Kingdom Hearts Recap: the story so far...

by: Nabila Rhapsodios



Halo pembaca setia blog! Halo juga kepada para penggemar Kingdom Hearts! Selamat Datang di artikel Kingdom Hearts Recap: the story so far...! Seperti yang bisa kalian lihat, artikel ini bertujuan untuk membantu kalian "menyelam" ke dalam plot cerita seluruh judul Kingdom Hearts (KH) yang disusun berdasarkan urutan lini masa peristiwa alih-alih disusun berdasarkan nomor seri yang duluan rilis. 

Penulis merasa sekarang adalah waktu yang tepat  karena ada tujuan lain. Adalah artikel ini lahir ke dunia untuk persiapan mengikuti plot cerita Kingdom Hearts: III yang akan rilis 29 Januari 2019 (versi Internasional). Penulis mengakui bahwa Kingdom Hearts merupakan judul video game yang mengandung plot cerita yang sangat berbelit-belit sehingga janganlah merasa buruk karena telah meminta orang lain untuk menjelaskan ulang plot cerita dari setiap judul / nomor seri KH. 

Tambahan yang patut diingat juga yaitu plot cerita dan kerumitan hubungan antar karakter bisa cukup mengikis antusias untuk setiap penggemar yang sudah veteran dengan seri Kingdom Hearts dan pendatang baru. Oleh karenanya, semoga lewat artikel ini bisa mengembalikan antusias kalian kepada seri Kingdom Hearts! 

Penulis mengingatkan dari awal bahwa artikel ini akan mengandung banyak spoiler yang sangat besar dari seluruh nomor seri Kingdom Hearts. Untuk yang mengharapkan artikel ini akan disertai musik Kingdom Hearts, penulis memilih untuk meniadakannya karena artikel ini bukan artikel ulasan melainkan penjelasan. Juga, artikel ini membutuhkan konsentrasi yang cukup intens. Takutnya, bila disertai musik, fokusnya akan lebih kesana, bukan ke penjelasan hehehe.

Lalu, sebelum memulai penjelasan (panjang lebar), alangkah baiknya, cek terlebih dahulu gambar ini:


Penjabarannya disusun mirip seperti gambar di atas, hanya saja, disampaikan ke dalam bentuk teks. Bila memungkinkan akan di bantu gambar dan link video sebagai perjelas. Oke, tanpa basa-basi penulis akan memulai penjelasannya ke dalam rangkaian kata yang mudah dicerna sehingga kalian bisa lebih siap ketika Kingdom Hearts: III sudah rilis.


0.0. Kingdom Hearts: X (Kingdom Hearts: chi) / Kingdom Hearts: Unchained X (Kingdom Hearts: Unchained chi) / Kingdom Hearts: Union X (Kingdom Hearts: Union X [Cross]) / Kingdom Hearts: X Back Cover

Plot cerita Kingdom Hearts sudah terekam sejak Age of Fairytales (Indonesia: Era Dongeng). Plot cerita masa ini dikisahkan kepada kalian lewat judul di atas yang sudah disebutkan. 

Pada suatu hari, sosok misterius yang hanya dikenal dengan julukan The Master of Masters (Indonesia: Guru Dari Semua Guru) mempercayakan satu buku misterius yang disebut olehnya Book of Prophecies (Indonesia: Buku / Lembar Ramalan) dalam bentuk totem / kopian kepada lima Foreteller (Indonesia: Peramal) yang merupakan murid didiknya. Lima Foreteller tersebut masing-masing bernama:

1. Gula
2. Ava
3. Aced
4. Ira
5. Invi

Bila kalian teringat sesuatu ketika melihat nama Foreteller kepada daftar Seven Deadly Sins versi bahasa Latin, penulis angkat topi! Kalian memiliki pengetahuan terhadap hal itu dan kosa kata bahasa Latin, bravo! Memang benar lima nama Foreteller itu mengacu kepada Seven Deadly Sins:

1. Gula diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Rakus sedangkan bahasa Inggris menjadi Gluttony.
2. Ava yang berakar dari Avarita, memiliki arti Serakah. Diterjemahkan ke bahasa Inggris dari Latin dan Indonesia adalah Greed.
3. Aced yang berakar dari Acedia, memiliki arti Malas. Diterjemahkan ke bahasa Inggris dari Latin dan Indonesia adalah Sloth.
4. Ira diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Marah / Murka. Terjemahan bahasa Inggrisnya dari Latin dan Indonesia adalah Wrath.
5. Invi  yang berakar dari Invidia, memiliki arti Dengki / Iri Hati. Terjemahan bahasa Inggrisnya dari Latin dan Indonesia adalah Envy

Tidak ada (atau belum ada) alasan mengapa The Master of Masters (lebih tepatnya Tetsuya Nomura) memberi nama baru untuk para Foreteller berdasarkan Seven Deadly Sins. Sampai sekarang masih tidak bisa ditebak juga, apa nama lahir atau nama asli mereka sebelum dididik oleh The Master of Masters. Berikut adalah gambar The Master of Masters dan Foretellers:

Clockwise: The Master of Masters, Luxu, Ira, Invi, Ava, Aced, Gula
Sementara itu, dua gambar di bawah merupakan bentuk fisik Book of Prophecies:

Book of Prophecies Front Cover

 
Book of Prophecies -Page Inside-
The Master of Masters menjelaskan kepada lima Foreteller tentang Book of Prophecies. Buku tersebut berisikan beragam ramalan masa depan dan juga berisikan cara untuk mendapatkan kekuatan menciptakan banyak dunia. Satu halaman buku yang sangat meresahkan terdapat di halaman terakhir yang meramalkan akan ada peristiwa besar yang meluluhlantakkan semua dan akibatnya, Kegelapan akan menelan total Cahaya. The Master of Masters memperingatkan lima anak didiknya bahwa peristiwa besar tersebut pasti terjadi di suatu hari dan tidak ada apapun yang sanggup menghentikan datangnya peristiwa besar tersebut. The Master of Masters meminta mereka untuk tidak terpaku pada rasa takut yang ditimbulkan dari membaca bagian buku yang membahas peristiwa tersebut, tetapi, terpaku pada perencanaan dan pemulihan paska peristiwa besar tersebut. 

Selain mempercayakan Book of Prophecies kepada lima Foreteller, The Master of Masters mempercayakan lima tugas yang tidak bisa dia kerjakan sendiri kepada mereka dalam bentuk Case (Indonesia: Kasus. Bisa juga diterjemahkan menjadi Tugas). Berikut daftar Case masing-masing Foreteller:

1. Gula diberi selembar 'halaman yang hilang' dari Book of Prophecies yang memberitahu ada seorang pengkhianat di antara Foreteller. Oleh karenanya, dia diberi Case untuk melakukan investigasi untuk menemukan Sang Pengkhianat. 

2. Ava ditugasi untuk melatih para 'dandelion' yang adalah para pemegang senjata Keyblade yang diramalkan selamat dari peristiwa besar tersebut dan kemudian, mereka akan merestorasi kondisi dunia paska peristiwa besar. 

3. Aced ditugasi untuk mendukung Ira dalam situasi dan kondisi apapun. Andai suatu hari Ira tidak lagi cakap menjadi pemimpin Foreteller, Acedlah yang akan menggantikannya.

4. Ira ditugasi untuk memimpin Foreteller. 

5. Invi ditugasi sebagai penengah, pendamai, dan pengawas di antara Foreteller. 

Anggota lain Foreteller yang diberi nama Luxu oleh The Master of Masters, berbeda dari lima rekannya. Luxu tidak diberi kepercayaan untuk menjaga apalagi menganalisis Book of Prophecies, sebagai gantinya, dia dijadikan pemegang kunci atas rahasia di balik Lost Page (Indonesia: Lembar Yang Hilang) yang rupanya menjelaskan rincian segala niat dan tujuan akhir The Master of Masters. Niat dan tujuan akhir yang sama sekali tidak memendam rasa kepedulian dan kegelisahan terhadap kelangsungan hidup di banyak dunia. Lalu, The Master of Masters menyampaikan ramalannya tentang bagaimana konflik yang akan terjadi antar anggota Foreteller dan Union yang di bawah komando mereka, pada akhirnya merupakan pemicu utama dari perisitiwa besar yang sebagaimana tertulis di halaman terakhir Book of Prophecies. Dengan demikian, Luxu diberikan tugas untuk mengamati baik-baik setiap pergerakan supaya menjamin peristiwa besar tersebut akan terjadi di hari yang telah ditetapkan di dalam Book of Prophecies. 

The Gazing Eye That Belongs to The Master of Masters
The Master of Masters memberi Luxu Keyblade miliknya yang terukir satu mata asli miliknya. The Master of Masters menyebut mata asli di Keyblade miliknya adalah The Gazing Eye (Indoneisa: Mata Yang Menatap Lurus Ke Depan). The Master of Masters sengaja "menghiasi" Keyblade miliknya dengan satu mata asli supaya dia bisa terus melihat masa depan lewat Luxu yang terpilih sebagai penerus Keybladenya. Luxu juga diperbolehkan untuk mewariskan Keyblade tersebut kepada penerus yang dianggap layak. Dengan semua cara ini diharapkan The Master of Masters yang ada di masa sekarang, bisa terus menulis ramalan masa depan untuk isi Book of Prophecies. The Master of Masters juga memberi Luxu satu koper yang diwanti-wanti tidak boleh di buka sama sekali. 

Dengan enam anak didiknya telah diberi Case, The Master of Masters menghilang tanpa jejak. Tidak lama setelah hilangnya The Master of Masters, Luxu juga tiba-tiba ikut menghilang sehingga lima rekannya menduga hanya dia yang tahu keberadaan guru mereka. 

Nama Luxu juga merupakan Seven Deadly Sin versi bahasa Latin. Luxu berakar dari bahasa Latin Luxuria yang merupakan dosa karena Nafsu / Syahwat. Terjemahan bahasa Inggrisnya adalah Lust. Jumlah Foreteller yang baru diketahui berjumlah 6 orang. Masih hilang satu supaya Seven Deadly Sins di Kingdom Hearts bisa dinyatakan lengkap. Seven Deadly Sins yang belum ada adalah Superbia yang bermakna dalam bahasa Indonesia Harga Diri / Kesombongan / Keangkuhan sedangkan dalam bahasa Inggris adalah Pride. Kira-kira siapakah pemegang nama Superbia? Ada yang berteori tindakan The Master of Masters yang memberi intruksi kepada Luxu (well, lebih tepatnya memanipulasi Luxu) supaya Foreteller hancur demi terjadinya peristiwa besar sehingga banyak yang menduga Superbia adalah namanya. Tapi, penulis tidak bisa membenarkan hal tersebut karena baru sekadar teori.

Setelah kehilangan guru dan satu rekan, lima anggota Foreteller yang tersisa menjalankan Case yang sudah diberikan. Selain Case individu, kelimanya juga menjalankan Case kelompok yaitu membangun Union yang masing-masing dikomando oleh satu Foreteller. Tujuan bersama dari terbentuknya Union adalah untuk melindungi dunia dari Heartless, mengumpulkan Lux dari banyak dunia (Pada akhirnya terungkap bahwa dunia yang menghasilkan Lux, ternyata dunia palsu yang tercipta berkat sihir Book of Prophecies), dan melawan anggota dari Union lain sebagai adu ketangkasan. Berikut daftar nama Union dan komandannya:

1. Union Leopardos dikomando oleh Gula.
2. Union Vulpes dikomando oleh Ava.
3. Union Ursus dikomando oleh Aced.
4. Union Unicornis dikomando oleh Ira.
5. Union Anguis dikomando oleh Invi.    

Inilah emblem dari masing-masing Union yang wara-wiri di judul Kingdom Hearts yang masuk lini masa Age of Fairytales:

Union Emblems
Nama dan emblem Union disesuaikan dengan topeng yang terpasang di wajah para Foreteller. Info tambahan, nama Union lagi-lagi berakar dari bahasa Latin. Leopardos diterjemahkan menjadi Leopard / Macan Tutul. Vulpes diterjemahkan menjadi Foxes / Rubah. Ursus diterjemahkan menjadi Bear / Beruang. Unicornis diterjemahkan menjadi Unicorn. Anguis diterjemahkan menjadi Snake / Ular.   

Setelah dunia di rasa aman dan stabil, ada kejadian di balik layar yang terjadi. Para Foreteller semakin tambah saling curiga dan paranoid satu sama lain. Hal itu terjadi karena desas-desus satu di antara mereka berpotensi menjadi sosok Sang Pengkhianat. Hingga akhirnya mereka mulai terang-terangan menyerang satu sama lain karena terdorong curiga dan paranoid. Semua anggota Union yang mereka pimpin juga semakin ofensif karena komandan mereka mengambil sikap bermusuhan dengan sesama komandan. Dan selanjutnya, bisa kalian tebak sendiri, terjadilah peristiwa besar yang meluluhlantakkan semua seperti yang sudah digariskan oleh ramalan di Book of Prophecies.

0.0. Keyblade War (Indonesia: Perang Keyblade)


Keyblade War
Peristiwa besar yang meluluhlantakkan semua seperti yang tertulis di Book of Prophecies, di kemudian hari dikenang sebagai peristiwa bersejarah Keyblade War. Pemicu utama perang ini sudah diungkap ke publik lewat judul Kingdom Hearts yang masuk lini masa Age of Fairytales.

Di Keyblade War ini banyak pemegang Keyblade gugur dalam perang, termasuk para Foreteller. Mereka berperang untuk mengklaim cahaya yang mereka sangka adalah milik mereka seutuhnya. Mereka tidak mau saling berbagi. Pengklaiman cahaya tersebut karena mereka sudah was-was pada dunia yang mereka tinggali digerogoti perlahan-lahan oleh Kegelapan.

Di Age of Fairytales yang ternoda dengan Keyblade War, dunia masih dalam keadaan satu kesatuan yang utuh dan besar. Karenanya, banyak orang masih bebas untuk mengakses satu sumber mistis yang mengandung segala kebijaksanaan, cahaya, dan kehidupan. Mereka menamai sumber mistis tersebut Kingdom HeartsKingdom Hearts membuat hidup masyarakat di masa Age of Fairytales harmonis dan sejahtera. Tapi, sayangnya, kehidupan yang sejahtera tersebut hancur karena adanya Keyblade War. Kingdom Hearts dilindungi oleh X-blade (keyblade) yang disinyalir merupakan senjata Keyblade terkuat di dunia

Kingdom Hearts
Semua yang terlibat dalam Keyblade War bertempur hanya demi cahaya dan memperebutkan hak kuasa atas Kingdom Hearts sebagai upaya penyelamatan dunia dari Kegelapan. Dengan hal tersebut tersimpan di pikiran para prajurit perang, mereka menciptakan banyak Keyblade dengan harapan menyerupai kekuatan yang dimiliki X-blade atau berhasil membuat replika X-blade asli sehingga bisa akses Kingdom Hearts sepuasnya.

X-blade
Perang tidak semakin reda malah semakin parah. Kerugian yang tercipta dari terjadinya Keyblade War tidak hanya nyawa. Ada juga, X-blade yang pecah menjadi 20 bagian kecil (13 kegelapan dan 7 cahaya). Kerugian selanjutnya adalah dunia utuh dan besar di masa ini terpecah ke dalam dunia yang lebih kecil lagi. Dan inilah kerugian yang paling fatal sehingga menghentikan perang yaitu Kingdom Hearts 'tertelan oleh Kegelapan yang paling dalam' yang membuatnya bersembunyi jauh dari jangkauan banyak orang. Ketika adegan pecahnya X-blade dan hilangnya Kingdom Hearts di lokasi perang, Luxu melihat adegannya dari bukit yang tidak jauh dari lokasi perang. Di waktu selanjutnya, lokasi perang ini akan disebut Keyblade Graveyard.

Akan tetapi, plot cerita tidak berhenti begitu saja. Sub perkumpulan Union yang dinamai Dandelions di dalam Union Vulpes yang anggotanya dipilih langsung oleh Ava, berhasil selamat dari Keyblade War. Menggunakan pengaruh mereka terhadap Cahaya, mereka menghidupkan kembali dunia dan dunia palsu yang tercipta berkat sihir Book of Prophecies. 

0.1. Kingdom Hearts: Birth by Sleep / Kingdom Hearts: Birth by Sleep Final Mix 

Ribuan tahun / ratusan tahun setelah Keyblade War, ada pemegang Keyblade yang sudah bergelar Master di bidang keahlian memakai Keyblade yaitu Xehanort. Oh, mari sebut dia Master Xehanort. Dia sangat terkagum-kagum dengan hal yang membahas Keyblade War. Dia menilai hidup berdampingan dengan Cahaya dan Kingdom Hearts seperti yang tertulis di sejarah Keybalde War, sangat membosankan. Jadi, dia bereksperimen (mengacak-acak lebih tepatnya) atas Cahaya dan Kegelapan dunia. Dia mencapai satu solusi dalam eksperimennya bahwa dia harus menciptakan ulang X-blade. Perpanjangannya maka dia akan bisa mengklaim hak kepemilikan atas Kingdom Hearts. Aspirasinya dengan X-blade ada di tangannya, dia mampu mengontrol semua dunia yang terpecah ke dalam pecahan kecil dari akibat Keyblade War. Nantinya, dunia di bawah kekuasaannya, Cahaya dan Kegelapan mampu hidup berdampingan. Tidak peduli dua elemen tersebut akur atau tidak akur. Dia sadar apabila menginginkan semua ini, dia akan mendatangkan Keyblade War yang kedua. 


Master Xehanort
Yang jelas, dalam pikiran Master Xehanort adalah "Dunia dipenuhi hal baik dan positif terus merupakan dunia yang tidak sehat dan tidak seimbang, akhirnya membuat masyarakat keenakan tinggal di dunia jadi, mengapa tidak kita tambahkan hal buruk dan negatif (yang pasti tidak membuat nyaman) ke dunia? Nah itu, baru dunia ideal! Dan penuh tantangan! Plus, saya memiliki semua sumber daya, kompetensi, dan kapasitas yang sangat memadai untuk mewujudkannya!". 


