Review: Main Theme of Final Fantasy VII / Cloud Smiles & Blinded By Light ~#2: Lightning~

by: Nabila Rhapsodios


Kalian telah bertemu dengan Cloud Strife, sekarang giliran Lightning; bilah kembaran Cloud beda jenis kelamin akan diulas habis-habisan di dalam artikel ini. Semua sudah siap? Tarik nafas dan berpetir ria selagi membaca satu per satu kalimat artikel ini! 



Latar Belakang

Final Fantasy XIII adalah RPG besutan Square-Enix untuk Playstation 3, X-box 360, dan Microsoft Windows. Video Game ini dirils ke publik pertama kali pada akhir tahun 2009 untuk target audiens Jepang sementara target audiens Internasional pada akhir tahun 2010. FF XIII merupakan FF pertama yang menggunakan mesin Crystal Tools ciptaan Square-Enix. Final Fantasy XIII-2 diperuntukkan untuk PS 3, X-box 360, dan Microsoft Windows. FF XIII-2 rilis pertama kali pada tahun 2010 untuk target audiens Jepang dan 2011 untuk target audiens Internasional. Sekuel terakhir FF XIII yaitu Lightning Returns: Final Fantasy XIII dirilis untuk target audiens Jepang menjelang akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 untuk target audiens Internasional. Ketiganya membentuk koleksi cerita yang dinamai Lightning Saga, nama Lightning dipakai sebagai simbol bahwa ketiga video game ini sangat fokus terkait perjalanan hidup Lightning dan orang-orang di sekitarnya dalam sudut pandang Lightning. 

FF XIII, FF XIII-2, dan LR: FF XIII masuk ke dalam kategori judul dari kompilasi cerita sub-seri FF yaitu Fabula Nova Crystallis. Selain ketiga video game tersebut ada Final Fantasy Type-0, Final Fantasy Agito, Final Fantasy Type-0 Online juga masuk sebagai bagian Fabula Nova Crystallis. Fabula Nova Crystallis mengacu kepada sebuah cerita mitologi yang ditulis oleh Kazushige Nojima. Sekarang Final Fantasy XV dipertimbangkan oleh staf pengembang bukan lagi judul yang sangat menonjolkan mitologi karya Nojima sehingga kemungkinan besar akan dikeluarkan dari daftar Fabula Nova Crystallis. 


FF XIII Logo
Dua dunia saling membenci kepada satu sama lain. Dua dunia tersebut bernama Cocoon dan Gran Pulse. Masing-masing dunia mempunyai Fal'cie yaitu makhluk supranatural berfungsi sebagai pencipta dan pemelihara dunia yang didiami oleh manusia. Kurang lebih 600 tahun sebelum alur cerita Final Fantasy XIII, terjadilah perang War of Transgression. Perang brutal itu memakan banyak korban jiwa dari masing-masing dunia. Perang yang dimaksudkan untuk memanggil Sang Pencipta dari dua belah pihak kembali ke Cocoon dan Gran Pulse, dalam konteks ini adalah Lindzei (Cocoon) yang lain adalah Pulse (Gran Pulse). Cara memenuhi keinginan Fal'cie tersebut dengan mencap manusia untuk dijadikan budak kemudian mereka harus menyelesaikan Focus; misi abstrak yang diberikan oleh Fal'cie. Para manusia yang mendapat cap dari Fal'cie dipanggil L'cie. Pulse L'cie dan Cocoon L'cie serta manusia reguler berperang satu sama lain sementara Fal'cie melihat keadaan ini dengan pandangan dingin, mereka senang bahwa ini terjadi karena menurut perspektif mereka dengan mengorbankan banyak jiwa untuk perang brutal itu maka Door of Souls akan terbuka lebar di langit dengan harapan Sang Pencipta menemui kembali anak-anak mereka (Fal'cie ciptaan Lindzei dan Pulse). War of Transgression tidak mencapai babak akhir dimana Cocoon nyaris dibumihanguskan, hal ini berkat campur tangan Etro

Ratusan tahun sesudahnya yaitu alur cerita FF XIII, kebencian penduduk Cocoon kepada penduduk atau hal berbau Pulse masih ada begitu juga sebaliknya. Penduduk Cocoon hidup bagaikan di surga, hidup mereka relatif aman serta sejahtera berkat komando pemerintahan mereka yaitu Sanctum dan bantuan Cocoon Fal'cie. Kehidupan layaknya surga tersebut hancur ketika ditemukannya satu Pulse Fal'cie yang masih aktif di kota Bodhum, Cocoon. Memaksa Sanctum untuk mengeluarkan seluruh penduduk kota itu ke Pulse, aksi ini dinamai The Purge. Lightning sukarela bergabung ke dalam rombongan The Purge meskipun dia adalah anggota Guardian Corps yang membuatnya kebal terhadap aksi eksodus tersebut oleh Sanctum. Lightning yang ikut dalam rombongan The Purge, melepaskan diri dari pengawasan pasukan militer elit Sanctum yaitu PSICOM dan melakukan perlawanan. Perlawanan Lightning menjerat banyak orang untuk ikut melawan Sanctum dan PSICOM. Di tengah perjalanan menolong Serah Farron; sang adik dari cengkraman Pulse Fal'cie, Lightning membiarkan Snow Villiers serta tiga orang asing lainnya untuk ikut bersamanya. Serah berubah menjadi kristal dan meninggalkan sejumlah pertanyaan untuk mereka yang menyaksikan perubahan Serah tersebut. Mereka bertemu Anima; Pulse Fal'cie yang menjadi sumber alasan The Purge dan pihak yang menangkap serta mencap Serah menjadi Pulse L'cie. Kelima orang tersebut berhasil membunuh Anima dan mereka berpindah ke alam lain. 


Di alam ganjil tersebut, Pulse menampakkan diri dan mencap kesemuanya (minus satu) menjadi Pulse L'cie. Lightning dan teman-teman menghadapi kenyataan tidak enak menjadi musuh untuk penduduk Cocoon lainnya, menjadi buronan untuk dilenyapkan, lebih penting lagi mereka harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan Focus jika mereka tidak ingin menjadi Cie'th; monster tidak memiliki nalar yang terjatuh dalam rasa putus asa berkepanjangan karena tidak berhasil menyelesaikan Focus atau bertransformasi menjadi kristal ketika sukses menyelesaikan Focus; sayangnya, keduanya merupakan lebih buruk dibandingkan kematian itu sendiri. Pertempuran Lightning yang sebenarnya sebagai Pulse L'cie dimulai tidak lama setelah momen Pulse mencap dirinya.


