini telah penulis bahas di dalam artikel blog yang penulis punya di bawah judul Main Theme (Final Fantasy VII-IX). Sekali lagi penulis bahas di dalam artikel ini tidak apa-apa, kan? :D. Penulis merasa tidak adil hanya porsi another variation Lightning yang lebih banyak di artikel ini karena another variation "Main Theme of Final Fantasy VII" telah tersusun rapi di artikel Main Theme (Final Fantasy VII-IX). Hitung-hitung kalian dapat menilai mana lagu yang menjadi favorit kalian! Oh ya, jangan lupa cek artikel penulis berjudul yang satu itu, oke? Dijamin tidak kalah menarik.

Another Variation
  • Dear to the Heart




"Dear to the Heart" merupakan nama resmi judul lagu video di atas. Judul lainnya adalah "Holding My Thoughts In My Heart" serta "Holding My Thoughts Into My Heart". "Dear to the Heart" dapat ditemukan di dalam album Final Fantasy VII Original Soundtrack dengan nomor trek ke-23 dari Disc 1. Di dalam game, "Dear to the Heart" mengalun saat momen Cloud memberikan pidato kepada rekan-rekannya sebelum pergi meninggalkan kota Midgar untuk berkelana keliling dunia mencari Sephiroth yang ternyata masih hidup setelah dideklarasikan terbunuh. "Dear to the Heart" juga merupakan lagu latar tempat untuk beberapa kota di dunia FF VII misalnya di kota Mt. Corel.

  • Steal the Tiny Bronco!




"Steal the Tiny Bronco!" mengalun ketika Cloud mencuri pesawat ulang-aling kecil bernama Tiny Bronco setelah konfrontasi dengan Rufus Shinra yang berakhir rusuh di Rocket Town. Lagu ini terdapat di trek nomor 8 dalam Disc 3 album musik FF VII OST.


  • On that Day, 5 Years Ago




Kemunculan lagu ini paling menonjol ketika flashback Insiden Nibelheim yang terjadi 5 tahun sebelum kisah FF VII dimulai serta adegan momen romantis Cloud dan Tifa Lockhart di bawah pesawat Highwind tepat sebelum keesokan harinya terjun pertarungan terakhir melawan Sephiroth. Trek lagu dapat ditemukan di Disc 1 nomor 23 dalam FF VII OST.


  • Interrupted by Fireworks



Adegan yang beruntung diiringi oleh lagu manis ini adalah Cloud kencan dengan satu dari tiga perempuan yang ada di dalam timnya bahkan Barret bisa dijadikan kandidat teman kencan! Pemilihan teman kencan Cloud ini diatur dengan sebuah mekanisme rasa sayang dan perlakuan dia kepada mereka semua sebelum kencan di Gold Saucer ini. Contohnya ketika Cloud berbuat manis dan romantis kepada Tifa karena mengiyakan semua opini, tawaran, dan perhatiannya selama permainan maka akan dapat Tifa dan akan mengurangi poin-poin potensi teman kencan Cloud yang lain. 

  • The Highwind Takes to the Skies



Aransemen "Main Theme of Final Fantasy VII" satu ini merupakan aransemen "Main Theme of Final Fantasy VII" versi tempo cepat. Lagu ini diperuntukkan melukiskan siap menjelajah dunia dengan pesawat Highwind. "The Highwind Take to the Skies" akan menjadi lagu latar Overworld/Worldmap ketika kalian mengontrol pesawat Highwind. Lagu ini dapat ditemukan di Disc 4 nomor 3 dari dalam album FF VII OST.

Motif



  • Under the Rotting Pizza



"Under the Rotting Pizza" merupakan lagu latar lokasi Sector 5 Slum berserta Sector 6 Slum. "Under the Rotting Pizza" adalah bagian trek lagu Disc 1 nomor 14 dari FF VII OST. "Main Theme of Final Fantasy VII" disematkan ke dalam menit 0:31-0:55 dan menit 2:09-2:33.

  • The North Cave



Nama alternartif trek lagu ini yaitu "The Great North Cave". Kemunculan perdananya mengalun ketika akhirnya berhasil mencapai puncak North Cave setelah menerjang pegunungan salju Gaea's Cliff. Kemunculan selanjutnya serta paling menonjol menjadi lagu latar Overworld/Worldmap menggantikan posisi "Main Theme of Final Fantasy VII" dikarenakan Meteor telah dipanggil oleh antagonis utama game ini sebagai penanda kiamat sebentar lagi akan tiba di Planet Gaia

Di dalam "The North Cave", motif "Main Theme of Final Fantasy VII" diselipkan ke dalam menit 1:22-2:45 dan menit 4:07-5:30. Motif "Main Theme of Final Fantasy VII" dimainkan oleh piano solo sintesis sebagai penanda deg-degan memikirkan nasib dunia yang sebentar lagi akan dihantam Meteor besar dari langit.

  • Who am I?



"Who am I?" adalah lagu simbolis dimana Cloud jatuh ke dalam pengaruh jahat Sephiroth untuk mengeksekusi kehendak Sephiroth terkait perihal apapun demi merealisasikan tujuan utama miliknya di FF VII. Atau ketika Cloud yang masih tercelup dalam alam fantasinya akibat sel Jenova di dalam tubuh mengalami konflik batin antara "Cloud" alam fantasi dengan diri Cloud yang asli. "Who am I?" menjadi bagian dari FF VII OST, lebih tepatnya bagian Disc 3 nomor 23. Sepanjang lagu ini motif "Main Theme of Final Fantasy VII" berdendang. 

  • The Planet's Crisis



"The Planet's Crisis" atau nama lainnya yaitu "World Crisis" memasukkan banyak leitmotif dari karakter FF VII seperti menit ke 1:13 adalah gabungan "Main Theme of Final Fantasy VII" dengan "Tifa's Theme" dan berlanjut kejadian serupa pada menit ke 5:04-5:31. Trek lagu ini merupakan pengiring lagu untuk Ending Scene FF VII, lagu ini juga dapat ditemukan dalam album FF VII OST tepatnya pada Disc 4 nomor urut ke-17. Bagi yang penasaran Ending Scene FF VII, penulis hadirkan kembali ke hadapan kalian di sesi artikel pembahasan ini: 



  • Staff Roll



Di dalam "Staff Roll", motif "Main Theme of Final Fantasy VII" mengalun pada menit 0:00-0:40 beserta 2:18-3:29. "Staff Roll" akan muncul di layar tepat sesudah Ending Scene FF VII. "Staff Roll" dapat ditemukan di dalam FF VII OST tepatnya di Disc 4 nomor 18.