Vanitas / The Masked Boy
Master Xehanort menemukan cara untuk menciptakan ulang X-blade. X-blade akan muncul apabila Heart yang murni cahaya dipertemukan dengan Heart yang sama sekali kosong cahaya. Master Xehanort menggunakan murid didiknya yaitu Ventus sebagai percobaan dari eksperimennya yang satu ini. Dia mengekstrak Heart Ventus dan akhirnya Vanitas lahir. Makhluk bernama Vanitas itu merupakan bayangan Ventus yang memiliki Heart penuh kegelapan dan karenanya, Heart milik Vanitas berlawanan dengan Heart milik Ventus yang sudah murni cahaya karena pengekstrakan yang Master Xehanort lakukan kepadanya. Singkatnya, Heart Vanitas adalah bilah setengah dari Heart Ventus.

Pengekstrakan terhadap Ventus, membuatnya koma. Hal ini dinilai sebagai kegagalan karena Ventus tidak sanggup menahan sakitnya dan untuk Master Xehanort bisa menciptakan ulang X-blade. Oleh karenanya, Ventus diantarkan ke Destiny Islands (kampung halaman Master Xehanort) untuk hidup tentram dan normal. Akan tetapi, tanpa disangka, Ventus memanggil Keyblade walau dalam keadaan pingsan dan ini membuat Master Xehanort senang karena Ventus masih bisa berguna. 

Merasa tidak mampu mendidik Ventus dan Vanitas sekaligus, Master Xehanort memisahkan mereka. Alasannya adalah dorongan Vanitas untuk menyakiti Ventus sangat kuat sehingga takutnya eksperimen X-blade yang diinginkannya gagal total. Ada juga alasan lain yang membuat Master Xehanort harus memisahkan mereka yaitu dia merasa bukan guru yang tepat lagi untuk Ventus yang merupakan anak sangat baik dan manis. Master Xehanort bersimpati kepada Ventus karena selama di bawah didikannya, dia diperlakukan agak keras dan ketat sehingga terkadang membuat Ventus menangis. Jadi, Ventus diantarkan ke kediaman teman lama yang sudah di anggap saudara di Land of Departure. Master Xehanort menyadari bahawa teman lamanya tersebut merupakan orang yang sangat baik karenanya, dia bisa menjadi guru baru dan lebih baik untuk Ventus.

Ke Land of Departure dan bertemu dengan teman lama untuk mengantarkan Ventus merupakan sebuah reuni. Master Xehanort sudah bertahun-tahun tidak menemuinya. Pertemuan terakhir dia dan teman lamanya yang bernama Master Eraqus adalah ketika mereka bertengkar atas semua ide yang dikemukakan Master Xehanort yang disadari Master Eraqus akan menimbulkan bencana seperti Keyblade War dulu. Pertengkaran yang sudah lama terjadi ini menyebabkan wajah Master Eraqus "bercodet" terkena sabetan Keyblade Master Xehanort.  


Master Eraqus
Tidak butuh waktu lama Master Xehanort meyakinkan Master Eraqus untuk menerima Ventus sebagai murid barunya. Di reuni, tanpa siapapun yang tahu, Master Xehanort merasakan getaran Heart kegelapan yang berasal dari satu murid Master Eraqus. Master Xehanort ber"eureka" karena sudah menemukan host yang sangat potensial untuk mentransfer Heart miliknya. Murid Master Eraqus yang malang tersebut adalah Terra


Terra, Ventus "Ven", Aqua
Terra, Aqua, dan Ventus sama-sama berkeinginan menyempurnakan pelatihan Keyblade. Caranya adalah mendapatkan Mark of Mastery (Indonesia: Cap Keahlian) sebagai bukti menjadi seorang Keyblade Master (Indonesia: Master Keyblade). Master Eraqus memilih Terra dan Aqua untuk di uji lebih dulu. Ventus akan di uji lain hari karena di mata Master Eraqus, Ventus masih terhitung "sangat baru" sebagai pemegang Keyblade. Tapi, di dalam hati, Master Eraqus menyimpan rahasia bahwa dia sengaja tidak mengikutsertakan Ventus ke dalam ujian, besar kemungkinan curiga dengan permainan yang mungkin sedang dipermainkan oleh Master Xehanort karena Master Eraqus masih sulit mengesampingkan percakapan saat mereka bertengkar dulu dan dengan adanya kejadian Master Xehanort muncul tiba-tiba di hadapannya setelah sekian lama sambil membawa Ventus untuk dititip, bagi Master Eraqus adalah hal yang patut diawasi. 

Ujian yang diikuti oleh Terra dan Aqua akan ikut dinilai oleh Master Xehanort yang di undang Master Eraqus sebagai guru tamu. Akan tetapi, tanpa ada yang tahu, Master Xehanort menyelundupkan kegelapan ke dalam ujian sehingga merusak suasana ujian. Aqua berhasil mengatasi kegelapan itu dengan tangkas. Tapi di sisi lain, Terra menyerah kepada kegelapan itu dan hal ini membuat Master Xehanort sungguh senang karena Terra masih calon host yang tepat untuknya. 

Master Eraqus memberi Mark of Mastery kepada Aqua dan meresmikan dia sebagai Master Aqua. Walaupun Master Eraqus tidak memberi Mark of Mastery kepada Terra, dia masih butuh bantuannya untuk mengecek makhluk ganjil yang sedang tumbuh pesat di banyak dunia yang di sebut Unversed. Terra menyetujui untuk investigasi Unversed. 

Tidak hanya meminta bantuan kepada Terra tentang masalah Unversed, Aqua juga harus terlibat dalam pengecekan Unversed, terlebih karena dia sudah bergelar Master. Tanpa diketahui Terra, Aqua juga ditugaskan oleh Master Eraqus untuk mengawasinya supaya tidak tergelincir ke sisi kegelapan karena Master Eraqus khawatir pada Terra yang mudah menyerah dengan kegelapan saat ujian merupakan pertanda awal dia akan terikat kegelapan. 

Sementara itu, Ventus diprovokasi oleh Vanitas untuk pergi meninggalkan rumah. Tindakannya itu bertentangan dengan kemauan Master Eraqus dan Aqua. Pada akhirnya, Terra, Aqua, dan Ventus pergi berkelana menjelajah dunia dengan meninggalkan Master Eraqus sendirian melindungi Land of Departure. 

Di dalam petualangan solo Terra diceritakan bahwa dia gundah dengan perasaan mudah tunduk kegelapan saat ujian dan dia berusaha mencari cara ada yang bisa meredamnya. Disamping menceritakan bagaimana hasil Terra atas investigasi Unversed yang diminta Master Eraqus. Perasaan gundah yang dialaminya menuntunnya untuk mencari Master Xehanort yang diketahui Terra sedang memburu Seven Princesses of Pure Hearts (Indonesia: Tujuh Putri Pemilik Hati Cahaya Murni). Di petualangan solonya, Terra kolaborasi dengan Maleficent untuk mendapatkan lokasi tepat keberadaan Master Xehanort. Kolaborasi yang terbentuk diantara Terra dan Maleficent, jelas kolaborasi karena terpaksa. 

Petualangan solo Terra akhirnya membuat dia menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di dunia yang dinamai Destiny Islands. Disana dia berpas-pasan dengan dua anak laki-laki kecil. Dua anak laki-laki kecil tersebut menyadari kedatangannya sebagai wajah baru di pulau tetapi, hanya satu anak laki-laki kecil yang berambut perak yang berani menyapa Terra. 

Terra mendapatkan nama anak laki-laki yang menyapanya yaitu Riku. Melihat ada bakat potensial heroisme pada diri Riku, tanpa pikir panjang, Terra melangsungkan prosesi pewarisan Keyblade dan kekuatannya kepada Riku. Nama prosesi tersebut adalah Keyblade Inheritance Ceremony (Indonesia: Prosesi Upacara Pewarisan Keyblade). Karena Riku menerima pewarisan tersebut maka nantinya, Riku akan bisa memegang dan mengayunkan Keyblade bila diinginkan dalam keadaan apapun. 


Terra & Young Riku
Inti dari petualangan solo Terra adalah kalian diperlihatkan bahwa Terra perlahan-lahan kerasukan saran (godaan lebih cocok) Master Xehanort sehingga Terra mulai berani menggunakan kekuatan kegelapan di setiap pertempuran.  

Petualangan solo yang dilalui Ventus menuntunnya untuk mengurai masa lalu sebelum bersama Master Eraqus dan dua sahabatnya. Oh ya, setelah sadar dari koma sebagai akibat pengkestrakan, Ventus mengalami amnesia maka tidak heran di Kingdom Hearts: Birth by Sleep, sangat menggebu-gebu untuk mendapatkan jawaban tentang masa lalunya. Sampai sekarang belum ada pemberitahuan apakah dia memepertahankan ingatan hidup di masa Union X ketika dulu masih dilatih oleh Master Xehanort. Bisa jadi, dia amnesia di akhir cerita Union X, entah karena apa... Lalu dipungut oleh Master Xehanort.

Ventus mudah menjalin pertemanan dengan hampir semua orang yang ditemuinya selama petualangan solonya. Hal ini membuat Vanitas sangat cemburu sehingga Vanitas tidak henti-hentinya berselisih dengan Ventus karenanya. Perselisihan yang terjadi di antara keduanya memang di atur sengaja oleh Master Xehanort. Perselisihan tersebut diharapkan X-blade akan tercipta. Ketika Ventus dikirim pulang ke Land of Departure oleh Master Xehanort dan memberitahu Master Eraqus tentang X-blade dan ikatan dirinya terhadap X-blade, sekejap Master Eraqus kaget (terlebih karena kecurigaannya terbukti benar). Akhirnya Master Eraqus berkesimpulan yaitu Ventus harus di bunuh untuk menggagalkan X-blade tercipta dan aspirasi Master Xehanort tidak pernah terwujud. Ventus tidak keberatan atas hal tersebut. Sayangnya, saat Master Eraqus bersiap membunuh Ventus, Terra datang. Ventus tidak berhasil meyakinkan Terra bahwa Master Eraqus melakukan hal benar demi menyelamatkan dunia. 


Angry at Master Eraqus
Konflik antara dua murid dan guru tersebut tinggal menyisakan Terra dan Master Eraqus yang sama-sama marah. Terra marah terhadap Master Eraqus karena tidak mempercayainya untuk mengecek kegelapan yang bersemayam di dalam dirinya sampai menyuruh Aqua untuk mengawasinya atas pesan Master Eraqus. Lalu, Master Eraqus dirasa menahan potensi Terra yang sesungguhnya. Terakhir, berupaya membunuh Ventus. Dan karenanya, Master Eraqus bukan lagi guru yang bisa dipercaya. Terra meluapkan semua amarahnya setelah berhasil dimanipulasi Master Xehanort untuk bertindak demikian. Sementara itu, Master Eraqus marah kepada Terra karena muridnya yang satu ini tidak mau menerima semua klarifikasi yang disampaikan. Dan, sebuah pertarungan pun terjadi.

Terra berhasil melumpuhkan Master Eraqus dan sangat menyesal telah melakukannya. Master Eraqus meyakinkan Terra bahwa yang salah bukanlah Terra melainkan dirinya karena guru yang bodoh sampai-sampai tidak percaya pada muridnya dan guru yang lalai menjaga kegelapan di dalam diri Terra. Di tengah pembicaraan mereka yang cukup mengharukan itu, tiba-tiba Master Xehanort menikam Master Eraqus dari belakang. Dan membuatnya langsung tewas di depan mata Terra. Karena ditinggal pelindung yaitu Master Eraqus, Land of Departure ditelan oleh kegelapan sehingga mendorong Terra lari untuk menyelamatkan diri dan juga untuk mengikuti arahan Master Xehanort untuk bertemu di Keyblade Graveyard.


Master Eraqus' Death
Petualangan solo Aqua dihabiskan dengan usaha dan upaya menemukan dua sahabatnya. Aqua selalu datang ke satu dunia setelah Terra. Selama begitu, dia mendapatkan kenyataan pahit atas perbuatan buruk Terra di masing-masing dunia. Bahkan sahabatnya itu menjalin kerja sama dengan hampir semua antagonis di masing-masing dunia sehingga Aqua sangat cemas bahwa Terra hampir kerasukan kegelapan. Aqua dihadapi kenyataan lain bahwa dia bergulat mengartikulasikan kecemasannya untuk Ventus. Suatu saat dia berkata jujur tetapi, Ventus mencaci maki Aqua karena sok-sokan berperan sebagai orang tua yang terlalu cemas yang bahkan tidak percaya pada Terra. 


Aqua Meets Young Sora & Young Riku
Sama seperti Terra dan Ventus, Aqua juga mengunjungi Destiny Islands dan bertemu dengan dua anak laki-laki kecil yang masing-masing bernama Riku dan Sora. Aqua tergoda untuk mewariskan Keyblade miliknya dan kekuatannya kepada Sora tetapi, dia dihinggapi keraguan hingga akhirnya membatalkannya. Alasannya karena dia merasakan Riku sudah menjadi pewaris Terra, bila Aqua tetap mewariskan Keybalde dan kekuatannya kepada Sora, Aqua takut hal ini akan menghancurkan persahabatan mereka. Tanpa disengaja, Aqua malah mewariskan Keyblade dan kekuatannya kepada Kairi kecil yang ditemuinya di Radiant Garden. Hal ini terjadi karena Kairi memegang Keyblade milik Aqua ketika berusaha melindungi diri dari serangan Unversed. 


Kairi Grabbed Aqua's Keyblade
Sosok penting yang sezaman dengan Master Eraqus dan Master Xehanort yaitu Yen Sid ditemui oleh Aqua. Yen Sid adalah seorang mantan Keyblade Master yang lebih memilih untuk menjadi penyihir dan cendekiawan walau begitu, Yen Sid masih terus mengawasi keseimbangan Cahaya dan Kegelapan di dunia. Yen Sid mengutus muridnya yaitu Mickey Mouse ke beberapa dunia untuk membantu murid didik Master Eraqus. Dari Yen Sid, Aqua mendapatkan kabar atas kematian Master Eraqus. Yen Sid menyuruh Aqua untuk ke Keyblade Graveyard karena dua sahabatnya terlihat ada disana. 


Yen Sid
Keyblade Graveyard merupakan lokasi kedua Terra, Aqua, dan Ventus berkumpul jadi satu (lokasi pertama adalah Radiant Garden). Pertarungan terakhir yang sengit terjadi disana. Pertarungan Terra, Ventus, Aqua, Mickey, melawan Master Xehanort dan Vanitas. Di pertarungan ini, Master Xehanort berhasil membajak penuh tubuh Terra dengan mentransfer Heart miliknya kepadanya. Tapi, akal atau otak Terra memberontak untuk mengambil alih lagi kepemilikan tubuh dan Heart miliknya. Akal Terra yang berontak ini di sebut Lingering Will.   


Terra-Xehanort Versus Lingering Will
Ventus dan Vanitas menyatu jadi satu dan berhasil menciptakan X-blade. Tapi, Ventus berontak sehingga mengakibatkan X-blade dalam keadaan rusak. Mereka kembali berselisih. Di akhir perselisihan, Heart milik Ventus remuk dan dia jatuh koma. Di sisi lain, Vanitas "mati" dan Unversed ikut hilang seiring "kematiannya". Mickey hanya menyelamatkan Aqua dan Ventus. Mickey tidak bisa menemukan Terra sehabis pertempuran sengit di Keyblade Graveyard.  


Ventus-Vanitas
Aqua memutuskan pulang ke Land of Departure sambil membawa Ventus bersamanya. Alangkah terkejutnya Aqua melihat kampung halamannya ditelan kegelapan. Dia teringat pesan rahasia Master Eraqus atas langkah apa yang harus di ambil bila ada sesuatu yang menghancurkan Land of Departure sebagai tanah netral dari Cahaya atau Kegelapan. Dengan berat hati, Aqua melaksanakan pesan rahasia tersebut.

Aqua mengambil Keyblade milik Master Eraqus dan selanjutnya mengubah Land of Departure menjadi Castle Oblivion. Castle Oblivion bisa di bilang adalah pengaburan atas lokasi yang sebelumnya berdiri dan pengaburan atas sejarah yang terukir di Land of Departure hingga sampai pada alasan Castle Oblivion tercipta. Castle Oblivion juga dijadikan tempat perlindungan untuk menyimpan tubuh koma Ventus. Hanya Aqua yang tahu keaslian dari semua jejak rekam peristiwa di Land of Departure dan Castle Oblivion sekaligus Pelindung tubuh Ventus di dalam istananya sehingga bisa dikatakan dia adalah Juru Kunci untuk semua ini.


Aqua in front of Castle Oblivion
Aqua menuju Radiant Garden. Disana dia menemukan Terra yang berperilaku ganjil. Aqua akhirnya sadar bahwa yang mendiami tubuh Terra, bukanlah pemilik aslinya melainkan Master Xehanort. Pertempuran tidak terelakkan dimulai. Pada akhirnya, Aqua terperangkap di dalam Realm of Darkness (Indonesia: Alam Kegelapan) demi menyelamatkan Terra. Gabungan Terra dan Master Xehanort (lebih umum di kenal sebagai Terra-Xehanort / Terranort) terdampar tidak jauh dari kediaman Ansem the Wise dan di sebelah tubuhnya terdapat baju zirah milik Aqua. Ansem the Wise menemukan Terra-Xehanort dan bertanya kepadanya identitasnya. Kata "Xehanort..." yang keluar dari mulutnya sebelum kembali jatuh pingsan. 