FF XIII-2 Logo
Pasca peristiwa Catastrophe (nama alternatif dikenal oleh penyintas peristiwa ini: Day of Ragnarok) yaitu peristiwa Cocoon runtuh dari langit dan hampir menabrak daratan Pulse di bawahnya tetapi berkat makhlus buas kuno Ragnarok menciptakan pilar kristal raksasa menyelimuti Cocoon, Cocoon masih tetap berdiri dengan bantuan pilar kristal sebagai penopang. Kekuatan hitam aneh entah muncul darimana, menyeret Lightning ke alam antara hidup dan mati yaitu Valhalla. Lightning terpisah dari teman-temannya, sementara teman-temannya yang berhasil dekristalisasi menyadari ingatan tentang Catastrophe berubah dari versi aslinya hanya ingatan milik Serah yang bertahan merekam peristiwa asli. 

Di Valhalla, Lightning berjelajah mencari jawaban mengapa dia bisa ada disini. Akhirnya, Lightning sampai di candi milik Dewi Etro dan melakukan komunikasi dengan Sang Dewi yang sekarat karena menghalau kekuatan hitam aneh tersebar luas ke alam manusia dan sehabis mendekristalisasi Lightning beserta teman-temannya. Kemudian, Lightning melihat rangkaian kejadian menyedihkan di masa depan melalui kekuatan Sang Dewi yakni Eyes of Etro. Dewi Etro mengubah Lightning menjadi pelindung dirinya serta jiwa manusia dan penjaga alur waktu umat manusia. 

Sebagai pelindung Dewi Etro, Lightning harus berhadapan dengan Caius Ballad; seorang Guardian untuk Seeress Paddra Nsu-Yeul. Pria ini memiliki keabadian hidup dan merencanakan untuk menghancurkan harapan-harapan masa depan serta membawa kehancuran untuk mengakhiri segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan demi menghentikan siklus reinkarnasi Yeul. Tidak hanya itu saja, Caius juga berniat membunuh Etro yang sedang tidur di candi miliknya, dengan harapan hal ini juga membantu menyelamatkan Yeul. Valhalla adalah alam tidak memiliki putaran waktu, maka konfrontasi antara Lightning dan Caius tidak akan pernah bertemu titik akhir sampai kapanpun. Di sela-sela konfrontasi abadi mereka, Noel Kreiss dari masa depan suram muncul melalui Etro's Gate (nama alternatif: Door of Souls). Lightning tidak bisa meninggalkan Valhalla dengan alasan harus menghentikan Caius dari tempat ini, tidak mempunyai pilihan lain sehingga memaksa Lightning mengirim Noel ke tempat adik perempuannya supaya membantu misi Lightning tapi menjalaninya dari tempat berbeda dan waktu berbeda. 


Sampailah Noel pada masa tiga tahun setelah kejadian di FF XIII. Noel bersama Serah pergi menjelajah waktu untuk menyelamatkan masa depan, Serah berharap petualangan ini dapat mempertemukan dirinya dengan kakak perempuan yang sangat disayanginya. Sementara itu, Lightning berharap bahwa hal apapun yang dilakukannya merupakan hal benar untuk dilakukan. Maka, alur cerita FF XIII-2 bergerak mengikuti petualangan Noel dan Serah dimana nasib masa depan ada di tangan mereka.


LR: FF XIII Logo
Lightning mengalami kekalahan melawan Caius meski seberapa pun Lightning berusaha menyelamatkan masa depan dengan dibantu oleh Noel dan Serah, masa depan selalu menampakkan satu konklusi: Caius berhasil mencapai tujuannya berkat rencana-rencana ciptaannya yang sanggup memberikan dampak hebat atas putaran waktu serta sukses membuat Etro terbunuh karenanya. Di momen putus asa akibat ulah Caius dan kematian Serah, Lightning mengkristalkan diri dan jatuh dalam tidur panjang sebagai bentuk menebus kelalaiannya, Lightning meyakinkan kepada diri sendiri bahwa ada masa dia terbangun dan sekali lagi bertarung memperbaiki semua ulahnya. 

500 tahun setelah kejadian di FF XIII-2, Lightning dibangunkan oleh Bhunivelze (Dewa Tertinggi dan Pencipta Pulse, Etro, dan Lindzei) untuk menjadikan Lightning sebagai Savior yang mengemban tugas memimpin jiwa-jiwa manusia ke New World ciptaan dirinya. Bhunivelze berjanji kepada Lightning jika selesai menjalani tugas dengan baik, Serah akan dihidupkan lagi oleh Bhunivelze. Bhunivelze membuat Lightning tanpa emosi dengan harapan langkah ini efektif supaya mudah menjalankan tugas yang diberikan. Walaupun Lightning kesal atas tawaran yang diberikan oleh Bhunivelze kepadanya terutama menggunakan Serah sebagai bentuk tawaran, Lightning mau tidak mau menerima supaya dia bisa menyelamatkan jiwa Serah. Lightning kebingungan perihal keadaan seluruh dunia sudah berubah drastis dimana Cocoon telah tiada; Gran Pulse, dan Valhalla berintegrasi menjadi satu dunia sehingga membentuk dunia baru bernama Nova Chrysalia


Di dunia baru tersebut, Lightning tidak ada ampun membunuh atau mengalahkan setiap orang yang menghadang jalannya dengan dalih penyelamatan. Lightning tidak melulu membunuh tapi juga menjadi sukarelawan membantu kesusahan banyak orang supaya menenangkan mereka dan imbasnya jiwa-jiwa malang ini bisa dikumpulkan dengan mudah. Lightning berkolaborasi bersama rekan sejawatnya yakni Hope Estheim supaya memastikan seluruh umat manusia pindah ke New World dalam rentang waktu 13 hari sebelum Nova Chrysalia bertemu kehancuran tak terelakkan.


Di Dalam Game ~Review: Lightning~


0 AF...



Lightning, The Rose-haired Heroine of  FF XIII

Kenalan dulu dengan Lightning... Di FF XIII Lightning berusia 21 tahun, berprofesi sebagai tentara regional wilayah Bodhum dengan pangkat terakhir adalah Sersan, overprotective terhadap adik kecilnya yang manis (jangan mencoba menyakiti adiknya bila tidak ingin dipukul oleh Lightning), tidak suka terhadap calon adik ipar laki-lakinya karena dirasa orang idiot serta tidak memakai otak hanya insting setiap kali bertindak, individu sangat independen, dan masih lajang (sampai kapanpun dia memilih tetap lajang). 