"Main Theme of Final Fantasy VII" terdapat juga di dalam game berjudul Crisis Core -Final Fantasy VII-, Dissidia Final Fantasy, Dissidia 012 (Duodecim) Final Fantasy, Theatrhythm FF, dan Theatrhythm Curtain Call FF. Beserta movie Final Fantasy VII: Advent Children plus Final Fantasy VII: Advent Children Complete. Berikut di bawah ini penjelasan ringkasnya:

* Crisis Core -Final Fantasy VII-



Judul resmi lagu video di atas adalah "Inherited Feelings" meski di kalangan penggemar dikenal dengan nama "Fulfilled Desire". "Inherited Feelings" merupakan kumpulan lagu-lagu medley terkemuka di dunia FF VII serta Crisis Core -FF VII-. Sebut saja "Main Theme of Final Fantasy VII" (0:00-1:49), "The Price of Freedom" (1:50-3:02), "The Organization that Controls Mako (from FF VII "Shinra Company)" (3:03-3:58), "Just Before the Raid (from FF VII "Those Who Fight)" (3:59-5:27), "A Flower Blooming in the Slums (from FF VII "Aerith's Theme)" (5:28-7:08), dan terakhir ialah "CRISIS CORE Theme" (7:09-8:40). Nama-nama lagu tersebut mengacu pada nama resmi yang terdapat di dalam album Crisis Core -Final Fantasy VII- Original Soundtrack. Komposer utama game ini adalah Takeharu Ishimoto dan orkestrasi hasil karya Ishimoto di Crisis Core -FF VII- ditangani oleh Kazuhiko Toyama

* Dissidia Final Fantasy & Dissidia 012 (Duodecim) Final Fantasy

  • Dissidia Final Fantasy

Di game satu ini, terdapat dua video yang memuat "Main Theme of Final Fantasy VII" yang diaransemen oleh Ishimoto. Seperti inilah bentuk kedua video yang memuat leitmotif Cloud:



Video di atas merupakan video pertama yang dinamai "Main Theme of Final Fantasy VII -arrange- from Final Fantasy VII". Lagu itu menjadi lagu latar Stage Board Destiny Odyssey VII milik Cloud. Dapat ditemukan di Disc 2 nomor 1 dalam album Dissidia Final Fantasy Original Soundtrack.



Trek lagu di video kedua dinamai lengkap "DISSIDIA -ending- from DISSIDIA FINAL FANTASY". Lagu ini merupakan kumpulan medley FF I-X yang terdiri dari trek lagu "Ending Theme -Final Fantasy-" (0:00-0:55), "Finale -Final Fantasy II-" (0:56-1:19), "The Everlasting World -Final Fantasy III-" (1:20-1:50), "Epilogue -Final Fantasy IV- (1:51-2:40), "A New Origin -Final Fantasy V-" khususnya segmen trek lagu "Spreading Great Wings" (2:41-3:29), "Balance Is Restored -Final Fantasy VI-" khususnya segmen leitmotif milik Cyan Garamonde yaitu "Cyan" (3:30-4:20), "Staff Roll -Final Fantasy VII-" khususnya segmen trek lagu "Main Theme of Final Fantasy VII" (4:21-5:14), "Ending Theme -Final Fantasy VIII-" khususnya segmen lagu "Eyes on Me" (5:15-5:59), "Melodies of Life -Final Fantasy IX-" (6:00-6:31), "Ending Theme -Final Fantasy X-" terutama segmen lagu "To Zanarkand" (6:32-7:07), dan diakhiri oleh leitmotif game ini yaitu "DISSIDIA" (7:08-8:38). 

Komposer utama game ini sama dengan komposer dari game Crisis Core -FF VII-, Kazuhiko Toyama kembali sebagai orkestrator dan konduktor orkestra beberapa trek lagu di game Dissidia FF. "DISSIDIA -ending- from DISSIDIA FINAL FANTASY-" ada di Disc 2 nomor 24 dalam album Dissidia Final Fantasy Original Soundtrack. 

  • Dissidia 012 (Duodecim) Final Fantasy 

"Main Theme of Final Fantasy VII -arrange- from Final Fantasy VII" hadir kembali di Duodecim, di sisi lain Duodecim menggunakan lagu ini untuk Overworld/Worldmap sesi cerita Cloud membuat penggunaannya berbeda dari Dissidia FF. Lagu penutup game ini yaitu "DISSIDIA 012 (duodecim) -ending- from DISSIDIA 012 (duodecim) FINAL FANTASY" memasukkan "Main Theme of Final Fantasy VII" ke dalam medley lagu-lagu FF I-XIII. Tidak percaya? Coba dengarkan video di bawah ini: 



Siapa yang bisa menebak nama-nama medley yang digunakan pada video di atas? Angkat tangan! Untuk kalian yang tidak bisa jawab, penulis kasih bocoran disini hihihi. Oke, penulis mulai! Medley ini diawali oleh "Ending Theme -Final Fantasy-" (0:00-0:47), kemudian disusul dengan deretan lagu "Finale -Final Fantasy II" (0:48-1-20), "Eternal Wind -Final Fantasy III-" (1:21-1:44), "Epilogue -Final Fantasy IV" terutama trek lagu "Red Wings" (1:45-2:09), "A New Origin -Final Fantasy V-" khususnya segmen trek lagu "Spreading Great Wings" (2:10-2:55), "Balance Is Restored" khususnya segmen trek leitmotif karakter Terra Branford yaitu "Terra's Theme" (2:56-3:51), "Staff Roll -Final Fantasy VII-" khususnya segmen trek lagu "Main Theme of Final Fantasy VII" (3:52-4:23), "Ending Theme -Final Fantasy VIII-" terutama segmen lagu "Eyes on Me" (4:24-5:09), "Melodies of Life -Final Fantasy IX-" (5:10-5:43), "To Zanarkand -Final Fantasy X-" (5:44-6:28), "Distant Worlds -Final Fantasy XI-" (6:29-6:53), "Main Theme/Battle of Freedom -Final Fantasy XII-" (6:54-7:21), "The Promise -Final Fantasy XIII-" (7:22-7:47), dan diakhiri oleh trek lagu "DISSIDIA" (7:48-10:00). 