Ansem the Wise & Unconscious Terra-Xehanort
Sementara itu, di tempat yang jauh sekali dalam kesadaran Terra-Xehanort, Terra dan Master Xehanort bertengkar atas dominasi tubuh Terra-Xehanort. Master Xehanort terhenyak bahwa Terra bisa masih ada dan sulit dilenyapkan. Akhirnya dia tahu alasannya. Adalah Heart Master Eraqus masuk ke dalam diri Terra yang mampu melindunginya dari aksi jahat Master Xehanort. Terra menghina Master Xehanort karena aspirasi dan ide miliknya telah gagal total di Keyblade Graveyard. Tapi, Master Xehanort tersenyum licik bahwa dia telah memiliki back up plan yang tinggal menunggu terlaksana.  

0.2. Kingdom Hearts: Birth by Sleep -A Fragmentary Passage: Part I-

Cerita ini mulai tidak lama setelah akhir cerita Birth by Sleep. Aqua berhasil menghentikan Master Xehanort untuk memulai Keyblade War kedua tapi sayangnya, dia tidak berhasil dalam upaya menyelamatkan dua sahabatnya. Nasib terakhir Terra yaitu di bajak oleh Master Xehanort. Nasib Ventus yaitu koma dan tidak tahu kapan dia akan bangun dari tidur yang menyerupai mati itu. 

Aqua memilih untuk menyelamatkan Terra daripada menyelamatkan dirinya ketika sama-sama jatuh ke Realm of Darkness. Dia akhirnya terdampar di bagian Realm of Darkness yang paling dalam. Di dalam alam yang suram dan gelap ini, Aqua hanya bisa berkelana terus dengan harapan menemukan jalan kembali ke dunianya. Waktu tidak berjalan di Realm of Darkness sehingga Aqua hanya bisa menduga bahwa dirinya pasti sudah sangat lama berkelana di alam ini. Sampailah akhirnya, Aqua menemukan dirinya sedang berada di sebuah tempat yang mirip dengan dunia Cinderella

Selain dunia Cinderella yang ditemukan, Aqua juga menemukan dunia Snow White dan Tujuh Kurcaci dan Aurora. Aqua berhipotesis tiga dunia bisa jatuh dari "dunia atas", pasti diserbu Kegelapan dan penghuni dunianya dirundung putus asa, kesepian, dan dibayang-bayangi Kematian. 

Selama berkelana di Realm of Darkness, Aqua terus dihantui bayangan Terra dan Ventus. Sampailah di satu titik cerita, Aqua mampu berkomunikasi dengan Heart milik Terra. Aqua diselimuti perasaan bahagia karena bisa melihat sahabatnya itu. Saking bahagianya, Aqua nyaris memberikan petunjuk keberadaan Ventus tapi, Terra yang asli muncul dan langsung mencekik leher Terra-Xehanort yang rupanya dari awal mengajak ngobrol Aqua. Terra dan Terra-Xehanort beradu gulat demi hak kontrol dan akhirnya lenyap sehingga membuat Aqua sekali lagi sendirian. Aqua pun melanjutkan pengembaraannya.


"I messed up. Xehanort is part of me."
Tiba-tiba Aqua melihat Mickey yang sedang berupaya menemukan Keyblade of Darkness (Indonesia: Keyblade Kegelapan) milik Realm of Darkness. Mickey memberitahu Aqua bahwa dia dan teman-temannya sedang dalam misi untuk menghentikan Kegelapan dan antek-anteknya. Kata Mickey, antek-anteknya disebut Heartless. Cara penghentiannya adalah dengan mentup dan menyegel Door to Darkness (Indonesia: Pintu Ke Kegelapan). Aqua bersedia untuk membantu Mickey untuk mendapatkan Keyblade of Darkness.

Keyblade of Darkness rupanya berada di Destiny Islands yang membuat Aqua terhenyak bahwa pulau ini juga jatuh ke Realm of Darkness. Aqua diajak oleh Mickey untuk ikut bersamanya kembali ke dunia atas (Mickey menyebut dunia atas dengan istilah Realm of Light alias Alam Cahaya) tapi, Aqua malah berujar bahwa seseorang harus ada yang tinggal di Realm of Darkness untuk melindungi Mickey dan teman-temannya ketika menutup dan menyegel Pintu. Teman-teman Mickey itu, tidak lain adalah Sora dan Riku yang sudah remaja.


Mickey Seals Door to Darkness With Keyblade of Darkness
Upaya penutupan dan penyegelan Pintu berhasil. Aqua mengomentari satu hal ke Mickey bahwa Kingdom Hearts yang dilihatnya di Realm of Darkness, tidak sama dengan Kingdom Hearts yang dia lihat di Keyblade Graveyard. Sayangnya sebelum bisa berkomentar lebih jauh, Aqua diseret oleh segerombolan Heartless sehingga memisahkan dirinya dari Mickey. Aqua terdampar di pantai Destiny Islands. Disini dia bertekad akan terus bertempur walaupun rasa sepi dan putus asa bercampur jadi satu di hatinya. Destiny Islands akhirnya terlahir kembali untuk berada di "dunia atas". Sekali lagi, Aqua jatuh ke dalam kegelapan. 


Aqua Meets Hooded Ansem the Wise
Setelah kejadian itu, Aqua bertemu dengan laki-laki tua yang memakai jubah hitam di tempat yang dinamai Dark Meridian. Laki-laki tua itu tidak lain lagi adalah Ansem the Wise. Menjelaskan kepada Aqua bahwa dia membantu satu remaja untuk menyelamatkan dunia. Aqua menebak nama remaja tersebut Ventus atau Terra. Ansem the Wise menyangkalnya. Laki-laki tua itu menyebut nama Sora. Mendengar nama Sora, Aqua tersenyum dan menangis karena dialah yang akan membantunya nanti keluar dari Realm of Darkness.   

1.0. Kingdom Hearts (Kingdom Hearts: I) / Kingdom Hearts: Final Mix (Kingdom Hearts I: Final Mix)

10 Tahun telah terlewati. Awal cerita Kingdom Hearts: I yang paling awal adalah Ansem the Wise sama sekali tidak ragu pada keuletan anak didiknya yaitu Xehanort (ini sebenarnya Terra-Xehanort yang amnesia dan memakai tubuh Terra) tetapi, walaupun Ansem the Wise memuji anak emasnya yang satu ini, dia melarang keras Xehanort untuk melanjutkan percobaan memisahkan Heart seseorang (tolong pahami bahwa maksudnya Heart adalah roh / esensi dari seorang makhluk) dari tubuhnya. Alasan pelarangan itu karena Ansem the Wise menilai percobaan tersebut sangat tidak manusiawi (ngomong-ngomong Mickey ada campur tangan dalam memengaruhi pendirian Ansem the Wise untuk menolak). Penolakan keras Ansem the Wise memancing amarah sengit pada diri Xehanort yang memutuskan untuk merebut nama dan prestasi Ansem the Wise sementara Xehanort pelan-pelan sembuh dari amnesia suatu hari nanti.


Xehanort
Adegan di atas memang bukan tampil di Kingdom Hearts I. Adegan itu tampil di Kingdom Hearts: II. Penulis menaruhnya disini supaya tetap berjalan sesuai lini masa. Sekarang, masuklah ke dalam plot cerita Kingdom Hearts I.

Sekarang Sora dan Riku sudah beranjak dewasa. Mereka masih tetap bersahabat baik. Duo ini bertambah menjadi tiga karena kehadiran Kairi yang tiba-tiba muncul di Destiny Islands di suatu hari. Akhirnya, Kairi diadopsi oleh Wali Kota Destiny Islands. 


Destiny Islands Trio
Kemana-mana, mereka selalu satu. Mereka juga selalu bertanya bagaimana rasanya hidup di luar pulau yang di rasa pulau yang mereka tinggali semakin membosankan. Di dorong oleh hal ini, mereka mulai membangun sebuah kapal kecil. 

Di malam yang celaka, sesosok makhluk berjubah cokelat yang tidak memperlihatkan wajahnya sama sekali datang menghampiri Sora dan berkata kepadanya bahwa "Dunia ini telah terhubung." Setelah kehadiran sosok itu, badai dan gerombolan Heartless menyerang Destiny Islands. Sora terhenyak di tangannya muncul senjata berbentuk kunci di tengah badai sehingga dia berusaha mengusir Heartless dari pulau dengan memakai senjata tersebut. Di tengah dahsyatnya badai, tidak diketahui bagaimana caranya, Heart milik Kairi bisa menjangkau Sora. Sora berusaha memeluknya tapi, Kairi langsung hilang dari pandagannya. Demikianlah cerita Sora terpisah dari Riku dan Kairi telah selesai.

Sementara itu, di dunia lain terjadi kegundahan karena Mickey hilang. Sebagai seorang Raja, hilangnya Mickey membuat para penghuni Disney Castle diselimuti perasaan khawatir atas masa depannya dan masa depan dunia yang dia pimpin. Hal ini membuat dua bawahan setianya yaitu Donald Duck dan Goofy untuk pergi mencari keberadaan Sang Raja dengan harapan menyembuhkan perasaan khawatir tersebut.

Bersamaan dengan dua peristiwa yaitu penghancuran Destiny Islands dan hilangnya Mickey, dunia lain sedang di ambang titik nadir untuk dilalap Kegelapan. Kondisi dunia seperti itu, disadari Mickey dan membuatnya frustrasi (sehingga menyebabkan dia hilang dari Disney Castle untuk berusaha mencari info cara penyelamatan). Mickey pernah berkata kepada Donald dan Goofy, apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya dan dunia, pergi dari Disney Castle untuk menemukan Keyblade Master selain dirinya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Nah, ini juga alasan lain Donald dan Goofy keliling dunia :).

Sora yang telah terpisah dari dua sahabatnya, terbangun di Traverse Town. Disinilah Sora di beritahu oleh Leon (nama panggilan asli yang sebenarnya adalah Squall), Donald, Goofy, AerithYuffie, Cid, dan Merlin untuk melaksanakan tugas yang semestinya sebagai seorang pemegang Keyblade. Para pemegang Keyblade bisa "menggembok" / "mengunci" Keyhole (Indonesia: Lubang Kunci) yang terdapat di tiap dunia. Fungsi Keyhole adalah pelindung Heart yang ada di tiap dunia (Heart kali ini disamakan dengan Jantung / Hati yang menopang sebuah dunia berdiri. Analoginya adalah Inti / Kromosom Planet di dunia nyata kita). Heartless mengincar untuk "membuka kunci / gembok" Heart yang tersebar di banyak dunia jadi Sora harus pergi keliling dunia untuk mencegah hal itu dan membantu para penghuninya bebas dari segala ancaman. Donald dan Goofy setuju untuk mengawasi Sora menjadi pemegang Keyblade andal dan mereka juga berpetualang keliling dunia untuk menemukan Riku, Kairi, dan Mickey.    


Let's Go!
Mereka menemukan Riku yang telah membentuk aliansi dengan Maleficent. Riku mencoba cari tahu apa yang terjadi pada Heart milik Kairi sampai bisa membuatnya koma. Tanpa Riku sendiri sadari, Maleficent sedang memanipulasinya untuk membantu mengumpulkan Seven Princesses of Heart yang sedang dicari-cari oleh Ansem, Pemburu Kegelapan. Maleficent percaya bila berhasil mengumpulkan Seven Princesses of Heart maka dirinya juga bisa menguasai seluruh dunia. 


Riku Holds Kairi
Pada akhirnya, Sora, Donald, dan Goofy bertemu Riku langsung di Hollow Bastion (dulunya adalah Radiant Garden). Mereka berseteru. Sora dan Riku bahkan sampai berduel untuk menentukan siapa yang berhak menyelamatkan Kairi. Pada awalnya, Sora kalah karena Keyblade "dicuri" dari tangannya tapi, Keyblade "menolak" Riku sebagai tuannya. Sora mengalahkan Riku dan sesuatu yang buruk terjadi. Diketahui bahwa Riku dirasuki oleh Ansem, Pemburu Kegelapan. 

Ansem, Pemburu Kegelapan tahu sedikit tentang Heart Kairi yang dia rasa tersimpan aman di dalam Heart milik Sora jadi, Ansem, Pemburu Kegelapan mencoba memancing Sora dengan hal ini selama mereka berbicara. Aksi Sora yang dilakukan setelahnya adalah menikam dirinya tepat di dadanya untuk melepaskan Heart Kairi dan kembali kepada pemiliknya. Gara-gara aksi Sora tersebut, Sora berubah menjadi Heartless. Kairi memecahkan dilema perubahan Sora dan akhirnya Sora kembali normal. 


Sora's Sacrifice
Aksi Sora yang menikam dirinya sendiri di Hollow Bastion, akhirnya dia menciptakan dua Nobody. Satu bernama Roxas untuk dirinya sendiri dan satu bernama Naminé untuk Kairi. Tapi, ini akan menjadi sangat penting di judul selanjutnya jadi, tolong sabar. Ada giliran untuk dijelaskan :).

Penulis lanjut ke Kingdom Hearts: I.

Sora sadar bahwa dia harus "mengunci" Keyhole terakhir. Sebagai hadiah perpisahan, Kairi memberinya jimat keberuntungan untuk menjaganya dari pertarungan akhir sehingga bisa pulang dalam keadaan selamat kepadanya (ngomong-ngomong jimat keberuntungan ciptaan Kairi mirip seperti Wayfinder yang di buat oleh Aqua dan di kasih ke dua sahabatnya 10 tahun lalu yang sama-sama terinspirasi dari buah Paopu. Buah yang hanya hidup di dunia seri Kingdom Hearts). 

Sora dan Riku menuju dunia terakhir yang bisa dikunjungi di Kingdom Hearts: I yaitu End of the World. Dunia ini berisi roh yang tersesat tepat setelah mati. Mereka berpisah dengan tujuan yang berbeda. Sora tetap mengikuti Ansem, Pemburu Kegelapan sampai ke lapisan terdalam dunianya yang penuh dengan kegelapan yang menelan semua dunia. Sora berhasil mengalahkan Ansem, Pemburu Kegelapan. Tapi, Door to Darkness telah terbuka. Door to Darkness melindungi Kingdom Hearts yang terlihat di dunia ini. Kingdom Heartsnya tercipta dari abu sisa dunia yang telah hancur. Situasi semakin gawat karena Ansem, Pemburu Kegelapan berada di sisi yang bisa membuka Pintu itu dari dalam dan dia berniat membuka selebar mungkin untuk bisa disebrangi. 


Kingdom Hearts Final Battle
Ansem, Pemburu Kegelapan berhasil membuka lebar Door to Darkness dan dengan instan terbunuh karena kilau Cahaya yang tidak kuat dia hadapi. Pintu tidak tertutup dan banyak Heartless muncul yang berusaha untuk mengambil alih. Sora mampu menutup Pintu dari sisi dalam, sementara Riku dan Mickey menutupnya dari sisi luar (a.k.a. Realm of Darkness). Tidak lupa, Mickey juga "mengunci" Keyhole Realm of Darkness yang ada di sisi luar Pintu. Dengan Pintu tertutup total, Sora "mengunci" Keyhole dunia End of the World yang terdapat di sisi dalam Pintu. Door to Darkness akhirnya tersegel sempurna. 


The Death of Ansem, Seeker of Darkness
Selagi End of the World perlahan runtuh, Sora berjanji akan pulang dalam keadaan selamat kepada Kairi yang diam-diam menyusulnya. Mereka berpamitan dan Kairi sendirian pulang ke Destiny Islands yang pulih. Di akhir cerita, Sora tidak berniat untuk pulang ke Destiny Islands. Dia masih diselimuti semangat untuk melakukan petualangan apalagi berkunjung ke dunia yang belum dia temui dengan harapan bisa bertemu kembali dengan Riku dan Mickey yang melakukan petualangan berbeda dari dirinya. Jadi, dia menunda kepulangannya. Sekali lagi, Sora dengan di temani Donald dan Goofy, memulai lembar petualangan baru bersama. 

1.5. Kingdom Hearts: Chain of Memories / Kingdom Hearts: Re: Chain of Memories

Tidak lama setelah Kingdom Hearts: I selesai, petulangan Sora, Donald, dan Goofy menuntun mereka ke istana misterius. Mereka di sapa oleh laki-laki berjubah hitam lalu dituntun olehnya selama di dalam istana misterius tersebut yang di sebut olehnya Castle Oblivion. Laki-laki tersebut memberi Sora sebuah kartu yang dikonstruksi dari ingatan milik Sora. Sora, Donald, dan Goofy menjelajah dunia yang terdapat di tiap kartu yang didapatkan dari titik poin di semua lantai Castle Oblivion. Akan tetapi, tiap kali Sora naik satu lantai, ingatannya perlahan-lahan berubah. Jimat keberuntungan yang di kasih oleh Kairi kepadanya, malah diakui olehnya bahwa Naminé yang memberi kepadanya. Sebenarnya, Naminé merupakan seorang gadis yang digambarkan sebagai "Penyihir" oleh orang yang menawannya. Digambarkan demikian karena memiliki kuasa atas perasaan dan ingatan milik Sora dan digunakan untuk menggambar ulang ingatannya sehingga Sora bisa melayani tujuan dari orang yang menawan Naminé. 


First Card
Sosok laki-laki berjubah hitam yang sangat menonjol selama Sora, Donald, dan Goofy berada di Castle Oblivion yaitu Marluxia yang memperkenalkan diri kepada mereka merupakan salah satu anggota Organization XIII. Kemudian, dia mengaku bahwa telah memanfaatkan kekuatan milik Naminé untuk memanipulasi ingatan Sora dan mengambil alih hak kepemilikan Keyblade yang berada di tangan Sora. 