Lightning memiliki warna rambut yang tidak biasa yakni merah jambu. Warna rambutnya tidak cocok dengan kepribadiannya di FF XIII yang agak maskulin. Merah jambu untuk Lightning adalah simbol feminisme dirinya; wanita modern masa kini yang harus hidup mandiri, tidak terlalu bergantung kepada pasangan pria-nya, wanita bisa sesukses kaum pria, dan cakap melindungi diri sendiri tanpa perlindungan pria. Tepat sekali cerminan deskripsi tersebut dengan alunan nada leitmotif "Blinded By Light" di bawah ini:



Siapa yang tidak menyukai lagu di atas? Aduh, gesekan biolanya itu sangat tidak sanggup membuat telinga penulis berhenti bernyanyi-nyanyi alunan dari tiap gesekan biolanya. "Blinded By Light" merupakan trek lagu no. 1 Disc 2 dari album Final Fantasy XIII Original Soundtrack. Sekedar pemberitahuan kecil, "Blinded By Light" 'naik pangkat' dari semata lagu Battle Theme FF XIII menjadi letimotif sentral Lightning sehingga menggeser trek lagu berjudul "Lightning's Theme"; leitmotif Lightning sesungguhnya di FF XIII beserta sekuel-sekuelnya juga salah satu another variation (aransemen lain) dari "Blinded By Light". Apa alasan dibalik hal itu? Alasannya yaitu setiap trailer promo sebelum FF XIII rilis, lagu ini telah dibuat untuk menjadi lagu latarnya kemudian diikuti dengan aksi-aksi keren Lightning sehingga tertanam di benak pihak yang menonton, alunan "Blinded By Light" dari trailer promo adalah milik karakter Lightning yang ditulis spesifik untuknya, menjadi nilai tambah "Blinded By Light" menarik banyak pihak untuk menfavoritkannya. Alasan satu lagi tentu saja, "Blinded By Light" lebih terkenal dibandingkan "Lightning's Theme" berkat sering diputar menjadi lagu latar Battle Theme FF XIII, kemunculan "Lightning's Theme" bisa dihitung mudah dengan 10 jari. Hehe. 

Imej Lightning yang sangat dingin, mudah mengusir orang supaya tidak boleh menjalin pertemanan lebih intim, fokus, nekat, keberanian dingin mengagumkan, kedewasaan dalam daya pikir, independen, wanita kuat; sifat-sifat impian yang ingin dimiliki oleh orang lemah seperti... Hope (versi FF XIII)...? Well, tentu Hope tidak ingin mengadopsi sifat Lightning yang begitu tidak peka terhadap perasaan orang, Hope mengagumi Lightning karena kedewasaan, kemandirian, dan keberaniannya. Hope ingin menjadi sekuat Lightning untuk bisa melindungi banyak orang serta dirinya sendiri sehingga tidak membuat orang repot. Awalnya, Lightning tidak suka Hope terus menempel kepada dirinya untuk sebuah perlindungan tetapi lama kelamaan sifat Lightning mencair dan perlakuan kepada Hope berubah seperti seorang ibu mengurus anak-anaknya setelah Hope berkembang menjadi pribadi berusaha 'tidak menjadi anak kecil terus'. Lightning memberikan apresiasinya dengan cara menjadi pribadi yang ramah serta protektif. Semua deskripsi yang telah dipaparkan dalam paragraf ini dan tulisan tepat di atas video merupakan tema konsep "Blinded By Light" yang penulis pahami.

Tidak hanya Hope yang dibutakan oleh Light (blinded by light), karakter Sazh Katzroy juga kena. Saat Sazh masih ragu untuk naik kereta yang mengangkut warga Bodhum supaya dibuang ke Pulse, Sazh banyak bertanya kepada Lightning. Lightning membalas pertanyaan Sazh dengan kalimat, "Kalau kau mau 'diam', naik saja kereta selanjutnya"; kalimat ini metafor kalimat, "Aku tidak mau lagi ditanya-tanya. Bisa diam tidak?". Balasan jawaban Lightning ini membuat Sazh berpikir untuk mencari tahu lebih banyak mengapa ada seorang dari instansi di bawah kendali Sanctum, mau rela melemparkan diri ke sebuah masalah yang tidak ada sangkut paut dengan diri Lightning. Sambil berharap wanita asing ini memiliki tujuan sama dengan dirinya yang sama-sama suka rela naik kereta ke Pulse.

Sazh sebenarnya tidak ingin ada keributan di dalam kereta karena setelah turun dia akan memisahkan diri dari rombongan tetapi Lightning bersikeras harus ada kekacauan karena PSICOM akan menembakkan senjata tepat di kepala mereka, menurut Lightning juga PSICOM tidak mudah diajak bicara. Akhirnya, kekacauan di dalam kereta terjadi. Sazh tidak mempunyai pilihan apapun saat kekacauan pecah, dia membantu Lightning meskipun dia seorang amatir untuk terjun ke medan pertempuran. Selesai mendarat dengan selamat, Lightning sempat akan meninggalkan Sazh tetapi karena Sazh adalah voice of reason; Lightning membutuhkan keberadaan dirinya supaya pikiran Lightning tetap fokus dan waras. Sazh menyukai sifat Lightning seperti ini karena dia juga tidak ingin buang-buang waktu banyak untuk bisa segera pergi ke tempat yang diasosiasikan dengan dunia Pulse. 

Pada awalnya hubungan keduanya merupakan hubungan simbiosis mutualisme, Sazh sadar bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman bertarung banyak maka dia harus mencari seseorang yang dapat diharapkan menjamin keselamatannya sewaktu berjalan menempuh pencapaian ambisi diperuntukkan anak laki-lakinya kemudian Sazh dapat tabah menghadapi kesinisan Lightning kepadanya, selain Sazh adalah voice of reason untuk Lightning, Lightning merasa ketabahan Sazh dalam upaya membantu dirinya tanpa diminta serta tabah berinteraksi dengannya patut dihargai, Lightning paham betul adanya kesamaan antara dirinya dengan Sazh yaitu ingin menyelamatkan anggota keluarga yang sedang dalam masalah gara-gara hal berasal dari Pulse lalu akan dimusnahkan oleh Sanctum karena telah ternodai oleh dunia liar tersebut. Hubungan interaksi Sazh dengan Lightning agak sedikit berkurang porsinya karena Sazh dititikberatkan berinteraksi dengan Oerba Dia Vanille di FF XIII. 

Karakter Snow tidak terlalu dibutakan oleh Lightning melainkan dibutakan oleh adiknya Lightning, Serah. Hehehe. Serah mungkin juga dibutakan oleh kakaknya sendiri. Serah melihat sosok kakaknya patut dicontoh. Sosok pekerja keras dan keibuan (walau agak galak dan ketat). Wajar saja begitu, sepeninggal ibu mereka Serah diasuh oleh Lightning karena tidak ada lagi anggota keluarga baik dari pihak ayah atau pihak ibu dapat menjadi penjaga sah mereka berdua. Sebagai anak paling muda, Serah ingin membantu meringankan beban dari pundak kakaknya meskipun kakaknya itu keras dan galak kepada Serah bahkan kepada dirinya sendiri. 

