[UPDATE] ARDYN: THE TRUTH FINALLY COMES TO LIGHT!

by: Nabila Rhapsodios


WARNING: Contains spoilers. Playing / watching Final Fantasy XV first is strongly advised. 



Prolog

Hello my dear readers, welcome back. I've missed you all already. Setelah tiga tahun kita menunggu, menebak, dan berargumen panas atas latar belakang karakter bernama Ardyn dan pendirian Kingdom of Lucis (Kerajaan Lucis) dari video game Final Fantasy (FF) XV, Square-Enix memaparkan dan sedikit menjawab dua hal penting tersebut lewat video anime pendek berjudul Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue. Anime pendek tersebut bisa ditonton gratis di akun YouTube Final Fantasy XV dan Square-Enix dengan disertai subtitle bahasa Inggris. Akan tetapi, sepertinya, anime tersebut menambah lebih banyak tanda tanya tentang hubungannya dengan lini masa, motivasi, dan hubungan antar karakter yang sudah kita ketahui dari sumber resmi yang selama ini di pegang. Kita semua pasti berharap pertanyaan yang tersisa di pikiran kita masing-masing, akan terjawab di DLC game Final Fantasy XV: Episode Ardyn yang akan rilis di 26 Maret 2019. 

Tidak lupa juga, penulis memberi tahu alasan mengapa artikel ini di buat terpisah dari artikel ARDYN yang telah terbit di blog ini yaitu karena penulis membiarkan artikel ARDYN sebagai artikel yang memfokuskan cerita Ardyn khusus untuk kemunculannya di main game dan DLC Episode Prompto + Ignis sementara artikel ARDYN: THE TRUTH FINALLY COMES TO LIGHT! lebih memfokuskan cerita asal-usul Ardyn dan petualangannya di game DLC miliknya sendiri. Juga supaya siapapun yang belum memainkan / mengetahui main game, tidak akan mendapatkan major spoilers dari konten artikel ini ketika membaca artikel ARDYN.  Lalu, alasan selanjutnya adalah penulis memprediksi akan ada lagu "ARDYN" dan lagu baru yang erat kaitannya dengan Ardyn di game DLC Episode Ardyn yang semoga jika ada waktu luang, penulis akan mengulas dan memajangnya disini.   

Sebelum masuk ke pembahasan utama, ada baiknya untuk tahu premise dari anime-nya dan DLC-nya.

a) Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue



Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue -Key Art-

Anime ini menceritakan kisah Ardyn Izunia yang di FF XV adalah antagonis utama ketika hidup di 2000 tahun sebelum FF XV. Pekerjaan Ardyn di waktu tersebut adalah seorang penyembuh atau tabib keliling dari satu kota ke kota lain untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Starscourge. Dua karakter utama yang membintangi anime ini selain Ardyn adalah Somnus Lucis Caelum selaku adik laki-laki Ardyn dan Aera Mirus Fleuret selaku Oracle di 2000 tahun sebelum FF XV. Gilgamesh juga muncul disini, hanya saja tidak memiliki dialog sama sekali. Anime-nya sudah tayang di YouTube sejak kemunculan perdananya yaitu 16 Februari 2019. 

b) Final Fantasy XV: Episode Ardyn


Final Fantasy XV: Episode Ardyn -Key Art-

35 tahun sebelum rangkaian peristiwa yang terjadi di FF XV (sebelumnya diinfokan 30 tahun di link ini https://www.youtube.com/watch?v=wCebjNJHyR8), seorang peneliti yang berasal dari Empire of Niflheim (Kekaisaran Niflheim) yaitu Verstael Besithia menemukan dan melepaskan Ardyn dari penjara terasing yang terletak di Angelgard. Ardyn dijerumuskan ke dalam penjara selama 2000 tahun oleh adiknya sendiri. Verstael membawa Ardyn ke fasilitas penelitian milik kekaisaran dan di tempat ini, Ardyn menemukan sejumlah fakta yang valid untuk beberapa hal sehingga menuntunnya untuk menjalankan aksi balas dendam kepada Kerajaan Lucis.


Plot Cerita

Apakah dari premise yang telah dipaparkan memunculkan minat untuk tahu lebih banyak? Baiklah, sekarang waktunya untuk memajang plot ceritanya di artikel ini. 

a) Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue

Starscourge merajalela di Eos. Virus ini lama-lama menjadi wabah kejadian luar biasa (KLB) karena banyak orang berubah menjadi makhluk yang disebut Daemon (Daemons untuk jamaknya). KLB berlangsung lama bahkan ketika semua karakter di anime-nya masih hidup. Obat virus ini juga belum bisa ditemukan untuk mengembalikan kondisi pasien yang terjangkit ke keadaan normal.


House Caelum
Keluarga priyayi / ningrat / bangsawan (nobility) dari House Caelum (ini kalau diterjemahkan ke Indonesia menjadi Keluarga Caelum) berhasil meraih pengaruh besar dan kepercayaan dari banyak lapisan masyarakat untuk membasmi Starscourge. Hal tersebut karena Keluarga Caelum memiliki kekuatan supernatural / mukjizat yang diberikan langsung dari para Dewa dan Dewi. Para pemimpin / kepala keluarga priyayi / ningrat / bangsawan selain Keluarga Caelum akhirnya terdorong ikut sepakat pada pilihan dan kepercayaan masyarakat yang seperti itu sehingga ditetapkanlah Keluarga Caelum akan di angkat menjadi royalty (keluarga kerajaan) untuk memimpin sebuah negara atau seluruh wilayah Eos. 

Rupanya, para Dewa dan Dewi juga mencari pemimpin yang tepat untuk menjadi panutan umat manusia dan tidak dipungkiri, Keluarga Caelum merupakan pilihan yang paling jelas. Akan tetapi, di waktu anime-nya berlangsung, Keluarga Caelum menyisakan dua orang sehingga kemungkinan akan memakan waktu yang agak lama untuk menentukan putusan akhir. 


Two Candidates 
Pilihan pertama untuk para Dewa dan Dewi sekaligus masyarakat luas adalah Somnus Lucis Caelum yang digambarkan sebagai seorang laki-laki sangat ambisius, pahlawan perang yang sangat kharismatik, pemimpin pasukan regu pembasmi Daemon, dan putra termuda dari Keluarga Caelum. Pilihan keduanya adalah Ardyn Lucis Caelum yang digambarkan sebagai seorang laki-laki adil, bermoral luhur, mendedikasikan hampir setengah hidupnya untuk membantu orang lain, dan putra tertua dari Keluarga Caelum. Sebagai perantara para Dewa dan Dewi, Oracle akan mengumumkan putusan akhir dan dia sabar menunggu datangnya hari itu di suatu menara yang menyimpan Kristal yang dipercaya sebagai kepompong atau penyimpan roh semua makhluk di Eos. 


Somnus & Gilgamesh about to burn the infectees
Seorang perempuan terjangkit Starscourge berjalan lunglai memasuki sebuah desa dan menggigit seorang penduduk desa tersebut sehingga kejadian ini membangkitkan rasa waspada ke seluruh desa. Perempuan tersebut berubah menjadi Daemon di gurun gersang dalam keadaan langit diselimuti kabut gelap (Miasma) yang berasal dari tubuh yang terjangkit Starscourge. Rupanya, perempuan tersebut tidak sendirian berubah, ada banyak yang sudah berubah menjadi Daemon di belakangnya. Pasukan Daemon ini dimusnahkan oleh prajurit regu khusus pembasmi Daemon yang dipimpin langsung oleh Somnus. Setelahnya, Somnus yang di bantu oleh Gilgamesh, memerintahkan semua penduduk untuk mengumpulkan semua orang yang sakit Starscourge, Daemon yang masih tersisa, orang yang dicurigai terjangkit virus mematikan tersebut, dan siapapun yang masih menunjukkan tanda-tanda awal Starscourge yang belum terlampau parah. Mereka dikumpulkan dan ditumpuk menjadi satu timbunan untuk di bakar dalam keadaan masih hidup oleh Somnus. 

Setelah aksi pembakaran hidup-hidup tersebut selesai, Ardyn mampir ke tempat kejadian perkara untuk inspeksi. Ardyn memberi tatapan pilu dan jijik atas metode Somnus yaitu pembakaran hidup-hidup tanpa pandang bulu dalam mengatasi Starscourge dan merespon seseorang telah terjangkit virus itu. Kemudian, Ardyn diantar masuk ke desa oleh kakek tua yang baik hati. Seorang wanita dari desa tersebut memohon kepada Ardyn untuk menyelamatkan putrinya yang terjangkit Starscourge dan Ardyn mengabulkannya sehingga anak perempuan tersebut kembali normal. Ardyn berhasil mengembalikan dia ke keadaan normal karena menghisap Starscourge ke dalam tubuhnya sendiri. Tanpa siapapun yang tahu, efek dari penyembuhan seperti ini, membuat kondisi tubuh Ardyn terus melemah dan pintarnya Ardyn, dia berhasil menyembunyikan ini dengan baik dari semua orang. Dengan kekuatan penyembuhnya, Ardyn dinilai sebagai seorang pahlawan untuk semua orang. 


"I've no desire to sit the throne, but if it means the scourge would be purged and that countless lives would be saved... Then, I will gladly be your king."
Selanjutnya, Ardyn memberi sebuah petuah bahwa Starscourge adalah sebuah penyakit dan dia percaya akan ada obat yang bisa berhasil menangkalnya. Ardyn juga memberi tahu kepada sekumupulan orang yang ingin mendengarnya bahwa hendaknya orang yang terjangkit Starscourge, tidak perlu dikucilkan. Hal ini didasari pada rasa tidak sukanya pada praktik seperti itu yang sudah dilihatnya dengan mata sendiri terhadap orang yang terjangkit Starscourge. Sekumpulan orang yang hadir terbelah menjadi dua karena walaupun metode yang dilakukan Somnus terbilang kejam, tapi, lebih efektif dan cepat untuk mencegah penyebaran virus Starscourge daripada metode penyembuhan kepada satu per satu pasien yang dilakukan Ardyn yang memakan waktu lebih lama. Seorang laki-laki bersumpah setia kepada Ardyn karena menganggapnya sebagai raja di hati banyak orang. Ardyn meresponnya dengan pernyataan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin duduk di atas tahta dan menjadi seorang Raja tapi, dia akan menerima jika dua hal tersebut memudahkannya untuk menolong semua orang dan membersihkan Starscourge dari dunia dengan semua kapasitas, kekuatan, dan sumber daya yang dimiliki khusus sebagai seorang Raja. 

Ardyn bertemu dengan Aera. Aera mengambil risiko cukup besar karena telah melarikan diri sembunyi-sembunyi dari menara hanya untuk menemui tunangannya. Mereka menjelajah reruntuhan tua yang asal-usulnya tidak diketahui lagi karena pudar oleh waktu. Di tempat ini, Aera berjanji pada Ardyn bahwa dia akan selalu mengingatnya walaupun orang lain akan melupakannya karena keadaan waktu terus berjalan dan zaman terus berubah. 

Setelah puas berjelajah, Ardyn dan Aera berpamitan. Aera kembali ke menara dan Ardyn kembali melanjutkan pengembaraannya. Tiga prajurit melihat Ardyn dari arah yang berlawanan. Lalu, tiga prajurit tersebut mengejar Ardyn. Ardyn berhasil sembunyi dari kejaran mereka dan seketika Starscourge yang mendiami tubuhnya, menjalar ke seluruh tubuhnya dan dia mulai menguarkan Miasma. Ardyn menahan rasa sakit itu dengan sekuat tenaga hingga dia ambruk karenanya. Satu dari tiga prajurit melapor kepada Somnus bahwa mereka kehilangan jejak Ardyn. 


Bahamut delivers the gods' decision to Aera
Malam yang sama, Aera pergi menghadap Kristal. Kristal bersinar karena Bahamut menyampaikan pesan kepadanya. Somnus memaksakan diri untuk bertemu Aera karena ingin mendengar putusan para Dewa dan Dewi yang disampaikan kepada Oracle malam ini. Akan tetapi, Aera enggan membocorkannya kepada Somnus. Akhirnya, Somnus malah bertanya pada Aera, apakah Kristal telah menentukan putusannya. Aera tegas menjawab bahwa Kristal tidak memiliki kehendak sendiri sama sekali. Aera menyadari Somnus masih tidak puas karena tidak mendapatkan apa-apa dari pertemuan mereka malam ini. Aera melunak dan dia membocorkan pesan para Dewa dan Dewi yang disampaikan untuknya kepada Somnus. 

Ardyn yang ambruk ketika malam sebelumnya, ternyata, diselamatkan oleh penduduk desa yang telah dia selamatkan sebelumnya. Seorang penduduk desa berlari cepat untuk memberi notifikasi kepada Ardyn bahwa dia di cari oleh sekumpulan massa. Ketika Ardyn tiba di hadapan massa tersebut, mereka langsung berlutut dan memberi tahu Ardyn bahwa para Dewa dan Dewi telah menetapkannya sebagai Raja untuk kerajaan pertama yang berdiri di Eos dan panutan untuk umat manusia. 


"I was chosen by the gods!"
Ardyn pergi ke tempat Kristal disimpan, sama sekali tidak tahu bahwa Somnus telah memasang jebakan untuknya. Seketika Somnus menginterupsi upacara koronasi Ardyn dan mendeklarasikan dirinyalah yang terpilih menjadi seorang Raja oleh para Dewa dan Dewi. Aera sangat terkejut atas pernyataan Somnus yang seperti itu. Gilgamesh tanpa basa-basi membungkam Aera untuk tidak menginterupsi tiap perkataan Somnus. Somnus meminta maaf kepada hadirin yang datang karena dia telah menipu mereka. Somnus juga meyakinkan semua hadirin bahwa upacara koronasi ini, sekaligus dijadikan bait untuk mengeluarkan Ardyn dari persembunyiannya yang dituduh sebagai seorang "pengkhianat". Somnus memanggil senjatanya dan bersuara lancang sambil memandang langsung ke Ardyn, menyebut dirinya "Somnus Lucis Caelum dan Akulah seorang Raja!". 


Somnus cuts down Aera
Ardyn keberatan atas semua pernyataan Somnus. Somnus tersenyum licik karena sang kakak terjebak ke dalam jebakan yang dia buat. Ardyn berkelahi dengan Somnus untuk mempertahankan tahta sementara Somnus berkelahi dengan sang kakak untuk merebut tahta darinya. Ardyn bisa menang dalam perkelahian ini, andai Somnus tidak melakukan Warp-strike tombak ke arah Ardyn dan menghujamkan tombak itu ke dada Ardyn. Tetapi, pengandaian ini tidak terjadi di anime. Ardyn tertusuk tombak yang dilempar Somnus dan nyaris tersungkur ke tanah. Ketika Somnus akan mendaratkan pukulan terakhir untuk sang kakak dengan pedangnya, Aera belari di antara keduanya yang diharapkan bisa melerai mereka. Sedihnya, Aera terkena tebasan pedang Somnus dari belakang. Kemunculan Aera yang tiba-tiba untuk menengahi mereka, sama sekali tidak diantisipasi oleh Ardyn dan Somnus. Aera tersenyum kepada Ardyn dan perkelahian atas tahta, sementara terhenti karena ada korban lain yang kena. 

Ardyn buru-buru menghampiri Aera yang terbaring dalam keadaan luka parah. Ardyn panik. Kata-kata terakhir Aera adalah menyebut nama tunangannya. Aera menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Ardyn yang menangis. Somnus yang melihat dan mendengar percakapan mereka, menyebut Aera perempuan bodoh dan meminta dimaafkan oleh kakaknya karena tidak sengaja telah membunuh dia. 