"DISSIDIA 012 (duodecim)  -ending- from DISSIDIA 012 (duodecim) FINAL FANTASY" menjadi bagian deretan lagu album Dissidia 012 Final Fantasy Original Soundtrack pada Disc 2 nomor 20. Ishimoto masih memegang jabatan komposer utama dari titel Dissidia sebelumnya. Nama orkestra yang membawakan lagu-lagu gubahan orkestra game ini adalah FILMharmonic Orchestra Prague.

* Advent Children -Final Fantasy VII- / Advent Children Complete -Final Fantasy VII-

  • Advent Children -Final Fantasy VII-



Di dalam trek lagu "End Credits" dari album Final Fantasy VII: Advent Children Original Soundtrack dengan nomor urut 11 dari Disc 2, "Main Theme of Final Fantasy VII" dimainkan pada menit ke 0:00-2:29 dan 3:07-3:42. Komposer FF VII: AC dan FF VII: ACC adalah Nobuo Uematsu serta timnya terdiri dari Tsuyoshi TsukitoKeiji Kawamori, dan Kenichiro Fukui serta orkestra yang terpilih untuk mengisi FF VII: AC OST adalah Tokyo Philharmonic Orchestra.


  • Advent Children Complete -Final Fantasy VII-




"Main Theme of Final Fantasy VII -ACC Orchestra Version-" adalah judul dari lagu video di atas. Lagu ini dimainkan saat Denzel mengenang hidupnya yang terlunta-lunta sewaktu di reruntuhan kota Midgar dan akhirnya dia ditemukan oleh Cloud dalam keadaan pingsan akibat serangan penyakit Geostigma. "Main Theme of Final Fantasy VII" yang ada di movie ini terbilang creepy dan misterius. "Main Theme of Final Fantasy VII -ACC Orchestra Version-" merupakan track nomor 3 dari Disc 1 dalam album Final Fantasy VII: Advent Children Complete Reunion Tracks

Selanjutnya, "Main Theme of Final Fantasy VII" mempunyai dua versi aransemen, satu versi permainan piano dan satu lagi versi orkestra. Simak penjelasannya di bawah ini:

* Piano




Video di atas adalah piano pertama, piano kedua akan dibahas setelahnya. Video di atas berjudul "Main Theme" dari album Final Fantasy VII Piano Collections / Piano Collections: Final Fantasy VII. Terdengar mudah, bukan kalau sekadar mendengarkan dari video itu? Sejujurnya tidak terlalu mudah, setidaknya untuk penulis... Kalau tingkat kesulitan sih tergantung kemahiran kalian masing-masing. 

Beberapa trek dari game FF VII yang terseleksi untuk dimasukkan ke dalam album ini diaransemen oleh Shiro Hamaguchi dan dimainkan tunggal oleh Seiji Honda. Album ini dijual komersil beserta buku yang memuat partitur lagu-lagu dalam buku ini yang berjudul Final Fantasy VII Piano Collection Sheet Music dengan level mulai dari Intermediate hingga Advanced. Final Fantasy VII Piano Collection Sheet Music diterbitkan oleh Yamaha Music Media.



Video satu itu, tepat di atas tulisan diambil dari album FF VII: ACC Reunion Tracks yang memuat OST tambahan untuk movie FF VII: ACC tahun 2009 lalu. Judul lengkap video di atas adalah "Main Theme of Final Fantasy VII -ACC Piano Version-", versi piano yang ini sangat berbeda dari versi piano yang ada di dalam album Piano Collections: FF VII dengan durasi pendek yaitu hanya 1:16. "Main Theme of Final Fantasy VII -ACC Piano Version" menjadi musik pengiring adegan antara Cloud dengan Marlene Wallace berbincang di depan bar Seventh Heaven. Durasi pendek adalah hal yang amat disayangkan bagi penulis...

* Orkestra



Video di atas diekstrak langsung dari album Distant Worlds II: music from Final Fantasy. Album ini dikonduktori oleh Arnie Roth beserta dimainkan oleh Royal Stockholm Philharmonic Orchestra. Versi orkestra "Main Theme of Final Fantasy VII" ada juga di dalam album Final Fantasy VII: Reunion Tracks dan versi album yang ini dimasukkan kembali sebagai daftar lagu album perayaan ulang tahun FF ke-25 yaitu Final Fantasy Orchestral Album


Blinded By Light

"Blinded By Light" dari Final Fantasy XIII Original Soundtrack muncul kembali di sekuel-sekuelnya sebut saja sebagai lagu latar Vile Peaks 200 AF, Serendipity apabila kalian memenangkan putaran mesin slot, lagu pertempuran di lokasi New Bodhum 700 AF, DLC Episode untuk merekrut Lightning versi FF XIII ke dalam tim "monster", dan sebagai lagu latar Altar of Atonement, Luxerion Cathedral. "Blinded By Light" membuat kemunculan pada segmen cerita Lightning Strikes milik Final Fantasy XIV. Blinded By Light dari FF XIII OST dapat ditemukan juga di dalam daftar lagu album vinil FF XIII yang dinamai W/F: Music from Final Fantasy XIII (Side B nomor 3). Keberatankah kalian sebelum memulai sesi "Blinded By Light", mendengarkan dulu prototipe "Lightning's Theme" :)? Check this out!






Yep, video di atas merupakan prototipe "Lightning's Theme" yang diambil dari album Final Fantasy XIII Original Soundtrack PLUS nomor 11 di bawah judul "M33 Lightning NW Version". Prototipe ini terdengar sangat berbeda dengan versi akhir yang dipakai di FF XIII. Piano menjadi bintang utama yang memainkan melodi sentral sedangkan alat musik dawai hanya menjadi pengiring memainkan melodi harmoni, alat musik dawai pun masih berupa sintesis meskipun begitu tidak menghalangi ketentraman yang dihembuskan dari aura "Lightning's Theme". 

Another Variation

Note: Kecuali "Lightning's Theme". "Lightning's Theme" telah dimuat di artikel #2. Terimakasih :).