Mangsa selanjutnya siapa lagi yang dibutakan oleh Lightning (nama panggilan: Light)? Satu jawaban: Lightning sendiri well, di masa permainan FF XIII. Pasti jawaban ini membuat kalian bingung. Penulis jelaskan panjang lebar disini. Lightning dibutakan oleh dirinya sendiri karena memerangkap semua emosi setelah ibu dan ayah telah meninggal, terkubur rapat di dalam penjara yang dibangun olehnya sendiri. Penjara ini adalah diri Lightning sendiri. Usia 15 tahun harus mengasuh adik dan berperan sebagai sosok ayah dan ibu untuk adiknya, agak berat untuk anak berumur belia karena tiba-tiba dipaksa harus menjalani peran-peran itu sekaligus. Kebutuhan supaya tidak larut terus-menerus dalam kesedihan, sadar harus berperan begitu demi kehidupan dia serta Serah, Lightning harus menjadi orang dewasa dengan cepat. Langkah pertama adalah mengganti nama asli yaitu Claire Farron (nama audiens Jepang: Eclair Farron) menjadi "Lightning". Langkah kedua merombak habis-habisan personalitas miliknya supaya pas dikatakan sudah menjadi 'orang dewasa'. Ciri orang dewasa untuk Lightning belia adalah dingin, serius, fokus, pekerja keras, dan mandiri sehingga pikiran miliknya terkait itu semua diaplikasikan ke dalam dirinya setelah pergantian nama. Lightning membutakan diri sendiri untuk merasa tidak butuh bantuan dari orang lain, tidak membutuhkan kisah masa lalu mempengaruhi kehidupan dirinya selanjutnya, serta tidak mau memikirkan hal-hal tidak penting dalam hidup.  

Lightning kerja lembur terus-menerus, imbas dari hal itu adalah sedikit menghabiskan waktu bersama Serah. Setiap kali Lightning pulang dan disambut oleh adiknya, Lightning sering berucap, "Aku lelah." Lightning juga buta terhadap perasaan orang-orang disekitarnya justru memaksa orang-orang harus mengerti alasan di balik semua sifatnya yang selalu ditekankan oleh Lightning 'Semua hal aku korbankan untukmu dan untukku. Tidak ada komplain', perkataan Lightning yang tercermin dalam kalimat itu ada betulnya, banyak pihak tidak komplain justru mereka percaya kepada pertimbangan sepihak milik Lightning dan ironisnya Lightning tanpa sadar membuat banyak pengikut. 

Ambillah contoh Serah meskipun benar-benar paham kelakuan kakaknya dan mau melakukan apa saja demi kebahagiaannya, kakaknya tidak paham bahwa tindakan Lightning hanya sedikit menghabiskan waktu bersamanya hampir setiap hari, kakaknya selalu ada di luar dan pulang malam, membuat Serah merasa kesepian. Serah menemukan tambatan hati yang mengisi hati sepinya. Bagian paling menjengkelkannya adalah tambatan hati yang dipilih oleh Serah mendapat penolakan keras dari Lightning berlandaskan faktor dia tidak mudah menurut perkataan orang, sok menjadi pahlawan untuk siapa saja, periang, bodoh, tipe laki-laki tidak cocok sebagai pelindung Serah sehingga Lightning langsung mencap pacar Serah (kemudian hari menjadi tunangan) seorang idiot. 

Hari paling parah adalah saat Serah berniat akan membuat pengakuan di depan kakaknya dimana dia sudah dicap menjadi Pulse L'cie; tepat di hari ulang tahun Lightning, Lightning langsung tegas membuat kesimpulan adiknya mengarang cerita telah dicap Pulse L'cie sebagai dalih meminta restu menikahi Snow kemudian ditambah dengan nada penekanan "Bila kau benar menjadi Pulse L'cie, tugaskulah berurusan denganmu [sebagai anggota militer]". Lightning menanggapi cerita-cerita Serah dengan dingin nan ketus sehingga menyebabkan Serah berlari keluar rumah dalam keadaan menangis. Snow berkomentar Lightning telah sangat jahat kepada Serah berlanjut mengingatkan Lightning bahwa Serah adalah adik perempuannya bukan orang lain. Lightning akhirnya terdiam mendengar kalimat Snow sampai-sampai tidak merespon perkataan Snow selanjutnya, Snow keluar rumah mengejar Serah merasa tidak ada gunanya membahas hal ini lebih lanjut dengan Lightning. 

Lihatlah, Lightning buta terhadap perasaan dua orang; Serah dan Snow. Niat baik Serah mengaku telah bertunangan dan menjadi Pulse L'cie saat ulang tahun kakaknya adalah upaya harapan Serah bahwa momen ini, di hari kebahagiaan Lightning, berimbas juga terhadap perilaku kakaknya agar lebih luwes, belas kasih, dan menenangkan Serah yang sudah diliputi rasa takut dan khawatir akan nasibnya ke depannya meskipun Serah juga bahagia sudah bertunangan; Serah ingin membagi kabar bahagia itu karena tidak adil jika Lightning tidak larut juga dalam kebahagiaan Serah sebagai sesama anggota keluarga. Ulang tahun Lightning untuk Serah merupakan waktu berharga yang jarang dimana keduanya akhirnya menghabiskan waktu bersama seharian, Serah membuat pesta kecil-kecilan untuk Lightning sebagai tanda hormat dan sayang kepada kakak perempuannya. Namun, yang didapat oleh Serah adalah kata-kata tajam dan kasar bukan kata-kata sayang, terimakasih, dan penenang hati sehingga membuat suasana ulang tahun dan perpanjangannya suasana hati Serah rusak. 

Snow tidak bermaksud ingin ikut campur pertikaian kakak-adik tersebut, tetapi Snow menilai Lightning telah bersikap semena-mena terhadap Serah. Snow berceloteh karena Serah telah menjadi Pulse L'cie, tugas merekalah melindunginya serta menjelaskan kembali bahwa Serah membutuhkan pengertian kakaknya terhadap situasi kompleks adiknya tetapi Lightning tidak peka akan hal-hal ini malah terang-terangan mengusir Snow keluar rumah secara kasar, Snow melakukan hal yang diinginkan oleh Lightning sembari tidak lupa berjanji dialah yang akan melindungi Serah seorang diri. Kalian memperhatikan, Lightning sebenarnya menyesal dengan tindakannya kepada mereka berdua tapi karena harus memasang imej wanita kuat, dingin, dan fokus jadilah Lightning membutakan dirinya sendiri bahwa dia melakukan hal benar, pada akhirnya telat menyadari Serah mengatakan semua hal di saat hari ulang tahunnya merupakan fakta setelah menonton berita di TV rumahnya. 

Mungkin saja arti "Blinded By Light" disini tidak hanya membuat orang-orang disekeliling Lightning dan Lightning sendiri buta. Kita juga dibutakan oleh serba-serbi FF XIII, bisa dimulai dari adegan Eidolon datang kemudian berubah ke Gestalt Mode, grafis-grafis FMV-nya, pengembangan karakter di dalam ceritanya, dan tentu saja yang paling jelas karakter Lightning itu sendiri. Lightning selalu siap beraksi dan aksi-aksinya itu membuat kalian berdecak kagum, bagaimana kamera mengitari wajah dingin Lightning yang ingin membuat kita menonjok dia saking dinginnya kepada teman-temannya dan wajah lembut Lightning ketika Lightning menyampirkan imej dinginnya (masih ingat adegan saat mengambil bunga Dandellion? Itu adegan membuat penulis terbengong-bengong di depan layar karena raut wajah Lightning tidak biasa begitu) kita semua sadar dibalik sifat keras dan dingin Lightning tersembunyi sifat lembut yang jarang nampak ke permukaan sehingga masih menekankan Lightning merupakan sosok manusia sejati. 