Somnus melanjutkan perkelahian dengan sang kakak. Tinggal satu langkah yang tersisa untuk mendapatkan tahta dan memenuhi panggilannya sebagai seorang Raja yaitu mendaratkan pukulan terakhir yang sebelumnya gagal karena malah mengenai Aera. Somnus terhenyak sampai loncat ke belakang karena Ardyn berubah menjadi seorang monster akibat virus Starscourge yang berada di tubuhnya dari metode penyembuhan yang dilakukan. Sebenarnya, Ardyn berubah menjadi monster karena dipicu oleh dua hal yaitu aksi Somnus dan kematian Aera. 

Karena Ardyn benar-benar tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak "termakan" oleh Starscourge dan berubah menjadi seorang monster, para hadirin bubar untuk menyelamatkan diri dan Somnus terus menyerang monster Ardyn supaya mati. Somnus melakukannya di bantu oleh Gilgamesh. 


Somnus executes Ardyn
Sambil membawa jasad Aera dan diserang oleh duo Somnus-Gilgamesh, Ardyn berjalan sempoyongan ke Kristal. Ardyn berharap para Dewa dan Dewi via Kristal akan mau membantunya untuk menyelesaikan perkelahian tahta yang terjadi antara dirinya dan adiknya sekaligus siapa di antara mereka yang terpilih menjadi Raja Yang Sebenarnya (True King). Dia menaruh tangannya di Kristal tetapi, cahaya Kristal menghempaskannya. Pada akhirnya, Ardyn sadar bahwa para Dewa dan Dewi telah memilih Somnus karena dia tidak layak. Somnus mengeksekusi mati Ardyn dimana di saat yang bersamaan, menyebarkan kegelapan di tubuh Ardyn ke langit. 

Setelah mengetahui Ardyn menjadi makhluk abadi dan kuat karena Starscourge (Ardyn tidak berhasil mati ketika di bunuh pertama kali oleh Somnus di upacara koronasi yang dijadwalkan untuk Ardyn), Somnus memasukkannya ke dalam penjara di pulau terisolasi Angelgard. Selama menghabiskan waktu dalam kurungan penjara, lahirlah benih kebencian untuk semua garis keturunan Lucis Caelum yang statusnya telah naik menjadi royalty


Adagium is waiting for True King (Noctis) to duel him
Di dalam semua rekam jejak dan sejarah Kerajaan Lucis, nama "Ardyn Lucis Caelum" tidak ditemukan sama sekali. Lalu, keabadian dan perubahan pada diri Ardyn yang menjadi monster, menciptakan julukan Adagium untuknya dari siapapun yang tahu kisahnya dan hubungannya dengan Somnus, Raja Pertama Lucis.    


Kalian tidak perlu repot untuk membuka YouTube dan mencari anime cerita Ardyn. Penulis memudahkannya untuk kalian. Silakan menyaksikan anime-nya di link ini:




Setelah usai menonton anime-nya dari video di atas, jangan lupa menyaksikan video di bawah yang berupa informasi behind the scene dari Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue:




Apakah yang bisa dijadikan simpulan setelah menonton anime dan informasi behind the scene? Berikut daftarnya:

Konfirmasi Untuk Penyelarasan Plot Cerita FF XV dan Publikasi Resmi oleh Square-Enix

1. Ardyn dan Somnus adalah keturunan nobility dari Keluarga Caelum yang telah turun-temurun aktif membasmi Starscourge. Ardyn adalah putra tertua dan Somnus adalah putra termuda di keluarga tersebut. Di anime, Ardyn dan Somnus selalu dan terus dikenal sebagai Ardyn Lucis Caelum dan Somnus Lucis Caelum sehingga mengakibatkan asal-usul nama 'Izunia' lagi-lagi masuk ke dalam perdebatan sengit di dunia nyata. Harapan terakhir untuk konfirmasi tegas tinggal game DLC Episode Ardyn. 
2. Ardyn dan Somnus sudah memiliki kekuatan ilahi / supernatural seperti, memanggil senjata dari udara, Warp-strike, dan phasing sebelum mereka sama-sama dipilih oleh Kristal dan Astral (Dewa dan Dewi Eos). 
3. Ardyn memiliki kekuatan penyembuh, jauh sebelum dia terpilih oleh Kristal dan Astral. Bukan lagi dikaruniakan oleh mereka sesudah Ardyn dipilih. 
4. Di zaman Ardyn dan Somnus hidup di 2000 tahun sebelum FF XV, sudah ada Oracle. Tetapi, Aera tidak diperlihatkan memiliki kekuatan penyembuh yang dimiliki oleh Lunafreya yang lahir 2000 tahun kemudian. 
5. Ardyn dilaknat (demonized) oleh Somnus di hadapan banyak orang untuk memusuhi dan mengucilkan kakaknya.
6. Ardyn dan Somnus terlibat perang saudara yang sengit sehingga mengakibatkan Somnus harus mengeksekusi sang kakak karena melihat dengan matanya sendiri, sang kakak telah berubah menjadi sosok Daemon. Perang saudara ini bisa dikatakan representasi Kegelapan versus Cahaya di kemudian hari.
7. Ardyn dijatuhi hukuman penjara oleh Somnus. Kurungan penjara tetap berlangsung selama Ardyn masih bernafas karena dia menjadi abadi dan sang kakak sudah tidak bisa lagi mengendalikan Starscourge di dalam tubuhnya. 
8. Somnus terlibat langsung dalam penghapusan dan penghancuran life history Ardyn dan hubungan dirinya sendiri dengan sang kakak. Karena Somnus yang pertama kali mempraktikkan hal tersebut, keturunannya di kemudian hari melestarikannya. Lama-lama, keturunan Somnus yang entah generasi ke berapa menjadi tidak ingat sama sekali atas sosok dan hubungan Ardyn dengan mereka semua.  
9. Buku Cosmogony yang ditemukan di main game, masih belum atau tidak akurat dengan paparan di anime. Terutama, di bagian cerita legenda dan pendirian negara Lucis serta hubungannya dengan Kristal dan Oracle dari negara Tenebrae
10. History is written by the victors. Somnus keluar sebagai pemenang dalam cerita 2000 tahun sebelum FF XV mulai. Dia diangkat menjadi Raja Pertama Lucis dan direstui oleh Astral. Oleh karenanya, dia bisa sesuka hati merajut cerita lagi dari awal dan mengubah versi asli atas latar belakang negara Lucis yang dipimpinnya. Cerita baru atau cerita yang telah diubah tersebut sayangnya, bertahan dipercaya sampai waktu Noctis dan kawan-kawan lahir. 
11. Somnus memang cemburu kepada sang kakak. Kecemburuannya ini sudah cukup lama dia rasakan. Kecemburuan Somnus bukanlah terhadap hak tahta yang jatuh ke tangan sang kakak melainkan banyak orang mencurahkan perasaan cinta dan kasih sayang cukup besar dan tulus kepada sang kakak. Singkatnya, sang kakak memiliki banyak dukungan dan mendapatkan cinta luar biasa di luar keluarganya sendiri. Diam-diam banyak orang menyerukan suara untuk Ardyn supaya menjadi Raja daripada Somnus dan hal ini membuat Somnus juga cemburu kepada Ardyn.

Informasi Baru Dari Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue

1. Walaupun di FF XV, Ardyn dikatakan 'akan di angkat menjadi Raja Pertama Lucis' atau 'dia lahir untuk ditakdirkan menjadi Raja Pertama Lucis', anime memberikan informasi baru bahwa Ardyn dan Somnus sama-sama dalam keadaan menunggu putusan akhir para Dewa dan Dewi untuk siapa di antara mereka yang akan memerintah negara kerajaan pertama di Eos. Para Dewa dan Dewi tidak terlalu mempermasalahkan satu hal ini yaitu anak pertamalah yang seharusnya dipilih. 

Di anime tersirat cukup kuat bahwa Ardyn yang terpilih menjadi Raja Pertama Lucis dan Raja Yang Sebenarnya yang nanti siap harus berkorban banyak untuk menyelamatkan dunia dari Starscourge dan Daemon. Somnus benar-benar pilihan kedua Astral jika Ardyn kena diskualifikasi. Menariknya, ketika Bahamut menyampaikan pesan kepada Aera atas putusan akhir Astral, Aera terkejut setengah mati. Jika Astral memang memilih Ardyn, Aera seharusnya sangat bahagia tetapi, dia terkejut dan sedikit sedih. Dua perasaan tersebut masih tetap terbawa sampai dia berbincang empat mata dengan Somnus. Sampai sekarang masih menjadi misteri isi pesan ini sebenarnya seperti apa. Somnus tentu sudah tahu duluan karena Aera membocorkan isi pesan tersebut kepadanya.
2. Ardyn dan Somnus telah melakukan 'panggilan' mereka untuk membasmi Starscourge cukup lama, jauh sebelum anime-nya dilihat oleh kita. 
3. Walaupun belum diputuskan resmi untuk menjadi seorang Raja, Somnus telah memulai kampanye hitam. Kampanye hitam yang dilakukannya adalah mencemarkan nama dan reputasi Ardyn di mata masyarakat. Mungkin inilah alasan Ardyn kabur dari rumah dan enggan menemui Aera di menara. 
4. Somnus sangat gencar memburu Ardyn untuk memulangkannya ke rumah mereka. Tapi, Ardyn tidak mau karena Somnus telah melakukan kampanye hitam. Kemudian, jika Ardyn tertangkap, akan susah untuknya berkeliling kota yang berbeda untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit Starscourge karena ada Somnus yang mengawasi tiap gerak-geriknya. 
5. Keliling kota untuk menyembuhkan pasien terjangkit Starscourge yang dilakukan Ardyn, bersifat sembunyi-sembunyi. Karenanya, dia memakai jubah panjang dan tudung tiap kali melakukan pengembaraannya. Jubah panjang dan tudung yang dipakainya juga dijadikan untuk menutupi Starscourge yang telah menyebar ke tubuhnya.  
6. Ardyn memiliki tunangan bernama Aera. Mereka terpaksa harus bertemu sembunyi-sembunyi karena situasi dan posisi yang tengah melanda mereka. Aera selalu kabur dari menara demi Ardyn dan hal ini juga menempatkannya pada risiko tidak aman untuknya dan untuk para penjaga dan pelayan yang rela mengantarnya menemui Ardyn.
7. Sangat kuat tersirat di anime, Aera diintai dengan hati-hati oleh beberapa prajurit yang dikirim oleh Somnus. Somnus merasa bila mengikuti Aera pergi maka dia bisa mendapatkan jejak keberadaan Ardyn yang terus berpindah-pindah tempat untuk sembunyi dari kejarannya. 

Ketika prajurit melapor kepada Somnus bahwa mereka kehilangan jejak Ardyn, Somnus sedikit frustrasi tapi dengan cepat mengubah mimik wajahnya seolah-olah, "Ya... Coba dia sedikit kooperatif... Dia pasti ikut pulang bersama Aera dan bisa hidup berdua dengan keadaan tenang jauh dari konflik bila dia sedikit saja mengikuti ajakan aku untuk ikut baik-baik sebelum lari tapi sekarang? Kehehehe."
8. Gilgamesh membunuh orang yang dia anggap lemah (lihat Final Fantasy XV: Episode Gladiolus) maka tidak heran, dia lebih memilih untuk mendukung Somnus daripada Ardyn di tengah politik yang masih berupa permainan catur di 2000 tahun lalu. 
9. Somnus hanya peduli terhadap tahta. Dia tidak memiliki kepedulian lain. Bisa dilihat di anime-nya, Somnus mengganggu ritual suci Oracle yang sedang dilakukan oleh Aera untuk menanyakan putusan akhir Astral seperti apa. Somnus tidak sabar untuk menjadi seorang Raja dan Aera memberi tahu pesan Astral untuknya kepada Somnus. Aera membuat Somnus berjanji untuk tidak macam-macam terhadap Ardyn yang telah ditetapkan sebagai Raja Pertama untuk negara Lucis dan Raja Yang Sebenarnya.
10. Somnus menyiapkan jebakan untuk Ardyn sesaat setelah pembicaraannya dengan Aera supaya dia bisa membunuh sang kakak. Di benak Somnus, satu-satunya penghalang antara dia dan tahta adalah sang kakak dan sudah tiba saatnya untuk melenyapkan penghalang tersebut. 
11. Anime ini menunjukkan kepada kita betapa Somnus adalah individu yang memiliki kelakuan sangat menjijikan. Hampir tidak ada yang bisa dimaafkan dan dipermisifkan dari dirinya ini. Dia mengkhianati sang kakak, memfitnahnya, membunuh Aera (setelah Aera mati, Somnus menyebut dia 'perempuan bodoh' karena menghalangi aksinya untuk membunuh Ardyn dan tidak ada sama sekali raut penyesalan di wajahnya setelah membunuh Aera), dan menipu semua hadirin yang sebentar lagi akan menjadi rakyatnya; semua hal ini dilakukan karena dia menginginkan tahta. 

Dan tahukah kalian? Somnus berhasil mengamankan tahta, kepemimpinannya, dinastinya, dan kepercayaan masyarakat Lucis karena keberuntungan. Sungguh beruntung karena situasi berbalik mendukungnya, Somnus sekarang memiliki alasan sosial yang sangat bagus untuk menyelamatkan dunia dan rakyatnya yaitu Ardyn menjadi sosok Daemon sungguhan, pengkhianat sungguhan, dan kakaknya layak untuk disingkirkan (terutama dari wilayah negara Lucis); bukan lagi isapan jempol semata yang selalu disebarkannya dalam kampanye hitamnya. Aksi Somnus yang membunuh, memenjarakan, mengucilkan, dan menghapus Ardyn akhirnya disetujui oleh banyak orang karena semua orang sangat takut kepada Ardyn yang membawa virus Starscourge yang bisa menjatuhkan dunia ke dalam keadaan runtuh lebih parah dari sebelumnya.

Ingat satu hal, Somnus adalah laki-laki yang sangat kharismatik dibandingkan Ardyn! Mudah untuk Somnus mendapatkan suara untuk mendukung apapun yang dia katakan. Selain kharismatik, Somnus juga good public speaker.
12. Aera satu-satunya orang yang mengetahui sifat dan kelakuan Somnus yang sebenarnya. Di anime, Aera disiratkan tidak terlalu menyukai sosok calon kakak iparnya tersebut.
13. Somnus mungkin tidak menyimpan niat sama sekali untuk membunuh Aera. Somnus juga ikut terkejut seperti Ardyn ketika Aera muncul tiba-tiba di hadapannya saat duel sedang berlangsung. Somnus peduli terhadap Aera sama pedulinya dengan orang-orang yang dia bakar hidup-hidup.
14. Astral dan Kristal bisa saja menolak Ardyn, terlepas dia belum menampakkan diri sebagai sosok Daemon. Kerajaan Lucis bisa saja jatuh ke tangan Somnus. Tapi karena Ardyn menampakan diri sebagai Daemon, membuat Kerajaan Lucis sah diwariskan kepada Somnus tapi, Astral dan Kristal tidak memilih Somnus untuk menjadi Raja Yang Sebenarnya (this title milik Ardyn tapi, tidak jadi karena banyak faktor yang terjadi sehingga menjadi milik Noctis 2000 tahun kemudian). 