Axel, Larxene, Marluxia, and Naminé
Sebenarnya, Organization XIII terdiri dari 13 anggota "Nobodies" (Nobody untuk singularnya) yaitu jenis makhluk yang lahir ke dunia ketika Heart dari satu individu telah dicuri (atau telah lepas) dan hanya tubuh serta roh yang tertinggal dari individu tersebut sehingga individu tersebut menjadi "mantan / bekas" dari sosok lamanya atau cangkang kosong dari sosok lamanya. Untuk menyimbolkannya, disematkan huruf X ke nama barunya yang merupakan nama anagram dari sosok lama individu tersebut oleh Pemimpin Organization XIII. Apabila satu individu memiliki Heart yang sangat kuat disertai dengan kehendak yang sama kuatnya maka Heart yang tercuri tersebut bisa menjadi makhluk "manusia" lagi yang biasanya dinamai Heartless, tapi, individu ini masuk ke dalam sub-jenis Heartless yaitu Emblem Heartless karena tidak lahir murni dari kegelapan. Heartless yang murni tetap disebut Heartless yaitu makhluk yang murni lahir dari kegelapan dunia. Isitlah Emblem Heartless jarang diucapkan oleh semua karakter Kingdom Hearts karenanya, Emblem Heartless dipanggil cukup Heartless sepanjang judul Kingdom Hearts tapi, istilah ini ditemukan dan dijelaskan perbedaannya dengan Heartless di dalam catatan laporan ilmiah semua judul Kingdom Hearts yang bisa diakses dari Menu.

Lain cerita bila Heart lemah disertai dengan kehendak sama lemahya maka Heart yang tercuri tersebut, biasanya tidak bisa memiliki penampilan "manusia" melainkan memiliki penampilan yang umum identik dengan Heartless yaitu hitam, bermata kuning, dan bentuk tubuh yang ganjil.


Marluxia, The Graceful Assassin
Di Kingdom Hearts: Chain of Memories jelas diperlihatkan kepada pemain bahwa 5 anggota Organization XIII yang menguasai Castle Oblivion dengan Marluxia bertindak sebagai Pengawas Castle Oblivion sebenarnya adalah kelompok sempalan / pengkhianat yang berusaha mengendalikan Sora demi menggulingkan rezim Pemimpin Organization XIII sekarang. Salah satu anggota yang bernama Axel di kirim oleh Pemimpin untuk menghilangkan keanggotaan mereka atau membiarkan mereka dihancurkan oleh lawan yang dilawan. 

Sora mengalahkan satu per satu anggota Organization XIII yang menghalangi jalannya. Axel tertinggal tetap sebuah teka-teki karena Sora belum mendapat simpulan pasti atas kesetiaan Axel kepada Organization XIII. Sora juga mendengar bahwa Riku yang dilawannya di Castle Oblivion hanyalah sebuah replika yang diciptakan oleh Organization XIII. Dengan bantuan Riku Replica (Indonesia: Replika Riku), Sora berhasil mengalahkan Marluxia. 


Friend or Foe?
Naminé mengakui perbuatannya dan meminta maaf sedalam-dalamnya karena telah mengutak-atik ingatan Sora sehingga lupa pada ingatan asli. Naminé berkata bisa menggambar ulang ingatan Sora dengan menghubungkan kembali ingatan Sora dengan semua rantai di dalam hatinya. Pertukaran dari tawaran Naminé itu adalah prosesnya akan memakan waktu hampir satu tahun dan Sora akan kehilangan ingatan selama berada di Castle Oblivion. Terbelah antara kehilangan mengingat petualangannya di Castle Oblivion dan melupakan Naminé dengan mengingat ingatan asli, dengan berat hati, Sora memilih untuk mendapatkan ingatan asli dan akhirnya disegel di dalam pod untuk tidur. 


"You have to choose, Sora."
Sementara itu, di ruang bawah tanah Castle Oblivion, Riku terbangun dari tidur setelah menutup Door to Darkness. Dia memulai perjalanannya sendiri. Dia menghadapi anggota Organization XIII yang ditempatkan di Castle Oblivion. Pertempuran dengan Riku dicatat oleh Organization XIII sebagai data yang digunakan untuk membuat Riku Replica. Tetapi, tantangan terbesarnya datang dalam bentuk sosok Ansem, Pemburu Kegelapan yang masih berada di dalam hati Riku dan dipaksa untuk menghadapi kegelapan di dalam dirinya. 


Riku and Mickey at Castle Oblivion
Bersamaan dengan Ansem, Pemburu Kegelapan, sosok lain yang dihadapi Riku adalah laki-laki berpakaian merah yang menyebut dirinya DiZ yang menuntut Riku untuk memilih sisi yaitu Kegelapan atau Cahaya. Dengan bantuan Naminé, Riku menyadari bahwa hanya karena dia menggunakan Kegelapan tidak berarti itu harus mengendalikannya. Kegelapan adalah bagian dari dirinya dan disamakan sebagai Cahaya karenanya, Riku tidak harus takut. Riku terbangun untuk menggunakan kekuatan kegelapan dan cahaya untuk mengalahkan Ansem, Pemburu Kegelapan dalam dirinya sendiri dan bergabung kembali dengan Mickey yang mengenakan jubah hitam seperti yang digunakan oleh Organization XIII untuk melakukan perjalanan melalui Kegelapan. Riku ikut memakai jubah hitam. Jubah hitam dipakai oleh keduanya untuk melindungi mereka dari efek Kegelapan di perjalanan mereka yang harus melalui Kegelapan pekat setelah dari Castle Oblivion. Mereka bertemu dengan DiZ di jalan yang mengklaim Riku telah memilih jalan menuju senja. Riku tersenyum dan menjawab bahwa jalan yang dipilihnya bukan senja melainkan jalan menuju fajar. 

1.5. Kingdom Hearts: 358/2 Days

Bersamaan dengan cerita Sora dan Riku menjelajahi Castle Oblivion, kisah lain datang dari internal Organization XIII. Anggota Organization XIII yang terpilih sebagai perwakilan untuk menceritakan kisahnya dan organisasi yang dinaungi olehnya kepada kalian yaitu anggota ke-13 bernama Roxas. 


New Name
Di suatu hari, Roxas terdampar di Twilight Town (kota yang berdiri di perbatasan Cahaya dan Kegelapan). Disana, dia ditemukan dan di beri nama anagram Roxas oleh Pemimpin Organization XIII yaitu Xemnas. Anehnya, dia memiliki kemampuan untuk mengayunkan Keyblade. Tugas yang harus dilaksanakan Roxas sebagai bagian dari Organization XIII adalah mengumpulkan banyak Heart (berkaitan dengan kemampuannya) dari hasil berburu Heartless dan menjalin pertemanan dengan anggota lain, khususnya Axel yang sering menemani Roxas duduk di atap Stasiun Twilight Town untuk melihat matahari terbenam sambil makan Sea Salt Ice Cream setiap Roxas selesai melaksanakan tugasnya. 

Waktu terus berjalan hingga akhirnya Xemnas menurunkan perintah untuk mengirim 5 anggota organisasi ke Castle Oblivion. Nama 5 anggota tersebut adalah Marluxia, Larxene, Zexion, Lexaeus, dan Vexen. Axel ikut diterjunkan kesana sebagai mata-mata Xemnas karena kelimanya sudah dirasakan oleh Xemnas berpotensi untuk menggulingkan kepemimpinannya. Dengan anggota organisasi berkurang dan Roxas ditinggalkan Axel, Roxas akhirnya dipasangkan dengan anggota ke-14 bernama Xion oleh Xemnas. 

Roxas dan Xion bekerja sama untuk saling membantu melaksanakan tugas masing-masing. Di satu misi, Roxas kaget atas Xion yang juga menggunakan Keyblade. Selalu menghabiskan waktu berdua membuat Roxas dan Xion akrab hingga sampai pada titik dimana Roxas mampu melihat wajahnya. Wajahnya mirip Kairi hanya saja berambut hitam pendek. Tempat favorit Roxas ketika senja pun menjadi tempat favorit Xion dan Xion juga ikutan menyukai Sea Salt Ice Cream seperti Roxas dan Axel. Kebersamaan Roxas bersama Xion sedikit terganggu karena Roxas jatuh tidur berhari-hari sebagai efek Naminé sedang memulihkan ingatan asli Sora. Tidur panjang Roxas sangat membuat Xion khawatir maka setiap hari sehabis menyelesaikan tugas, Xion datang menjenguk Roxas dan menyelipkan kerang laut di bawah bantal sebagai ucapan non-verbal "Semoga cepat sembuh".

Ketika Roxas bangun dari tidur panjangnya, dia menyadari bahwa 5 rekannya sudah di bunuh, hanya Axel yang berhasil selamat keluar dari Castle Oblivion. Setelah Axel kembali pulang ke markas utama, dia, Roxas, dan Xion bisa berkumpul bersama ke atap Stasiun Twilight Town untuk menjalani rutinitas disana. Di tempat itu juga, mereka berbicara tentang kerjaan, pertemanan, ingatan masing-masing, dan arti dari Heart yang mendefinisikan manusia sungguhan. Untuk Axel, berkumpulnya mereka bertiga ini membuat dirinya melihat wajah yang sama dilihat oleh Roxas pada diri Xion. Sebelum akrab dengan Xion, Axel melihat Xion sebagai sosok wajahnya tertutup total oleh jubah karena Xion diciptakan secara artifisial. 


Axel, Roxas, and Xion
Selagi Sora pulih di bawah pengawasan Naminé dan DiZ, ingatan yang dimiliki Roxas sendiri tentang beragam pengalaman miliknya mulai teraduk sehingga menyebabkan Roxas sering pusing dan sebentar-bentar kehilangan kesadaran. Di sisi lain, Xion mulai dihinggapi keraguan tentang keberadaannya setelah diserang oleh Riku yang mengklaim keberadaan dan Keyblade yang dimilikinya adalah palsu. Xion pernah gagal di salah satu misi sehingga menyebabkan koma.

Hari-hari Roxas berjalan normal tapi, Xion sehabis koma mulai berubah. Diam-diam Xion berani mengunjungi Castle Oblivion tanpa perintah dari Xemnas dan disana menemukan "apa" sebenarnya dirinya. Xion diciptakan sebagai replika dari Roxas. Dengan menggunakan ingatan bocor yang dicuri dari Sora yang sedang tertidur selama masa pemulihan sehingga Organization XIII memiliki rencana cadangan bila Sora terbukti tidak kooperatif atau tidak berguna untuk rencana Xemnas. Penampilan Xion yang menyerupai Kairi karena ingatan kuat Sora tentang Kairi. Kairi-lah pendorong kuat Sora untuk menjalani pemulihan ingatannya. Tetapi, sekarang Naminé sedang memulihkan ingatan asli Sora, Xion mulai menyerupai Sora. 

Patut diingat, penampilan Xion berubah-ubah dari satu individu ke individu misalkan, Xigbar melihat Xion berwajah Ventus (ini ada hubungannya dengan Xigbar sebelum menjadi Nobody dengan nama Braig di Kingdom Hearts: Birth by Sleep). Anggota Organization XIII yang lain melihat wajah Xion tertutup oleh jubah hitam yang dipakainya karena mereka tidak melihatnya sebagai seseorang. 

Kunjungan Xion ke Castle Oblivion diketahui Axel yang cemas dan marah karena tindakannya itu bersifat menentang Xemnas. Xion tidak menghiraukan kecemasan Axel, dia tetap melarikan diri keluar sebagai anggota Organization XIII. Terlebih Xion sudah mendapatkan kebenaran yang dicarinya. 

Roxas ditugasi oleh Xemnas untuk melacak Xion yang kabur. Dia berhasil menemukannya. Dia memanfaatkan pertemuan yang terjadi untuk meyakinkan Xion supaya pulang tapi, Xion malah mengancamnya dengan Keyblade miliknya untuk tidak sekali lagi meyakinkannya. 

Setelah mengetahui jati diri Xion yang sebenarnya, Roxas menyadari jati diri dan keberadaannya juga berupa tanda tanya. Dia kehilangan kepercayaan pada Axel dan Organization XIII yang banyak menyembunyikan hal dari dirinya. Jadi, Roxas memutuskan untuk keluar dari Organization XIII.

Dalam pelariannya, Xion menemui Naminé di Twilight Town. Dia bersedia untuk menyerahkan ingatan miliknya yang merupakan setengah atau seperempat dari ingatan Sora kepada pemilik yang sebenarnya (Sora). Dia juga menerima konsekuensi yang dijelaskan Naminé yaitu semua orang yang ditemuinya akan tidak ingat dirinya pernah ada di dunia. Sebelumnya, Xion di beri tahu oleh Riku bahwa bila dia ingin merasa utuh, sebaiknya kembali kepada dirinya yang sebenarnya. Semua perkataan Riku kepada Xion merupakan pendorongnya untuk mencari tahu kebenaran tentang jati diri dan meninggalkan Organization XIII hingga berakhir bertemu dengan Naminé.

Axel lagi-lagi berhasil mengetahui keberadaan Xion dan mereka berujung terlibat duel. Axel-lah yang berhasil membawa pulang Xion secara paksa ke markas utama. Axel pingsan setelah duel yang cukup menguras tenaganya lalu Xemnas datang untuk mengambil Xion yang juga hilang kesadaran.


Axel vs Xion
Bab terakhir cerita adalah menceritakan Roxas dan Xion saling berhadapan untuk terakhir kalinya. Xion yang sekarang berwajah Sora utuh telah terhipnotis untuk menjadi individu yang utuh dan nyata (alias manusia sungguhan. Heartless, Nobody, dan tiruan / replika; pokoknya, makhluk yang lahir menyimpang dari penciptaan manusia sesungguhnya, di seri Kingdom Hearts sering diperlakukan bukan manusia sungguhan atau makhluk utuh dan nyata). Xion berupaya "melahap" Roxas supaya hal itu kejadian. Akan tetapi, rencana asli Xion adalah Roxas mengakhiri keberadaannya dan membebaskannya dari siksaan yang dialaminya. Xion sadar Axel dan Roxas pasti tidak akan mau mengabulkannya makanya, dia mencoba cara keras. Pada akhirnya, Xion mendapatkan keinginannya dan membiarkan dirinya "terlahap" ke dalam Roxas. Dengan demikian, dia lenyap. Lenyapnya Xion menghasilkan dua hasil akhir yaitu menghambat pemulihan ingatan di diri Sora karena dia sengaja menyimpan ingatannya kepada Roxas dan menghalangi rencana Xemnas atas Kingdom Hearts.


Xion's Death
Dirundung perasaan bingung, sedih, dan marah, Roxas memutuskan melawan anggota Organization XIII yang tersisa dan Xemnas face to face untuk melepaskan Heart yang sudah terkumpul dan menghancurkan Kingdom Hearts. Axel memohon Roxas untuk tidak melakukannya karena hukuman berat yaitu vonis hukuman mati bisa dijatuhkan kepadanya sebagai ganjaran. Roxas tidak peduli atas permohonan Axel. 


"No one would miss me."
Akan tetapi, Roxas tidak cukup kuat untuk melanjutkan perjuangan solonya. Bila Roxas terbunuh sebelum mencapai Xemnas, Sora tidak akan pernah bisa bangun dari tidur pemulihannya jadi, DiZ mengirim Riku untuk membawa paksa Roxas bersamanya untuk di antar ke Twilight Town. 

Roxas dan Riku berduel. Di duel ini Roxas mendapatkan kemampuan untuk menggunakan dua Keyblade sebagai akibat Xion "terlahap" ke dalam dirinya. Dan di duel ini, Riku mendengar suara perempuan yang memohon kepadanya untuk menghentikan Roxas karena dilihatnya belum cukup kuat (suara ini sebenarnya Xion tapi, Riku sudah susah mengingat nama dan sosoknya). Pada akhirnya, Roxas menang duel sehingga memaksa Riku melepaskan kekuatan kegelapan yang selama ini di kekang olehnya. Keadaan berbalik, Roxas menjadi kalah karena kekuatan kegelapan Riku sangat kuat. DiZ datang mengecek Riku dan Roxas. 


Ansem (Riku) vs Roxas
Karena Riku melepaskan kekuatan kegelapan di dalam dirinya, dia mengambil rupa Ansem, Pemburu Kegelapan sekali lagi. Akhirnya, Riku dan DiZ kembali ke Twilight Town sambil membawa Roxas yang sedang pingsan. Lalu, mereka memutuskan Roxas ditempatkan ke dalam Twilight Town versi maya / virtual. Gunanya adalah mengamankan Roxas dari incaran Organization XIII karena dia sudah di cap pengkhianat dan lebih pentingnya, mengekstrak paksa ingatan Roxas untuk dikembalikan kepada Sora. 

Cerita Kingdom Hearts 358/2 Days selesai dengan diperlihatkan seorang laki-laki bernama Roxas yang bangun dari tidur di kamarnya setelah dikejutkan dengan mimpi aneh. Kemudian, dia berlari dengan suasana hati riang ke titik perkumpulan biasa bersama tiga sahabatnya. Hanya 7 hari liburan musim panas yang tersisa untuk mereka. 

2.0. Kingdom Hearts: II / Kingdom Hearts: II Final Mix+

Cerita ini dimulai dari Roxas yang bangun dari tidur di kamarnya di Twilight Town setelah mendapatkan mimpi aneh. Roxas sedang liburan musim panas dan berniat mencari kegiatan seru bersama Hayner, Pence, dan Olette selama 7 hari liburan musim panas yang tersisa. Roxas di ganggu oleh banyak orang dan rentetan mimpi aneh yang membuatnya tidak bisa menikmati liburannya sementara tiga sahabatnya, menjalani liburan dengan kondisi normal.


Left to Right: Pence, Hayner, Olette, Roxas
Roxas ditemukan oleh Axel yang berada di bawah perintah Xemnas untuk mencoba membawanya kembali ke Organization XIII. Axel juga diberikan perintah oleh Xemnas untuk membiarkan keadaan dimana DiZ dan Riku menghancurkan Roxas demi Sora bangun dari tidur pemulihan. Apapun hasil akhirnya, Xemnas berharap memiliki alat untuk menyempurnakan Kingdom Hearts. 