Selanjutnya, kalimat-kalimat Lightning banyak menggaungkan inspirasi untuk teman-temannya serta perpanjangannya untuk kita, kalimat-kalimat dilontarkan oleh Lightning kebanyakan membakar semangat siapapun untuk berdiri melawan ketidakadilan meski sering membakar amarah juga. Kalimat-kalimat Lightning kebanyakan langsung tembak ke sasaran, tidak bertele-tele. Tuh lihat kan banyak hal dari karakter Lightning yang dapat membuat kalian buta berlandaskan paparan penulis panjang lebar di sesi ini? Hahaha. Oh, barangkali kalian dibutakan oleh musik-musik FF XIII sama seperti penulis? Hehe.

Jangan lupakan leitmotif asli Lightning yaitu "Lightning's Theme", "Lightning's Theme" tidak bisa dipisahkan dari karakter satu ini walau "Blinded By Light" mencuri kemilau "Lightning's Theme". "Lightning's Theme" memang tidak terlalu banyak difavoritkan karena dari segi alunan, lagu ini lebih rileks, lebih ke arah genre musik klasik sehingga membuat sebagian orang mendengar 'musik klasik' bawaannya bosan duluan, tetapi lagu ini memiliki keindahan tersendiri. Penulis jujur saja nih... Bila seseorang mencoba membandingkan musik keduanya yang lebih membuat jatuh cinta pada pendengaran pertama adalah "Blinded By Light". Alasannya? Beat musik "Blinded By Light" nge-rock meski ada sentuhan kecil klasik terutama cello dan horn! Simbol Lightning selalu siap beraksi keren! Simbol cocok merepresentasikan imej bahwa kita terbiasa terhadap Lightning yang dingin, keras, dan feminis bukan simbol karakter Lightning yang protektif, rapuh, serta lembut! Terus, banyak yang memuji biola solo di dalam lagu ini yang dirasa mampu mengirim ketagihan untuk terus memutar "Blinded By Light" lagi dan lagi. Langsung saja cek "Lightning's Theme" di bawah ini:



"Lightning's Theme" merupakan lawan dari "Blinded By Light". "Lightning's Theme" mencoba memberitahu audiens dimensi lain Lightning. Mengambil kutipan Lightning di dalam game: "Lightning. It flashes bright, then fades away. It can't protect; it only destroys"; nama "Lightning" yang dipilih oleh Claire hanya menciptakan sambaran halilintar setelahnya meninggalkan bekas sambaran api bagi sekitarnya, tepat; disebabkan terlalu fokus terhadap tujuan pribadi plus ketidakpekaan dirinya terhadap sekitar sehingga membuat jarak cukup lebar diantara teman-temannya khususnya pada Serah. Lightning menjalani perjalanan di alur cerita FF XIII dipicu perasaan bersalah gagal melindungi Serah sehingga dia sering melontarkan kalimat menyerang ke siapa saja dan pihak bertanggung jawab membuat dia menjadi Pulse L'cie yang sangat di luar rencana awal miliknya. Lightning mengalihkan kekecawaan pribadi ke perasaan kesal begitu sebagai bentuk pelarian diri dari keadaan sebenarnya serta kebingungan sikap apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki semua itu satu per satu. 

Namun, saat Lightning mengutarakan kutipan itu, Lightning sadar dari kekhilafannya. Pendekatan yang dia lakukan selama ini tidak benar bukan kebahagiaan orang-orang yang dipedulikannya melainkan keegoisan disertai delusi bertarung atas amarah dan kekisruhan batin untuk melarikan diri saat merasa sudah tidak ada lagi opsi menyikapi masalah-masalah supaya menjamin semua tetap berada di bawah kontrol dirinya. Seiring perjalanan Lightning bersama teman-temannya, sifat Lightning mengendur, dia lebih sering menampakkan kasih sayang dan percaya pada semua teman-temannya. Terimakasih kepada Hope yang telah menyadarkan Lightning andai Hope tidak dipupuk kedewasaan olehnya, Lightning tidak akan pernah meninjau khilafnya. Hope adalah cermin ketika Lightning seusia Hope. Lihat, seorang Lightning yang dewasa dan inspirasional (walau dia tidak suka status ini) memiliki kerapuhan! Malangnya Lightning... Dewasa terlalu cepat dari umur 15 tahun, efek psikologis secara teknis belum siap barulah dirasa berapa tahun kemudian akibat dewasa belum waktunya yang mempengaruhi perkembangan Lightning menuju kedewasaan. Seperti anak-anak normal kehilangan kedua orangtua, jauh di lubuk hatinya Lightning ingin dicintai bukan harus mengurus siapapun berskala kontinu agar mereka patuh.

3 Years Later (3 AF)...


Lightning, The Guardian of Souls

The world has changed... Lightning has changed too. Her leitmotif... is different from previous installment. Coba dengarkan dari video di bawah ini:




Dunia FF XIII-2 lebih gelap serta serius dibandingkan dunia FF XIII. Musuh Lightning di FF XIII-2 jauh lebih berbahaya karena mengancam sejarah umat manusia dan paling penting mengibarkan bendera perang terhadap Dewi Etro selaku penjaga keberlangsungan siklus hidup dan mati manusia. Bila Chaos (kekuatan hitam aneh yang bertanggungjawab menyeret Lightning hingga tiba di Valhalla) lepas kendali dari pengawasan Etro, sebagai sumber alur waktu Chaos dapat mendistorsi waktu sampai peristiwa yang sudah terekam atau akan terjadi kacau balau dan mampu menghentikan proses alur waktu secara instan di dunia Lightning berasal. Hal-hal itulah diniatkan oleh Caius dimana sumber kekuatan penglihatan masa depan dimiliki Yeul adalah alur waktu apabila alur waktu terhenti dan putus maka Yeul tidak perlu lagi melihat alur waktu umat manusia. Namun, Lightning tidak akan membiarkan hal ini terealisasikan.