  • Defiers of Fate



"Defiers of Fate" menjadi lagu pengiring pertikaian Lightning & Sazh Katroy melawan PSICOM di dalam kereta ketika kalian tepat menyaksikan pembukaan game ini. "Defiers of Fate" dapat ditemukan di Final Fantasy XIII Original Soundtrack Disc 1 nomor 3. Kemudian, "Defiers of Fate" versi panjangnya muncul ketika kalian berhasil masuk ke dalam pesawat Palamecia untuk mengkonfrontasi Jihl Nabaat dan berlanjut melawan Fal'cie Barthandelus. Versi panjang ini berjudul "M306 OPN2 'Defiers of Fate' Palamecia Assault". Versi perpanjangan dari "Defiers of Fate" dapat kalian dengar di video satu ini yang langsung diekstrak dari album Final Fantasy XIII: Original Soundtrack PLUS nomor 5:



  • The Yaschas Massif



Alunan lagu video di atas merupakan lagu latar tempat bernama sama yaitu Yaschas Massif. Aransemen lain "Blinded By Light" yang ini dibuat secara bossa nova, biasanya lagu-lagu seperti itu muncul dalam reality show masak dan memperkenalkan properti baru kepada penonton. "The Yaschas Massif" menjadi bagian FF XIII OST tepatnya di Disc 4 nomor urutnya adalah 5, tidak lupa juga kembali muncul dalam album vinil FF XIII yang kedua yang dinamai W/F: Music from Final Fantasy XIII -Gentle Reveries- khusunya di bagian Side B nomor 3. 


  • Warrior Goddess



Yep, kalian sudah melihat Opening FF XIII-2, bagaimana seru, tidak? Ingin mengulang main game-nya atau kepincut ingin main karena penasarankah? Hehehe. Lagu pengiring adegan Opening Movie itu adalah "Warrior Goddess" atau nama terkenal lainnya yaitu "Beautiful Heroes". "Warrior Goddess" merupakan bagian dari Disc 1 nomor 2 dari Final Fantasy XIII-2 Original Soundtrack

  • Etro's Champion



"Etro's Champion" atau nama alternatifnya ialah "Knight of the Goddess" digunakan di dalam game sebagai lagu pertempuran saat kalian mengontrol Lightning untuk melawan Chaos Bahamut (wujud lain dari Caius Ballad) pertama kalinya yang tepat setelah Opening pertama berakhir. Kemudian, kemunculan lain saat kalian mengunjungi Dying World 700 AF dimana lagu ini akan mengalun sebagai lagu pertempuran random encounters di dunia tersebut. 

  • Tears of the Goddess



"Tears of the Goddess" kemunculan paling diingat adalah adegan Lightning berubah pakaian dari seragam Guardian Corps menjadi baju zirah di Temple of the Goddess, Valhalla. "Tears of the Goddess" kembali mengalun ketika Lightning masih bercerita panjang lebar perihal ambisi Caius di New Bodhum 700 AF, lagu berakhir saat Lightning menampakkan Time Gate yang terakhir untuk Serah dan Noel kemudian Light kembali pulang ke Valhalla. "Tears of the Goddess" dapat ditemukan di dalam album FF XIII-2 OST tepatnya Disc 4 nomor 10. 


  • yuza_050




"yuza_050" merupakan BGM dimana akhirnya Serah Farron, Noel Kreiss, dan Mog mencapai Valhalla melalui lubang paradoks raksasa terbelah di langit Akademia 500 AF untuk menghentikan Caius. Sebelum mencapai pasir pantai, Eidolon Odin milik Lightning datang tepat waktu membawa mereka semua tetapi diserang oleh sihir Gravity milik Caius supaya mereka jatuh. "yuza_050" dapat ditemukan di dalam album Final Fantasy XIII-2 Original Soundtrack PLUS nomor 14. Sampai detik ini, penulis tidak paham arti yuza_050... Well, sepertinya semua judul lagu album ini juga karena kode nama-nama misteri yang hanya diketahui komposer FF XIII-2. 

  • Crimson Blitz



"Crimson Blitz" merupakan perpaduan antara lagu "Blinded By Light" dan "Will To Fight" dari FF XIII OST. Diantara semua aransemen "Blinded By Light" di LR: FF XIII, "Crimson Blitz" merupakan aransemen nyaris identik dengan "Blinded By Light" orisinil. "Crimson Blitz" dijadikan Battle Theme untuk wilayah Luxerion pada pukul 6 AM-6 PM (6 pagi-6 sore). "Crimson Blitz" diciptakan oleh Hamauzu-san. 


  • Lightning Returns



"Lightning Returns" yang ada di Disc 1 nomor 1 di dalam album LR: FF XIII OST ini dijadikan lagu latar saat Title Screen LR: FF XIII. Tetapi, kemunculan yang paling terkenal dan sering berulang-ulang dimainkan menjadi Battle Theme saat melakukan misi perkenalan untuk tahu wilayah Yusnaan dan apabila waktu menunjukkan pukul 6 PM-6 AM (6 sore-6 pagi) dimana selama rentang waktu tersebut, Battle Theme untuk setiap daerah Nova Chrysalia digantikan oleh "Lightning Returns". "Lightning Returns" diciptakan oleh Mitsuto Suzuki.

  • Savior of Souls



"Savior of Souls" atau nama lain yang terkenal adalah "The Savior"; mengikuti susunan "Blinded By Light" tapi tidak seidentik "Crimson Blitz" yang benar-benar mendekati "Blinded By Light". "Savior of Souls" dijadikan lagu latar pertempuran wilayah Wildlands pada pukul 6 AM-6 PM. Lagu ini diciptakan oleh Naoshi Mizuta.


  • Prismelody: Blinded By Light



"Prismelody: Blinded By Light" adalah aransemen yang diperuntukkan kemunculan Lightning di World of Final Fantasy. Trek ini diciptakan oleh Masashi Hamauzu yang kebetulan juga ditugasi untuk menangani musik World of Final Fantasy. Akan muncul ketika memanggil Lightning ke medan pertempuran lewat medali yang dapat dibeli oleh pemain dan terkadang menjadi lagu latar battle theme apabila memilih pilihan lagu pertempuran dijadikan Random di menu Config.  