Roxas benar-benar tidak ingat keberadaan dan jati diri yang sebenarnya karena selama tinggal di Twilight Town versi virtual memakai identitas palsu yang ditanamkan DiZ ke dalam dirinya, tetap maju berjuang untuk mencari kebenaran dua hal tersebut dan sangat menentang kenyataan bahwa keberadaannya berutang pada Sora yang masa pemulihannya hampir selesai. 

Pada satu waktu, Roxas terhubung dengan Heart milik Kairi. Dari kontak tersebut, memicu Kairi untuk mengingat Sora setelah melupakannya selama setahun dan meyakinkannya untuk memulai pencariannya sendiri untuk Sora. Naminé mencoba turun tangan langsung dengan harapan bisa meyakinkan Roxas untuk bersedia mengikuti rencana DiZ dan Riku. Turun tangannya Naminé yaitu menjelaskan bahwa Nobodies (seperti dia dan Roxas) seharusnya tidak boleh ada di dunia dan menyatu dengan Sora maka Roxas tidak akan dihancurkan malahan yang ada, dia menjadi utuh kembali. Roxas menolak itu semua karena percaya dirinya adalah "I am ME! Nobody else!".  

Pada hari terakhir liburan musim panasnya, Roxas ingat siapa dia sebenarnya dan apa yang dia coba lakukan sampai memutuskan keluar dari Organization XIII. Dia menemukan Sora sedang tidur di dalam pod dan menyadari liburan musim panasnya harus berakhir. Semua ini terjadi karena tipuan DiZ dan Riku untuk Roxas mengaktifkan langkah terakhir (pindah ke Twilight Town asli) dan menyatu dengan Sora. 


"Looks like my summer vacation is... over."
Dengan kematian Roxas, ingatan terakhir Sora yang ada di diri Roxas kembali kepadanya maka Sora terbangun dari tidur pemulihan selama satu tahun. Reuni yang menggembirakan dengan Donald dan Goofy yang telah terjebak dengannya sepanjang tidurnya. Jiminy langsung memeriksa jurnal miliknya yang mencatat petualangan mereka. Jurnal Jiminy menjadi kosong karena terpengaruh dengan pemulihan. Alangkah kagetnya mereka ketika mendapati hanya ada satu frasa tertulis di dalam jurnal yang berbunyi, "Terima kasih Naminé." Mereka tidak mengenal 'Naminé' dalam lingkaran pertemanan sehingga tidak ambil pusing dengan nama itu.

Ternyata Mickey ada di Twilight Town dan menawarkan mereka bantuan untuk melawan Dusks (salah satu spesies Nobody) sebelum mengantar mereka ke kereta dengan janji untuk bertemu lagi segera. Sora, Donald, dan Goofy naik kereta ke The Mysterious Tower untuk bertemu Yen Sid. Di tengah jalan, mereka bertemu Pete yang merupakan mantan penghuni Disney Castle (Mickey mengusir Pete selamanya dari Disney Castle karena di anggap pembuat gaduh dan resah lewat semua perbuatannya yang sering berakhir bencana). Setelah di usir, Pete beraliansi dengan Maleficent. Namun, tampaknya dia sangat ketinggalan dalam berita karena tidak mengetahui kehancuran Maleficent setahun yang lalu. Sora, Donald, dan Goofy menakuti Pete sebelum bertemu dengan Yen Sid.

Yen Sid memperkenalkan "teman baru" kepada Sora, Donald, dan Goofy yaitu Nobody dan sosok yang selalu mengenakan jubah hitam yang dikenal sebagai Organization XIII. Setelah kelar semua urusan bersama Yen Sid, Sora, Donald, dan Goofy memulai petualangan baru yang diharapkan bisa menemukan Riku dan Mickey satu kali lagi. Akan tetapi, tidak lama setelah mereka pergi, terungkap bahwa Maleficent telah membangkitkan dirinya sendiri dan memulai petualangannya untuk membalas dendam kepada Sora, Donald, dan Goofy.

Di Hollow Bastion, Sora bertemu lagi dengan teman lamanya seperti, Leon, Aerith, Yuffie, Cid, dan Merlin. Dari mereka, Sora mengetahui Heartless masih menyebabkan masalah dimana-mana. Saat berurusan dengan mereka dan para Nobodies, baru sekarang di Hollow Bastion Sora berhadapan langsung dengan Organization XIII setelah bangun dari tidur panjangnya. Saat mengejar setiap anggotanya dari satu dunia ke dunia lain, Sora mengetahui Kairi telah diculik oleh dua anggota Organization XIII di Twilight Town. Penculik pertama adalah Axel tapi, karena Kairi curiga dengannya, dia lari masuk ke Corridor of Darkness lain yang terbuka di depannya sehingga Saïx menemukannya lalu menculiknya untuk dijadikan bait supaya Sora "termotivasi" untuk datang langsung ke markas utama. Penyelamatan Kairi menjadi objektif tambahannya di samping menemukan Riku dan Mickey. 

Pada kunjungan kedua ke Hollow Bastion, Sora, Donald, dan Goofy menemukan diri mereka terperangkap di dunia dalam komputer yang dimiliki oleh "Ansem the Wise." Mereka memperbaiki program dan kembali ke dunia nyata dimana mereka akhirnya bertemu kembali dengan Mickey.

Mickey membeberkan kebenaran yang membuat Sora, Donald, dan Goofy terkejut. Kebenaran yang diungkapkan Mickey adalah Ansem yang menguasai Radiant Garden -sekarang dikenal Hollow Bastion karena Heartless memporak-porandakan kota itu dan penghuni dunia yang selamat, terlalu sakit untuk menyebut kotanya 'Radiant Garden' sehingga memberi nama baru. Ujung-ujungnya penghuni menjadi lupa dengan nama asli- adalah Ansem the Wise, bukan Ansem, Pemburu Kegelapan yang di lawan oleh mereka satu tahun lalu. Tiba-tiba suara bergemuruh terdengar dari luar laboratorium sampai menyebabkan laboratorium bergetar. Sora, Donald, Goofy, dan Mickey terpaksa harus keluar darisana sebelum Mickey bisa menjelaskan banyak hal.

Sampailah mereka di The Great Maw, Hollow Bastion. Langkah Sora, Donald, dan Goofy terhenti karena melihat satu sosok Organization XIII berambut perak memandangi mereka dari atas. Mickey langsung mengalami flashback. Dia sekarang ingat bahwa Ansem, Pemburu Kegelapan sebenarnya adalah murid Ansem the Wise bernama Xehanort atau lebih tepatnya Xehanort yang membajak tubuh Terra (Terra-Xehanort) yang mencuri nama serta prestasi Ansem the Wise. Terungkap bahwa Xehanort memiliki wujud Heartless dimana menyebut dirinya Ansem, Pemburu Kegelapan dan wujud Nobody yang memimpin Organization XIII. Nama Nobody Xehanort adalah Xemnas. Ansem yang asli yaitu Ansem the Wise, hilang entah kemana. Sesudah penjelasan Mickey, pertarungan melawan 1000 Heartless mulai.


Battle of the 1000 Heartless
Xemnas memiliki rencana lain selama di Hollow Bastion. Dia ke ruangan rahasia yang dijuluki Chamber of Repose di laboratorium milik Ansem the Wise untuk berbicara dengan baju zirah kosong seolah-olah itu adalah teman baik. Baju zirah tersebut sebenarnya adalah milik Aqua. Menurut pengakuan Xigbar, aksi Xemnas yang ke ruangan rahasia dan "mengobrol" dengan seseorang di Chamber of Repose, selalu dilakukannya sampai-sampai karena penasaran, Xigbar pernah diam-diam menguping "isi pembicaraannya". Ketika Xigbar memberitahu Xemnas yang "aneh" itu kepada sesama rekan Organization XIII, mereka tidak peduli.


Xemnas Talking to Aqua's Armor
Pencarian Sora atas Kairi membawanya kembali ke Twilight Town. Dengan menggunakan versi virtual kota tempat Roxas menghabiskan liburan musim panasnya, Sora, Donald, dan Goofy menemukan jalan ke Alam Kegelapan. Akan tetapi, di tengah jalan, mereka disergap oleh gerombolan Dusks. Axel datang untuk menyelamatkan Sora dan mengorbankan dirinya untuk melindungi Sora yang juga adalah Roxas. 

Akhirnya, Sora, Donald, dan Goofy tiba di markas utama Organization XIII yang berlokasi di dunia The World That Never Was. Markas utamanya menyerupai istana. Dia menyusup ke markas utama, menumbangkan satu per satu anggota Organization XIII dan akhirnya, menemukan Kairi. Dia juga dipersatukan kembali dengan Riku yang telah berubah rupa menjadi Ansem, Pemburu Kegelapan sebagai hasil dari menggunakan kegelapan di dalam dirinya ketika melawan Roxas. 


Sora and Kairi
Sora, Donald, dan Goofy juga tahu bahwa Roxas dan Naminé adalah Nobody dari Sora dan Kairi sejak mereka kehilangan Heart di Kingdom Hearts: I. Sora, Donald, Goofy, dan Riku mengalahkan anggota yang tersisa dan menghalau serangan dari beragam spesies Nobody. Kairi turut serta ke dalam medan pertempuran dengan Keyblade miliknya sendiri. Anggota Organization XIII hanya Xemnas yang tersisa. 

DiZ dan Mickey mencoba peruntungan untuk menghancurkan Kingdom Hearts dengan mendigitalkan hati yang menyusunnya dan terungkap bahwa DiZ sebenarnya adalah Ansem the Wise selama ini. Ansem the Wise mengaku kepada Mickey, Sora, Donald, Goofy, Riku, dan Roxas bahwa hatinya terpenuhi dengan rasa dendam untuk semua murid yang telah mengkhianatinya karenanya, dia membuat mereka terluka dengan semua rencana pembalasan dendamnya.


DiZ er I mean... Ansem the Wise
Ansem the Wise memberitahu Mickey untuk bergabung kembali dengan Sora dan yang lainnya tepat sebelum mesinnya meledak dan mengambil sebagian besar Kingdom Hearts artifisial dengan mesinnya. Ledakan mesin tersebut memulihkan wujud asli Riku. 

Di puncak istana yang dekat dengan Kingdom Hearts yang berlubang, Sora, Donald, Goofy, dan Riku melewati Door to Darkness dan berhadapan dengan Xemnas. Sayangnya, Mickey dan Kairi terhempas keluar dari Pintu sehingga tidak bisa ikut melawan Xemnas.


"We''ll be together everyday."
Naminé membuka Corridor of Darkness. Donald, Goofy, Mickey, dan Pluto masuk ke dalamnya untuk kembali ke Alam Cahaya. Kairi mengucapkan terimakasih kepada Naminé yang sudah membuka jalan pulang. Lalu, secara simbolis, Naminé dan Roxas menerima tempat mereka bersama Kairi dan Sora, sosok Somebody (sosok asli) mereka.


A Letter from Mickey
Ketika Sora dan Riku mencoba mengikuti Kairi dan yang lainnya, gerbang tiba-tiba tertutup. Xemnas rupanya masih hidup. Mau tidak mau, Sora dan Riku terlempar ke pertempuran terakhir hanya berdua. Mereka mampu menumbangkan Xemnas, tetapi, tidak ada jalan keluar dari Alam Kegelapan hingga kaki mereka menapak di Dark Meridian. Di tempat itu, mereka menatap ke laut untuk siap menyerah karena tidak bisa balik ke Alam Cahaya. Ketika sedang menikmati deburan ombak, Riku dikejutkan dengan sebuah surat dalam botol. Surat itu di tulis oleh Kairi dan Riku menduga dialamatkan kepada Sora. Sebuah Door to Light muncul untuk menuntun mereka kembali ke rumah mereka yaitu Destiny Islands dengan Kairi, Mickey, Donald, dan Goofy menunggu kepulangan Sora dan Riku. Tidak lama kemudian, Sora dan Riku sedang menonton matahari terbenam ketika Kairi memberi mereka surat yang dia temukan. Isi surat itu meyakinkan mereka bertiga bahwa petualangan mereka belum berakhir. 

2.25. Kingdom Hearts: Coded / Kingdom Hearts: Re: Coded

Jiminy terkejut ketika menemukan pesan misterius di jurnal yang seharusnya kosong. Pesan misterius itu berbunyi, "Perasaan sakit mereka akan diperbaiki ketika kamu kembali untuk mengakhirinya." Untuk membantu lebih memahami pesan, Mickey menciptakan "datascape" dari dunia dalam jurnal. Tetapi, datascape itu penuh dengan bug sehingga Mickey harus bergantung pada Sora versi digital (bisa di sebut juga Data-Sora) untuk mendebug jurnal dari dalam.


Worrisome
Saat Sora versi digital menyusuri Destiny Islands yang ada di dalam datascape, dia bertemu sosok berjubah hitam yang menjelaskan bahwa mengungkap "Keyhole" adalah cara satu-satunya untuk memperbaiki dunia. Sora versi digital menemukan Keyhole di Traverse Town dan menggunakannya untuk pergi ke dunia berikutnya. Setelah Sora versi digital selesai berurusan ini, sebuah pesan baru muncul di jurnal dan Mickey yang ada di Disney Castle asli menjadi khawatir kemudian dia mendapati istana telah diserang oleh Heartless. Parahnya lagi, dia dan yang lain berujung terperangkap di perpustakaan.

Sekali lagi, Sora versi digital berhadapan dengan sosok berjubah hitam. Kali ini, ketika dia mengikuti sosok asing itu, dia menemukan dirinya di kamar yang sama dengan Mickey dan yang lainnya. Hal ini menjadi pertanyaan di benak Sora versi digital atas bagaimana dia yang digital bisa berada di tempat yang sama dengan mereka yang di dunia nyata.

Rupanya sosok berjubah hitam itu adalah Riku versi digital yang menjelaskan apa yang sedang terjadi. Riku dipilih oleh jurnal sebagai penyimpanan cadangan untuk melindungi datanya. Sekarang Riku dan jurnal itu satu dan sama. Dia telah membawa Mickey dan yang lainnya ke dalam datascape untuk membantu memecahkan pesan misterius itu. 

Dalam sekejap, seseorang mengambil alih jalan antara datascape dan dunia nyata. Tidak ada jalan keluar untuk Sora dan Riku versi digital dan Mickey serta lainnya untuk balik ke dunia nyata. Sora versi digital berangkat untuk memperbaiki lebih banyak dunia dan mengamankan jalan pulang untuk teman-temannya.

Ternyata Maleficent dan anak buahnya Pete adalah pelakunya (mereka sama-sama versi digital). Mereka merencanakan untuk melepaskan kegelapan di dalam datascape ke dunia nyata. Sora versi digital mencoba menghentikannya tapi, Sora versi digital menghancurkan Keybladenya dan Maleficent pun menculik Riku versi digital. Mickey menyusul Maleficent untuk menyelamatkan Riku versi digital. Sora versi digital mau tidak mau mengejar Mickey juga. Selagi dia mengejar Mickey, Keyblade ada lagi di tangan Sora versi digital berkat ikatan kuat persahabatannya dengan Donald dan Goofy.  

Pete telah menginfeksi Riku versi digital dengan bug dan mencoba untuk menempatkan dua sahabat melawan satu sama lain tetapi, setelah pertarungan singkat, Riku versi digital yang terinfeksi terjatuh. Sora menyelam ke datascape Riku untuk menyelamatkan sahabatnya dan mengalahkan Maleficent di dalam. 


"Extra Data"
Akan tetapi, bug yang asli yaitu Heartless, ternyata mengancam untuk menghapus seluruh datascape. Penghapusan itu adalah pertanda bahwa jurnal akhirnya pulih. Karena memulihkan jurnal itu sama saja dengan menimpa semua catatan perjalanan terbaru ini, Sora versi digital dan King Mickey harus mengucapkan selamat tinggal. Tetapi sayangnya, pesan misterius masih tetap sebuah misteri. Kembali ke dunia nyata, Mickey dan lainnya menerima pesan dari Riku versi digital bahwa "data tambahan" telah ditemukan. Mereka mau tidak mau meminta bantuan Sora versi digital untuk terakhir kalinya. 


Naminé (KH: Re: Coded)
Data tambahan merupakan dunia khusus yang dirancang untuk membuat Sora versi digital belajar cara mengatasi rasa sakit. Ketika Sora versi digital akhirnya bisa menerima rasa sakit itu, Naminé versi digital muncul di hadapannya. Dia menjelaskan bahwa di dalam diri Sora versi digital ada ingatan khusus milik banyak orang yang terhubung dengan Sora yang asli. Orang-orang tersebut dalam kondisi terluka dan pupus harapan. 

Isi pesan misterius yang muncul di awal cerita adalah cara Naminé versi digital menjangkau Sora yang asli dan mempersiapkannya untuk kebenaran itu. Mickey berjanji pada Naminé versi digital bahwa mereka akan menyelamatkan semua yang terluka. Kembali ke dunia nyata, Mickey menulis surat kepada Sora yang asli dan menjelaskan bahwa ada orang lain di luar sana yang hanya bisa diselamatkan olehnya. Surat ini nanti ditemukan oleh Kairi yang membawanya untuk di baca bersama Sora dan Riku.

2.5. Kingdom Hearts: Dream Drop Distance

Prolog Kingdom Hearts: Dream Drop Distance adalah secret ending yang terdapat di Kingdom Hearts: Re: Coded. Disini diceritakan Yen Sid sudah was-was kebangkitan Xehanort yang murni dan asli (a.k.a. Master Xehanort) akan terjadi tidak lama lagi. Yen Sid juga mulai mempertanyakan permainan apalagi yang akan dimainkan oleh Master Xehanort ke depannya. Mickey yang mendengar semua hal ini menjadi bingung karena tidak mungkin bisa Master Xehanort membangkitkan dirinya setelah Ansem, Pemburu Kegelapan dan Xemnas sudah dihancurkan oleh Sora dan kawan-kawan. 