Astral memberi amanat kepada Somnus untuk menjaga Kristal dan Ring of the Lucii karena hanya dari garis keturunannyalah seorang Raja Yang Sebenarnya yang baru akan lahir. Somnus mungkin bisa mengakses kekuatan sihir dari dua benda tersebut tapi, dia tidak memiliki hati yang murni sehingga tidak bisa mendapatkan akses maksimal. Somnus juga tidak diberikan perlakuan istimewa yang Noctis dapatkan di kemudian hari oleh Astral. Alasannya adalah Somnus bukan Ardyn yang dulu masih baik dan bukan Noctis yang akan lahir ke dunia 2000 tahun kemudian. 
15. Somnus ditampakkan sebagai individu yang kejam di anime yang berani mengesampingkan ikatan darah keluarga untuk mencapai keinginannya.
16. Warna hitam adalah warna Kerajaan Lucis dan tiap anggota keluarga kerajaannya (bersamaan dengan siapapun yang memiliki koneksi kuat dengan mereka) karena warna itulah yang dipakai Somnus dan dia merupakan individu yang sangat kejam. Sebagai sosok Lucii bernama The Mystic, dia lebih ke arah "cahaya yang tidak mulia".
17. Somnus disiratkan merasakan perasaan sangat menyesal di anime dan FF XV Royal Pack Royal Edition / Windows Edition atas semua aksinya dan perlakuannya yang sangat brutal kepada sang kakak. Ini buktinya:


My God, what have I... done...?

"Free my brother from his curse."
18. Posisi Oracle terisi duluan, baru setelahnya adalah posisi Raja yang akan menduduki kerajaan pertama di Eos di cari oleh para Dewa dan Dewi Planet Eos. 


Informasi Baru Dari Final Fantasy XV: Episode Ardyn Prologue -Behind the Scene Video-

Tentang Somnus:

1. Noctis adalah inspirasi utama dalam penciptaan wujud manusia Somnus. Walaupun demikian, Somnus sangat berbeda dari Noctis dalam hal apapun. 
2. Somnus dideskripsikan oleh staf yang terlibat dalam anime dan DLC untuk Ardyn sebagai seorang individu yang sangat realis dan seorang raja yang sangat keras dan ketat. Di sisi lain, Ardyn adalah kebalikan Somnus. Ardyn merupakan seorang individu yang sangat idealis dan sedikit seorang pemimpi. 
3. Sama seperti Ardyn, Somnus juga berkeinginan kuat untuk menyelamatkan dunia dari cengkraman Starscourge dan Daemon tetapi, metode yang dia lakukan sangat berbanding terbalik dengan Ardyn. Sebagai individu realis, Somnus tidak ambil pusing mengumpulkan orang yang terjangkit Starscourge (bahkan yang baru sedikit terlihat gejala awal) untuk di bakar hidup-hidup demi mencegah penyebaran Starscourge. Sementara itu, Ardyn yang idealis dan pemimpi, membenci metode Somnus yang seperti itu dan lebih memilih metode yang manusiawi yaitu menyembuhkan siapapun yang terjangkit Starscourge satu per satu dan sangat percaya suatu hari Starscourge akan ada obatnya. 
4. Walaupun Somnus dan Ardyn memiliki sifat, pandangan dunia, dan hobi yang berbeda (perbedaannya hampir 180 derajat), mereka cukup lengket dan akur ketika kecil sampai remaja. Entah pada umur ke berapa, hubungan adik-kakak ini sedikit renggang. Akhirnya benar-benar hancur ketika Somnus membunuh Ardyn untuk tahta. 
5. Pada akhirnya satu hal ini yaitu perbedaan metode dalam menghadapi Starscourge dan melindungi dunia dari virus itu, sumber utama Somnus dan Ardyn saling bermusuhan. 
6. Somnus benar-benar tidak pernah satu titik pun dalam hidupnya membenci dan memandang hina kakaknya sendiri. Buktinya, mereka bisa lengket dan akur, bahkan Somnus sangat mengidolakan kakaknya sendiri sejak dia masih kecil. 
7. Somnus dan Ardyn sering menghabiskan waktu bersama dengan bermain catur. Kebiasaan ini dimulai sejak mereka masih kecil.  
8. Hasrat keinginan kuat untuk mengincar tahta karena akan mendapatkan kekuatan besar dikatakan oleh staf yang terlibat dalam anime dan DLC untuk Ardyn, berakar dari keinginannya yang kuat dan tulus untuk melindungi dunia. Sebagai individu yang sangat realis, semua hal yang dilakukannya for greater good in his eyes dan perlu dilakukan. Dia tidak bahagia atas aksinya yang merampas hak tahta milik Ardyn dan mengeksekusinya (lihat gambar dengan keterangan 'My God, what have I... done...?'). Terlampau realis, Somnus harus terus-menerus menyingkirkan perasaan pribadinya untuk semua hal yang lebih baik (lagi).
9. Tanggal lahir Somnus adalah 9 Mei dan dia diatur berusia 30 tahun ketika 2000 tahun sebelum FF XV. 
10. Hobi Somnus adalah berburu dan kegiatan ini sering dilakukan bersama dengan Gilgamesh sedari Somnus masih kecil. Hobi keduanya adalah tidur, baik tidur siang atau tidur kapanpun sesukanya dia. Hobi tidur ini sesuai dengan arti namanya yaitu Tidur (Sleep). Evidently, sleepyheads ran in House Caelum / House Lucis Caelum right from its start. Oleh karenanya, tidak heran Nocits juga hobi banget tidur dimanapun dan kapanpun yang dia inginkan.  

Kesimpulan dari informasi terkait karakter Somnus menurut penulis adalah (IMO) ekstrimis bermaksud baik dan secara umum, masuk ke dalam kategori karakter Machiavellian yaitu "ends justify the means". Walaupun begitu, sebagian di dalam dirinya masih mencintai Ardyn sebagai seorang kakak. 

Tentang Aera:

1. Lunafreya merupakan inspirasi utama dalam penciptaan karakter Aera. Hal ini adalah sebuah kesengajaan untuk membuat karakter Ardyn ketika berinteraksi dengan Lunafreya di Altissia, lebih menonjol dan emosional. 

Ya, rupanya, Ardyn mendapatkan ide membunuh Lunafreya (dia nyaris mirip Aera) di hadapan Noctis (dia adalah keturunan dari Somnus dan dikenali sangat mirip dengan leluhurnya yang satu itu) berasal dari pengalamannya sendiri. Selain faktor kemiripan, faktor pemberat lain adalah mereka memiliki koneksi kuat terhadap dua orang di masa lalunya yang telah memberinya perasaan patah hati karena Aera meninggal sehingga tidak bisa hidup bersama yang diimpikannya. Aera terbunuh di depan matanya ketika melindungi Ardyn dari Somnus yang sedang "gila". Sumber kemurkaannya adalah Somnus sebagai pelaku pembunuhan Aera dan perampas mimpi dan masa depannya. Ardyn sangat ingin Noctis juga merasakan rasa sakit dan pedih yang dirasakannya. 
2. Aera adalah Oracle pertama dan leluhur Lunafreya dan Ravus.
3. Walaupun ditetapkan sebagai Oracle pertama dan leluhur Lunafreya dan Ravus, Aera tidak memiliki latar belakang yang jauh lebih jelas atas bagaimana dia bisa mendapatkan posisi sebagai seorang Oracle.
4. Hobi Aera adalah menanam dan merawat bunga sama seperti Lunafreya. Selain hobinya yang itu, Aera juga menyimpan minat cukup besar terhadap sejarah dan arkeologi.
5. Tanggal lahir Aera adalah 4 Juli dan umurnya di anime adalah 28.
6. Aera merupakan satu-satunya perempuan yang pernah mencintai Ardyn.

Tentang Ardyn:

1. Kakak kandung laki-laki Somnus ini, merupakan seorang individu yang jauh lebih idealis dan suka berandai-andai (dreamer) dalam menghadapi permasalahan sehingga berlawanan kontras sekali dengan sifat / karakter adiknya.
2. Ardyn adalah kakak yang sangat peduli dan penyayang pada kesejahteraan dan kebahagiaan adiknya yang sedari kecil sudah sedikit kompetitif (bahkan bisa sedikit over-competitive). Jadi, mereka sangat lengket dan akur ketika masih kecil sampai Ardyn di bunuh oleh Somnus.
3. Hobi Ardyn adalah bermain catur (permainan ini sering dilakukan bersama adiknya sejak kecil untuk menghabiskan waktu luang) dan minum wine.
4. Tanggal lahir Ardyn adalah 30 April. Bulan lahir April sengaja dipilih untuknya karena birth stone bulannya yaitu Permata (Diamond) sebagai representasi individu yang sangat bertekad baja, berkemauan keras, tegas, dan pantang mundur. 
5. Umur Ardyn di anime adalah 33 jadi, di Kingsglaive: Final Fantasy XV dan FF XV bila dilkalkulasi menjadi 2033 atau sedikit lebih dari itu.
6. Ardyn memiliki painting yang sedang berpose dengan menunggangi Chocobo berwarna hitam, bukan? Coba search via Google. Mengapa harus warna hitam bukan warna lain? Ternyata, Ardyn cukup menyukai dan nyaman dengan warna hitam. Mungkin? Hahaha.....

b) Final Fantasy XV: Episode Ardyn

Plot cerita DLC ini melanjutkan plot cerita anime. DLC ini bukanlah sebuah rintangan terakhir yang sangat besar untuk para pemain taklukkan, melainkan para pemain di ajak untuk mengenal Ardyn lebih dalam, alasan yang mendasari kemurkaannya kepada Kerajaan Lucis dan tiap anggota kerajaannya yang dia pendam di Final Fantasy XV, dan bagaimana Ardyn melampiaskan kemurkaannya tersebut dengan cara yang sangat memuaskan di matanya (dan pemain...). Ardyn adalah bintang utama di dalam episode miliknya sendiri dan sekarang, penulis akan mengajak kalian untuk menjelajah DLC FF XV terakhir ini dalam bentuk tulisan. 


Verstael Discovers Adagium
Di M.E. 721, Ardyn yang sedang bermimpi di dalam penjara di Pulau Angelgard, terbangun dengan cahaya senter dan suara asing. Ardyn membuka matanya dan melihat sosok pria muda berambut pirang yang sudah tidak asing lagi untuk pemain yaitu Verstael Besithia. Verstael sangat takjub atas keberhasilannya menemukan Adagium seperti yang tertulis di dalam naskah kuno Lucis yang disimpan di dalam salah satu Royal Tomb. Tambah takjub lagi, Adagium masih bernafas dari 2000 tahun silam sampai Verstael menemukannya. 

Verstael memerintahkan pasukan militer Niflheim yang ikut bersamanya untuk melepaskan rantai yang menusuk tubuh Ardyn. Ardyn dituntun keluar dari penjara oleh pasukan militer dan akan di bawa ke titik kumpul yang telah ditetapkan. Ketika mereka sedang menuju titik kumpul, mereka di serang oleh anggota Royal Guard milik Lucis yang berupaya mencegah Adagium untuk keluar dari Angelgard. Ardyn masih dalam keadaan linglung dan di tengah kondisinya yang seperti ini, meminta serangan dari segala arah dihentikan. Royal Guard mengabaikannya sehingga membuat Ardyn memakai kekuatan kegelapannya untuk melindungi diri. Di tengah upaya penyelamatan diri tersebut, Ardyn menyadari dengan ngeri bahwa kekuatannya bukan menyembuhkan manusia dari virus Starscourge, melainkan menginfeksi mereka dengan virus tersebut dan ketika menginfeksi, Ardyn juga bisa mengintip ingatan manusia yang di ubah olehnya untuk menjadi Daemon. Verstael sangat mengapresiasi kapabilitas dan kemampuan Ardyn dengan kekuatan kegelapannya tetapi, sebelum Verstael lebih jauh memuji Ardyn, Ardyn jatuh pingsan.


"Forgive me, Brother. But the throne seats only one!"
Pemain di bawa lagi ke dalam alam mimpi Ardyn. Mimpi yang muncul adalah Somnus datang untuk membunuh kakaknya. Tetapi, Aera melindungi Ardyn dari tebasan pedang Somnus. Aera jatuh dan meringis kesakitan sementara Ardyn berteriak tidak berdaya. Ardyn terbangun dari mimpi buruknya dan menyadari sedang berada di dalam ruangan yang terasa asing untuknya. Rupanya, Verstael membawa Ardyn ke Magitek Research Facility di Niflheim. Walaupun Ardyn sangat lama terputus dari kehidupan di luar penjara, dia cepat mampu menyesuaikan diri dengan sekelilingnya. Seorang staf Magitek Research Facility memberitahu Ardyn dari pengeras suara bahwa Verstael sedang menunggu kehadirannya. 

Ardyn menemukan Verstael sedang duduk dan melihat banyak makanan yang masih belum disentuh. Ardyn dipersilakan duduk oleh Verstael di kursi yang telah disipakan olehnya. Ardyn diberitahu oleh Verstael bahwa sudah bebas dari penjara selama 7 bulan dan masa pengurungan penjara di Angelgard yang dilaluinya adalah 2000 tahun. Informasi lain yang disampaikan Verstael kepada Ardyn adalah beragam penelitiannya (termasuk bagaimana daging yang dihidangkan untuk makan malam mereka rupanya hasil "kloning" dan ini membuat Ardyn bingung setengah mati!) dan situasi yang sedang terjadi di dunia. 

Penelitian yang sedang membuat Verstael bahagia adalah hasil yang datang dari penelitian terhadap Ardyn. Verstael kagum dengan kekuatan kegelapan yang bersumber dari Starscourge dan karenanya mampu mengubah manusia menjadi Daemon yang dimiliki oleh Ardyn. Ardyn masih bisa berjalan di bawah sinar matahari walaupun tubuhnya ternoda Starscourge, bahkan Starscoruge semakin membuat Ardyn tumbuh lebih kuat, bukannya melemahkannya dan semua ini rupanya disebabkan oleh tiap sel di tubuh Ardyn mampu regenerasi lebih cepat untuk meniadakan cedera. 

Selama berbicara empat mata dengan Verstael, Ardyn dalam keadaan depresi dan membenci dirinya sendiri, bahkan menyebut dirinya adalah seorang monster tapi, Verstael menyakinkan Ardyn bahwa dia hampir sederajat dengan para Dewa. Kemudian, Verstael berujar dengan kekuatan yang Ardyn miliki bisa membuat Niflheim memenangkan perang dan akhirnya Lucis hancur. Verstael menekankan bahwa kehancuran Lucis merupakan balasan yang setimpal atas apa yang mereka perbuat terhadap Ardyn. Ardyn mengacuhkan Verstael yang sedang mencoba membujuknya untuk terlibat dalam perang dengan pernyataan, "Perasaan yang aku rasakan bukan urusanmu."


Ifrit, The Infernian
Verstael "menyerah sementara" untuk membujuk Ardyn. Setelah makan malam bersama, Ardyn di bawa oleh Verstael untuk melihat pengaruh Niflheim di Eos dan penelitiannya terhadap Daemon, Angelgard, mitos dan legenda di Eos, dan Adagium di ruang sebelah. Puas berkeliling mempelajari banyak hal yang sudah dilewatkan karena terlalu lama dikurung di dalam penjara, Ardyn mengikuti Verstael ke ruangan lain. Alangkah terkejutnya Ardyn menyadari Niflheim berani memperbudak Ifrit, The Infernian yang di taruh di dalam es setelah di gali dari Rock of Ravatogh. Ardyn juga sangat ngeri ketika mendengar permintaan Verstael untuk mengubah The Infernian menjadi Daemon dengan kekuatan yang dimilikinya. Verstael beralasan bila hal tersebut menjadi kenyataan maka Ardyn dan Niflheim akan memiliki kekuatan yang tidak pernah sekalipun diperkirakan oleh banyak orang dan para Dewa. 