Melodi "Lightning's Theme ~Unguarded Future~" selain merepresentasikan dan memberi penjelasan singkat plot cerita FF XIII-2, merepresentasikan juga karakter Lightning. Lightning di FF XIII-2 dihantui gagal dan rasa bersalah dari "dosa" di masa lalu. Karakter Lightning mengalami perkembangan tapi beradaptasi dalam lingkungan gelap. Lightning hampir menjadi wanita dewasa bukan wanita yang "memaksa" menjadi dewasa berkat pengalaman-pengalaman dan belajar melepaskan emosi-emosi yang terpendam tidak terus-menerus terkunci di dalam hati. Lagu ini barangkali memberi gambaran kepada kita yang bermain serta mengikuti kisah Lightning di FF XIII-2, sadar masa depan dunia game ini sebenarnya sudah tidak bisa dilindungi lagi bagaimanapun Lightning sekuat-kuatnya berusaha mencegah masa depan runtuh; semua konklusi yang diperlihatkan menunjukkan Caius menang jika kalian benar-benar teliti menganalisis plot cerita FF XIII-2 hehehe, I am totally serious

Di dalam game-nya, Lightning menyadari hal itu juga tapi dia tidak mau jatuh dengan mudah ke dalam putus asa, tipikal Lightning dan kita semua apabila telah diberitahu peristiwa buruk akan terjadi pastilah berjuang menghindari kejadian buruk tersebut terjadi. Rasa kegagalan membiarkan peristiwa buruk terjadi (khususnya kematian Serah) benar-benar membawa Lightning terperosok sementara ke dalam lubang shock sehingga tidak mampu melanjutkan petualangannya. Tapi, dasar Lightning... Memiliki inner will begitu kuat, dia tetap berdiri tegak which is good. Keseluruhan takdir masa depan dipikul oleh jalan pilihan Lightning sebagai pelindung jiwa-jiwa umat manusia, siapa yang merasa tidak terbebani? Menyelamatkan sendiri saja sudah lumayan ribet, sekarang mendapat tugas mengawasi juga jiwa-jiwa manusia semua dunia? Kalau kalian berada di posisi Lightning di FF XIII-2, apa yang akan kalian lakukan? Mengumpet atau menyelamatkan diri sendiri? Bercanda... Hahaha.

Makanya melodi "Lightning's Theme ~Unguarded Future~" ini bernada melankolis serta harmonis; membuatnya berbeda dari alunan nada "Lightning's Theme" milik FF XIII yang membuka mata hati Lightning telah melakukan eror, telah menciptakan luka hati orang-orang disekelilingnya, dan berikutnya Lightning memanggil kekuatan hati tambahan untuk berhenti memperlakukan orang-orang seperti itu dan berjalan mengarungi petualangan FF XIII dengan kepala menengadah ke atas diiringi penemuan keyakinan baru yang dirasakan demi menegakkan keadilan untuk dua dunia; di "Lightning's Theme ~Unguarded Future~" menekankan masa depan butuh seorang pelindung supaya tetap di jalur waktu yang benar serta mengetahui perjuangan (sia-sia) Lightning di FF XIII-2 dan bagaimana Lightning bersedih atas masa depan seluruh manusia yang telah digariskan sedemikian rupa. 

500 Years Later (1000 AF)...




Lightning (third apperance, eh?), The Savior

Manusia dilanda kepanikan luar biasa, menjelang dunia bertemu kehancuran sesungguhnya...! Adalah tugas Lightning menjadi penyelamat dan penjamin semua umat manusia pindah ke dunia baru bagaikan Surga dan kali ini Bhunivelze bermain peran sangat besar dalam memitigasi situasi kekacauan sempurna. Senyum Lightning yang terdapat di gambar di atas itu adalah senyum Lightning mendapatkan kebahagiaan sejati. Percayalah proses perjalanan Lightning dapat tersenyum seperti gambar di atas sangat panjang untuk dijelaskan, disini penulis hanya memfokuskan hubungan korelasi antara leitmotif dan karakter itu sendiri jadi untuk yang mau tahu lebih banyak, kalian bisa mencari-cari info lewat Google atau mainkan game-nya (maaf semua...). 

Lightning memiliki tiga lagu yang dijadikan basis inpirasi untuk memudahkan orang-orang mengerti Lightning hanya dari mendengarkan lagu. Oke, tiga lagu ini berjudul "Lightning's Theme ~A Distant Glimmer~", "Lightning's Theme ~Radiance~", dan "Claire Farron". Ketiga lagu itu bergenre klasik juga bernada melankolis. Ketiganya terdapat di album Lightning Returns: Final Fantasy XIII Original Soundtrack dengan masing-masing terdapat di Disc 1 no. 3, Disc 3 no. 21, dan Disc 4 no. 11. Langsung saja penulis bahas satu per satu:

* Lightning's Theme ~A Distant Glimmer~ (nama lain: Lightning's Theme ~Distant Light~)



Lagu ini mengalun saat Lightning memberikan narasi setelah Opening FMV. Disini Lightning dan Snow sama-sama berduka atas kematian Serah dan mereka tidak bisa saling menenangkan karena tugas Lightning sebagai Savior menghalangi mereka untuk berbagi duka plus Snow tidak lagi percaya kepada calon kakak ipar perempuan yang menurutnya pembawa kehancuran bukan penyelamat seperti yang digadang-gadang oleh Lightning sendiri. Mereka berdua sama-sama menyalahkan diri atas kematian Serah. 

Lightning memohon dalam hati, Snow jangan pernah lupa pernah mencintai adik kesayangannya yang telah membuat Snow bahagia dan memohon menjadikan cinta yang dimiliki Snow kepada Serah tidak pernah padam karena Lightning mengetahui itulah pemicu utama Snow supaya tetap termotivasi, tidak lupa juga mengetahui Snow adalah sumber kebahagiaan yang lain disamping Lightning untuk Serah. Lightning tidak akan komplain apabila Serah membagi rasa kasih sayangnya kepada Snow karena bagaimanapun juga ada masa Serah menikah dan seutuhnya menjadi tanggung jawab suaminya. Cahaya kehidupan samar-samar jauh dari jangkauan Lightning setelah Serah meninggal 500 tahun lalu, kakaknya ini tidak mempermasalahkan hidup sebagai bawahan yang disuruh-suruh untuk menjalankan ambisi milik pihak lain kedua kalinya; di dalam diri Lightning sudah menyerahkan tujuan-tujuan, ambisi-ambisi, dan mimpi-mimpi ke dalam kekosongan.

* Lightning's Theme ~Radiance~ (nama lain: Lightning's Theme ~Lone Light~)



Versi ini perpanjangan dari lagu sebelumnya. Penulis lupa-lupa ingat lagu ini mengalun saat kapan. Ini jika tidak salah mengalun saat "Serah" tampil ke hadapan Lightning bertanya kabar dan mereka melakukan percakapan singkat pada suatu hari ke berapa di The Ark. Disini suasana hati Lightning berpendar-pendar telah bertemu "adik perempuan"-nya sehabis menjalankan misinya. Anehnya, Lightning mengetahui ada sesuatu yang benar-benar salah di dalam lubuk hatinya. Seperti contoh, seharusnya dia euforia, kesal, atas rentetan peristiwa serta peran dia sebagai Savior malah yang dirasakan Lightning tidak ada percikan emosi sama sekali.