Motif

  • To Hunt a L'cie



Lagu pengiring cuplikan adegan Lightning, Hope, Snow, dan Oerba Yun Fang menembus pertahanan di kota Palumpolum di bawah komando Letnan Yaag Rosch ialah "To Hunt a L'cie". Dimanakah letak irama "Blinded By Light"? Berdasarkan rekaman video di atas, irama "Blinded By Light" terdengar pada menit ke 1:40-2:16. "To Hunt a L'cie" merupakan trek nomor 18 pada Disc 2 di dalam album FF XIII OST.

  • Dust to Dust



English Lyrics: 

Nothing left to fear, L'cie
Cradled in eternity
Shore of sand, your fate awaits
Oh surrender in the light...

"Dust to Dust" adalah lagu terfavorit penulis secara pribadi dari semua trek yang ada di FF XIII OST... Nyanyian seriosa yang dibawakan oleh Matsue Hamauzu begitu lembut, lambat, sedih untuk menciptakan rasa nostalgia dan kerinduan pada masa lalu yang telah lama berlalu, sungguh menggungah. 

Sejujurnya, "Dust to Dust" sebagai aransemen lain; sebuah bentuk vokal dari leitmotif karakter Fang yang berjudul "Fang's Theme" di FF XIII tetapi di dalam "Dust to Dust", "Fang's Theme" dan "Blinded By Light" jalin-menjalin membentuk kesatuan struktur lagu ini. Di dalam game FF XIII, "Dust to Dust" menjadi lagu latar desa Oerba; kampung halaman Fang dan Oerba Dia Vanille. Kegunaan lain lagu ini menjadi lagu pertarungan random encounters wilayah Oerba juga. "Dust to Dust" dapat ditemukan di dalam album FF XIII pada Disc 4 nomor 9 beserta dalam album vinil FF XIII yang disebut W/F: Music from Final Fantasy XIII pada Side B nomor 2. 

  • Determination



"Determination" menjadi lagu pengiring cuplikan adegan FMV setelah Orphan tumbang kemudian makhluk Ragnarok muncul untuk menyelamatkan Cocoon. Motif "Blinded By Light" terdengar di menit 1:20-3:22, lumayan panjang untuk sebuah motif. "Determination" menjadi bagian Disc 4 dengan nomor urut ke-20 di dalam album FF XIII OST. 


  • Divine Conflict



Selain nama "Divine Conflict", orang-orang juga mengenalnya dengan nama "God of War". "Divine Conflict" mengalun saat Lightning menyelamatkan Noel yang muncul tiba-tiba dari pintu "Etro's Gate" terbuka di udara kemudian dilanjutkan sampai pertarungan udara Lightning dengan Gestalt Mode Bahamut yang merupakan perwujudan lain Caius Ballad di Valhalla. "Divine Conflict" merupakan judul lagu Disc 1 nomor 6 dari FF XIII-2 OST.

  • An Arrow Through Time



Cuplikan FMV di atas masih sepaket dengan cuplikan FMV "Warrior Goddess" karena sama-sama menjadi Opening Movie meski diinterupsi oleh beragam pertarungan Lightning vs Caius. "An Arrow Through Time" melambangkan harapan Lightning kepada adiknya supaya mampu menembus waktu untuk menyelamatkan masa depan beserta anak panah yang menjadi senjata Serah membuatnya menjadi kuat melindungi dirinya sendiri sebab Lightning tidak mampu lagi berada di sisi Serah mengawasi 24 jam selama 7 hari. Trek lagu ini dapat ditemukan di dalam FF XIII-2 OST tepatnya di Disc 1 ke-7.

  • A World Without Cocoon



"A World Without Cocoon" mengalun saat Noel memperkenalkan diri dan alasan dia diutus Lightning ke New Bodhum 3 AF yaitu untuk melindungi Serah serta memperkenalkan teman baru mereka berspesies Moogle yakni Mog yang dikirim Lightning kepada Serah supaya tidak merasa sendirian dan sebagai pesan bahwa Lightning masih hidup tetapi keberadaanya jauh dari lokasi adiknya. "A World Without Cocoon" menjadi daftar trek lagu FF XIII-2 OST terutama Disc 1 nomor 10.

  • A Fading Miracle



"A Fading Miracle" atau kadang disebut "Fading Miracle" digunakan sebagai BGM ketika Serah dan Noel mendengar penjelasan Lightning perihal ambisi motif asli Caius menghancurkan masa depan di lokasi bernama New Bodhum 700 AF. "A Fading Miracle" merupakan daftar trek lagu FF XIII-2 OST dan ditempatkan pada Disc 4 nomor 1.


  • Humanity's Tale



Motif "Blinded By Light" terdapat di menit 1:04-1:42 dan 2:59-3:45. Lagu ini terdapat pada Disc 4 nomor 12. "Humanity's Tale" adalah kompilasi set trek lagu-lagu ketiga game Lightning Saga: "Final Fanyasy XIII -The Promise-", "Final Fantasy XIII-2 Overture", dan "Final Fantasy XIII -Miracles-". "Humanity's Tale" merupakan BGM Ending FMV LR: FF XIII.

  • Credits ~Light Eternal~



Lagu ini mengalun mengiringi rangkaian deretan nama-nama pihak yang terlibat dalam pembuatan game ini istilah kerennya yaitu Staff Credits/Ending Roll/Staff Roll. Di dalam "Humanity's Tale" terkandung aransemen gabungan trek lagu berjudul "Final Fantasy XIII -The Promise-"/"Fabula Nova Crystallis" (0:00-0:18), "Final Fantasy XIII -Miracles-" (0:19-1:23), "Vanille's Theme/"Memories of the Happier Days" (1:24-2:15), "Snow's Theme ~Final Words~" (2:18-3:35), "The Ark" (3:36-4:57), "Caius's Theme" (4:58-6:12), "Lightning's Theme/"Light Eternal" (6:13-8:33), & terakhir adalah "Blinded By Light" (8:34-10:46).  

  • Epilogue



Motif "Blinded By Light" dimainkan dengan alat musik biola solo serta diiringi oleh petikan gitar akustik. Lagu ini hanya dimainkan duet. Kalian dapat menemukan "Epilogue" di dalam game-nya tentu saja bagian Epilog game ini dimana Lightning sedang di dalam kereta kemudian keluar dari kereta dan tersenyum ke kejauhan menyatakan bahwa dia akan bertemu dengan 'kamu'. Adegan FMV ini mirip seperti dunia yang kita tinggali anehnya... Berarti apakah Lightning hidup di tengah-tengah kita semua setelah migrasi dari dunia lain...? Hahaha. "Epilogue" menjadi bagian Disc 4 nomor 14 di dalam LR: FF XIII OST.  