Setelah melihat Ifrit, Ardyn diminta Verstael untuk mengikutinya ke ruangan lain untuk melihat lebih jauh hasil penelitian lain miliknya. Ketika baru tiba di ruangan yang dimaksud, Royal Guard menyerang lab karena berhasil melacak keberadaan Adagium. Ardyn mengalahkan semua Royal Guard yang ada setelah berhalusinasi anggotanya mengambil wujud Somnus. Tiba-tiba, Ifrit terbangun dalam keadaan marah. Ifrit sangat bingung dengan keberadaan seorang anggota Keluarga Caelum ada di tempat yang sama dengan dirinya dan berpihak pada penangkap dirinya. Ardyn yang berada di genggaman Ifrit, memohon The Infernian untuk membantunya dalam meruntuhkan Somnus, rakyatnya, dan kerajaan yang di bangunnya. Selagi mendemonifikasi Ifrit, Ardyn mengintip sekilas ke dalam ingatan Ifrit dan mengalami flashback ke kematian Aera yang durasinya cukup lama untuk dilihat oleh pemain.    


Dream Aera and Ardyn
Aera di dalam ingatan Ardyn meminta maaf kepada tunangannya bahwa dia telah membocorkan putusan para Dewa dan Dewi yang menetapkan Ardyn sebagai Raja Pertama Lucis dan Raja Yang Terpilih (Chosen King) kepada Somnus sehingga berujung pada perampasan tahta yang seharusnya milik Ardyn oleh Somnus, kematian dia sendiri, dan masa depan Ardyn hancur. Aera memohon pada tunangannya untuk membunuhnya sebagai balasan yang setimpal atas kekeliruannya tapi, Ardyn tidak mampu menyanggupinya karena panggilannya adalah menyelamatkan nyawa bukan mengambil nyawa. Akhirnya Ardyn membunuh Aera setelah Somnus di dalam ingatan Ardyn memaksanya untuk berbuat demikian. Sepeninggal Aera dan Somnus, Ardyn mendeklarasikan dirinya tidak lagi diam di dalam cahaya dan memulai untuk menapaki jalan kegelapan yang dibasahi oleh tumpah darah untuk memuaskan nafsu pembalasan dendam kepada Somnus dan semua hal yang berhubungan dengannya. 

Satu tahun kemudian, tepatnya di M.E. 722, Ardyn yang memakai nama Ardyn Izunia dan berhasil mendapatkan status warga negara Niflheim lewat naturalisasi, menerbitkan proposal untuk membangun pasukan militer Magitek (MT) yang luar biasa kuat. Dasarnya adalah hasil penelitian Verstael lakukan terhadap Ardyn sendiri dan pemahaman Ardyn tentang nature Daemon. MT adalah pencapaian yang brilian untuk Niflheim dan dana terus mengalir supaya Verstael bisa melanjutkan penelitiannya terhadap Starscourge dan Daemon. Atas kontribusinya yang luar biasa berguna, Ardyn cepat diresmikan menjadi Kanselir Niflheim untuk Kaisar Iedolas Aldercapt. Karena MT dilibatkan ke dalam perang, Lucis menjadi sedikit tidak berdaya sehingga memaksa Raja Mors Lucis Caelum mengecilkan area yang dilindungi Wall hanya berlaku untuk Insomnia. Di tengah panasnya perang, Raja Mors wafat yang mengakibatkan putra pertamnya yaitu Regis Lucis Caelum untuk naik tahta.

Di sisi lain yang tidak diketahui banyak orang, Ardyn mulai menyebarkan virus Starscourge ke seluruh dunia dan warga negara Niflheim menyebutnya sebagai "vanishing disease" karena siapapun yang terjangkit akan lenyap secara tiba-tiba. Mewabahnya Starscourge di akibatkan oleh Ardyn yang tidak hentinya mengintip ingatan milik orang lain demi mengumpulkan ragam informasi tentang negara Lucis dengan memakai cara demonifikasi. Akan tetapi, terus-menerus melakukan hal tersebut, membuat Ardyn tidak mampu lagi memisahkan antara ingatan miliknya sendiri dengan ingatan milik orang lain yang dia ubah menjadi Daemon. Sosok Ardyn sekarang merupakan refleksi hitam atas dirinya yang dulu.

Akhirnya Ardyn berhasil pulang ke Insomnia, Lucis yang merupakan kampung halamannya ketika lini masa sudah memasuki tanggal M.E. 734. Kepulangan Ardyn bertepatan dengan Founder Day's Festival yaitu sebuah selebrasi untuk merayakan hari jadi Kerajaan Lucis. Sebelum memulai pembunuhan masal di Insomnia, Ardyn mencurahkan kesan yang bisa dilihat oleh pemain. Kesan yang didapatkannya ketika menginjakkan kaki untuk pertama kalinya sesudah bebas dari penjara adalah dia kagum dengan kotanya yang serba modern dan canggih, sungguh berbeda dari yang dia lihat terakhir kali (dia "mengapresiasi" upaya Somnus dan warisannya untuk pembangunan Insomnia). Lalu, dia juga sangat marah terhadap keputusan Raja yang sedang menjabat yaitu Wall masih tetap berlaku untuk melindungi Insomnia saja dan juga sangat kesal pada warga kota Insomnia yang sama sekali tidak peka atas kepedihan dan kesulitan warga kota di luar Insomnia yang sedang hidup di bayangi kejamnya perang karena terbuai dengan hidup enak dalam perlindungan Wall. Kesan yang sangat kuat di dalam dirinya adalah sangat dihinakan dengan semua hal yang terbentang di depan matanya karena Insomnia dan perpanjangannya semua wilayah di Lucis, di bangun di atas penderitaan, luka, kesedihan, pengkhianatan, dan kehilangan yang dialaminya. 


Insomnia Under Siege!
Puas berkeliling mengagumi beberapa sudut kota, Ardyn memanggil Ifrit untuk meluluhlantakkan Insomnia dan semua yang telah di bangun oleh Somnus. Seluruh Insomnia berubah status menjadi code red karena ada penyerangan yang dilakuakan oleh seorang anggota patroli perbatasan Insomnia dan kota lain (oh ya, selama berkeliling Insomnia, Ardyn mengambil wujud rupa Mars Sapienta yang MIA dari pos penjagaan) dengan di bantu oleh suatu raksasa yang teridentifikasi oleh Clarus Amicitia dan pasukan militer Lucis adalah Ifrit. 

Setelah menyelesaikan pertarungan babak pertama, Ardyn mendapatkan misi baru dari Verstael lewat sambungan telekomunikasi yaitu melemahkan penguat kekuatan Wall. Penguatnya tersebar di beberapa tujuh titik yang sudah ditandai oleh Verstael. Ardyn melaksanakan misi tersebut dengan senang hati. Ketika sedang berupaya melemahkan penguat kekuatan Wall yang kedua, Ardyn sadar bahwa semua patung Guardian (bisa juga di sebut Old Wall / The Lucii tetapi, berukuran jauh lebih kecil daripada yang bisa dilihat dalam movie Kingsglaive: Final Fantasy XV), terbukti menyimpan roh Raja dan Ratu Lucis terdahulu sehingga mereka bisa "menghidupkan" patung yang dipahat sesuai gambaran mereka ketika hidup dulu, Guardian difungsikan sama seperti Old Wall yaitu untuk melindungi Insomnia yang menyimpan Kristal dan penguasa yang memiliki Ring of the Lucii. Kesadaran Ardyn tersebut menuntunnya untuk berspekulasi dirinya bisa bertemu langsung dengan adiknya yang sudah lama tiada. Tapi sayangnya, Ardyn tidak menemukan Guardian yang mengandung roh Somnus selama melemahkan penguat Wall.

Tidak ada jalan lain, Ardyn akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan misi yang diberikan oleh Verstael karena merasa hanya satu jalan yang bisa membuat Somnus muncul ke hadapannya yaitu bertemu Regis untuk di paksa olehnya memanggil Old Wall karena Regis memiliki Ring of the Lucii selaku benda untuk mengatifkan Old Wall. Ardyn sangat ingin bertemu dengan adiknya supaya konflik di antara mereka bisa selesai.  


Regis vs Adagium
Ardyn berhasil masuk istana dan bertatap muka dengan Regis yang terkejut karena orang asing di hadapannya adalah Adagium yang disebut dalam legenda dan mitos Lucis. Ardyn dan Regis berduel. Ardyn memenangkan duel tersebut. Selanjutnya, Ardyn menuntut Somnus (lebih tepatnya, menantang!) harus muncul di hadapannya atau jika tidak, Regis akan di bunuh. Ardyn tanpa sengaja (atau sengaja?) membuat Regis pingsan karena terus mendapatkan gebukan dan tendangan darinya. Ardyn kebingungan dengan situasi ini karena kehilangan seseorang yang bisa mempertemukannya dengan Somnus. 

Ring of the Lucii yang tersemat di jari Regis bersinar. Ardyn menyipitkan mata karena silau dengan kilau cahaya yang dipancarkan dari cincin. Kemudian Ardyn merasa ada sesuatu di langit yang sedang meluncur ke arahnya. Dia tersenyum puas karena tahu sesaat lagi akan menyaksikan pemandangan yang sangat diinginkannya. 

Somnus dalam wujud Lucii menampakkan diri di luar gerbang istana setelah mendengar tuntutan Ardyn sebelumnya dari dalam cincin. Duel antara Ardyn dan Somnus tidak terelakkan. Selagi mereka bertempur (sebuah pertempuran yang sangat intens dan cukup sedih untuk penulis), Somnus berusaha menggapai hati Ardyn dengan beralasan demi menjustifikasi apa yang dulu diperbuatnya kepada sang kakak merupakan hal yang perlu dilaksanakan karena sudah ternoda dengan Starscourge dan ini bisa membahayakan semua pihak. Tidak lupa, Somnus memohon kepada Ardyn untuk menghentikan serangan ke Insomnia dan segera kembali ke asalnya yaitu kegelapan. Ardyn sama sekali tidak menggubris tiap perkataan Somnus dan lanjut melawannya, dia bahkan mengejek adiknya yang tidak berani memakai wujud manusia aslinya untuk berhadapan langsung dengannya. 


Brothers Caelum
Perlahan Somnus membuat pengakuan jujur bahwa sebenarnya dia sangat cemburu terhadap kemampuan mukjizat yang dimiliki Ardyn sehingga para Dewa dan Dewi lebih memilihnya dibandingkan dirinya. Ardyn jauh lebih powerful dari segi kecerdasan, wewenang, dan pertempuran daripada Somnus. Kecemburuan Somnus berlanjut ke cinta tulus dan popularitas besar yang didapatkan Ardyn dari masyarakat. Sebagai putra termuda di Keluarga Caelum yang memiliki kakak yang sangat unggul dalam banyak hal daripada dirinya, Somnus merasa tidak berarti karena posisinya dalam keluarga adalah 'pewaris cadangan' / 'bayangan Ardyn' sementara dalam sosial adalah 'kelas dua' / 'pilihan kedua' yang semakin membuatnya terpuruk sehingga menyebabkan terbitlah perasaan mati-matian mendambakan ingin dicintai dan diistimewakan di dalam dirinya. Semua hal ini memotivasi Somnus untuk merampas hak tahta yang jatuh ke Ardyn. Ardyn mendengar semua ini dari mulut Somnus sendiri, tertawa dingin sambil mengomeli keras adiknya. 

Walaupun Somnus sudah mengaku jujur, dia masih mengutuk Ardyn sebagai seorang monster dan pendosa yang tidak diizinkan duduk di atas tahta untuk memimpin negara. Sekali lagi, Ardyn harus bersikap kasar kepada Somnus yang menimpali perkataan itu dengan berkata bahwa Somnus hanya mengada-ada mirip dengan cerita dongeng yang dia kenal. Ardyn tahu Somnus sedang berusaha membersihkan diri dari dosa kepada dirinya.

Pada akhirnya, Somnus kalah melawan Ardyn. Somnus menyingkirkan wujud Lucii-nya dan untuk pertama kalinya, Ardyn bertemu dengan wujud manusia asli Somnus yang masih diingat olehnya. Roh Somnus sadar bahwa dirinya sangat bertanggung jawab atas penderitaan dan kehancuran jalan hidup / masa depan sang kakak. Roh Somnus mengakui bahwa semua tindakan brutal dan jahat kepada sang kakak, sungguh tidak pantas untuk dimaafkan. Roh Somnus tidak berani memohon permintaan maaf Ardyn tetapi, dia meminta pengertian kakaknya bahwa tragedi yang menimpanya terpaksa ditegakkan. Ardyn murka pada kelancangan Somnus yang ingin diminta untuk dimengerti setelah sang adik sudah merampas banyak hal darinya. Dengan raut wajah yang sangat sedih dan kusut (karena tidak dimaafkan serta dimengerti lalu, sadar telah menciptakan monster Ardyn secara tidak sengaja), roh Somnus pamit dari hadapan Ardyn untuk kembali ke dalam alam cincin sambil tulus mendo'akan sang kakak bisa menemukan ketentraman untuk batinnya. Ardyn mendesah kesal karena Somnus meninggalkannya dengan keadaan konflik di antara mereka belum selesai sepenuhnya. 

Ardyn kembali ke tempat pertarungan ketika melawan Regis dalam keadaan masih murka. Dia berniat ingin membunuh Regis yang masih pingsan setelah duel dengan Adagium. Bahamut, The Bladekeeper datang tepat waktu untuk mencegah Ardyn bisa membunuh Regis. Ardyn di bawa oleh Bahamut ke Astral Realm. Di tempat ini, Ardyn di beritahu oleh Bahamut bahwa peran sesungguhnya yang ditorehkan oleh para Dewa dan Dewi adalah menjadi sebuah pengorbanan untuk disembelih saat Raja Yang Sebenarnya bangkit dan nantinya mati demi mewujudkan panggilannya yaitu membersihkan total dunia dari Starscourge. Kekuatan penyembuh yang diberikan kepada Ardyn merupakan upaya para Dewa dan Dewi supaya menjadikannya sebagai vessel Starscourge / Daemon dan merepresentasi Kegelapan karena Raja Yang Sebenarnya digariskan sebagai Savior dan merepresentasi Cahaya. Bertemunya Ardyn dan Raja Yang Sebenarnya dalam final scene, akan memudahkan para Dewa dan Dewi untuk menyingkirkan Starscourge dan Daemon di Eos hanya dengan sekali sapuan.  Ardyn sama sekali tidak ditakdirkan untuk menjadi Raja Pertama Lucis dan Raja Yang Sebenarnya sedari awal permainan dan semakin diperkuat dengan berubahnya dia menjadi monster setelah Aera meninggal di pelukannya oleh para Dewa dan Dewi. 

Pergantian peran Ardyn dari Cahaya menjadi Kegelapan dikatakan oleh Bahamut sebagai pengantar kembalinya cahaya dari akibat dirinya menyebarkan virus Starscourge dan menggelapkan Eos. Bahamut memberikan kompensasi yang menguntungkan Ardyn. Dengan Ardyn bermain peran sebagai Bringer of Darkness yang ditakdirkan untuknya, Ardyn akan diberikan istirahat tenang (a.k.a. kematian) dan masuk akhirat yang selama ini tidak bisa dia dapatkan serta balas dendamnya kepada Somnus terpenuhi karena lewat kematian Raja Yang Sebenarnya yang tidak lama lagi akan lahir dan kelahirannya merupakan pertanda garis keturunan Lucis Caelum habis. 


"...I will submit."
Submit to Fate: Ardyn menerima takdirnya yang dikatakan Bahamut walaupun hati nuraninya sangat keberatan tapi, dia sadar tidak lagi memiliki pilihan untuk memuaskan dendam di hatinya. Bahamut memuji pilihan Ardyn dan pergi dari Astral Realm. Setelah Bahamut hilang, Ardyn menuntut Aera dan Somnus untuk menjawab pertanyaannya, apakah mereka tahu bahwa dirinya dimaksudkan untuk menjadi sebuah pengorbanan untuk disembelih. Aera dan Somnus kompak tidak merespon pertanyaan Ardyn sehingga mengakibatkan Ardyn berteriak keras dan penuh kesedihan atas pengkhianatan yang diterima lagi dari Somnus dan dia tidak harapkan dapat juga dari perempuan yang masih sangat dicintainya. 