* Claire Farron (nama lain: Eclair Farron)



"Claire Farron" mencerminkan Lightning sewaktu masih memakai nama lahirnya. Sosok bernama Claire Farron tersisih dari hidup Lightning, lebih memilih melupakannya padahal Claire Farron merupakan bagian tidak bisa dipisahkan dengan Lightning yang sudah dewasa. Seperti penulis katakan sebelumnya, Lightning membutuhkan kasih sayang; Lightning menangis dalam hati tidak bisa apa-apa tanpa orangtuanya; Lightning sudah ingin pupus harapan dalam hidup; Lightning ketakutan hidup tanpa bimbingan orangtua, semua inilah aspek dari Claire Farron yang ingin Lightning hilangkan. Dalam rangka masih ada yang harus diurus olehnya yaitu Serah, Lightning membutakan diri tidak butuh dependensi dan rasa sepi sepeninggal orangtuanya. Berpura-pura kuat nan dingin diselaraskan dengan mengunci rapat hatinya supaya sosok Claire Farron mati perlahan-lahan dan terbit sosok bernama "Lightning". Lagu ini menjadi lagu latar cuplikan sebuah adegan tepat setelah pertarungan terakhir melawan Bhunivelze. Di adegan ini Lightning menerima kembali titik-titik poin lemah dia yang terlupakan (baca: Claire Farron).

Jadi, apakah ada yang menangkap persamaan dari tiga lagu di atas? Tentu saja selain kesamaan lagu bernada melankolis dan musik klasik :D. Persamaannya adalah ketiganya mengangkat tema kesepian. Semua teman-temannya memutuskan kontak dengannya karena mereka percaya Lightning kembali ke dunia penanda kehancuran total akibat sebuah ramalan, berpisah karena teman-temannya sibuk berpikir kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat ratusan tahun belakangan, dan yang paling jelas rasa sepi kehilangan seorang anggota keluarga tersisa yang menjadi pondasi kekuatan hidup.


Profil Pengisi Suara: Lightning

Maaya Sakamoto
Veteran aktris sulih suara, penyanyi, dan penulis lirik berkewarganegaraan Jepang bernama Maaya Sakamoto menjadi dalang dibalik Lightning diberikan kehidupan. Sebagai seorang aktris sulih suara, Sakamoto sangat dikenal berperan sebagai Aura (.hack// series), Hitomi Kanzaki (Escaflowne), Motoko Kusanagi (Ghost in the Shell series), Ciel Phantomhive (Kuroshitsuji series), Haruhi Fujioka (Ouran High School Club)Daidouji Tomoyo/Princess Tomoyo (Cardcaptor Sakura/Tsubasa: Reservoir Chronicle), Lunamaria Hawke (Gundam Seed Destiny series) kemudian dalam dunia video game, beberapa karakter seperti Aya Brea (The 3rd Birthday), Aerith Gainsborough (Compilation of Final Fantasy VII), dan Diva (Final Fantasy Type-0) diperankan juga oleh Sakamoto. 

Karir sebagai penyanyi tidak terlalu buruk untuk Sakamoto, sebagai penyanyi dia berhasil menembus bagan Oricon berkali-kali dengan posisi cukup memuaskan. Single yang dikeluarkan olehnya berjudul "Yakusoku wa Iranai" dari Escaflowne, "Tune the Rainbow" dari  anime RahXephon, "Loop" dari anime Tsubasa Chronicle, "Ame ga Furu" dari anime Linabarrels of Iron, dan "Triangler" dari Macross Frontier; mampu mendekam lama di bagan Oricon berminggu-minggu. Album miliknya juga bertemu kesuksesan sama seperti single-nya, sebut saja Shonen Alice, Yunagi Loop, dan You Can't Catch Me. Info selanjutnya, Maaya Sakamoto sering kali menjadi pengalih suara bahasa Inggris ke bahasa Jepang aktris Natalie Portman dan Ashley Olsen beserta karakter Barbie dalam masing-masing film yang dibintangi oleh mereka. 


Ali Hillis
Aktris, aktris pengisi suara, beserta produser berkewarganegaraan Amerika bernama Ali Hillis melebarkan sayap Lightning ke dunia Internasional. Mengawali karir terlebih dahulu di bidang perfilman kemudian berlanjut di bidang pertelevisian. Di bidang perfilman, Hillis pernah memerankan karakter bernama Marleah (Kiss Kiss Bang, 2005), Christine (Must Love Dogs, 2005), dan Lauren (Adrift, 2006). Sementara di bidang pertelevisian pernah muncul di Miami Medical (2011) berperan sebagai Heidi Pelton, kemudian di CSI: Crime Scene Investigation (2011) sebagai Olivia Fowler, Castle (2015) sebagai Megan Brooks, dan Bones (2015) berperan sebagai Lynette O'Malley. 

Akan tetapi, bidang sulih suara sangat melambungkan namanya dan menarik peminat bergerumul untuk mengenal Hillis lebih jauh. Hillis terkenal mengisi suara karakter kembar bersaudari Mary Godwin & Shelley Godwin (Xenosaga II: Jenseits von Gut and Böse & Xenosaga III: Also sprach Zarathustra), kemudian Liara T'Soni (Mass Effect 1-3), Karin (Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 2 & 3 / Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Impact), Temari (Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Impact), Mizuki McCloud (Ninja Gaiden 3), Burroughs (Shin Megami Tensei 4), Presa (Tales of Xillia), dan Emina (Final Fantasy Type-0 HD)



Note from Writer:


Lightning -Concept Art-
Hm.... Lightning...  Apa yang sebaiknya saya testimoni kembali dari dirinya...? Saya mengaku meski dia bukan protagonis utama pertama kalinya dalam seri FF (banyak yang menilai protagonis perempuan pertama adalah Terra Branford dari FF VI), Lightning adalah karakter perempuan paling keras, perempuan terkeren, dan perempuan tertangguh di sepanjang FF! Membuat Lightning mampu mendapat show light lebih di kalangan deretan protagonis FF yang lebih didominasi oleh kaum Adam. Lightning menunjukkan girl power kepada kaum Hawa bahwa perempuan bisa hidup setangguh kaum Adam dan menghempaskan segala halangan di depan mata dengan keunikan yang dimiliki oleh masing-masing perempuan. Membuktikan juga kaum Hawa bisa tetap rasional dalam hal pembuatan keputusan, tidak berat sebelah dimana terus-menerus bergantung kepada perasaan emosional. Hidup harus mengikuti zaman bukan sebaliknya, perempuan semakin berkembang dan mandiri untuk membantu diri mereka sendiri supaya tidak tertelan dengan keganasan perkembangan zaman. 