  • PV "Final Fantasy XIII 2007 JFS"



Trek lagu di atas menjadi BGM trailer FF XIII yang ditampilkan ketika event Jump Festa 2007 di Jepang sana. Lagu ini sebuah gabungan antara "Vanille's Theme" & "Blinded By Light". Ayooo tebak Blinded By Light" ada di menit ke berapa :D? Jawabannya menit ke 0:24-0:43 dan 1:36-1:57, menit-menit yang tidak disebutkan milik trek lagu "Vanille's Theme". Trek lagu terdapat di album FF XIII OST PLUS dan menempati urutan lagu ke-1 dari 16 trek. 


  • PV "Final Fantasy XIII 2006 E3"



Trek lagu ini terdiri dari tiga lagu. Lagu pertama yang mengalun pada menit 0:00-0:34 berjudul "The Thirteenth Day" (FF XIII OST, Disc 1 nomor 3), "Defiers of Fate" (0:39-0:49), dan terakhir yang paling panjang dan mendominasi keseluruhan lagu ini adalah "Blinded By Light" (0:50-2:32). Lagu ini terdapat di nomor 2 pada FF XIII OST PLUS. Sekadar info menarik, publik pertama kali mendengar alunan "Blinded By Light" ketika trailer event E3 2006 dan inilah BGM yang digunakan.


  • Lumina's Theme 




Apakah kalian ingat siapa Lumina di LR: FF XIII? Itu loh, gadis berusia 12 tahun yang berpakaian gothic lolita dan punya rambut warna merah jambu terus gaya rambutnya mirip dengan milik Serah, bagaimana sekarang ingat? Sekilas dia memang dikira banyak orang sebagai Serah versi mini dan Lightning mengomentari hal serupa di dalam game-nya, Light mengenali Lumina sebagai Serah sewaktu umur 12. 

Namun, sikap Lumina yang suka sering bikin onar dan kerap kali membantu orang tetapi bantuan yang diberikan olehnya berakhir tidak menguntungkan bagi pihak yang ditolong Lumina, sama sekali meruntuhkan penilaian orang yang akhirnya membawa pikiran orang-orang Lumina bukan Serah seutuhnya hanya wajah dan cara berpakaiannya yang mirip Serah (mainkan game ini bila tidak percaya). Meskipun begitu, tidak terlalu jelas apakah dia mempertimbangkan dirinya sendiri sebagai musuh Lightning atau kerusakan yang diperbuatnya sekadar sebagai bentuk kesenangan. 

Motif "Blinded By Light" terdengar pada menit 1:27-1:56. Mengapa bisa? Karena Lumina adalah manifestasi emosi represif masa kecil milik Claire Farron yang dibuang ketika menjadi "Lightning" sepeninggal kedua orangtuanya. 

  • Lost Souls -Caius & Yeul-



Motif "Blinded By Light" terdengar mengalun saat menit 1:10-2:29, ya setengah lagu ini diisi oleh "Blinded By Light"; membuat penulis berkecamuk pertanyaan-pertanyaan kenapa... Karena adegan lagu ini di game-nya menceritakan kondisi terbaru Caius dan Paddra Nsu-Yeul paska rentetan peristiwa di FF XIII-2 seharusnya satu lagu ini menggunakan motif kedua karakter tersebut lebih banyak. Kemungkinan alasannya milik penulis sendiri adalah "Blinded By Light" diintegrasikan ke dalam "Lost Souls -Caius & Yeul-"/"The Doomed Soul -Caius & Yeul-" (trek lagu nomor 8) sebagai simbolis keprihatinan Lightning atas nasib Yeul yang sampai akhir zaman tidak bisa menemukan tempat di New World sebab jiwa milik Yeul telah terhubung dengan Chaos dalam kuantitas sangat banyak meskipun jiwa Yeul diselamatkan oleh Lightning, New World akan bertemu kembali kehancuran yang sama gara-gara keberadaan Yeul. Lightning juga tidak akan mengambil resiko lebih jauh karena tugas yang diembannya. 

Juga menjadi simbolis Lightning menunjukkan simpati kepada Caius; seorang pria yang berhasil mengalahkannya 500 tahun lalu, Caius mencapai keinginannya tetapi bayaran yang tidak disangka olehnya yaitu jiwa Caius tidak bisa bergabung dengan jiwa-jiwa yang telah mati di Sea of Chaos, Caius "dikembalikan" lagi ke dunia berkat keinginan banyak Yeul yang menginginkan Caius tetap berada di sisi gadis-gadis malang ini supaya tidak hidup dalam kesepian. Semua Yeul tidak pernah bisa melebur ke dalam Sea of Chaos disebabkan perbedaan yang dimiliki di dalam jiwa-jiwa mereka. Akhirnya, Caius diikat oleh Yeul yang memiliki keinginan di atas dengan menggunakan kekuatan Chaos sehingga memaksa Caius tetap hidup di dunia sebagai personifikasi Chaos bersama Yeul. Yeul sekali lagi menempatkan Caius pada kondisi penderitaan tiada akhir. Semua hal yang telah dijabarkan ini berkebalikan dengan keinginan Caius yang ingin mati beserta keinginan Yeul yang lain yang rela mengabulkan keinginan milik Caius, dengan begitu jiwa milik Caius dapat diselamatkan oleh Lightning. Intinya dari sekian banyak reinkarnasi Yeul sepanjang sejarah manusia, tidak ada satu pun yang memiliki isi kepala dan isi hati yang sama. 

Beralih dari pembicaraan "Lost Souls -Caius & Yeul-", "Blinded By Light" tidak hanya muncul untuk game Lightning Saga, game Dissidia Duodecim FF menampilkan "Blinded By Light" yang mengalami aransemen ulang oleh Mitsuto Suzuki. Kemudian, "Blinded By Light" ,"Defiers of Fate", "Etro's Champion", dan "Crimson Blitz" muncul di dalam game Theatrhythm FF serta Theatrhythm Curtain Call FF. 