Yen Sid kembali menjelaskan tindakan penghancuran atas Ansem, Pemburu Kegelapan dan Xemnas bisa jadi menuntun pada kebangkitan Xehanort yang murni. Mickey meyakinkan Yen Sid bahwa dirinya, Sora, dan Riku akan siap berperang apabila Master Xehanort terbukti berbuat jahat lagi. Yen Sid menegaskan ke Mickey bahwa Sora dan Riku tidak sekuat yang dia kira untuk benar-benar melindungi dunia karena mereka masih belum bergelar Keyblade Master seperti Mickey. Lalu, satu Keyblade Master di rasa tidak cukup mampu mengalahkan satu wujud Xehanort. Sebelum Mickey bisa berbalik bertanya di balik perkataan Yen Sid yang satu itu, Yen Sid memberi perintah kepada Mickey untuk memanggil Sora dan Riku ke kediamannya untuk mereka mengikuti ujian Mark of Mastery dimana Yen Sid bertindak sebagai Penguji. 

Selain kekhawatiran Yen Sid atas Master Xehanort, informasi penting lain yang disampaikan kepada Mickey adalah mereka hampir mendapatkan petunjuk keberadaan Aqua dan lokasi pasti Heart Ventus tetapi, Terra masih harus diupayakan untuk terus dicari. 

Sora dan Riku dibawa ke The Mysterious Tower untuk bertemu dengan Yen Sid dimana mereka diberikan ujian Mark of Mastery. Ujian ini memaksa Sora dan Riku untuk berjelajah ke dunia yang berlokasi di Realm of Sleep (Indonesia: Alam Tidur / Alam Mimpi). Realm of Sleep merupakan alam yang dikonsumsi oleh Heartless, kemudian dipulihkan tetapi, tidak pernah 'bangun' menjadi kenyataan dan membangunkan pengunjung dan penghuni dunianya. Untuk menjelajah Realm of Sleep, Yen Sid mengirim mereka kembali ke kejadian tepat sebelum Destiny Islands dimakan oleh kegelapan. Yen Sid menjelaskan bahwa perjalanan ke masa lalu adalah hal yang mungkin karena memiliki vessel disana untuk 'menerima' kesadaran. Ketika Sora dan Riku jatuh ke dalam mimpi karena mengunjungi Realm of Sleep, Sora menangkap sekilas sosok berjubah cokelat yang berbicara dengannya di Destiny Islands tepat sebelum dia menerima Keyblade.

Di Realm of Sleep, Sora dan Riku terpisah untuk menjalani tugas ujian masing-masing. Mereka ada di dunia yang sama pada saat yang sama, tetapi, tidak dapat melihat satu sama lain. Satu lagi, tindakan mereka dapat mempengaruhi satu sama lain. Mereka dipaksa untuk bekerja sama dengan makhluk mimpi yang dikenal sebagai Dream Eaters yang mirip dengan Chirithy yang membantu para Foreteller di Age of Fairytales sebelum Keyblade War. Sora dan Riku yang di bantu dengan Dream Eaters bersahabat harus melawan Dream Eaters jahat yang mengancam perdamaian dan stabilitas Realm of Sleep sehingga para Dream Eaters yang bersahabat dapat membangunkan Sora dan Riku dari Realm of Sleep.

Dalam petualangan di Realm of Sleep, Sora dan Riku berhadapan dengan Ansem, Pemburu Kegelapan, Xemnas, dan Young Xehanort yaitu sosok masih muda dan murni dari Master Xehanort yang datang dari masa lalu. Ketiganya tidak pernah bertarung langsung tetapi, selalu melemparkan referensi sekilas untuk beberapa tujuan yang membingungkan Sora dan Riku. Pada akhirnya, ketiganya menarik Sora ke The World That Never Was dan mengungkapkan tujuan sebenarnya dari Organization XIII yaitu untuk menyiapkan tiga belas vessel untuk dijadikan inkarnasi Master Xehanort sehingga mereka dapat berperang dengan Seven Pure Lights dan membentuk X-blade sejati dan Sora dimaksudkan untuk menjadi vessel Master Xehanort yang terakhir yang mereka butuhkan. Ketiganya menenggelamkan Sora jauh ke dalam kegelapan untuk menghancurkan cahaya di dalam dirinya, tetapi, Heart milik Sora dilindungi oleh Ventus yang bersosok memakai baju zirah yang terbentuk di sekitar Sora.


Young Xehanort
Akhirnya, Riku mengetahui dalam petualangannya bahwa semua hal buruk sepanjang cerita seri Kingdom Hearts rupanya, diatur oleh Young Xehanort atas perintah dirinya yang tinggal di masa depan (maksudnya adalah Master Xehanort). Riku juga mengetahui bahwa sosok jubah cokelat di Destiny Islands adalah Ansem, Pemburu Kegelapan yang sedang mengirim kesadarannya kembali ke masa lalu dan menyusup ke misi Master Xehanort sebelum dimulai untuk menjalin kontak dengan Young Xehanort supaya dia tahu masa depan dan progres aspirasinya. Cara mengirim kesadaran dan kembali ke masa lalu seperti itu, mirip dengan keadaan Riku dan Sora sekarang. 

Riku belum dapat melihat Sora bukan karena mereka berada dalam dimensi paralel, tetapi, karena dia seolah-olah Dream Eater personal Sora selama tidur. Faktanya, baju Riku memiliki lambang Dream Eaters di belakangnya yang selama jatuh ke Realm of Sleep, tidak dia sadari. Akhirnya Riku mengambil pekerjaan untuk melindungi Sora dari Master Xehanort, Young Xehanort, dan inkarnasi mereka. 


Lea
Di Realm of Light (alias dunia nyata atau "dunia atas"), beberapa individu yang pernah menjadi anggota Organization XIII terbangun mendadak di laboratorium Ansem the Wise di Radiant Garden. Semua mantan murid dan penjaga Ansem the Wise (kecuali Braig, Isa, dan Xehanort yang amnesia dan tubuhnya hasil bajakan) hadir dan kembali menjadi Somebody. Lea -dulunya Axel- penasaran dengan hal ini maka dia pergi menemui Yen Sid dengan menggunakan Corridor of Darkness dan mengungkapkan bahwa dia adalah Somebody sekarang. Yen Sid memberitahunya hal ini mungkin disebabkan sebagai hasil dari kehancuran wujud Heartless dan Nobody miliknya oleh Sora sehingga menghubungkan kembali Lea untuk menjadi manusia seutuhnya, mirip seperti Master Xehanort. Lea mengungkapkan bahwa kembalinya menjadi Somebody adalah anugrah bahkan sampai dia juga dapat menggunakan Keyblade. Yen Sid memutuskan Lea dilatih di bawah bimbingan Merlin untuk lebih menguasai kemampuan barunya.


Lea's Keyblade
Riku berkelana ke The World That Never Was untuk menyelamatkan Sora dan bertarung dengan banyak Dream Eaters jahat sebelum menghadapi Young Xehanort, Xemnas, Ansem, Pemburu Kegelapan, Xigbar, Saïx, dan delapan vessel misterius sekaligus Master Xehanort yang bangkit kembali. Akan tetapi, Riku juga tidak sendirian. Donald, Goofy, Mickey dan Lea masuk untuk membantu Riku menyelamatkan Sora dan mengembalikan mereka ke kediaman Yen Sid. Sayangnya, Sora sedang tidur nyenyak, pertanda dia terjebak dalam kegelapan. Untuk membangunkan Sora, Riku harus menggunakan kekuatan Kebangkitan (Awakening Power) yang baru diperolehnya untuk menyelam ke dalam mimpi Sora. Riku menemukan Ventus berbaju zirah hitam yang melindungi Sora dan bertarung untuk membebaskan sahabatnya yang terperangkap. Akhirnya, Riku terbangun dan menemukan Sora sudah bangun mendahuluinya dan kaget melihat dia menyelenggarakan pesta teh bersama Donald dan Goofy. 

Dengan petualangan mereka selesai, Yen Sid memutuskan untuk mengumumkan hasil ujian Mark of Mastery. Yen Sid menyatakan Riku telah lolos Mark of Mastery dan Sora tidak lolos karena kalah dengan Kegelapan. Sora tidak kecewa dengan hasilnya bahkan menyelamati keberhasilan Riku menjadi Keyblade Master. Yen Sid mengumumkan bahwa Sora harus melakukan petualangan dalam waktu dekat untuk melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Yen Sid juga menjelaskan bahwa Riku menguasai kekuatan Kebangkitan yang diperlukan untuk menjemput salah satu Seven Pure Lights yang mereka butuhkan untuk melawan pasukan baru Master Xehanort (dubbed as New Organization XIII / True Organization XIII / Real Organization XIII by fandom) . Sementara itu, jauh di dalam Chamber of Waking, Castle Oblivion, Ventus yang sedang tidur mengulum senyum. 


Master Xehanort Returns!
Epilog plot cerita Kingdom Hearts: Dream, Drop, Distance adalah Sora pergi ke Traverse Town untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua Dream Eaters yang dia ciptakan. Yen Sid berbicara empat mata dengan Mickey untuk misi selanjutnya yaitu mengumpulkan Seven Pure Lights. Lalu, di tutup dengan Riku membawa Kairi ke menara Yen Sid untuk memulai pelatihannya sebagai pemegang Keyblade.

2.8. Kingdom Hearts: Dream Drop Distance -A Fragmentary Passage: Part II-

Sementara Sora mengatakan salam perpisahannya kepada Dream Eaters, Yen Sid menjelaskan kepada Mickey bahwa untuk menaklukkan Master Xehanort dan 12 inkarnasinya, mereka harus mengumpulkan Seven Pure Lights dimana tiga anggota yang sudah ditentukan adalah Ventus, Aqua, dan Terra. Sayangnya, mereka bertiga jatuh ke dalam malapetaka lebih dari 10 tahun sebelumnya. 


Mission Briefing 
Mickey menceritakan kisah pertemuan dengan Aqua di Realm of Darkness ke Riku dan Kairi. Riku menegur Mickey dan Yen Sid tentang bagaimana dia seharusnya diberitahu info ini tetapi, Yen Sid menyatakan bahwa dia memerintahkan Mickey untuk tidak membagikan informasi ini karena Riku (terlebih lagi Sora) akan melakukan sesuatu yang bodoh seperti melakukan upaya penyelamatan yang spontan dan ikut terjebak dalam Kegelapan seperti Aqua. Tetapi, Yen Sid berkata sekarang Riku telah mendapatkan Mark of Mastery maka dia siap untuk pergi dengan Mickey ke Kegelapan dan menjemput Aqua dari penjara gelapnya.


Mission Briefing 2
Yen Sid juga menginstruksikan Kairi bahwa dia harus mulai berlatih dengan Keybladenya untuk memulai proses menjadi Keyblade Master dan menugaskan dia untuk bekerja dengan Lea yang mereka jelaskan adalah sosok asli Axel. Kairi segan harus dilatih bersama Lea (ingat kembali peristiwa Kingdom Hearts: II. Disana, Axel menculik Kairi sebagai bait untuk Sora) tapi, akhirnya dia mengalah dan memilih untuk memercayainya karena Lea memang telah membantu Sora. Yen Sid memberikan pakaian baru kepada Riku dan Kairi untuk membantu mereka sepanjang misi mereka.


Olympus Coliseum, here we come!
Tidak lama setelah Riku, Kairi, dan Mickey pamit dari kediaman Yen Sid, Sora kembali ke kediaman Yen Sid -setelah dari Traverse Town- untuk menerima misinya sendiri. Karena Sora gagal memperoleh kekuatan Kebangkitan selama tesnya di Realm of Sleep (kekuatan penting yang diperlukan Yen Sid untuk cobaan yang akan datang) bahkan nyaris ditelan Kegelapan yang mengakibatkan semua kekuatan yang dimiliki lenyap, Yen Sid menyarankan Sora harus pergi dan berlatih dengan Pahlawan lain yang kehilangan kekuatannya dan bisa mendapatkan kembali kekuatannya yaitu Hercules. Ingin mengunjungi seorang teman lama, Sora, Donald, dan Goofy melompat ke Gummi Airship mereka dan pergi ke Olympus Coliseum untuk memulai babak berikutnya dari petualangan besar mereka.


Additional Information:


Di sesi ini, penulis melampirkan informasi tambahan yang dirasa sangat penting harus diketahui oleh kalian semua. Semoga membantu ^^.

The Gazing Eye

Mata menyerupai mata kucing berwarna biru ini sebenarnya mata asli milik The Master of Masters supaya dia bisa melihat masa depan dan terus menulis isi Book of Prophecies. Matanya terukir di Keyblade miliknya yang kemudian diwariskan kepada Luxu dan di kemudian hari, Luxu mewariskannya kepada muridnya hingga akhirnya seiring berjalannya waktu, Keyblade The Master of Masters jatuh menjadi milik Master Xehanort. Keyblade tersebut tetap dipakai ketika dia membajak Terra. 


No Name
Nama Keyblade The Master of Masters teridentifikasi sebagai No Name dan telah diidentifikasi juga sebagai Keyblade paling tua yang masih selamat dan masih bisa layak pakai di lini masa judul Kingdom Hearts paska Keyblade War. Kekuatannya tidak pudar setitik pun. Anehnya, The Gazing Eye terukir juga di Keyblade milik Young Xehanort yang masih belum teridenifikasi namanya.  

Sementara itu simbol The Gazing Eyes yang berbentuk Keychain terdapat di semua Keyblade yang dipakai oleh para Foreteller dan imitasi The Gazing Eye terdapat di daftar Keyblade seperti, Void Gear milik Vanitas, Chaos Ripper serta Darkgnaw milik Terra, Soul Eater serta Way to the Dawn milik Riku, End of Pain yang dipakai oleh Riku dan Sora, dan dual polearm Soul Eater yang pernah dipakai oleh Ansem, Pemburu Kegelapan di pertarungan terakhir Kingdom Hearts: I.

Dandelions

Dandelions di bentuk oleh Ava. Dia sendiri yang memilih dan menyeleksi para individu potensial. Para individu tersebut di ambil dari masing-masing lima Union sebagai perwakilan Unionnya. Tujuan mereka untuk dijadikan Dandelions adalah pelestari cahaya yang terancam punah ketika perang sedang berlangsung. Sementara itu, kualifikasi lolosnya satu individu untuk masuk ke Dandelions adalah tidak akan pernah / tidah mudah tunduk kepada kegelapan, kebencian, dan kesedihan. 

Dari banyaknya anggota Dandelions, Ava menunjuk lima individu sebagai ketua kelompok. Para Dandelions berhasil selamat karena mereka diungsikan dari dunia ke dunia baru sebelum Keyblade War meletus karena diramalkan perang tersebut mungkin menghancurkan cahaya yang tersisa. Hanya lima individu Dandelions itu yang mengingat dan mengetahui seluk-beluk Keyblade War dan dunia lama. Tetapi sayangnya, lima individu tersebut sama sekali tidak mampu mengingat penyebab Foreteller hancur. Pada akhirnya, kelimanya menjadi penerus Foreteller. Oleh karena itu, Union X berdiri dengan mereka sebagai Pemimpin. 


Top: Lauriam & Unknown Person. Middle: Ephemer. Bottom (left to right): Skuld, Ventus, Chirity, Brain / Blane
Lima individu yang terpilih menjadi Dandelions (kemudian hari berubah nama menjadi Union X) adalah Skuld, Ephemer, Ventus, Brain / Blane, dan Strelitzia. Mereka sadar bahwa mereka sengaja dipilih. Mereka juga sadar bahwa Ava memberikan Rule Book (Indonesia: Buku Pedoman / Buku SOP hehehe) kepada mereka yang isinya mungkin terdapat perbedaan di masing-masing buku yang saling dimiliki. Rule Book yang diberikan oleh Ava adalah sebuah buku yang (kurang lebih) berisi cara merestorasi dunia, garis besar untuk membangun organisasi penjaga kedamaian dunia, aturan main dan berpolitik dengan sesama anggota, dan cara memimpin organisasi yang akan menjadi penerus Foreteller. Rule Book tersebut juga berisi beberapa teka-teki kasar yang masih sulit untuk diidentifikasi dan dipecahkan oleh kelimanya. Tidak jelas juga alasan Ava meninggalkan beberapa teka-teka misterius kepada mereka sepeninggalannya. Kemudian, dari lima individu ini, hanya satu yang diperbolehkan memiliki kopian Book of Prophecies milik Ava. 


Strelitzia
Strelitzia di bunuh oleh orang misterius. Selain membunuhnya, orang misterius itu merampas Rule Book milik Strelitzia. Beberapa waktu setelah kematiannya, sosok laki-laki berambut merah jambu yang memperkenalkan diri sebagai Lauriam menggantikan kekosongan Strelitzia. 

Vanitas

Vanitas adalah makhluk abnormal dan kosong yang tidak seharusnya ada di dunia (sesuai dengan arti namanya dari bahasa Latin Vanitas  yaitu Kosong / Hampa, sementara diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Emptiness / Vanity). Kosa kata Vanity bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Keangkuhan / Kesombongan. Cocok. Karena Vanitas di Kingdom Hearts: Birth by Sleep sangat angkuh dan sombong dengan kemampuan merusaknya dan selalu berkoar-koar posisinya lebih baik dari siapapun dalam hal apapun kepada semua yang ditemuinya, terutama kepada Ventus.