"I'm a monster"
Resist Your Fate: Ardyn menolak takdirnya untuk menjadi vessel dari virus Starscourge sekaligus menjadi seseorang yang akan dikorbankan supaya Raja Yang Sebenarnya memenuhi calling-nya untuk membawa Cahaya kembali ke Eos setelah ditelan kegelapan panjang berkat ulah Ardyn sendiri. Kemudian, Bahamut mengikat Ardyn dengan pedangnya dan memanggil Aera untuk membantu menaklukkan Ardyn supaya mau menjadi vessel

Aera menikam jantung Ardyn tiga kali dengan Trident of the Oracle. Ardyn mengerang kesakitan tiap kali mendapatkan tikaman. Selesai dengan tugas menikam, Aera berkata dingin kepada Ardyn bahwa bentuk penolakan yang disampaikan olehnya kepada para Dewa dan Dewi, hanya berbuah sia-sia karena semua yang terjadi di Eos sudah digariskan dan tidak ada satupun manusia yang bisa hidup selamat, tanpa adanya restu ilahi. 

Setelah menyaksikan scene Submit to Fate dan Resist Your Fate, pemain akan di bawa ke adegan berikutnya yaitu Ardyn dikembalikan ke Alam Fana dan mendapati dirinya ada di Angelgard. Dia meratapi bahwa apapun yang ada di dunia tidak lagi berharga untuknya selain balas dendam dan kematiannya. Tidak lama kemudian, Ardyn berimajinasi sedang berada di padang rumput yang dijadikan spot biasa bertemu dengan Aera. Selama berjalan menghampiri Aera dan Somnus yang sedang asyik berbincang, dia melakukan monolog bahwa menerima peran yang diinginkan oleh para Dewa dan Dewi yaitu untuk menjadi penjahat sadis dan licik yang menyebabkan Eos gelap total karena ulahnya. Monolognya berlanjut ke pernyataan dia akan membunuh Raja Yang Sebenarnya sesaat setelah lahir, monolog ini adalah cara dia untuk membangkang kehendak para Dewa dan Dewi karena mereka telah meminta secara halus kepadanya untuk tidak membunuh Raja Yang Sebenarnya. 

Aera dan Somnus menyambut Ardyn dengan senyum hangat. Ardyn membalasnya dengan senyuman jahat kemudian, Ardyn mengimajinasikan dirinya membunuh Aera dan Somnus sebagai simbolis atas pengkhianatan yang mereka perbuat kepadanya karena berspekulasi telah bekerja sama dalam menutupi takdir dia sesungguhnya dari dirinya. Setelah "membunuh" Aera dan Somnus, Ardyn tertawa jahat sangat keras yang mengisyaratkan kepada pemain, dia jatuh ke lubang kesintingan lebih dalam akibat Bahamut meneranginya dengan takdir sesungguhnya yang harus dijalaninya di Eos. 

Konfirmasi Terakhir Tentang Ardyn, Somnus, dan Anggota Kerajaan Lucis Lain

1. Kalian boleh menganggap nama "Izunia" adalah nama belakang asli dan nama keluarga asli dari Ardyn dan Somnus sebelum mereka menyandang "Lucis Caelum" karena kemampuan unik yang mereka miliki sehingga berhasil di pilih oleh Astral untuk menjadi panutan dan penyelamat dunia. Hal ini di dukung dengan informasi yang terdapat pada FF XV bahasa Jerman dan Prancis. Ini sah karena Square-Enix sendiri yang mengeluarkannya, sekalipun di FF XV bahasa Inggris dan Jepang, FF XV: Episode Ardyn -Prologue-, dan FF XV: Episode Ardyn, mengkontradiksi hal tersebut karena sepanjang jalan cerita di sana, Ardyn dan Somnus selalu dikenal 'Ardyn Lucis Caelum' dan 'Somnus Lucis Caelum'. 

Asal usul "Izunia" menjadi nama belakang Ardyn dijelaskan tegas di FF XV: Episode Ardyn bahwa Ardyn di berikan nama belakang itu supaya memudahkan dia saat pengurusan berkas administrasi ketika pertama kali di bawa ke Niflheim oleh Verstael dan cara Niflheim menutupi telah mengambil Adagium dari Angelgard ke publik.

Sementara itu, staf pengembang FF XV: Episode Ardyn menjelaskan bahwa Ardyn tidak terlalu ingat atas kepemilikan nama "Izunia" yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak mengintip dan mencuri ingatan orang lain sehingga Ardyn menjadi bingung sendiri ketika ditanya darimana dapat nama "Izunia" untuk nama belakang barunya. 
2. Buku Cosmogony di bagian yang menceritakan kisah seorang laki-laki yang hidup di 2000 tahun lalu kemudian dilantik menjadi Raja Pertama Lucis, melakukan Covenant (Kesepakatan) dengan semua Astral dan Astral menghancurkan banyak kota sebagai bentuk tes kepadanya, tidak lebih semata legenda dan mitos karena hal ini sama sekali tidak pernah terjadi. 

Begitupun dengan deskripsi yang tertera di Royal Arm milik Founder King dan deskripsi monumen untuknya di Insomnia (buka Chapter 14 FFXV) yang menyatakan dia bekerja sama dengan Oracle lalu berkelana bersamanya untuk meminta aliansi Astral, sama-sama tidak pernah terjadi di 2000 tahun lalu.

Somnus sama sekali tidak pernah terekspos kalau dia sebenarnya perebut tahta Lucis dari tangan Ardyn. Alih-alih digambarkan pewaris tidak sah (tapi sah di mata Astral) setelah kematiannya, banyak propaganda bermunculan untuk memuliakan dan "memuliakan"nya. Adalah yang telah disebutkan di atas dan satu lagi, pihak kerajaan lebih mendorong rakyat untuk percaya kalau Founder King memiliki keterampilan dalam medan pertempuran (ini benar banget) sehingga dijuluki The Mystic setelah kematiannya. Namanya dan jasanya (termasuk "jasa"nya) banyak dilestarikan ke dalam bentuk patung dan tulisan.  

Informasi Baru Dari Final Fantasy XV: Episode Ardyn

1. Pedang kesayangan Somnus yaitu Blade of the Mystic memiliki kembaran yaitu Rakshasa Blade yang merupakan pedang kesayangan Ardyn. Hanya warna yang membedakan mana milik Somnus dan milik Ardyn, Somnus berwarna silver / platinum sementara Ardyn berwarna merah. 

Pedang yang dimiliki oleh mereka, ditempa dan diselesaikan secara bersamaan dengan harapan cara begitu akan membuat dua saudara bisa saling bahu-membahu memimpin kerajaan (siapapun yang jadi pemimpin utama). Akan tetapi, iri hati dan ambisi akhirnya membuat keduanya tidak akur. 
2. Ardyn dan Somnus memiliki sifat / karakter, pandangan dunia, dan ideologi yang saling berlainan sehingga tiap kali mereka berargumen maka situasi di sekeliling mereka bisa menjadi tegang dan sengit tetapi, ketika masih muda, mereka mampu mencapai kata sepakat lewat permainan catur (akhirnya menjadi hobi untuk Ardyn) sebagai penengah perbedaan yang dimiliki masing-masing. Kemunculan Starscourge, semakin membuat dua saudara Caelum renggang karena perbedaan metode dalam mengatasi virus tersebut dan permainan catur tidak sanggup lagi menengahi perbedaan yang ada di antara mereka. 
3. Kebencian yang Ardyn rasakan pada Somnus dan semua yang dia bangun sangat kuat, sampai-sampai hal remeh seperti dekorasi, mobil, alat elektronik, dan patung biasa untuk dijadikan penyemarak Founder's Day Festival, tidak luput untuk dihancurkan sebagai bentuk balas dendam. Ardyn rupanya juga ingin membangkrutkan pemasukan Kerajaan Lucis. Hal ini dilakukan setelah menghitung pasti dan menyeluruh bahwa banyak uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki semua benda yang dihancurkan olehnya.    
4. Ada alasan Ardyn berpakaian cukup stylish dan memakai topi fedora hitam. Sebuah pakaian yang diberikan kepadanya setelah dilantik menjadi Kanselir. Alasannya adalah Ardyn menyadari cahaya matahari cukup menyakitkan dirinya (mirip seperti vampir) karena nature-nya sekarang adalah Daemon sehingga dia memilih untuk memakai pakaian yang sebisa mungkin hampir menutup kulitnya dan memakai topi untuk perlindungan dari cahaya matahari. 
5. Ada dua hal yang luput dari banyak orang. Selain wine menjadi minuman favorit, kopi kaleng Ebony terutama dalam keadaan dingin, disukai banget oleh Ardyn ketika istirahat di bangku yang tersebar di Insomnia. Selain Ardyn, karakter yang suka banget dengan Ebony adalah Ignis. Izinkan penulis berkomentar sedikit terkait hal ini, Ardyn dan Ignis seperti yang kita tahu merupakan karakter yang memiliki intelegensi tinggi sehingga penulis rasa di dunia FF XV, apabila ingin cerdas seperti mereka, Ebony adalah minuman yang harus diminum walaupun rasanya agak pahit. 

Kedua, majalah yang di baca Ardyn ketika sedang istirahat di Insomnia adalah majalah otomotif mobil, bahkan kover di salah satu majalah yang dibacanya, menampilkan mobil merah/merah jambu yang akan dikendarainya puluhan tahun kemudian dan mobil tersebut menemani kemunculan Ardyn di FF XV! (masih ingat, adegan konvoi dua mobil ke Disc of Cauthess untuk bertemu Titan?). Lewat pilihan bacaan Ardyn yang seperti itu, diam-diam dia adalah penggemar mobil biasa dan supercar

FF XV menyinggung kegemaran Ardyn terhadap mobil biasa dan supercar. Ardyn sangat bangga atas kemampuan mobilnya dan akan kesal bila mobilnya kena lecet. Ardyn juga memuji desain dan kemampuan mobil Regalia yang dimiliki oleh Raja Regis. 
6. Setelah Somnus diresmikan menjadi Raja Pertama Lucis, dia mengemban tugas yang berat yaitu melindungi rakyatnya dari Starscourge dan Daemon. Salah satu cara yang dilakukannya adalah mengucilkan Ardyn ke Angelgard atas perintah Astral. Menjalankan calling-nya sebagai Raja yang diberikan oleh Astral, tanpa berpikir bahwa yang dikucilkan kakak kandung, adalah hal yang memotivasinya untuk merampas tahta, selain motivasi satu lagi yaitu perasaan iri kepada Ardyn yang dirasakan dalam hatinya.

Aspirasi Somnus untuk menjadi Raja tercapai (dia puas) tapi, walaupun begitu, tanpa henti melindungi rakyatnya, akhirnya di dalam hati Somnus muncul perasaan menyesal yang mendalam karena telah melabeli kakaknya 'monster', mengeksekusinya, dan terakhir membuangnya ke pengasingan setelah ketahuan olehnya kalau Ardyn menjadi makhluk abadi dan sangat kuat. Somnus menyadari bahwa dia melakukan hal buruk kepada Ardyn, tidak lebih dikarenakan tindakan egoisnya. 
7. Selain faktor kemiripan dan ingin membuat Noctis mengalami sama-sama merasakan perasaan kehilangan orang yang dicintai seperti dirinya; faktor yang Ardyn jadikan landasan untuk menikam dan menampar Lunafreya di Altissia, faktor tambahan lainnya adalah simbolis untuk melampiaskan rasa tidak suka pada Aera yang bermain rahasia dibelakangnya. Ardyn berasumsi Aera sengaja menyembunyikan kebenaran akan takdirnya untuk menjadi Bringer of Darkness bukan Raja Lucis dan Raja Yang Sebenarnya di setiap rencana Astral buat. 
8. Ardyn merasakan dikhianati oleh orang-orang terdekatnya dan takdir, juga memendam bara api amarah sengit kepada keluarganya sendiri tapi, jauh tersembunyi di dalam dirinya, masih ada sisa-sisa karakteristik dirinya sebagai figur laki-laki yang baik hati, mulia, dan suka membantu tanpa pamrih dimana karakteristik ini berhasil membuat dia diidolakan masyarakat dan Somnus.
9. Rupanya, diam-diam Ardyn menaruh harapan tinggi kepada Noctis untuk mengabulkan keinginannya yaitu melepaskannya dari cengkraman takdir keji yang harus dilaluinya dan diharapkan melalui Noctis, dia juga bisa mendapat kedamaian, salvation, dan pengampunan dosa yang sesungguhnya. 

Ketika berhasil di bunuh oleh Noctis di Dunia Fana, Ardyn meninggal dalam keadaan tersenyum, bukan? He's smiling so he's really happy karena Noctis mewujudkan semua keinginan paling dalamnya yang terkubur di bawah sifat bengisnya yang selalu ditampilkan ke hadapan Noctis. Senyuman itu adalah bentuk rasa terimakasih, bangga, dan sedikit percikan rasa kekeluargaan.

Informasi Tambahan dari Famitsu dan Dengeki

Famitsu

1. Somnus yang muncul di dalam halusinasi / ingatan Ardyn dan berperangai jahat adalah murni persepsi milik Ardyn sendiri dan bisa dikatakan bias. Sementara itu, Somnus yang muncul di hadapan Ardyn sehabis dikalahkan olehnya di Insomnia, merupakan Somnus asli yang telah mature dan tulus meminta maaf kepada Ardyn. 
2. Adegan Ardyn bertemu lagi dengan Somnus (tanpa berwujud Lucii) adalah adegan yang cukup membuat staf pengembang tidak mampu berkata-kata. Alasannya adegan tersebut adalah penekanan hubungan saudara di antara mereka (seperti itulah Ardyn kalau memarahi keras Somnus dan seperti itulah Somnus kalau dapat omelan Ardyn, bahkan jauh sebelum mereka renggang gara-gara Starscourge muncul). Ya, Ardyn bisa dibilang kakak yang agak menyeramkan (terutama lagi marah) untuk adiknya.  