Lightning telah memerankan beragam peran; peran seorang kakak, peran seorang orangtua, peran pelindung keluarga atau teman-temannya dari beragam ancaman sepanjang cerita Lightning Saga; sekali lagi membuktikan girl power bahwa kaum Hawa dapat melakoni multi-peran di hidupnya. Dengan multi-peran yang dapat dijalani Lightning, kaum Hawa dituntut untuk meraih keseimbangan dan kesehatan dalam jalur kehidupannya dan hal ini balik lagi kepada perempuan-perempuan itu sendiri apa mau memilih meraih keseimbangan untuk hidupnya atau menyerah pada multi-peran dan akhirnya tersungkur menghadapi kekejaman zaman. Perempuan cerdas adalah perempuan yang tidak hanya sekedar berwajah cantik, menarik, berkulit mulus, berambut lurus, langsing, tapi juga harus memiliki inner beauty, strong will. menyeimbangkan waktu dengan multi-peran yang dilakoni, mau belajar banyak ilmu, serta mau mengubah diri ke arah yang lebih baik; kalau rupa bak model dan rupa cantik itu adalah poin tambahan saja. Bagi saya Lightning adalah sosok karakter perempuan FF yang benar-benar merepresentasikan perempuan masa kini dan wajah 'perempuan kuat' berlandaskan penjelasan-penjelasan saya di kalimat sebelumnya.  

Meskipun demikian, every system has a flaw ini juga berlaku untuk Lightning. Penggambaran karakter Lightning di FF XIII apalagi saat di segmen awal cerita membuat saya sebal. Egois sekali terus menelantarkan adiknya dan kata-kata tajamnya sungguh parah, cukup membuat kalian tidak ingin berteman atau bertemu lagi dengannya. Lightning tidak terlalu bisa menyaring kata-kata tajamnya yang mampu membuat hati tercabik-cabik. Jika personalitas Lightning masih tetap seperti ini di sepanjang Lightning Saga, saya berkata dia tidak akan menarik simpati orang untuk menyukai dirinya malah yang terjadi justru menarik permusuhan. Saya juga tidak akan simpatik kepadanya. 

Selanjutnya, logo FF XIII-2 yang memajang Lightning dan Caius dalam satu gambar adalah bentuk misplaced, okelah Caius antagonis dan bukan karakter yang dikendalikan oleh kita dan kita menganggap akan mengendalikan Lightning kembali. Berbahagialah para pengagum Lightning! Nyatanya, Lightning hanya dijadikan karakter pendukung saja dan benar saja porsi untuk memainkan dia, durasinya pendek banget, agak kecewa mengenai ini... Paham ini strategi penjualan, karakter Noel masih asing untuk mayoritas pemain tapi tetap saja logo FF XIII-2 menipu saya, apa diantara kalian ada yang merasakan hal sama seperti saya terkait perihal ini...? 

Nah, karakter Lightning di LR: FF XIII, dia balik lagi ke karakter awal dirinya di FF XIII akibat Bhunivelze mengambil perasaan manusiawi darinya. Yah, saya merasa personalitas Lightning hanya sedikit mengalami perkembangan karakter dalam tiga judul FF XIII. Tapi supaya buat apa Lightning kembali lagi ke sosok dia saat di awal FF XIII? Dingin dan menjauh? Simpel: Karakter dingin dan kuat lebih menarik. Komentar agak pedas untuk Lightning di LR: FF XIII yaitu Lightning diberi kostum alternatif! Kostum alternatif hanya beberapa (tidak banyak) yang bagus untuk dipakai olehnya tapi kebanyakan kostum-kostumnya aneh-aneh dengan hiasan-hiasan tidak jelas maksudnya, jujur saja langkah pemberian kostum alternatif ini membuat Lightning sedikit terlihat bodoh. Karakter utama seharusnya mendapat penghormatan lebih bukan untuk di make over tidak jelas dan juga LR: FF XIII memiliki latar suasana cerita depresi, serius, dan panik bukan memiliki kesamaan latar suasana cerita dengan Final Fantasy X-2 yang bernuansa pop dan too girly

Bagaimana testimoni saya terhadap leitmotif Lightning? Masashi Hamauzu top banget! "Blinded By Light" tidak membuat kalian jenuh terlibat random battle encounters dengan iramanya yang mudah diingat dan menarik terutama ketika memasuki bagian permainan biola solo, bagian ini merupakan highlight sepanjang durasi lagu ini berputar di playlist kalian. Lagu ini merupakan perpaduan fantasi dan masa depan futuristik, supaya cocok dengan konsep yang diharapkan untuk FF XIII sebelum rampung. Permainan biola solonya memainkan nada oktaf lumayan tinggi maka dari itu, violinis masih tahap awal belajar perlu terus berlatih agar suara-suara nada-nadanya tidak sumbang dan keren seperti di OST-nya.

Terus juga biasanya lagu-lagu rock itu pemain utamanya adalah gitar elektrik tapi di "Blinded By Light" justru biola dijadikan pemain utama mengiringi dentuman drum yang biasa terdengar di musik rock; bertalu-talu kencang dan penuh adrenalin! Sehingga lagu ini berbeda dari kebanyakan Battle Theme yang menggunakan alat musik biola sebagai bintangnya. Di sisi lain, "Lightning's Theme" yang saya suka berasal dari FF XIII. Menangkap sempurna karakter Lightning dari tiga judul yang elegan seperti rupa bunga mawar, gerak-gerik gesitnya, kekurangannya, kelebihannya, dan menerima perubahan diri yang mampu beradaptasi dengan lingkungan serta orang-orang sekitar. Kalimat penutupan sesi ini setelah puas membaca tulisan-tulisan panjang saya di artikel ini adalah Lightning hendaknya bukan karakter untuk mudah dilupakan...



Trivia:

  • Awalnya "Averia" merupakan nama teratas untuk dijadikan nama lahir karakter Lightning. Averia merupakan nama genus sebuah tanaman bunga.
  • Nama lahir Lightning yaitu Eclair harus mengalami perubahan untuk audiens yang lebih luas dikarenakan nama itu digunakan sebagai penyebutan sejenis kue asal Prancis bagi negara menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Eclair tidak mengalami masalah diperuntukkan audiens Jepang karena memiliki penulisan dan lafal berbeda dalam penyebutan nama/kue Eclair. Atas saran pihak lokalisasi, nama Claire terpilih untuk menggantikan Eclair bagi audiens Internasional supaya Lightning tidak menjadi bahan ejekan karena memiliki nama lahir terinspirasi dari sejenis kue. Eclair dalam bahasa Prancis memiliki arti 'percikan kilat halilintar', sejajar dengan arti nama Lightning itu sendiri. Sementara itu, arti nama Claire adalah 'cuaca jernih' meski nama itu tidak memiliki korelasi hubungan dengan halilintar (Lightning), Claire dan Lightning mengandung kesamaan yaitu sama-sama sebuah nama terkait kepada alam maupun cuaca.
  • Di Jepang, lagu "Blinded By Light" dikenal dengan nama "Flash". Lagi-lagi judul lagu itu merujuk kepada halilintar (Lightning) lebih tepatnya kilat halilintar. 
  • Penggunaan kata "AF" (kependekan dari After Fall) dimulai setelah Day of Ragnarok dalam kisah Lightning Saga. "AF" merupakan petunjuk kalendar Lightning Saga. Jika di dunia nyata contohnya tahun Masehi dalam kalendar Gregorian.   



To be Continued on...
#3











Comments

Post a Comment