Latar belakang Vanitas lebih jauh diceritakan di dalam Kingdom Hearts: Birth by Sleep Novel. Pada awalnya, Vanitas adalah makhluk tidak berwajah seperti Heartless tetapi, memiliki mata merah. Vanitas sangat sadar akan keberadaannya dan mulai mempertanyakan mengapa dia dilahirkan. Setiap kali dia merasakan sesuatu, sebuah Unversed akan muncul. Hal ini menyebabkan dia marah oleh kenyataan bahwa monster itu lahir darinya sehingga dia menghancurkannya dengan Keybladenya tanpa ragu. Akan tetapi, setiap kali dia menyerang Unversed, dia merasakan rasa sakit fisik yang kuat mengalir di setiap sel dan syaraf tubuhnya dan setelah Unversed dihancurkan, rasa sakit dan perasaan negatif akan kembali ke pikiran Vanitas yang menambah lebih banyak jumlah rasa sakit yang dia rasakan sebelumnya dan sebagai giliran, Unversed baru akan muncul lagi dari dalam dirinya.

Ketika Heart yang baru lahir dan masih terlalu muda bersentuhan (ini adalah Sora kecil) dengan Heart Ventus yang remuk, Sora juga langsung terhubung dengan Heart gelap Vanitas. Setelah merasakan rasa sakit yang tajam di dadanya, tubuh Vanitas jatuh ke tanah gurun di dekat Keyblade Graveyard dan hampir kehilangan kesadarannya sekaligus diliputi oleh Kegelapan absolut. Saat itulah Vanitas mendengar suara Sora dan kemudian dia melihat Cahaya.

Cahaya itu akhirnya mengelilingi seluruh tubuhnya. Dia kemudian mendengar suara yang mengatakan, "Ayo buka pintunya". Vanitas kemudian membuka matanya dan mendapati sekarang memiliki wajah anak laki-laki yang normal dengan warna rambut hitam. Dia juga menyadari bahwa seseorang, mungkin juga Heart yang baru lahir seperti dirinya, telah menyelamatkan Heart Ventus dari kepudaran.


Vanitas & Broken X-blade
Vanitas memberi tahu Master Xehanort bahwa jika tetap mau mempertahankan dirinya dan Ventus, Vanitas tidak dapat menjamin bahwa dia dapat menjaga Ventus tetap hidup karena dia merasa sulit untuk menekan dorongan untuk menyakiti Ventus. Oleh karenanya, Master Xehanort berinisiasi membawa Ventus ke Land of Departure untuk meminta Master Eraqus mau merawat Ventus. Tapi setelah Ventus pergi, Vanitas mulai merindukannya dan dia terus bertanya-tanya mengapa mereka terpisah satu sama lain. Vanitas menyalahkan Master Xehanort karena perpisahan mereka. Hal ini menyebabkan dia merasakan kesakitan yang luar biasa dan mulai iri pada Ventus yang tidak dapat merasakan apa-apa.

Pada saat yang sama, dia juga merasa sangat tersesat dan cemas akan masa depannya dan gencar mempertanyakan keberadaannya sendiri. Semakin gencar mempertanyakan dirinya sendiri, Vanitas merasa semakin cemas, jengkel, dan kesepian. Dan semakin dia merasakan semua hal itu, semakin banyak Unversed yang muncul. Melihat Unversed seperti melihat kelemahannya sendiri yang tidak ingin dia akui sehingga dia mulai membunuh mereka dalam lingkaran penderitaan yang tidak bisa dia lepaskan.


All Unversed in Birth by Sleep
Pada saat yang sama, Master Xehanort hanya bermimik dingin ketika menyaksikan Vanitas melukai dirinya sendiri dari jauh. Vanitas sangat ingin melarikan diri dari lingkaran rasa sakit dan penderitaan yang ganas ini, tetapi, dia masih sangat muda sehingga dia sama sekali tidak tahu cara lain selain membunuh Unversed. Sampailah rasa sakitnya terlalu berat baginya untuk ditanggung, dia pun menangis dan jatuh pingsan. Mengambil kesempatan dari kesedihan Vanitas, Master Xehanort memberitahunya bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan diri dari penderitaannya adalah dengan menjadi X-blade.

Menjadi X-blade merupakan satu-satunya cara baginya untuk benar-benar bersatu dengan Ventus lagi dan X-blade akan membawa keselamatan tidak hanya kepadanya tetapi juga, ke seluruh dunia. Vanitas sangat ingin membebaskan dirinya dari rasa sakit tak tertahankan ini sehingga menjadi X-blade menjadi seluruh tujuan hidupnya dan satu-satunya Cahaya harapan untuk membawanya keluar dari Kegelapan ini.

Ya cerita Vanitas di dalam novel memang ditulis bagus tetapi, sampai sekarang belum ada peresmian novel ini dapat di hitung canon. Kebanyakan para penggemar seri Kingdom Hearts, sama sekali tidak masalah dengan informasi di dalam novel karena selaras dengan lini masa game Birth by Sleep dan penulis novelnya yaitu Tomoco Kanemaki selama menulis ini berada di bawah pengawasan langsung Tetsuya Nomura. 

Seven Princesses of Heart

Adalah para gadis yang memiliki hati murni cahaya, tanpa kegelapan. Heart mereka sebenarnya tujuh pecahan dari dua puluh pecahan X-blade. Mereka tampaknya adalah satu-satunya individu di alam semesta yang hatinya terlahir secara alami bebas dari kegelapan. Meskipun hanya sedikit yang benar-benar berstatus royalty, mereka disebut dengan Seven Princesses of Heart sebagai orang yang menyatukan semuanya untuk dapat membuka Door to Darkness dan mendapatkan kekuatan untuk memerintah atas dunia hingga akhirnya mencapai pada Kingdom Hearts yang asli (setidaknya menurut teori Master Xehanort dan inkarnasinya). Putri yang kehilangan Heart, tidak menjadi Heartless karena mereka tidak memiliki kegelapan di dalam dirinya untuk memicu prosesnya. Tetapi, ada kemungkinan bagi para Putri untuk menciptakan para Nobodies pada peristiwa khusus, dibuktikan dengan keberadaan Nobody milik Kairi yaitu Naminé. 


7 Princesses of Heart
Info singkat, tujuh putri akan selalu dijadikan sasaran Master Xehanort karena terkait dengan aspirasinya yaitu menciptakan ulang X-blade legendaris supaya bisa mengakses Kingdom Hearts. Rencana dia mengincar tujuh putri, sudah dimulai di Kingdom Hearts: Birth by Sleep dan tetap berlanjut sampai Kingdom Hearts: I dengan menyuruh Maleficent. Status tujuh putri semakin berbahaya dengan kebangkitan Master Xehanort dan Keyblade War kedua sudah di depan mata karena hal ini, Yen Sid menyiapkan Kairi untuk siap terjun ke medan perang apabila dia dijadikan sasaran lagi oleh Master Xehanort.

Kingdom Hearts

Kingdom Hearts adalah entitas mayor di alam semesta judul Kingdom Hearts. Semua karakter yang berada di judul Kingdom Hearts, memercayainya sebagai entitas yang memberkati mereka semua dengan Cahaya suci yang dikeluarkan darinya untuk menuntun mereka pada kebijaksanaan, kesejahteraan, perlindungan, dan perdamaian. 

Pada dasarnya, seseorang bisa menyebut Kingdom Hearts sebagai penyatuan dari semua Heart yang terdapat di setiap makhluk dan bentuk kehidupan di alam semesta sebagai bentuk bukti kehidupan. Dipercaya bisa menciptakan ekosistem dunia selain dijadikan tuntunan untuk kebijaksanaan, kesejahteraan, perlindungan, dan perdamaian. Dengan demikian, Kingdom Hearts bisa dilihat sebagai Dewa. Siapapun yang bisa menguasai Kingdom Hearts akan menjadi Dewa juga. 

Kingdom Hearts yang asli sudah tidak muncul lagi ke permukaan setelah Keyblade War. Kingdom Hearts yang muncul sepanjang judul Kingdom Hearts merupakan hasil ciptaan manusia. Kingdom Hearts di Kingdom Hearts: Birth by Sleep bisa muncul di langit sebagai akibat X-blade tercipta secara paksa sehingga Master Xehanort mampu memanggilnya untuk terlihat di Keyblade Graveyard. 


Kingdom Hearts in Kingdom Hearts: Birth by Sleep
Kingdom Hearts di Kingdom Hearts: I bisa ada di End of the World-Realm of Darkness sebagai akibat beberapa dunia jatuh ke dalam kegelapan dan abu sisanya terkirim ke End of the World-Realm of Darkness lalu semakin padat hingga terbentuk Kingdom Hearts. Pelaku penciptaannya adalah Ansem, Pemburu Kegelapan. 


Kingdom Hearts in Kingdom Hearts: I
Kingdom Hearts yang terlihat di markas utama Organization XIII merupakan hasil ciptaan Xemnas yang memanfaatkan Heart lepas dari setiap makhluk, dikumpulkan olehnya, kemudian, digabungkan menjadi satu. Oleh karenanya, dia membutuhkan pemegang Keyblade seperti, Sora dan Roxas supaya mereka bisa memberinya banyak Heart untuk Kingdom Hearts ciptaannya tumbuh. Oh ya, Kingdom Hearts disini bisa dikatakan berukuran raksasa daripada dua Kingdom Hearts sebelumnya.  


Kingdom Hearts in Kingdom Hearts: II
Hal yang harus diketahui juga warna yang dipancarkan masing-masing Kingdom Hearts di tiga judul memiliki makna. Warna biru pada Kingdom Hearts di Kingdom Hearts: Birth by Sleep karena X-blade memancarkan sinar biru dan putih ketika memanggilnya. Warna bayangan hitam pada Kingdom Hearts di Kingdom Hearts: I karena abu sisa dunia yang terdampar di End of the World-Realm of Darkness sebagai akibat dunianya jatuh kegelapan berwarna hitam pekat. Warna putih kekuningan pada Kingdom Hearts di Kingdom Hearts: II karena hasil pengumpulan Heart yang terus dipupuk sehingga menjadi raksasa. 

Heart



Heart
Penulis harus sangat hati-hati menjelaskan Heart... Soalnya, berisiko salah tafsir. Penulis mencoba menjelaskannya ya... 

Heart itu bisa ditafsirkan sebagai:

1. Komposisi Makhluk Disamping Tubuh (Body) dan Jiwa / Roh (Spirit / Soul)

Masuk ke ranah ini maka Heart diibaratkan Organ Jantung / Hati. Contoh: 

a. Master Xehanort mentransfer Heartnya untuk membajak Terra yang masih murni. Oleh sebab itu, Master Xehanort tidak memiliki Heartless dan Nobody ketika proses ini berjalan. Heartnya hanya pindah host. Barulah ketika Terra-Xehanort dengan sengaja melepaskan Heart miliknya (ini sebenarnya sama saja bunuh diri) demi penelitian terciptalah Heartless bernama Ansem, Pemburu Kegelapan dan Nobody bernama Xemnas. Terra-Xehanort pun mati.

b. Pengekstrakan Ventus ibaratnya adalah pembedahan Heart. Heartnya terbelah menjadi dua. Setengah bagiannya yang berelemen Cahaya dikembalikan kepada Ventus. Setengah bagiannya lagi yang berelemen Kegelapan, mengambil rupa anak laki-laki yang di panggil Vanitas oleh Master Xehanort.  

Kemudian, Ventus mengalami kasus unik yaitu Heartnya remuk sesudah Vanitas "dihancurkan" sehingga menyebabkan koma. Untuk mencari life support supaya Heartnya tetap berdetak, alam bawah sadar / alam mimpinya berkelana ke banyak alam bawah sadar orang lain (di seri Kingdom Hearts biasanya di sebut Dive To the Heart & Station of Awakening) dan dia menemukan satu orang yang bersedia menjadi life support-nya untuk pemulihan yang terbukti memakan waktu lebih dari 10 tahun.  

2. Esensi Yang Membuat Satu Makhluk Unik Daripada Makhluk Lain

Masuk ke ranah ini maka Heart ibaratnya penanda seorang makhluk / individu itu jahat atau baik di dalam hatinya. Kemudian, karena ada Heart di dalam diri, bisa merasakan banyak jenis perasaan dan mampu merancang beragam ide dimana perasaan dan ide tersebut bisa membuatnya unik dari yang lain maupun setara dengan yang lain. Nantinya, bisa menentukan sendiri posisi yang tepat, apakah Cahaya, Kegelapan, atau berada di tengah keduanya. Berikut contoh yang mudah dipahami:

a. Riku. Di Kingdom Hearts: I merasa cemburu kepada Sora. Terdorong oleh perasaan itu, dia membantu Maleficent yang jelas memiliki niat jahat dan menyindir Sora. Akibatnya, Heartnya diselimuti Kegelapan dan menjadi sasaran empuk untuk dirasuki Ansem, Pemburu Kegelapan. Walaupun Ansem, Pemburu Kegelapan sudah mati, dia terus menghantuinya untuk kembali pada Kegelapan. Tetapi, berkat hal tersebut, Riku semakin lama tumbuh daya tahan pada Kegelapan dan memantapkan posisinya adalah di Cahaya (terbukti dengan lolos ujian Mark of Mastery).

b. Seven Princesses of Heart. Heart milik mereka murni hanya ada Cahaya. Keberadaan mereka ikut membantu alam semesta tetap terpelihara dengan baik bersamaan dengan anak-anak yang juga memiliki Heart murni hanya ada Cahaya (Waktu anak-anak adalah waktu masih belum tahu mana baik dan jahat yang lebih kompleks karena masih polos).  

3. Inti / Kromosom Dari Sebuah Dunia

Posisi Heart di ranah nomor tiga ini, tercipta setelah Keyblade War usai. Dunia sebelum Keyblade War adalah satu kesatuan yang besar dengan Kingdom Hearts adalah inti dunianya. Dunia setelah Keyblade War berubah menjadi pecahan kecil yang tersebar kemana-mana. Dunia itu ditopang oleh Heart untuk menjaga dunia tersebut tetap ada dan menciptakan siklus kehidupan. Tidak diketahui Heartnya berasal darimana, ada indikasi ini dari "sesuatu" yang sama-sama terlahir berkat sihir dari Book of Prophecies yang digunakan Union X untuk menciptakan ulang dunia dan dunia palsu. Heart di masing-masing dunia dijaga oleh Keyhole.

Corridor of Darkness

Jamaknya adalah Corridors of Darkness. Sebenarnya ini merupakan jalan kecil atau "jalan tikus" yang saling menghubungkan antar dunia. Selain itu, bisa menjadi jembatan penghubung Realm of Darkness dan Realm Between menuju ke arah Realm of Light dan sebaliknya. 


Corridor of Darkness
Corridor of Darkness akan terbuka terhadap seorang individu yang sudah terikat pada Kegelapan tapi, walau pembukanya berelemen itu, jalan kecil ini boleh bebas dipakai oleh siapapun tanpa memandang elemennya. Untuk melindungi diri selagi menggunakan Corridor of Darkness yang mampu mengikis partikel tubuh dan kewarasan akal, Black Coat / Black Coats (Indonesia: Jubah Hitam) harus terus dipakai. Organization XIII adalah kelompok yang mempopulerkan manfaat Black Coat yang seperti itu. Sementara pemakai pertamanya adalah The Master of Masters dan Luxu.

Kemudian, Corridor of Darkness selalu bisa muncul tiba-tiba di Realm Between. Peristiwa kehancuran Traverse Town adalah peristiwa yang mencatat dimana jalan ini terbuka dalam skala masif dan semua penghuninya terusir dari dunia itu untuk dikirim paksa ke dunia lain.

Gate

Ada Pintu. Ada Lubang Kunci. Ada Kunci. Judul Kingdom Hearts sama sekali tidak melupakan Gerbang alias Gate! Fungsi Gerbang ini untuk jalan kecil yang benar untuk dilewati ketika akan berdarmawisata ke alam semesta untuk mengunjungi satu dunia. 


The Gate
Ketika Heartless pertama kali mulai menghancurkan dinding antar dunia, lubang yang dihasilkan ini memungkinkan siapapun untuk bepergian tanpa bantuan pemegang Keyblade dan Gerbang ciptaan manusia menjadi tidak berguna. 

Akan tetapi, ketika dinding pelindung dunia dipulihkan dengan hancurnya End of the World, Gummi Airship menjadi tidak berguna. Sebagai respon, dunia sendiri mempersiapkan Gerbang sebagai jalur baru untuk Sora kawan-kawan untuk bepergian. Saat Yen Sid memberitahunya, Sora bisa membuka banyak Gerbang ketika Keybladenya bereaksi terhadap objek spesifik yang signifikan untuk dunianya dan alhasil, membuka rute Gummi baru. 

Hal yang harus diwaspadai adalah Heartless dan Nobody berusaha untuk menghubungkan Corridor of Darkness yang mereka miliki dengan Gerbang sehingga mereka juga dapat melakukan perjalanan dengan mudah dan benar antar dunia.

Realm Between

Ada Alam Cahaya. Ada Alam Kegelapan. Pasti ada Alam Di Tengah / Alam Di antara. Alam Cahaya jelas alam yang kuat hubungannya dengan Cahaya. Alam Kegelapan jelas alam yang memiliki koneksi kuat dengan Kegelapan. Alam Di antara lahir untuk berdiri di antara Cahaya dan Kegelapan atau netral terhadap keduanya. Oleh sebab itu, hanya sedikit sekali dunia yang berlokasi di Alam Di antara. Sebut saja, Land of Departure, Castle Oblivion, Traverse Town, The Mysterious Tower, The World That Never Was, dan terakhir Twilight Town yang dikonfirmasi merupakan dunia yang benar-benar berlokasi tepat di tengah Cahaya dan Kegelapan.  

Lanes Between

Adalah serangkaian "jalan raya" antara dunia dengan dunia lainnya di Kingdom Hearts: Birth by Sleep yang dibuka oleh Eraqus. Ventus, Aqua, dan Terra sering menggunakan jalur ini untuk menavigasi dunia. Kehadiran Kegelapan sangat kuat di dalamnya sehingga memaksa para musafir untuk selalu memakai Keyblade Armor mereka sebagai tindakan pencegahan keamanan. Keyblade Armor memiliki fungsi sama dengan Black Coat. 