Lalu, masih di adegan yang sama, staf pengembang memberi tahu para pemain bahwa kakak-adik ini telah melalui pengalaman dan waktu yang berbeda satu sama lain. Maksudnya adalah setelah Ardyn dimasukkan ke penjara, Somnus sibuk membangun kerajaannya dan menghabiskan banyak waktu untuk melindungi semua rakyatnya, selagi melakukan dua aktivitas tersebut, Somnus dihantui dosa mengerikan karena telah memperlakukan Ardyn sangat kejam. Di sisi lain, Ardyn mendekam di penjara selama 2000 tahun maka otomatis, dia tidak mengetahui keadaan dan kabar di luar penjara dan kemurkaan yang diperlihatkan kepada Somnus, bila digambarkan ke bentuk reaksi dialog seperti, "Apa yang membuatmu berani bilang maaf kepadaku?! Kamu tidak pantas aku maafkan!". Masih di adegan sama, staf pengembang merasa bahwa ini cukup menarik atensi para pemain untuk merasa terhubung dengan apapun yang telah Ardyn lalui.
3. Pada awalnya, Somnus diniatkan sosok karakter yang cukup baik. Akan tetapi, Episode Ardyn merupakan game yang mengambil sudut pandang Ardyn maka akan susah dalam memahami kebencian Ardyn kepada negara Lucis dan anggota kerajaannya yang sudah banyak pemain tahu berkat FF XV apabila Somnus tetap diciptakan anak baik-baik sehingga, staf pengembang mau tidak mau, menciptakan Somnus untuk menjadi karakter egois, tidak tahu terimakasih, pencemburu, ambisius, kharismatik, dan realis yang telah kita kenal.
4. Kisah Episode Ardyn -Prologue- dan Episode Ardyn nyaris menjadi kisah cinta segitiga antara Ardyn & Somnus dengan Aera adalah target cinta mereka. Aera membalas cinta Ardyn sehingga Somnus yang tidak mendapatkan the girl. Kisah cinta segitiga ini akhirnya aborted karena terlalu berlebihan.
5. Adagium merupakan julukan baru untuk Ardyn yang baru diketahui oleh pemain lewat Prologue dan DLC tetapi, julukan itu bukan sesuatu yang baru untuk anggota kerajaan Lucis. Staf pengembang menjelaskan bahwa bahasa Latin "Adagium" diartikan menjadi proverb (Inggris) atau peribahasa / pepatah (Indonesia) tapi, definisi ini kurang lebih tidak berkorelasi dengan cerita secara keseluruhan. Sebenarnya, Adagium tidak lebih sebuah kode istimewa untuk Ardyn oleh beberapa staf pengembang ketika sedang proses menyelesaikan FF XV. 
6. Regis tidak bereaksi berlebihan ketika bertemu dan berbicara dengan Ardyn di movie Kingsglaive: FF XV karena Regis bertemu Adagium yang berciri-ciri kulit putih, 28 tahun, dan berseragam petugas patrol perbatasan beberapa puluh tahun yang lalu, bukan ciri-ciri yang Ardyn sendiri miliki. Pertemuan Regis dengan sosok asli Adagium benar-benar terjadi di dalam movie.
7. Staf pengembang mengesengajakan para pemain gagal dalam menekan tombol untuk QTE Somnus yang menyuruh Ardyn untuk mematikan Aera. Apabila berhasil di QTE tersebut maka menampilkan scene yang berbeda dari versi gagal. Hasil akhir dua scene tersebut, Ardyn tetap kalah. Berikut dua video QTE Somnus dengan hasil beda:

Gagal:



Berhasil:


8. Ardyn sama sekali tidak bisa diselamatkan dari takdirnya, baik ketika pilih Submit to Fate atau Resist Your Fate. Submit to Fate adalah pilihan yang akan menuntun ke jalan cerita seluruh judul yang masuk ke dalam Final Fantasy XV Universe. Submit to Fate di hitung canon.

Resist Your Fate dijadwalkan lewat novel The Dawn of the Future akan mendapat porsi signifikan dan menuntun ke alur cerita alternatif dengan kisah penutup yang diharapkan membuat siapapun puas atas FF XV Universe. 
9. Bahamut merupakan penggerak utama alur cerita semua judul yang masuk ke dalam FF XV Universe. Terkuak lewat ending Episode Ardyn DLC. Dia sengaja memilih Pejuang Kegelapan yaitu Ardyn yang diberikan misi untuk menyebar virus Starscourge dan Pejuang Cahaya yaitu Somnus dan keturunannya yang diberikan misi untuk mempertahankan Cahaya lalu, memberikan mereka gabungan kekuatan luar biasa kuat sebagai persiapan darkness and light's final clash. Hal ini bisa dinilai bahwa Bahamut sengaja menciptakan konflik panas di keluarga Lucis Caelum hanya demi keinginannya untuk memusnahkan semua Daemon di Eos. Selanjutnya, bagi Bahamut, bertemunya Ardyn dan Noctis yang berada di puncak elemen kekuatan yang masing-masing miliki maka dia bisa memusnahkan Daemon dari dunia dalam sekali sapuan.

Sebelum Bahamut bisa memusnahkan semua Daemon di Eos, dia merasa Starscourge harus pertama-tama disebarluaskan. Untuk ini tercapai, dia memilih Ardyn untuk bertindak sebagai perwujudan hidup virus tersebut. Ditekankan oleh staf pengembang, Bahamut bukanlah dalang / pelaku utama di balik Daemon muncul gila-gilaan, tapi, ada alasan penting dari Bahamut sendiri bahwa sangat penting memulai rencana pembersihan Daemon dari penyebaran virus. Apa alasannya, akan dipaparkan lebih dalam di novel The Dawn of the Future. 
10. Pertanyaan yang masih belum terjawab di Episode Ardyn DLC (untuk penulis yang masih menjadi misteri adalah kemunculan Aera di Resist Your Fate, apakah dia sosok asli Aera dan rupanya memiliki kepribadian yang agak jahat atau dia adalah halusinasi yang semata diciptakan Bahamut), mudah-mudahan terjawab di sesi cerita Noctis dan Lunafreya dalam novel The Dawn of the Future. 
11. Somnus sengaja dinamai mirip dengan main theme FF XV yaitu "Somnus". Alasannya adalah staf pengembang ingin mensolidifikasi tema yang erat hubungannya dengan Kerajaan Lucis. Kerajaan Lucis memiliki tema tidur dan tragedi seperti yang tercantum dalam lirik "Somnus". 

Izinkan penulis berkomentar sedikit, penulis tahu penamaan Somnus tersebut menuai protes dengan alasan yang paling sering ditemui adalah Somnus tidak layak dinamai sama dengan lagu yang sangat bagus dan banyak difavoritkan sehingga membuat di pikiran, sudah sedikit susah mengesampingkan sifat / kepribadian karakter Somnus yang terhitung brutal dengan keindahan alunan "Somnus". Jadi, bila di ubah ke dalam bentuk reaksi dialog adalah "Nggak banget deh Somnus punya lagu tema seindah itu", "Tidak rela "Somnus" sungguhan menjadi milik Somnus", dan "Mengapa Square-Enix, kau menamakan lagu "Somnus" berdasarkan laki-laki *maaf* keparat ini!". 

Penulis juga merasakan apa yang kalian rasakan kok. Tapi, ya... Mau bagaimana lagi? Sudah tidak bisa protes... Terima saja dengan lapang dada *tarik nafas dalam-dalam*. Gara-gara Episode Ardyn, "Somnus" resmi dimiliki oleh Somnus untuk semua penampilannya nanti di luar FF XV Universe. 

Dengeki

1. Episode Ardyn, baik Prologue dan DLC, awalnya didesain memiliki alur cerita yang sangat brutal dan mungkin DLC-nya akan mendapat rating kekerasan tingkat tinggi.
2. Halusinasi atau penglihatan yang selama ini Ardyn dapatkan sepanjang DLC merupakan perkembangan Ardyn yang bergerak perlahan-lahan menuju kesintingan dan akhirnya, puncak kesintingannya adalah ketika "berimajinasi" membunuh Aera dan Somnus.



Sources:

1. Final Fantasy XV: Episode Ardyn -Prologue-.

2. Final Fantasy XV: Episode Ardyn: Archives, Dialogues, Verstael's Research at Magitek Research Facility, Loading Screens.
3. YouTube.
4. Google Images.
5. Famitsu: https://www.famitsu.com/matome/ff15/2019_03_27-2.html
Beberapa terjemahan dalam bahasa Inggris dapat ditemukan di https://fusetter.com/tw/kHNU0
6. Dengeki: http://dengekionline.com/elem/000/001/901/1901019/




Alternate Ending

Final Fantasy XV: The Dawn of the Future

Cerita Ardyn di novel ini menceritakan ulang Episode Ardyn tetapi, dengan ending yang cukup membuat shock yang baca. Novel ini juga jauh memberi wawasan lebih mendalam dan penjelasan lebih baik tentang masa lalu Ardyn, hubungan persaudaraan dengan adiknya, masa-masa gelap di dalam penjara, dan pikiran Ardyn sendiri tentang realitas yang harus dibiasakan olehnya, terutama setelah bebas dari penjara. 

Kemunculan Ardyn tidak berhenti di episodenya sendiri, dia muncul di dalam episode cerita Aranea, Luna, dan Noctis. Bagaimana perjalanan Ardyn dalam novel ini? Simak baik-baik di bawah.

Ardyn's Part

Ardyn memilih untuk membangkang pada Bahamut dengan menolak takdirnya menjadi Bringer of Darkness. Akibatnya, Ardyn mendapat penyiksaan dengan cara ditikam oleh ilusi Aera (Ya! Aera di Resist Your Fate adalah ilusi!) yang diciptakan Bahamut. Sesudah ini, dia dikembalikan ke sel penjara lamanya di Angelgard dimana Ardyn membuat sumpah akan membuat dirinya sangat kuat untuk bisa membunuh True King dan semua Astral, khususnya Bahamut. Ardyn menunggu dengan sabar bertahun-tahun sampai waktu yang tepat bisa melakukan dua hal itu. Nah, event FF XV terjadi semua sesuai dengan yang pembaca ketahui hingga sampailah pada event Noctis menghampiri Kristal di Zegnautus Keep.

Ardyn datang mengejutkan Noctis. Ardyn tidak bisa mengingkari perasaannya ketika melihat Noctis yang sedang kesulitan mengeluarkan diri dari hisapan Kristal bahwa wajah musuhnya tersebut sangat mirip dengan mendiang adik laki-laki yang sangat dibencinya. Ardyn sangat menikmati momen menyiksa, merendahkan, dan mempermalukan Noctis yang sering dilakukannya ketika berpas-pasan bertemu karena kemiripan mereka berdua. Walaupun mereka sangat mirip dari segi wajah, Ardyn mengakui ekspresi / mimik wajah, pilihan kalimat, dan kelakukan pada diri Noctis dan Somnus sangat berbeda jauh satu sama lain. 

Selagi Ardyn berdongeng masa lalunya kepada Noctis, Ardyn dihinggapi oleh banyak suara dari pasien yang disembuhkannya dulu. Dia menggelengkan kepala karena menganggap semua di masa lalunya sudah tidak ada gunanya. Berlanjutlah Ardyn menceritakan masa lalunya. Di bagian ketika mengungkap nama aslinya yaitu Ardyn Lucis Caelum, barulah Ardyn dihinggapi amarah karena tidak ada satupun di dunia yang mengenal siapa dirinya dan penderitaan 2000 tahun yang dialaminya bisa menuntunnya untuk menjalani masa depan suram yang sama sekali tidak diimpikan. Ardyn tersenyum licik ketika Noctis menghilang dari pandangannya. Sesudah itu, Ardyn mengingat kembali semua event tragis di 2000 tahun lalu dan serangan pertamanya ke Insomnia ketika Founder Day's Festival. Suara Somnus memanggilnya "Kakak" dalam ingatan Ardyn-lah yang membawa pembaca benar-benar mulai masuk ke dalam Ardyn's Part.

2000 tahun lalu, planet Eos diserang sebuah virus parasit bernama Starscourge. Starscourge membuat makhluk hidup bisa berubah menjadi kacau, terlebih bila virus ini menyerang manusia. Keluarga Caelum yang di masa cerita ini berjalan, tinggal ada dua yaitu Ardyn Lucis Caelum dan Somnus Lucis Caelum. Mereka aktif memusnahkan dan memitigasi penyebaran virus mematikan tersebut dengan dibantu oleh kekuatan pemberian dari para Dewa yang bersifat innate ability. Tetapi, mereka memiliki metode yang berbeda untuk memusnahkannya sehingga membuat Ardyn dan Somnus tidak kompak. 

Ardyn memilih pergi keliling dari satu tempat ke tempat lain untuk bertemu penderita virus dan akan disembuhkan oleh kekuatan penyembuhnya. Ya, 2000 tahun lalu, Ardyn masih percaya kekuatan menghisap Starscourge ke dalam tubuhnya adalah karunia dari Astral. Dia masih tidak sadar kalau dari kekuatan yang Astral berikan itu, Ardyn sudah diniatkan menjadi vessel Starscourge yang akan ditakutkan banyak orang. Di pihak berbeda, Somnus membangun pasukan militer kuat untuk bertarung melawan Starscourge dengan cara membunuh penderita yang telah terjangkit virus tersebut dan penderita yang telah terlanjur bertransformasi menjadi Daemon. Dua metode berbeda ini memasamkan hubungan sedarah yang mereka miliki. 

Ardyn memperdebatkan metode Somnus yang terbilang tidak manusiawi karena menyuruh para prajurit binaannya mengangkat senjata melawan orang-orang yang tidak berdosa. Padahal yang prajurit bunuh itu hanyalah orang yang sedang bersedih dan kehilangan kendali karena Starscourge "memakan" akal dan hati mereka. Somnus tersinggung mendengar argumen Ardyn atas metode yang dipilihnya dan berbalik mempertanyakan efektivitas dari metode yang dipilih Ardyn. Somnus merasa Ardyn tidak akan pernah sanggup menyamai langkahnya yang pergi menemui satu per satu penderita di tempat-tempat berbeda dengan laju penyebaran virus itu yang tergolong lebih cepat dari yang mereka sangka. Esensinya, Ardyn memilih siapa yang hidup dan siapa yang mati selagi banyak orang terinfeksi lalu lenyap di satu tempat sementara Ardyn sedang berada di tempat lain untuk "menyembuhkan satu orang lagi". Dari sudut pandang Somnus, Ardyn sebagai Yang Terpilih tidak bersentuhan dengan keadaan "tidak terpilih" dan penolakan sang kakak untuk melihat kenyataan situasi yang mereka lalui membuat Ardyn sangat tidak layak menjadi Raja. Somnus jengkel kepada kakaknya karena hanya mau melihat situasi dan sifat orang yang baik-baik saja, kakaknya sungguh-sungguh menarik diri untuk melihat keburukan dalam sebuah situasi dan seseorang. Somnus juga menilai Ardyn terlalu berlebihan dalam memercayai seseorang karena mentang-mentang Yang Terpilih (mungkin maksudnya Somnus di balik penilaiannya yang satu ini adalah karena sifat Ardyn yang gampang mempercayai orang, Ardyn mudah dimanipulasi dan dikelabui banyak orang).

Ardyn diberi karunia bisa menghisap Starscoruge tapi, dia tidak diberi kekuatan untuk membersihkan virus tersebut yang sudah mendiami tubuhnya oleh Astral. Ardyn sempat berpikir kalau dirinya terus-menerus melakukan penghisapan maka dia bisa berubah menjadi seorang mindless Daemon tapi, dia cukup yakin tidak akan terjadi karena memiliki Aera yang sanggup memfokuskan dirinya menjalani calling-nya yang harus menghisap. Ardyn terus dibayangi omelan Somnus yang mempertanyakan pilihannya untuk melakukan metode dan ide apapun yang disimpan rapat-rapat untuk dirinya sendiri lalu mengeksekusinya seorang diri tanpa bantuan dari siapapun. Singkatnya, Ardyn diragukan oleh Somnus karena Ardyn percaya diri banget bisa melakukan tugas berat yaitu menangkal Starscourge, SENDIRIAN. Tapi, Ardyn menilai Somnus salah besar karena sesungguhnya dia tidak sendirian karena dia memiliki Aera sebagai sesama individu yang ditunjuk untuk saling bahu-membahu menuntaskan apa yang diperintahkan oleh para Dewa-Dewi. 

Pada akhirnya, Ardyn dan Somnus lumayan lama tidak berkomunikasi apalagi bertemu empat mata karena setelah pembicaraan sengit di antara mereka berakhir buntu, Ardyn kabur dari rumah. Alasan Ardyn kabur dari rumah adalah dia sudah melihat kilat 'Aku akan serius membunuhmu' di mata Somnus pada akhir pertemuan mereka. Kilat ini membuat Ardyn terkejut setengah mati dan baru kali ini nyawanya dalam keadaan bahaya karena dia kurang perhatian dan antisipasi. Ardyn seharusnya orang nomor satu yang paling mengenal karakter dan temperamen Somnus tapi, baru sekarang, Ardyn kecolongan. Somnus bukanlah orang yang mudah goyah jika sudah berniat ingin mencapai sesuatu, dia akan melakukan apa saja untuk mewujudkannya. Dari dulu Somnus begitu dan selalu. Ardyn sudah dilihat sebagai sebuah penghalang di mata Somnus.    