Ingin mendengar "Blinded By Light" yang diaransemen oleh Suzuki-san untuk game Dissidia Duodecim? Jangan khawatir, penulis membagikannya kepada kalian di bawah ini sekarang juga:



"Blinded By Light" di Duodecim diberi judul "Blinded By Light -arrange- from Final Fantasy XIII". Trek lagu ini merupakan trek ke-12 Disc 2 dari album Dissidia Duodecim FF OST. "Blinded By Light -arrange- from Final Fantasy XIII" menggunakan "Defiers of Fate" versi Palamecia Assault sebagai pengiring "Blinded By Light" sehingga tidak murni menggunakan komposisi "Blinded By Light" saja. Lagu ini dapat dijadikan pilihan BGM latar pertarungan.

Selanjutnya, "Blinded By Light" memiliki beberapa aransemen seperti piano, mini chamber orchestra, berserta orkestra penuh. Berikut di bawah ini penjelasan singkatnya:

* Piano



Piano ini merupakan gabungan ulang antara "Lightning's Theme" dan "Blinded By Light". Menit 0:00-2:07 memainkan alunan "Lightning's Theme" yang soft kemudian tiba-tiba pada menit ke 2:08-3:45 alunan piano menjadi keras dan berkecapatan cepat sedang menandakan bahwa "Blinded By Light" muncul mencuri show "Lightning's Theme". Pemain piano dalam album Piano Collections: Final Fantasy XIII ini adalah Aki Kuroda yang juga pemain piano tunggal untuk album Piano Collections: Final Fantasy X. Judul lagu piano "Lightning's Theme-Blinded By Light" menempati urutan ke-1 alias lagu pembukaan album piano FF XIII ini.

Yamaha Music Media mencetak sheet music yang dipakai untuk albumnya ke dalam bentuk buku yang berjudul Final Fantasy XIII Piano Collections Sheet Music. Tingkat kesulitan album ini rata-rata intermediate dan sedikit lagu yang bisa dikatakan memiliki tingkat Advanced. Yang bertingkat Advanced adalah permainan piano lagu "The Promise-The Sunleth Waterscape", "Nautilus", dan "Nascent Requiem"

* Orkestra

Di bawah ini merupakan video pertama dalam sesi pembahasan orkestra "Blinded By Light", sebuah mini chamber orchestra:



Trek lagu "The Promise-Blinded By Light" dari album A New World: music from Final Fantasy menempati urutan ke-8, trek lagu ini dibuka dengan permainan duet dimana piano oleh Benjamin Nuss dan permainan biola solo oleh Arnie Roth, duet mereka memainkan "Final Fantasy XIII -The Promise-" dari menit pembuka sampai 2:44, barulah menit 2:45 "Blinded By Light" menendang masuk ke dalam lagu dan barulah kuartet strings bergabung dengan Nuss serta Roth. 

Di bawah ini adalah video keduanya:



Album terbaru konser tur Distant Worlds yang dirilis pada awal tahun 2015 yaitu Distant Worlds III: more music from Final Fantasy memasukkan "Blinded By Light" dengan memakai susunan orkestra penuh ke dalamnya. "Blinded By Light" ditemukan dalam trek nomr 8. Menurut penulis, versi ini jauh lebih baik dibandingkan orisinalnya yang ada di FF XIII OST :D. Penulis beri 4 bintang "Blinded By Light" di album satu ini. Penulis tidak habis pakir ada yang protes sama lagu ini di albumnya...

Motif "Blinded By Light" terdapat di album orkestra FF lain yaitu Final Fantasy Orchestral Album tepatnya di dalam trek penutup album ini yang bernama "Battle Medley 2012 [Final Fantasy I-XIV]". Dengarkan mulai dari menit 11:39 maka kalian akan mendengar "Blinded By Light":




Final Note from Writer:


Spot the similarities :v
Persamaan paling dasar antara karakter Cloud dan Lightning adalah mereka mantan anggota militer, memulai cerita di game FF VII & FF XIII sama-sama berusia 21 tahun, mereka memiliki rupa wajah yang sama, dan paling jelas mereka didesain oleh Tetsuya Nomura. Lebih dari itu, tidak ada meski Lightning adalah female Mr. Strife, Lightning berbeda dari Cloud disebabkan sifat kasar berserta mereka memiliki gaya berbeda dalam penggunaan senjata pedang yang dimiliki masing-masing karakter. Mengejutkannya lagi sikap dan sifat-sifat Lightning malah mengingatkan kita kepada tokoh utama FF VIII yaitu Squall Leonhart yang sama-sama bersikap kasar, dingin, mencemooh teman-teman yang tergabung ke dalam party bahkan sampai orang yang paling dekat dengannya, dan kesinisan mereka berdua mampu mengirim hati pihak yang dialamatkan oleh mereka hancur berkeping-keping. Bagaimanapun juga Lightning dan Cloud memiliki hati emas, perhatian kepada sesama meski pada tahap-tahap awal game, perilaku mereka sangat menyebalkan. Untuk mencapai tahap likeable, mereka berdua harus perlu disadarkan dulu oleh sebuah situasi genting serta emosi mereka ditekan habis-habisan oleh (biasanya) tokoh utama antagonis.

Cloud dan Lightning sama-sama dilanda rasa bersalah. Great... Yang membedakannya adalah Cloud dilanda rasa bersalah atas kematian Aerith dan Zack dua tahun setelah FF VII tamat, sementara Lightning memiliki segudang rasa bersalah (bahkan sebelum FF XIII dimlai): 1) Dia menyalahkan diri tidak mendengar perasaan Serah dan membuatnya kesepian 2) Sepenuh hati dia menyalahkan diri atas kegagalan memupuk Serah 3) Acara ulang tahun ke-21 sepenuhnya Lightning mengakui salahnya (sebenarnya hanya 50%-nya saja, 50%-nya lagi milik Serah...) 4) Menyalahkan diri sendiri terhadap apapun yang berjalan salah di FF XIII-2. Kalau ditilik, Lightninglah yang memiliki gunungan rasa bersalah yang kompleks tetapi saya heran mengapa Cloud yang memiliki satu/dua rasa bersalah malah jatuh ke lubang depresi sangat sangat sangat dalam...? *garuk-garuk kepala*. 