Untuk memasuki Lanes Between, pemegang Keyblade mengangkat Keybladenya ke langit dan membuat portal yang mengarah ke Lanes Between, agak mirip dengan Corridor of Darkness. Setelah membuka jalan, mereka biasanya memanggil Keyblade Glider dan menggunakannya untuk masuk. Jalur Lanes Between menyerupai Corridor of Darkness tetapi, dengan skema warna sangat mirip dengan Aurora Borealis. Beberapa pemegang Keyblade yang sangat kuat, seperti para Foreteller, memiliki kemampuan untuk membuat portal ke Lanes Between tanpa menggunakan Keyblade sama sekali.

Recusant's Sigil


Recusant's Sigil
Penah bertanya-tanya mengapa alfabet X sangat difavoritkan oleh judul Kingdom Hearts daripada alfabet lain? Jawabannya adalah Master Xehanort tergila-gila dengan X-blade yang ternyata di awali huruf X untuk membedakannya dari Keyblade lain. Tapi, untuk lebih keren lagi huruf X ini dilafalkan "key" atau "kye" sama persis dengan pelafalan salah satu alfabet bahasa Yunani dan Master Xehanort memberi nama baru padanya 'Recusant's Sigil'. 

Saking terobsesinya pada X, inkarnasi Master Xehanort membuat aturan dimana semua anggota Organization XIII menyandang huruf itu di tengah nama anagram mereka. Kemunculan sangat memorable Recusant's Sigil adalah di Kingdom Hearts: Birth by Sleep dimana Master Xehanort memberi penjelasan pertama "key" itu apa dan Kingdom Hearts: Dream Drop Distance dimana huruf X besar terlihat di kaos bagian depan yang dikenakan Sora untuk dijadikan pelacak keberadaannya selama mengarungi Realm of Sleep oleh Young Xehanort dan beberapa anggota Organization XIII. 

Organization XIII

Organization XIII dibentuk oleh kelompok peneliti yang bekerja di bawah bimbingan Ansem the Wise yang sekaligus juga Penguasa Radiant Garden. Para peneliti tersebut melakukan uji coba di istana Radiant Gerden. Kepala kelompok ini adalah murid Ansem the Wise bernama Xehanort. Sementara nama murid yang lain adalah Even dan Ienzo. Braig, Dilan, dan Aeleus bertindak sebagai Pengawal dan Pelindung Ansem the Wise dan muridnya. 

Ansem the Wise mulai melakukan percobaan tentang Heart manusia, dengan fokus utama pada Xehanort yang diharapkan memulihkan ingatannya yang hilang. Atas desakan Ienzo, Ansem the Wise membangun laboratorium besar di bawah istana. Akan tetapi, Ansem the Wise segera menghentikan eksperimennya dan muridnya karena khawatir bahwa terlalu dalam akan berakibat fatal juga, mencegah kemampuan Xehanort yang tampaknya semakin seperti manusia super.

Tanpa disadari Ansem the Wise, mereka berenam masih tergoda oleh keinginan atas pengetahuan hingga berani melakukan eksperimen berbahaya sendiri pada subjek yang tidak terhitung jumlahnya. Akhirnya, mereka menemukan makhluk yang disebut Heartless. Makhluk yang dilahirkan dari Kegelapan dan Heart yang terlepas dari tubuh asli. Makhluk Heartless mencari orang lain untuk diterkam juga. Xehanort yang telah mencatut nama Ansem the Wise dan menulis temuannya di bawah nama itu, membuka pintu yang dia temukan sehingga mengakibatkan hancurnya penghalang antara dunia dan memungkinkan perjalanan di antara mereka. Ketika seorang Raja bernama Mickey tiba, keinginan enam orang itu untuk pengetahuan berada di puncak sampai pada titik menyebabkan Xehanort mematikan dirinya untuk menjadi Heartless (walaupun dia istimewa karena memiliki bentuk manusia dan mempertahankan ingatannya) dan Nobody. Lima rekannya segera menyusul. Jadi, enam anggota pertama Organization XIII lahir. Setelah kepergian Mickey dan perubahan pada diri mereka, mereka kompak membuang Ansem the Wise ke Realm of Darkness.


The Founders of Organization XIII
Organization XIII adalah 13 Nobody kuat yang dipimpin oleh Xemnas yang berusaha merebut kembali Heart milik mereka dan menjadi utuh kembali (Somebody) dengan menciptakan Kingdom Hearts. Walaupun organisasi ini hanya memiliki 13 anggota "tersumpah", Xion termasuk anggota semu yang memegang nomor 14. Organization XIII berperan sebagai antagonis utama di seluruh Dark Seeker Saga (Halo, semua judul / seri Kingdom Hearts yang disebutkan di artikel ini merupakan kompilasi episode berjudul Dark Seeker Saga :)). Tanpa diketahui semua anggota kecuali, yang berperingkat tinggi, Organization XIII dijadikan agen utama rencana Master Xehanort sendiri untuk menaklukkan Kingdom Hearts.

Karena semua anggota adalah makhluk Nobody maka mereka tidak memiliki Heart yang asli dimana Kingdom Hearts: II mengklaimnya bahwa mereka tidak dapat memiliki emosi. Setiap kali mereka beraksi, lebih bersandar pada tindakan mengecilkan hati dan bermain dengan lawan mereka. Semua anggota ingin sekali menemukan rahasia Heart dan menjadi makhluk utuh dan nyata lagi dengan mengumpulkan Heart untuk membentuk Kingdom Hearts. Nyatanya, sebagian besar anggota mulai menunjukkan emosi yang sebenarnya seiring berjalannya waktu. 

Pada akhirnya, terungkap bahwa walaupun mereka tidak memiliki Heart asli mereka, rencana Xemnas berputar pada mengisi lubang kehampaan dengan replika Heart miliknya sendiri dimana pada dasarnya, mengubah masing-masing anggota menjadi replika dari dirinya sendiri (hmph, terus terang, replika dari Master Xehanort hanya saja Xemnas tidak bisa jujur ke yang lain kecuali pada Xigbar dan Saïx).


The Organization XIII
Kurang emosi normal atau mungkin karena tidak puas pada Xemnas, banyak anggota Organization XIII sangat tidak setia kepada Pemimpin sehingga tidak heran banyak cerita di judul Kingdom Hearts, berkisar pada pengkhianatan atau percobaan kudeta yang dilakukan mereka.

Setelah Organization XIII tumbang, Dilan (dulu: Xaldin), Even (dulu: Vexen), Aeleus (dulu: Lexaeus), Ienzo (dulu: Zexion), dan Lea dihidupkan kembali dan dikembalikan ke Radiant Garden. Meskipun sangat menyadari status masa lalu mereka sebagai para Nobodies dan kekalahan mereka di tangan Sora dan Riku, para mantan murid dan penjaga Ansem the Wise yang dihidupkan kembali tersebut, tampak acuh tak acuh dengan rekan mereka yang tidak ikut hidup lagi bersama mereka. Mereka malah puas dengan melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka daripada membalas dendam seperti yang dilakukan oleh rekan mereka. Lea mencari Braig dan Isa (Somebody Saïx) di Radiant Garden tetapi, mereka tidak dapat ditemukan sehingga mendorong Lea untuk pergi ke dunia lain untuk melacak mereka. Pada akhirnya, Lea menemukan Braig dan Isa masih dalam sosok Nobody dan ikut pergi menghilang dengan Master Xehanort. 

Ancaman Organization XIII masih jauh dari selesai. Ketika Sora bertemu dengan Young Xehanort, Xemnas, dan Xigbar, terungkap bahwa tujuan sebenarnya dari Organization XIII adalah untuk menciptakan Organization XIII yang terdiri dari 13 inkarnasi Master Xehanort yang berbeda-beda. Mereka bertiga telah berbohong selama ini kepada semua anggota Organization XIII dengan mengimingi bergabung ke dalam organisasi akan di bantu menjadi Somebody. Kebohongan satu lagi adalah perkataan Xemnas yang selalu mendoktrin rekannya bahwa Nobody tidak mampu merasakan emosi, nyatanya, mereka bertiga berkata bisa karena Nobody juga adalah makhluk berakal dan berhati. Progres Nobody memakan waktu yang lambat daripada Somebody dan Heartless untuk bisa merasakan kesadaran percikan emosi. Sora mengecam mereka atas kebohongan yang telah dilakukan. Lalu, Sora dan Riku di beri ucapan terimakasih karena melalui mereka, Master Xehanort bisa menilai anggota mana yang cocok dan tidak cocok untuk dijadikan inkarnasinya. 

New Organization XIII / True Organization XIII / Real Organization XIII

Tujuan sebenarnya dari Organization XIII yang dipimpin oleh Xemnas adalah supaya masing-masing anggota menampung sedikit pecahan Heart milik Master Xehanort yang berujung pada perubahan mereka menjadi inkarnasinya, tetapi, kemandirian, pengkhianatan, dan perbedaan Visi-Misi dari beberapa anggota yang tidak diantisipasi tersebut, membuat tujuan ini mustahil untuk direalisasikan.

Akan tetapi, untuk mengantisipasi kegagalan, rupanya Master Xehanort telah mengatur rencana supaya Young Xehanort dikirim oleh Ansem, Pemburu Kegelapan untuk melakukan perjalanan ke periode waktu yang berbeda dan mengumpulkan inkarnasi Xehanort yang berbeda-beda yang akan ditambahkan ke kursi anggota Organization XIII baru. Young Xehanort berhasil mengisi dua belas kursi. Dia dan Master Xehanort yang bangkit lagi berupaya menjadikan Sora sebagai vessel terakhir untuk menempati kursi terakhir. 

Ketika Sora diselamatkan oleh Riku, Mickey, Donald, Goofy, dan Lea, Organization XIII menghilang sementara untuk menunggu kesempatan bertarung dengan Seven Pure Lights. Master Xehanort tetap yakin bahwa pada waktunya dia akan melengkapi anggota organisasinya yang sekarang dia sebut dengan nama lain Thirteen Seekers of Darkness (Indonesia: Tiga Belas Pemburu Kegelapan). Perselisihan Seven Pure Lights yang dikumpulkan oleh Yen Sid dan Mickey dengan Thirteen Seekers of Darkness yang dipimpin oleh Master Xehanort, tidak diragukan lagi akan menciptakan ulang X-blade yang di anggap hadiah terbesar untuk Master Xehanort. Kemunculan Keyblade itu tidak diragukan lagi sebuah pertanda akan ada Keyblade War kedua. 


The True Organization XIII
Bila tidak ada perubahan, nama anggota New Organization XIII adalah Master Xehanort, Young Xehanort, Ansem, Pemburu Kegelapan, Xemnas, Xigbar, dan Saïx. Sisanya belum teridentifikasi siapa. Kemudian, ciri-ciri bila seorang individu telah menjadi setengah Master Xehanort / inkarnasi Master Xehanort adalah mata berwarna emas dan bertelinga lancip. Itu tandanya individu tersebut berafinitas pada Kegelapan pekat sama seperti Master Xehanort yang tidak hentinya bereksperimen Kegelapan.  

Black Box


The Mysterious Black Box
Walaupun jarang di dengar tetapi, pernah diperlihatkan bentuknya yaitu berupa koper hitam (isi dalamnya belum) yang diseret oleh Luxu di Kingdom Hearts: X Back Cover. Black Box merupakan benda misterius dan kemungkinan besar akan sangat penting di Kingdom Hearts: III karena di cari oleh hampir semua karakter yang muncul di game itu. Jadi, perhatikan baik pada pembahasan benda ini saat game itu rilis oke?  


Apakah kalian masih sanggup untuk membaca lagi? Sepertinya... tidak? He-he. Yo, sekarang beralih ke video di bawah sebagai penyegar mata. Mungkin penceritaan ulang judul Kingdom Hearts dalam bentuk video, di antara kalian ada yang lebih suka cara begini. Silakan klik dan jangan lupa gelas diisi dengan air putih sampai penuh karena total durasi videonya cukup panjang.

Judul video adalah The Stories Connecting to Kingdom Hearts: III dan videonya disamakan dengan buku sehingga video pertama adalah Bab I, video kedua adalah Bab II, dan begitu seterusnya. Semua video ini resmi berasal dari Square-Enix untuk mempersiapkan kita semua ke plot cerita Kingdom Hearts: III.

Oh ya... Dulu pihak pengembang pernah menjanjikan satu hal dimana setelah versi bahasa Jepangnya sudah selesai diunggah ke akun YouTube, versi bahasa Inggris penuh atau audio tetap Jepang tapi, di kasih teks terjemahan bahasa Inggris akan segera menyusul diunggah ke akun YouTube. Tapi, sampai sekarang tidak ada. Jadilah beberapa komunitas salah satunya KH Insider suka rela melakukan penerjemahan semua video The Stories Connecting to Kingdom Hearts: III. Beri tepuk tangan kepada mereka karena membantu penggemar game Kingdom Hearts yang tidak terlalu mengerti bahasa Jepang seperti penulis dan kalian! 

Chapter I: Departures

No Subtitles


English Subtitles


Chapter II: Memories

No Subtitles


English Subtitles



Chapter III: Twilight

No Subtitles


English Subtitles


Chapter IV: Dawn

No Subtitles


English Subtitles


Chapter V: Darkness

No Subtitles


English Subtitles


Video terakhir di artikel ini adalah bonus akhir tahun untuk kalian yang masih belum menonton Kingdom Hearts: X Back Cover yang berfokus pada The Master of Masters dan enam murid didiknya a.k.a. Foreteller. Selamat menonton sambil minum dan makan camilan! Oh ya, audio dan subtitle-nya Inggris, jangan khawatir!



Artikel ini sudah selesai! Apa kalian senang? Artikel ini tentu saja tidak lepas dari kerumitan untuk menyatukan tiap informasi di semua judul Kingdom Hearts untuk menjadi potongan informasi yang koheren dan mudah di cerna. Ya, memang ada beberapa informasi yang sengaja ditiadakan karena dirasa menambah kerumitan kalian ketika membaca artikel ini. 

Untuk yang masih baru banget dengan video game Kingdom Hearts, ya, seperti ini. Plot ceritanya memang rumit, mungkin paling rumit di sepanjang sejarah video game selama ini hahahaha! Kelanjutan semua informasi dan plot cerita yang sudah dijabarkan tinggal menunggu hari. Oh ya, bila kalian melihat penulis misinformasi atau di rasa perlu dielaborasi lagi, tolong beri tahu lewat kolom Komentar supaya penulis bisa menyuntingnya ^0^. 

Dengan ditulisnya artikel ini, penulis baru merasa bahwa baru saja menciptakan mini bioskop dan kamus berukuran medium... Wah... Wah... Ha-ha-ha. Tapi tidak apa-apa, demi kalian, penulis rela menulis panjang lebar supaya kalian dapat informasi tidak matang atau setengah matang dari pemanggangan (ini ekspresif). 

Penutupan kali ini istimewa karena sebentar lagi mau pindah tahun ke 2019. Hmmmm~~ Penulis ingin mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada kalian atas apresiasi dan keluangan waktu untuk mampir ke blog penulis. Tanpa kalian, penulis tidak akan menulis yo! Harapannya penulis bisa melakukan sesuatu yang 'wow' lagi untuk kalian semakin senang ke blogPenulis mendo'akan di tahun 2019, semua mimpi tercapai, semua permasalahan selesai dengan rukun, dan selalu diberikan kesehatan kepada kita semua. Wishing you the best and a fabolous new year (2019)! Sampai Jumpa Lagi di artikel selanjutnya! 




-End-











* Disclaimer: Courtesy of  Google Images, KH Insider, and YouTube.  The material published on this website is intended solely for general information and reference purposes and is not legal advice or other professional advice. 

Comments

  1. akhirnya gak perlu marathon 6 gamenya lagi 😂, terimkasih min atas penjelasan ceritanya, akhirnya bisa main KH3 dengan tenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. You're very welcome. Saya bersyukur artikel ini membantumu. Selamat Menikmati main KH III yang dirilis besok (tanggal 29 Januari) 😉.

      Delete
  2. wah rajin bget bro.. brapa lama nulis artikel ny nih?
    btw tq bget ya resume ny ny sangat2 membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulis artikel ini dibutuhkan satu minggu. Saya bersyukur jerih payah satu minggu yang telah berlalu itu terbayar karena menjadi berguna untuk Kak Firdaus. Terimakasih banyak sudah mampir kesini. Selamat Menikmati Kingdom Hearts III :).

      Delete
  3. ane baru aja beli KH3 hari ini dan i must say, ane cukup naif sebelum beli kh3, ternyata ada plot lain selain kh1 & 2 yg tidak ane ketahui :v

    sebenernya artikel seperti ini yg sangat dibutuhkan karena let's be honest, orang2 juga udah keburu males jika harus disuruh main ulang semua seri KH untuk mengetahui betul cerita KH, belom lagi yg beda platform selain dari PS :v
    terimakasih banget untuk artikel ini jadi ane bisa main kh3 at least sudah dapet inti cerita dari sebelumnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Kak Adrian. Pertama, terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir ke blog ini :).

      Kedua, untuk informasi saja nih. Semua judul / nomor seri Kingdom Hearts yang disebutkan disini sudah mendapatkan treat bundel HD ReMix untuk PS3 dan PS4 (silakan cek sendiri bila ada waktu) jadi, sudah seragaman dengan KH III; sama-sama rilis di PS :v.

      Delete
  4. Mantap !! Baru kali ini baca artikel mengenai Kingdom Hearts saga selengkap ini... Senang akhirnya ada yg resume sejarah dunia KH yang ruwet itu... Terima kasih ya udah menjelaskan all about KH series...semangat menikmati game KH 3...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah mau meluangkan waktu membaca artikel ini. Senang juga mendengar artikel ini membantumu paham dunia Kingdom Hearts! Selamat menamatkan KH III!

      Delete

Post a Comment