Somnus memulai aksi kampanye hitam yaitu dengan cara melakukan tindakan persekusi kepada Ardyn. Hal ini dilakukannya setelah merasa sudah mendapat bukti-bukti cukup bahwa Ardyn jauh dari kata layak untuk menjadi Raja tetapi, di sisi hatinya yang terkunci rapat, hal ini dilakukan Somnus sesungguhnya karena cemburu atas kepopuleran dan kemampun penyembuhan yang dimiliki Ardyn. Dia juga menyuruh prajuritnya untuk memburu Ardyn supaya memulangkannya ke rumah mereka maka mereka bisa sekali lagi berdiskusi untuk memecahkan kebuntuan-kebuntuan dari tiap kali pertemuan. Sayangnya, Somnus selalu tidak pernah berhasil menangkap sang kakak. 

Tibalah bagi Ardyn untuk diangkat menjadi Raja. Somnus menginterupsi event besar ini dengan mendeklarasikan dirinya yang sebenarnya ditunjuk oleh Astral untuk menjadi Raja. Ardyn dan Somnus akhirnya berduel. Duel mereka memakan korban yaitu Aera. Aera terbunuh ketika dia ikut campur dalam pertikaian dua saudara tersebut. Walaupun Astral memang benar memilih Ardyn untuk menjadi Raja dan menuntun rakyat Lucis ke kemakmuran, Kristal yang tidak berakal menghempaskan Ardyn ketika disentuh olehnya semata karena jijik pada "noda" Starscourge pada diri Ardyn. Interaksi singkat Kristal dengan Ardyn, membuat roh / jiwa Ardyn terperangkap di dalam alam antara hidup dan mati yang terhubung lewat Kristal sehingga Ardyn menjadi makhluk abadi. Ardyn sama sekali tidak mengetahui hal ini. Dia akan tahu tapi, waktunya masih lama. 

Somnus diangkat menjadi Raja sebagai pengganti Ardyn dan mengurung Ardyn di Angelgard dimana di tempat terpencil ini, Ardyn menahan keberadaan hidupnya dengan perasaan tersiksa karena juga harus betah dengan rasa bosan parah. Ardyn kehilangan kemampuan untuk menghitung waktu dan melihat dunia luar. Selama menghabiskan waktu di penjara, Ardyn berhalusinasi Aera dan Somnus yang tidak henti-hentinya menganiayanya walaupun Ardyn tahu Aera dan Somnus merupakan hantu yang diciptakan akalnya dan karenanya, kekejaman Somnus tampakkan ke hadapannya hanyalah sebuah proyeksi. 

Ardyn bisa menghirup udara bebas setelah dikeluarkan dari penjara oleh sekelompok pasukan militer Niflheim yang dipimpin Verstael. Ardyn di bawa oleh mereka ke sebuah fasilitas riset. Ardyn rupanya bisa mengubah seseorang menjadi Daemon dan sebagai balasannya, dia mendapat kemampuan melihat ingatan dari orang yang diubahnya. Setelah melalui tujuh bulan yang memusingkan (maklum 2000 tahun di dalam penjara bukan waktu yang pendek jadinya Ardyn ketinggalan jauh atas perkembangan zaman dia dulu dan sekarang), Ardyn harus terbiasa dengan situasi barunya walaupun dia enggan berbuat demikian. 

Verstael berkata Niflheim telah menawan Dewa Api, Ifrit. Ifrit terbangun dari tidurnya dan berupaya meluluhlantakkan semua di fasilitas riset. Ardyn memahami bahasa Astral dari ingatan Ifrit ketika sedang mendemonifikasi Sang Dewa Api dalam upayanya untuk membakar Somnus, kerajaan miliknya, dan rakyatnya. Masuk sekilas ke dalam jiwa Ifrit, Ardyn mengetahui ingatan yang tersimpan di dalam Kristal yaitu Aera diperlihatkan wajah Ardyn yang terpilih sebagai Raja sekaligus True King dan merasa terkhianati. Disini dijelaskan kalau Kristal bertindak sebagai perantara para Astral yang jatuh tidur untuk mengawasi Eos karenanya, Ifrit juga bisa tahu Ardyn dari Keluarga Caelum yang dipilih untuk menjadi Raja. Di lokasi yang sama dengan pertempuran Ifrit, fasilitas riset juga diserang oleh Royal Guard yang ditugasi menangkap Adagium, Ardyn berhalusinasi melihat semua wajah anggotanya sebagai Somnus dan ini membuatnya kesal. Gabungan melihat ramalan asli yang menunjuknya sebagai seorang Raja, dorongan paksa Verstael supaya mendapatkan kekuatan dahsyat untuk bisa balas dendam pada Lucis, dan melihat semua orang yang berkewarganegaraannya Lucis sebagai anak-anak dan darah daging Somnus, akhirnya Ardyn tertelan ke dalam keinginan besar untuk balas dendam.

Tahun-tahun berikutnya adalah tahun super sibuk untuk Ardyn dan Verstael. Mereka pun meminta dana besar untuk proyek MT kepada Iedolas. Iedolas yang awalnya tidak responsif atas proposal mereka, menjadi mau menyumbang dana besar karena tertarik pada cara menjadi abadi yang ditawarkan Ardyn. Kesibukan mereka berbuah manis karena karir mereka sukses. Verstael naik sebagai Kepala Riset dan Ardyn dengan nama adopsinya "Ardyn Izunia" dipercaya sebagai Kanselir Niflheim. Ardyn berkembang menjadi seorang individu jauh lebih kuat dari sebelumnya dan lebih cerdas karena dari tidak hentinya mendemonifikasi orang untuk mencuri pengetahuan dan kebijakan yang tersimpan di dalam ingatan orang yang diubah olehnya. 

Dengan posisi tingginya di pemerintahan Niflheim, Ardyn bebas pergi kemana-mana dengan otoritas yang dimilikinya. Dua hal tersebut memudahkannya untuk merusak satu per satu wilayah Lucis hingga Wall dikecilkan untuk melindungi Insomnia saja. Wilayah Lucis yang tidak terlindung oleh Wall, oleh Ardyn dibangun basis militer Niflheim. Tidak hanya memudahkan dalam hal ini saja, Ardyn dimudahkan dalam mengubah beberapa warga negara Lucis menjadi Daemon untuk kemudian, diambil paksa pengetahuan yang dimiliki tentang negara kelahiran mereka.

Ardyn dan Verstael bekerjasama untuk membuat satu langkah yaitu menyerang habis-habisan Insomnia karena tinggal wilayah ini yang masih berdiri gagah melawan Niflheim. Masih ada Raja dan pusat pengendali Wall ada di wilayah ini. Ardyn menyusup ke dalam Insomnia sendirian dengan memakai  wujud serta identitas orang lain yaitu Mars Sapientia. Ardyn mudah melemahkan penguat Wall dan anggota Crownsguard plus Royal Guard berkat pengetahuan yang diambil paksa dari yang sudah diubah. Dalam keterkejutannya ketika terus-menerus mendemonifikasi anggota Crowsguard dan Royal Guard, Ardyn mendapati satu pengetahuan yang selama ini tidak diketahuinya bahwa ada yang namanya Old Wall. Pelindung negara Lucis lain lagi tapi, hanya segelintir orang yang tahu. Old Wall adalah umpamanya "tubuh" para pemimpin Lucis yang telah tiada lalu yang sanggup memanggil mereka hanya Raja atau Ratu yang sedang berkuasa. Benda sebagai medium memanggil mereka adalah Ring of the Lucii yang berada di bawah kepemilikan Raja dan Ratu Lucis. Ardyn sangat bahagia atas pengetahuan berharga ini karena Somnus bisa dimunculkan ke hadapannya. Oleh karenanya, Ardyn berniat ingin bertemu Raja Regis kalau bisa sekalian membunuhnya juga. Verstael menegur Ardyn setelah mendengar niat Ardyn yang seperti ini tapi, Ardyn tidak peduli. 

Ardyn berduel dengan Regis. Ardyn memenangkan duel ini. Kemudian, memaksa Regis untuk mengabulkan keinginannya yaitu panggil Somnus, Raja Pendiri Lucis. Regis tidak sempat melakukannya karena keburu pingsan sehabis dipukuli dan ditendang membabi buta oleh Ardyn. Ring of the Lucii bersinar. Ardyn merasa Old Wall sedang diaktifkan. Satu patung besar muncul di luar gerbang istana dan menyebut panggilan "Kakak!". Ardyn tersenyum puas karena patung besar yang tinggi menjulang di hadapannya, tidak lain lagi adalah Somnus. Dikenali dari suara dan panggilan untuknya walaupun adiknya berwujud patung besar. Somnus masih terhubung dengan Alam Fana karena roh berusia 2000 tahunnya bisa dikatakan berada di dalam situasi limbo untuk terus menguatkan keturunannya. Rohnya juga masih terikat dengan Ring of the Lucii. 

Somnus dipenuhi penyesalan atas perubahan di diri Ardyn dan semua yang telah dilaluinya. Somnus berupaya meminta maaf dalam perannya yang menumbuhkan benih kebencian sampai akhirnya benih kebencian tersebut menjadi sangat besar di hati Ardyn. Upaya Somnus ini nihil karena Ardyn tidak mau menerima permintaan maaf dan dalih Somnus sama sekali. 

Walaupun Ardyn berhasil menaklukkan sang adik, Bahamut menghalangi Ardyn untuk membunuh Regis dengan cara menariknya ke tempat lain. Bahamut menjelaskan peran Ardyn sebagai perwujudan hidup Starscourge yang dibunuh oleh True King yang tidak lama lagi lahir di Lucis. Ardyn mengetahui bahwa keabadian yang dimilikinya sebenarnya karena Kristal menyerap roh / jiwanya ke dalam alam lain yang terhubung dengan Eos lewat Kristal yang tidak bisa dimasuki oleh wujud fana. Starscourge berperan menguatkan keabadiannya. Di alam ini, tempat mereka berpijak sekarang, yang merupakan alam antara dunia orang hidup dan dunia orang mati, True King digariskan akan membinasakan roh / jiwa Ardyn yang terperangkap dan ternoda oleh Starscourge. 

Karena Ardyn menolak semua takdir yang sudah digariskan untuknya, Bahamut memerangkap Ardyn di dalam perangkap penyiksaan ilusi dengan memanggil Aera dimana Ardyn mengenali sosok Aera ini palsu. Rasa sakit dari tikaman dirasakan Ardyn sangat menyengat. Ardyn kembali ke sel penjara lamanya di Angelgard dengan penuh perasaan murka dan benci. Ardyn menekankan pada dirinya sendiri bahwa akan ada waktunya untuk dia bisa membunuh True King dan Astral. 

Event FFXV berjalan sesuai dengan perencanaan Bahamut. Noctis dihisap Kristal untuk bertemu Bahamut supaya diberitahu bahwa dirinya adalah True King, Ardyn menyudahi untuk mengingat masa 2000 tahun lalu dan serangan Founder's Day Festival, Ardyn berhasil menggelapkan Eos selama sepuluh tahun, Ardyn kembali ke Insomnia untuk mengklaim singgasana dan istana Kerajaan Lucis menjadi miliknya, dan Ardyn menunggu kedatangan Noctis dari istana untuk pertempuran mereka. Ardyn terperanjat kaget karena seseorang yang membuka pintu Throne Room adalah Lunafreya yang dihidupkan lagi. Hal ini di luar ekspektasinya dan bahkan di luar perencanaan Bahamut sendiri sehingga Ardyn tertawa keras.  


Aranea's Part

Aranea menyinggung sedikit peran Ardyn di dalam pemerintahan Niflheim. Aranea percaya pengaruh Ardyn yang di matanya busuk merupakan sumber utama pemerintahan Niflheim menjadi ganjil nan gila. Ketika Aranea kembali menginjakkan kaki Di Gralea setelah long shift untuk membantu evakuasi Altissia, betapa terkejutnya dia karena melihat Gralea hancur lebur. Ibu kota Niflheim ini dipenuhi dengan MT yang lepas kendali, banyak Daemon berkeliaran bebas, dan melihat pasukan militer bertugas membasmi kumpulan Diamond Weapon yang sedang menuju Zegnautus Keep.

Pada akhirnya, Aranea bertemu dengan Ardyn yang sedang berdiri di atas atap sambil memproklamirkan lantang bahwa Kekaisaran Niflheim berakhir sekarang karena Kaisar Iedolas tidak meninggalkan seorang pewaris kepada sekumpulan massa yang sedang direpotkan dengan situasi chaos. Selain melakukan itu, Ardyn juga melakukan broadcast kata terakhir Iedolas untuk dilihat oleh seluruh rakyat Niflheim. Aranea menyerang Ardyn karena kesal telah membuat Gralea chaos dan kekacauan yang diperbuatnya menelan banyak korban tapi, dengan mudahnya Ardyn mengelak dari serangan yang ditujukan padanya dan berhasil membuat Aranea jatuh menyentuh tanah sangat keras sampai membuatnya terluka. Ardyn mengaku pada Aranea sedang berencana mengirim Diamond Weapon ke Tenebrae. Aranea terpaksa meninggalkan Ardyn dan membiarkannya pergi ke tempat lain karena dia harus melenyapkan Diamond Weapon yang akan dikirim ke Tenebrae.


Lunafreya's Part

Ardyn disinggung di bagian awal cerita bagian Lunafreya ini. Pertama, Bahamut menyampaikan pandangan masa depan Noctis mati setelah membunuh Ardyn tapi, kegelapan yang melanda Eos tidak sirna. Lunafreya ngeri melihat pandangan masa depan ini, terlebih di adegan ritual pengorbanan di atas kursi tahta. Bahamut lebih lanjut menjelaskan bahwa memang seperti itulah takdir True King yang seharusnya dijalani Noctis tapi, karena situasi sekarang di luar dugaan karena Ardyn membuat dirinya sangat kuat sehingga akumulasi kekuatan para pemimpin Lucis terdahulu yang terkonsentrasi di dalam Ring of the Lucii menjadi tidak ampuh membersihkan kegelapan dalam diri Ardyn, akhirnya Bahamut memberi calling baru kepada Lunafreya yaitu mengalahkan Ardyn. Lunafreya menerimanya sebagai kesempatan bisa menyelamatkan hidup Noctis.

Kedua, Lunafreya menemukan barisan patung para Oracle sebelum dirinya termasuk Aera di sebuah kuil yang pernah menjadi tempat latihannya. Dari patung ini, Aera memanifeskan diri ke hadapan Lunafreya yang menunjukkan padanya beragam kenangan 2000 tahun lalu. Lunafreya mengetahui dari Aera bahwa kekuatan kegelapan yang dimilikinya persis seperti yang Ardyn miliki dan bisa digunakan untuk menghisap Starscourge dari yang terjangkiti dan memulihkan mereka ke keadaan normal. Aera meminta pada Lunafreya untuk menyelamatkan Ardyn yang telah gugur menjadi jawara Astral dan yang telah membangkang takdir yang ditulis untuknya.  

Lunafreya bertatap muka langsung dengan Ardyn ketika dia berjalan memasuki Throne Room. Hal ini membuat Ardyn terkejut karena Lunafreya seharusnya mati sepuluh tahun yang lalu di Altissia. Ardyn tahu Lunafreya sengaja dihidupkan lagi oleh Bahamut untuk membantu Dewa Perang dalam grand scheme-nya. Lunafreya tidak takut berhadap lagi dengan pembunuhnya karena dia hanya ingin menawarkan kerjasama, bukan bertengkar. 