Oalah, saya menemukan jawaban atas keheranan saya setelah meriset mereka dengan ilmu psikologi... (Pakai kata keren sedikit boleh dong :p). Lihat masa kecil mereka deh. Cloud itu berkepribadian minder walau minder dia memiliki impian tinggi tetapi backfire karena dia tidak punya skill yang mendukung untuk menggapai impiannya, Lightning di sisi lain tidak memiliki sifat minder dan mampu menggapai impian karena memiliki skill yang mendukung meraih impiannya. Bedanya lagi, Cloud adalah bahan olok-olokan anak-anak seumurannya dan orang-orang di desa yang pernah dia tinggali. Sebagai tindakan defensif, Cloud sok menjadi jagoan kuat, padahal sikap dia seperti ini untuk menutupi rasa sepinya; di pihak lain, Lightning bukanlah anak korban olok-olokan justru dia suka tanpa sengaja mem-bully siapapun sebagai perlindungan diri dan perpanjangannya perlindungan untuk Serah. Kehidupan masa kecil mereka membantu membentuk sikap mereka dalam menangani masalah dan membentuk sisi psikologis mereka untuk tetap bertahan melampaui rintangan. Sangat jelas, Cloudlah yang paling rentan dari sisi psikologis mengingat dia memiliki riwayat minder, korban bully, serta rekam jejak melindungi orang selalu gagal. Kalau Lightning, walau psikologi rentan, rentannya masih bisa dimitigasi olehnya sendiri karena inner will-nya kuat untuk mencapai keberhasilan.

Berbicara terkait leitmotif kedua karakter, "Main Theme of Final Fantasy VII", "Cloud Smiles", dan "Lightning's Theme" pas diputar ketika ingin sendiri untuk berdiam diri menemukan inner peace atau rehat sebentar membuat pikiran jernih kembali. Kalau kata saya nih, "Cloud Smiles" cocok menjadi pengiring lagu untuk perasaan sedang patah hati dan membiarkan lepas pujaan hati kita; Let my beloved happy, he or she is happy then I am happy too... Begitu... LOL. 

Menurut saya pribadi, "Main Theme of Final Fantasy VII" adalah lagu sempurna menggambarkan FF VII. Lagu ini dimulai lambat, bagian Intro bergetar ditengah-tengah aliran ketenangan dan perasaan dihantui oleh kekuatan tidak terlihat. Lalu, nada Main Theme yang dikenal masuk dan itu membuat tentram dimana mampu meninabobokan pendengarnya (dalam arti positif). Kemudian nyaris kalian tidak menduga, lagu memasuki nada minor dan melodi menghantui di awal masuk kembali. Singkat kata, lagu ini indah dan sekalipun begitu memberikan efek menghantui pendengar. Saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, kalian hanya harus mendengarnya sendiri dan semuanya setimpal. 4 Bintang untuk "Main Theme of Final Fantasy VII".

"Cloud Smiles" adalah lagu terfavorit dalam jajaran FF VII: AC OST. Mutlak! Dikarenakan murni memberi efek emosional pada saya setiap kali memutarnya. Selain itu juga, menarik kembali ke perasaan memainkan FF VII yang berhasil ditamatkan dan menonton filmnya dimana muka Aerith full ditampakkan... Sebuah hal besar dan bermakna, melihat film sampai habis, membuat kalian bahagia, dan ikut merasakan apa yang Cloud lakukan ketika Aerith meninggalkan gereja ke dalam bentuk lagu. Lagu ini adalah lagu lembut, it's so damn very good! 5 Bintang untuk "Cloud Smiles". Mau dengar lagi? Silakan klik video ini:




Ketiga lagu ini berpotensi menggaet peminat untuk mendengar lebih jauh dan dinikmati oleh telinga karena menjadi leitmotif dua karakter lebih terkenal sepanjang seri FF. Jika bukan Cloud dan Lightning leitmotif ini tetap akan nangkring dalam deretan album FF OST sekadar daftar lagu biasa-biasa saja yang diingat, syukur; tidak diingat pun bukan masalah besar. Oh ya satu hal lagi, "Cloud Smiles" hanya diputar sekali, muncul di FF VII: Advent Children / FF VII: Advent Children Complete maka karenanya tidak memiliki Another Variation / motifnya belum ada dimasukkan ke dalam lagu-lagu Compilation of Final Fantasy VII, jadi kalian sia-sia mengklik ke sana kemari dalam dunia maya mencari Another Variation lagu ini. "Cloud Smiles" memiliki aransemen versi piano, cobalah dengar dari video di bawah ini:




Bagi kalian yang ingin main lagu-lagu FF VII: Advent Children dalam bentuk permainan piano seperti video di atas, Yamaha Music Media mencetak buku kertas notnya yang dinamai Final Fantasy VII: Advent Children Piano Solo. Seluruh lagu dalam album ini diaransemen oleh Reiko Takano, Keiko Itagaki, Takuma Sato, dan Shiro Hamaguchi. Untuk informasi kalian, kertas not trek lagu "Those Who Fight", "Aerith's Theme", & "Tifa's Theme" identikal seperti yang terdapat pada buku Piano Collections: Final Fantasy VII terbitan Yamaha Music Media. Tingkat permainan piano Advent Children ini adalah Advanced, sedikit lagu yang memiliki tingkat Intermediate

Sebagai kalimat penutupan saya suka "Main Theme of Final Fantasy VII", "Blinded By Light", dan "Cloud Smiles", ketiga-tiganya saya suka. Kalau kalian bagaimana? Pesan saya adalah Cloud dan Lightning jangan terlalu dikomparasi lebih jauh, mereka benar-benar dua karakter yang berkebalikan satu sama lain; punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Penggemar FF VII-Cloud dengan FF XIII-Lightning, beropini sah-sah saja tapi kalau sudah bersifat menyerang dan ditambah bumbu subjektivitas berlebihan bawaannya angin ribut dan bisa berentet kena yang lain sehingga menjadi tidak lucu. Usahakan tetap berkepala dingin kalau beropini, damai itu indah bila dijalankan :). Hopefully kalian suka tulisan-tulisan artikel ini, tidak lupa juga tulisan-tulisan saya yang lainnya! Selamat Malam dan Sampai Jumpa! 







-The End-








P.S. Cek artikel bernama BONUS: Main Theme from Final Fantasy (Prequel, Sequel, & Spin-off) Part II bilamana penasaran pada adegan "Lost Souls -Caius & Yeul-" beserta FMV Ending LR: FF XIII yang menyertakan "Humanity's Tale" di dalamnya. Semoga menghibur...    







Comments