Noctis' Part

Ardyn berpamitan sementara dengan Noctis di tempat Kristal disimpan oleh Niflheim karena musuhnya ini akan diterangi sesuatu yang besar oleh Bahamut. Sesudah menerima pembukaan wahyu dari Bahamut, Noctis masuk ke dalam kondisi tidur. Di dalam tidurnya, Noctis menerima beragam ingatan tentang penciptaan Eos, asal-usul Kristal, masa kecil serta remaja Ardyn dan Somnus, orang tua dari Ardyn dan Somnus memberi mereka pedang kembar, bermacam koflik yang muncul di antara dua saudara tersebut sepeninggal orang tua mereka, duel Ardyn-Somnus yang berakhir dengan kematian Aera, bagaimana Ardyn dipenjara, bagaimana Somnus memulai dinasti Lucis Caelum beserta kerajaannya, Niflheim membebaskan Ardyn dari penjara, Regis dipilih sebagai anggota terakhir The Lucii, Regis diberitahu The Lucii kalau Noctis sebagai True King, dan terakhir diberi penglihatan masa depan atas kematiannya sendiri. 

Noctis dijemput oleh Solara Aldercapt Antiquum (Sol nama pendeknya) di Galdin Quay setelah keluar dari pulau Angelgard. Sol berkenalan dengan Noctis dan dari perkenalan ini, dia menjabarkan seluruh rangkaian petualangan yang dialaminya bareng Lunafreya dengan diakhiri pemberitahuan bahwa Lunafreya menuju Insomnia seorang diri untuk melawan Ardyn. Pemberitahuan tersebut mengguncang hati Noctis karena Lunafreya hanya bilang kepadanya untuk bertemu di The Citadel dalam Lover's Notebook dan dia tidak diberitahu oleh tunangannya bahwa sudah diberikan misi baru oleh Bahamut untuk mengalahkan Ardyn. Noctis berujar semua hal tersebut sangat tidak masuk akal karena dialah yang memiliki Ring of the Lucii sebagai satu-satunya cara Ardyn bisa dikalahkan. Noctis memutuskan untuk menyusul Lunafreya ke The Citadel walaupun para Astral tidak berkenan memberinya kekuatan yang luar biasa kuat maka kekuatan seorang dirilah yang diandalkannya untuk menyelamatkan Lunafreya dan Eos.

Sementara itu, di The Citadel kejadian lain berjalan berbarengan. Sekarang mengetahui Bahamut berupaya membersihkan semua kehidupan di planet Eos, Lunafreya berniat untuk menggagalkan grand scheme Dewa Perang dengan meminta kerjasama Ardyn tapi, Ardyn tidak berminat membentuk aliansi antara dirinya dengan Lunafreya. Lunafreya mengatakan jujur bahwa pembersihan yang diniatkan Bahamut maksudnya adalah penghancuran planet. Ardyn tetap tidak peduli pada Eos dihancurkan oleh Bahamut, malahan dia sangat senang hal ini terjadi. Ardyn meminta Lunafreya segera tinggalkan The Citadel karena Noctis akan tiba sebentar lagi. Lunafreya masih berusaha mempersuasi Ardyn dengan mengeluarkan jurus terakhir yaitu menyampaikan harapan terakhir Aera yang berharap Ardyn masih bisa diselamatkan. Ardyn marah mendengar hal tersebut sampai-sampai memanggil Ifrit untuk membunuh Lunafreya.

Di tempat lain, Noctis menurunkan Sol di Hammerhead sementara dirinya pergi sendiri ke Insomnia. Di dalam The Citadel, Noctis melawan seorang Raja masa lalu Lucis yang diperbudak oleh virus Starscourge. Selama bertarung melawan Raja ini, Noctis berharap tiga sahabatnya bersamanya. Akhirnya, setelah pertarungan melelahkan, Noctis berhasil mengalahkan Raja ini dan meretakkan topeng besinya. Noctis menyadari sosok di balik topeng besi tersebut merupakan Somnus. Noctis terdiam melihat kemiripan wajahnya sendiri dengan Somnus. Di benak Noctis, wajah yang dimilikinya pasti membuat Ardyn sangat terluka dan terpukul mengingat apa yang telah terjadi diantara dia dan adiknya. Noctis berjanji akan menyanggupi keinginan terbesar Somnus yaitu selamatkan Ardyn dari takdir keji yang disegel oleh Somnus sendiri. Noctis pun bertanya-tanya untuk batinnya sendiri mengapa Bahamut tidak pernah memberi kekuatan penyembuh yang dimiliki Ardyn kepada Somnus atau orang lain, mengapa hanya diberikan untuk Ardyn seorang. Sekarang kekuatan penyembuh yang dimiliki Ardyn diberikan juga kepada Lunafreya. 

Sementara itu di Throne Room, Ardyn mempertahankan sikap tidak pedulinya tentang Bahamut akan menghancurkan Eos walaupun dia juga berharap bisa membunuh Dewa Perang dengan tangannya sendiri. Lunafreya dan Ardyn bertarung. Dalam pertarungan ini, Lunafreya menyembuhkan Ifrit dari perbudakan yang dilakukan Ardyn dengan memanfaatkan Starscourge supaya Ifrit terikat dengan kehendaknya. Ifrit berbalik melawan Ardyn karena marah sudah diperalat tapi, Lunafreya menghentikan amarah Ifrit dengan menawari kesediannya membuat Covenant dengannya. Ifrit setuju. 

Noctis tiba di Throne Room. Namun terlambat karena Lunafreya sudah berubah menjadi Daemon akibat efek menyerap Starscourge dari tubuh Ifrit yang ternyata final trigger untuk mengubah dirinya setelah melakukan penyerapan banyak Starscourge dari Aranea dan Daemon besar. Noctis memohon Lunafreya untuk mengenalinya yang terus menyerangnya dengan senjata spatula miliknya. Ardyn yang melihat mereka bertarung, melihat adegan di depannya dengan tatapan simpati bercampur senang. Ardyn mengolok-olok mereka. 

Bahamut datang dengan perasaan kecewa dan murka. Dia berkata peran seorang Raja dihentikan sampai titik ini karena umat manusia terus-menerus melakukan tindakan bodoh yang diartikan Eos beserta makhkuk yang mendiaminya memang layak untuk dihancurkan total. Bahamut memerintah Lunafreya untuk melepaskan kekuatan kegelapannya dan ini menghancurkan Throne Room serta membuat Ardyn dan Noctis jatuh pingsan karena terpental oleh ledakan dahsyat yang berasal dari Lunafreya. Bahamut menaikkan The Citadel ke langit supaya melindungi Kristal.

Ardyn yang siuman duluan selanjutnya menengadah ke langit. Dia tanpa basa-basi melakukan Warp Strike ke arah The Citadel karena tahu Noctis akan segera menyusul Lunafreya. Prediksi Ardyn tepat dan ketika Noctis beserta tiga sahabatnya terburu-buru untuk mengambil Lunafreya kembali, Ardyn mencegat mereka yang bertanya pada Noctis bukankah tugas True King adalah membunuh dirinya. Noctis langsung masam dan berkata tidak punya waktu harus meladeni Ardyn. Prioritasnya sekarang adalah Lunafreya.

Ardyn, Nocits dan tiga sahabatnya melihat pemandangan yang cukup mengerikan yaitu Bahamut sedang menyiapkan final and ultimate attack miliknya yaitu Teraflare yang sanggup membinasakan seluruh kehidupan di Eos. Daemon Queen Lunafreya sedang bernyanyi dengan lengkingan memekakkan telinga untuk mengumpulkan kegelapan yang tersisa yang menjadi baterai Bahamut bisa melepas Teraflare. Tapi, jika Bahamut gagal melepas Teraflare sama seperti saat Great War of Old / Astral War dulu maka Bahamut akan dipukul mundur untuk istirahat sama seperti Astral lainnya yang seperti itu dulu. Ardyn mengingat lagi kalau Lunafreya aslinya berencana merelakan Bahamut melepas Teraflare karena hal ini akan memicu Astral lain untuk menghentikan Teraflare sehingga memaksa Bahamut untuk jatuh tidur bertahun-tahun karena kematian sesungguhnya pada diri Bahamut merupakan hal yang mustahil disebabkan Dewa Perang juga memiliki keberadaan di dalam Kristal. Ardyn juga menceritakan pada Noctis bahwa awalnya kegelapan terakhir yang akan dihisap Lunafreya adalah kegelapan miliknya, bukan Ifrit untuk dijadikan cue Bahamut harus Teraflare. Itulah inti tawaran kerjasama Lunafreya yang disampaikan ke Ardyn ketika Noctis belum tiba di Throne Room. 

Ardyn menyerang Noctis tiba-tiba setelah meminta paksa Noctis untuk menyerahkan Ring of the Lucii kepadanya. Noctis menyadari niat Ardyn yang memaksanya untuk menyerahkan cincin dinasti Lucis Caelum yaitu Ardyn berencana memasuki alam antara orang hidup dan alam orang mati dengan bantuan kekuatan para Raja dan Ratu Lucis terdahulu karena sebagian diri Ardyn yang terperangkap di alam tersebut masih tidak cukup kuat untuk menumbangkan seorang Dewa. Noctis mengalah untuk membuat Ardyn senang yaitu berduel. Sebuah duel yang puluhan tahun didambakan Ardyn. Dalam duel tersebut, Ardyn dikalahkan Noctis yang berhasil menikamnya dengan Sword of the Father tapi, tikaman Noctis tersebut tidak fatal sama sekali. Tindakan Noctis yang demikian sangat mengejutkan Ardyn. 

Noctis memberi penjelasan kalau dirinya rela membunuh Ardyn jika krusial demi menyelamatkan Eos tapi, sekarang Bahamut akan membunuh semua kehidupan di Eos, tidak ada lagi poin untuk melakukan pengorbanan sia-sia dan dia muak jika terus dihadapkan hal ini. Noctis bertanya jika Ardyn mengalahkan Bahamut di alam orang hidup dan alam orang mati akan menyelamatkan umat manusia. Ardyn menjawab singkat, mungkin saja. Ardyn masa bodoh jika kematiannya nanti akan dielu-elukan sebagai seorang penyelamat. Hal yang diinginkan Ardyn hanya pembalasan dendam. Walaupun Noctis membenci Ardyn dan tidak mudah memaafkan aksi kejinya (terutama saat Lunafreya dibunuh di depan matanya), dia melihat Ardyn sebagai bagian dari dunia yang ingin dilindunginya. Noctis mengingat kembali janjinya kepada Somnus untuk menyelamatkan kakaknya.

Selesai mendengar pidato singkat Noctis di atas, Ardyn bergidik geli dan jengkel karena melihat dan mengakui Noctis benar-benar sosok True King ideal. Noctis memanggil para pemimpin terdahulu Lucis untuk dimintai izin supaya memperbolehkan Ardyn menggunakan kekuatan mereka untuk menyelamatkan Eos. The Mystic muncul dan langsung menyetujuinya. Langkah ini dilakukan The Mystic karena ingin menebus semua kesalahan yang dilakukannya pada Ardyn. The Mystic serta pemimpin Lucis terdahulu lain mengingatkan Ardyn jika menggunakan cincin dengan keadaan tubuhnya yang daemonic, Ardyn mungkin akan menghadapi penguraian yang sangat menyakitkan. Mendengar peringatan ini, Ardyn menjawab asal kalau dirinya sudah terbiasa dengan sensasi rasa sakit.

Sementara Noctis, tiga sahabatnya, Sol, Aranea, Biggs, dan Wedge bertarung melawan fisik Bahamut di Alam Fana, Ardyn menduduki tahta dan menjalani ritual pengorbanan yang seharusnya dilakukan Noctis. Ritual ini akan membawa Ardyn ke alam antara orang hidup dan orang mati dimana disini terdapat rohaniah Bahamut. Pukulan terakhir dilakukan oleh The Mystic (sama seperti Regis di original timeline yang tidak mau melihat Noctis terus dihantam oleh leluhurnya dan ragu-ragu mendaratkan pukulan terakhir, The Mystic pun demikian. Dia memalingkan wajah untuk tidak melihat Ardyn dihantam oleh satu per satu keturunannya dan ragu-ragu menyelesaikan ritual ini).  

Di alam antara orang hidup dan orang mati, Ardyn menemukan Bahamut yang memarahinya karena tidak semestinya Ardyn berada disini (seharusnya Noctis). Ardyn sungguh merasakan ada dirinya yang lain yang selama ini terkurung walaupun tidak bisa melihatnya dengan jelas. Berdiri bersisian dengan The Mystic, Ardyn mendapat bantuan tambahan dari adiknya dalam menghancurkan Bahamut dimana para pemimpin Lucis lain mengikuti. Ardyn akhirnya berhasil memanggil kekuatan Providence (sama dengan yang Noctis lakukan di original timeline). Apa yang diwanti-wanti oleh The Mystic dan semua pemimpin Lucis benar adanya. Ardyn merasakan rasa sensasi kesakitan yang tidak terkira, sangat berbeda dari yang didapatkannya ketika Aera palsu menikamnya. Bahamut berhasil ditumbangkan di alam ini dan pasti juga di Alam Fana, begitu pikir Ardyn. Sama seperti yang terjadi di original timeline, The Mystic dan semua pemimpin Lucis terdahulu diizinkan masuk akhirat. Sebelum benar-benar lenyap, Ardyn meratapi nasibnya yang akan dilupakan lagi oleh orang-orang. Roh Aera muncul dan berbicara dengannya untuk terakhir kali dimana Aera berjanji akan terus mengingat Ardyn. Di momen terakhir, Ardyn meminta Aera untuk selalu bersamanya dan mendengar balasan permintaannya sebelum lenyap. 

Sementara itu di Alam Fana, Noctis bahagia disatukan lagi oleh Lunafreya dan mereka menikah di Altissia. Kemudian, keduanya menggelar rangkaian acara pemakaman mewah untuk Ardyn di Altissia dan di acara ini, Noctis mendeklarasikan Ardyn sebagai The True Founder King. Sebuah gelar yang semestinya jatuh ke tangan Ardyn, bukan Somnus.







Stay tuned!


TO BE CONTINUED...












* Disclaimer: The material published on this website is intended solely for general information and reference purposes and is not legal advice or other professional advice. 

















Comments

  1. Halo kak Nabila,

    Terimakasih banyak karena telah memposting tentang FFXV Dawn of the future ver. Indonya :) . Tapi saya rasa untuk di part Aranea & Lunafreya tidak sepenuhnya diceritakan ya? please kak Nabila untuk diceritakan semua kalau bisa karena saya sangat menikmati cerita ini. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Nizam,


      You're very welcome. Bagian Aranea dan Lunafreya tidak diceritakan penuh disini karena fokus artikelnya adalah Ardyn, kemunculan Ardyn di dalam dua bagian tersebut saja :).

      Delete
  2. Dan kalau saran saya, untuk postingan FFXV The dawn of the futurenya dipisah kak. jadi untuk masuk ke keywords googlenya gampang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah, saran Kak Nizam saya pertimbangkan. Terimakasih :).

      Delete
    2. ah thank you so much for your respose!.

      Saya terimakasih banget kl kak Nabila bantu keinginan saya ini :D . Honestly, saya juga punya link untuk baca e-novelnya dr account tumbler org & udah beli jg light novelnya tp ttep kurang sreg karena kehambat kurang pahamnya bhs. inggris ( bahkan blm dibaca ) ... Tp ketika saya baca postingan yg di sini saya lgsg dpt feelnya betapa kerennya story bagian Ardyn di sini apalagi misalkan diceritain semua part? Oh my god its very very cool!.

      Saya ga sabar untuk bantu share di medsos saya tentang FFXV The Dawn of the Future ver. Indo kak Nabila bila sudah dibuat nnti postingannya.

      Sekali lagi mohon bantuannya :)

      Terimakasih

      Delete

Post a Comment